Balikpapan secara luas dikenal sebagai Kota Minyak dan sering dikira sebagai ibukota provinsi Kalimantan Timur. Wajar saja orang menjadi salah sangka karena Balikpapan mempunyai bandar udara dan pelabuhan laut yang besar, pusat perbelanjaan serta hotel-hotel besar.

Kota ini memang tumbuh dari pengeboran minyak yang dilakukan oleh de Bataafse Petroleum Maatschappy {BPM} dari Belanda, sementara penjualannya dilakukan oleh Shell dari Inggris dan pengangkutannya oleh Anglo Saxon Oil Coy.

Berkembang dengan urat nadi industri, Balikpapan kemudian menjadi tempat berkantornya bermacam perusahaan yang berhubungan dengan minyak dan tambang lainnya. Balikpapan juga berkembang menjadi daerah tujuan kaum migran sehingga bertumbuh menjadi kota urban.

Berada di dekat laut kemudian memunculkan pusat-puat keramaian seperti kawasan pantai, pusat kuliner, pusat kerajinan dan pusat perbelanjaan yang menjadi tujuan kunjungan dari masyarakat lain dari luar kota Balikpapan.

Gemerlap dan hingar bingar Balikpapan sebagai Kota Metropolitan di Kalimantan Timur menyembunyikan mutiara terpendam yang tak banyak diketahui orang. Mutiara yang terpendam itu adalah Kebun Raya Balikpapan, pusat perlindungan tanaman kayu hutan Kalimantan.

Kebun Raya Balikpapan yang berada di kawasan Hutan Lindung Sungai Wain ini dipersiapkan selama lima tahun dan kemudian diresmikan pada bulan Agustus 2014. Luasnya kurang lebih 309 hektar. Meski berfokus pada tumbuhan namun karena tersambung dengan Hutan Lindung Sungai Wain, Bukit Bengkirai dan Taman Hutan Raya Bukit Suharto, maka Kebun Raya Balikpapan juga mempunyai kekayaan fauna.

Meski dimaksudkan sebagai zona perlindungan dan pelestarian serta penelitian tanaman hutan, Kebun Raya Balikpapan juga dimaksudkan sebagai lokasi pendidikan dan tujuan wisata.

Jadi buat yang terbiasa ke Balikpapan dan hanya pergi ke pantai, mall, makan-makan di Melawai atau beli pernak-pernik di Pasar Kebun Sayur, inilah 5 hal unik yang bakal mengelitik rasa ingin untuk berkunjung kesana.

1. Satu-satunya di Kalimantan dan Salah Satu Yang Terbesar di Indonesia

Kebun Raya Balikpapan berjarak kurang lebih 20 km dari pusat kota, sehingga bisa dicapai dalam waktu 30 menit dengan kendaraan. Tepatnya berada di Jalan Sei Wain, masuk dari dari Jalan Sukarno-Hatta Km. 15, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan.

Ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 68 Tahun 2009 tentang Penetapan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus untuk Hutan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Latihan, Kebun Raya Balikpapan menjadi satu-satunya di Kalimantan.

Selain itu Kebun Raya Balikpapan juga tercatat sebagai salah satu kebun raya terluas yakni 309,2 hektar. Kebun Raya Balikpapan juga tersambung dengan Hutan Lindung Sungai Wain, yang merupakan hutan primer dengan luasan kurang lebih 10.000 hektar.

2. Zona Tematik

Area dalam kebun raya dibagi dalam 9 zonasi yang meliputi zona penerima, perkantoran, service, bermain dan rekreasi, propagasi dan pusat riset, koleksi kayu Kalimantan, koleksi khusus dan zona tumbuhan buah.

Khusus untuk tujuan konservasi ada pada 3 zona yaitu zona koleksi kayu penting Kalimantan, zona tumbuhan buah dan zona koleksi khusus.
Untuk kegiatan wisata, jenis wisata yang ditawarkan adalah wisata taman tematik, wisata tanaman hias dan tanaman obat, wisata ekplorasi, wisata anggrek, wisata flora, wisata green camp, wisata trekking dan wisata kompos.

Selain itu ada juga zona taman yaitu taman nepenthes, taman amorphophallus, taman bougenville dan taman pohon kasih sayang.

3. Olahraga dan Petualangan

Terpisah dari area permukiman dan keramaian serta dikelilingi oleh hutan, Kebun Raya Balikpapan juga merupakan area yang cocok untuk olahraga, baik olahraga rekreatif maupun petualangan.

Mempunyai area camping ground berupa lapangan terbuka, selain untuk berkemah juga bisa dipakai untuk senam dan olahraga permainan lainnya.
Di Kebun Raya Balikpapan juga ada 3 trek, yaitu trek bandang, dan trek etlingera balikpapanensis yang merupakan trek hutan alam {tanah} serta trek embung wain yang jalurnya dipaving.

Trek ini bisa dipakai untuk jogging, jalan sehat dan juga bersepeda.
Paduan antara camping ground dan trekking tentu saja cocok untuk melakukan kegiatan perkemahan serta petualangan lainnya.

4. Pertemuan/Event dan Outbound

Kebun Raya Balikpapan selain mempunyai area terbuka {luar ruangan} juga dilengkapi dengan fasilitas wisma tamu, lamin, gazebo dan area pertunjukan.
Fasilitas ini memungkinkan untuk diselenggarakan pertemuan atau berbagai kegiatan disana, seperti event pertunjukan, festival, temasuk outbound atau outing.

5. Jahe Balikpapan dan Bunga Bangkai

Selama ini jahe yang dikenal adalah jahe putih dan jahe merah, nama jahe Balikpapan belumlah familiar. Di Kebun Raya Balikpapan pada tahun 2006 ditemukan satu jenis jahe oleh Axel Dalbergg Poulsen, warga Denmark.

Jahe temuan Axel ini kemudian dinamai Eltingera Balikpapanensis atau jahe Balikpapan. Jahe ini tidak ditemukan di daerah lain atau endemik Balikpapan. Jahe ini bisa tumbuh hingga dua meter dan mempunyai rimpang lebih besar dari jahe pada umumnya.

Setahun sekali di Kebun Raya Balikpapan juga bisa disaksikan kemunculan bunga bangkai. Bukan jenis rafflesia arnoldi melainkan amorphophallus paeonifolius atau kerap disebut dengan nama suweg.

Ukuran bunga bangkai dengan keliling batang sekitar 8,4 cm, keliling bunga 1,1 meter, tinggi sekitar 35 cm dan keliling pucuk bunga 38 cm.

Bunga ini mekar pada setiap awal musim hujan dengan kuncup bunga yang muncul dari umbi berwarna ungu. Saat bunga mekar akan mengeluarkan aroma busuk yang bertujuan untuk memancing seranga.

Bunga bangkai ini kini berada di area taman amorphophallus dan berasal dari Hutan Lindung Sungai Wain.

Nah, di era normal baru ini piknik atau wisata yang dianjurkan adalah destinasi luar ruangan dan luas sehingga mudah untuk menjaga jarak. Syarat ini tentu saja dipenuhi oleh Kebun Raya Balikpapan. Maka siapapun yang singgah atau berkunjung ke Balikpapan dan ingin menikmati pemandangan atau suasana lain jadikanlah Kebun Raya Balikpapan sebagai tempat tujuan, mengenal kekayaan hutan Kalimantan, sekaligus bersenang-senang dan berolahraga untuk menghabiskan waktu luang.

Note : tulisan ini merupakan catatan perjalanan kesah.id dengan fasilitasi dari Bidang Pengembangan Karya Seni Budaya {Ekraf}, Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim.