Pada masa kepemimpinan Presiden Jokowi periode pertama, pariwisata berhasil memberi sumbangan pendapatan besar kedua setelah kelapa sawit.

Industri pariwisata memang memungkinkan untuk membagi keuntungan bagi banyak pihak baik yang terkait secara langsung maupun tidak.

Selain butuh destinasi atau tempat yang akan menjadi tujuan wisata, wisatawan butuh banyak layanan lain agar bisa berwisata dengan nyaman, aman dan sehat.

Samarinda adalah kota yang identik dengan sungai. Sungai sendiri selalu didalihkan sebagai potensi wisata dalam setiap rencana pembangunan. 

Namun dalam kenyataannya terkait dengan sungai, Samarinda selalu punya masalah. Sungai selalu dianggap sebagai sumber banjir, lingkungan sungai adalah lingkungan padat dan kumuh, sungai tidak dirawat dan tak dijaga sehingga terpolusi serta kehilangan ruangnya.

Maka cara yang lazim untuk menikmati sungai adalah duduk-duduk di tepiannya pada lokasi tertentu. Seperti kawasan Muso Salim dan tepian Mahakam di seberang depan Kantor Gubernur.

Namun keramaian ini tidak didesain dan direncanakan dengan baik sejak awal sehingga pengaturan parkir dan layanan lainnya tidak tertata dengan baik.

Kemudian mulai ada usaha untuk menggiatkan wisata sungai oleh pihak swasta. Mulai ada layanan susur sungai Mahakam dengan kapal wisata. Selain melayani rute regular pada akhir pekan dak hari libur, kapal juga bisa disewa pada hari-hari biasa.

Selain itu juga ada taman rekreasi untuk menikmati pemandangan sungai. Taman rekreasi ini bernama Mahakam Lampion Garden yang berada di tepi sungai Mahakam dekat muara sungai Karang Asam.

Mulai dikenal dengan wisata sungainya, pandemi Covid 19 membuat sektor wisata menjadi lumpuh. Wisata selalu terkait dengan keramaian dan kerumunan sebuah kondisi yang mesti dihindari dalam rangka mencegah penularan dan penyebaran Covid 19.

Hampir 3 bulan dunia wisata mati suri. Menanggung beban berat karena tidak beroleh pendapatan. Dan kesempatan relaksasi atau pelonggaran pembatasan sosial menjadi momentum untuk kembali membangkitkan asa dunia pariwisata.

Namun untuk kembali seperti masa-masa normal.sebelumnya masih butuh waktu. Pandemi Covid 19 belum berlalu. Jumlah mereka yang positif terinfeksi bahkan semakin meningkat, lebih tinggi dari masa saat diberlakukan pembatasan sosial.

Meski telah dibuka namun tidak semua wahana di taman rekreasi bisa dioperasikan. Konsekwensinya jumlah pengunjung juga akan terbatas namun beban operasional yang ditanggung tetaplah sama.

Event yang biasa menopang keramaian di taman-taman wisata belum sepenuhnya bisa diselenggarakan. Padahal event adalah jantung bagi taman hiburan atau taman wisata untuk mendatangkan pengunjung.

Dan bagaimana dinamika industri pariwisata Samarinda utamanya yang tergabung dalam Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia, semua terangkum dalam bincang-bincang dengan Dian Rosita, Manajer Mahakam Lampion Garden dan Ketua DPD Putri Kaltim dalam video berikut ini.