KESAH.ID – Marc membuat drama dengan lari untuk menganti motor sesaat sebelum warming up dalam balapan utama Moto GP di sirkuit Austin, Texas. Aksinya diikuti oleh beberapa pembalap lain sehingga start ditunda. Berhasil memimpin balapan dalam beberapa lap awal, Marc kemudian terpeleset dan motornya terseret cukup jauh. Akibat gesekan dengan aspal, motornya kehilangan beberapa part yang membuatnya sulit untuk dikendarai. Marc menyudahi rangkaian kemenangan 100 persennya.
Tidak ada nama lain yang disebut-sebut di COTA, Circuit Of The America selain Marc Marquez. Ya, sejak sirkuit di Austin ini menggelar balapan Moto GP, Marc Marquez sudah 7 kali memenangkannya. Di sirkuit ini Marc hanya dikalahkan oleh dirinya sendiri.
Memang ada nama lain yang punya catatan bagus, Alex Rins. Dia tercatat pernah memenangkan balapan di COTA, di kelas Moto 3, Moto 2 dan Moto GP. Marc tidak mempunyai catatan itu karena ketika sirkuit ini mulai dipakai untuk Moto GP, bersamaan dengan saat Marc marquez masuk kelas utama Moto GP.
Sirkuit ini disebut Anticlockwise atau berlawanan dengan arah jarum jam. Lebih banyak tikungan ke kiri dibanding ke kanan. Ini karakter yang disukai oleh Marc Marquez, belokan ke kiri adalah kesukaannya. Dan kemampuan Marc untuk berbelok ke kiri sulit ditiru oleh pembalap lainnya.
Kini Marc Marquez mengendarai Ducati, motor terbaik di lintasan Moto GP. Bisa dipastikan Marc tak akan terbendung lagi. Dua balapan pembuka membuktikan dominasi Marc Marquez yang sulit untuk disaingi oleh pembalap lainnya.
Dan di sirkuit kegemarannya jelas Marc akan semakin sulit untuk dikejar.
Pembalap terbaik, motor terbaik dan tim terbaik adalah kombinasi yang sulit untuk dikalahkan.
Bandingkan ketika Marc menaiki Honda. Pada masa jayanya Marc di Honda, jelas motor Honda bukan motor terbaik. Karena hanya Marc Marquez yang bisa menahklukkannya. Konon Honda adalah motor yang sulit dibelokkan.
Maka Marc Marquez tidak dikenal sebagai pengembang motor, dia lebih dikenal sebagai orang yang memaksimalkan motor. Makanya Marc bukan pembalap yang dikenal suka mengeluhkan motornya.
Sampai menjelang balapan di COTA, Marc seperti bertanding di planet lain. Marc bukan target yang dikejar oleh pembalap lain. Yang dijadikan parameter untuk dikejar atau dikalahkan adalah Alex Marquez.
Dan dalam latihan 1 dan 2 di Austin, lagi-lagi Marc menunjukkan kalau dia masih king of king COTA. Dalam latihan pertama dimana kondisi lintasan basah, Marc masih menunjukkan kecepatannya. Jatuh karena lintasan tergenang air sehingga membuat motornya mengalami high side, catatan Marc terhenti.
Saat melihat Marc crash, petinggi Ducati memegang kepala. Marc terlempar dan dari cara jatuhnya yang tertelungkup dengan bertumpu pada kedua siku, bisa saja Marc akan cidera. Namun Marc bangkit lagi dan kemudian berjalan menuju motornya. Bahkan ikut mendorong motornya kembali ke garasi.
Di latihan kedua, Marc menebus kesalahannya. Catatannya hampir tak terkejar. Dan Marquez menjadi satu-satunya pembalap yang menembus angka 2 menit 3 detik dalam satu putaran. Fabio D’gianntonio dan Franco Morbideli berhasil melewati Alex Marquez, namun masih tertinggal lebih dari setengah detik dari Marc Marquez.
Ducati menguasai sesi latihan di COTA dengan menduduki tempat pertama hingga kelima. Hanya Francesco Bagnaia yang nampaknya masih kesulitan memacu motornya. Pecco bahkan hampir terlempar dari sesi Q2.
Persaingan antar penunggang Ducati akan mewarnai balapan di Circuit of the America ini. Motor Ducati yang dipacu oleh mereka tidak berbeda jauh. Jadi bukan motor yang akan menentukan kemenangan, melainkan kemampuan mereka mengendarai motornya.
BACA JUGA : Kepala Babi
Pole tiga kali berturut-turut tak terbendung lagi. Marc Marquez mencatatkan waktu 2 menit 1 detik lebih sedikit untuk memantapkan diri sebagai pembalap yang akan start terdepan di sirkuit Austin, Texas ini.
Alex Marquez tidak bisa mengulang dua kali sukses sebelumnya, kali ini Marc dibuntuti oleh Fabio D’gianntonio dari tim VR46. Baru kemudian diikuti oleh Alex Marquez. Pedro Acosta berhasil menyisip diantara kepungan motor Ducati di barisan terdepan. Di belakangnya ada dua pembalap Ducati yakni Franco Morbideli dan Francesco Bagnaia yang masih kesulitan dengan motornya.
Ternyata pabrikan dari Jepang cukup sukses di COTA, dengan menempatkan Luca Marini dan Johan Mir di nomor start 7 dan 8, lalu diikuti oleh Jack Miller dari Yamaha di posisi 9.
Dua pabrikan dari Jepang ini perlahan mulai kembali menunjukkan tajinya, untuk memberi sedikit perlawanan kepada pabrikan Eropa.
Ternyata ada kejutan pada saat sprint race. Francesco Bagnaia berhasil dengan start yang sangat baik, langsung menyodok ke depan dan berhasil memimpin balapan di tikungan pertama. Namun kembali diambil alih oleh Marc Marquez yang kemudian langsung membuat jarak dari sektor pertama.
Nyaman di depan, Marc membuat kesalahan. Motor oleng namun seperti biasa Marc bisa melakukan gerakan seperti penunggang rodeo untuk melakukan penyelamatan. Kesempatan ini digunakan oleh Pecco dan Alex melewati Marc Marquez. Hanya saja setelah berhasil menstabilkan motornya, Marc segera menekan dan kembali mengambil alih pimpinan balapan.
Nampak Marc ingin segera menciptakan jarak dan menekan motornya, hingga hampir mengalami high side yang bisa membuyarkan come back-nya sebagai King of COTA.
Pembalap lain yang membuat kejutan adalah Fabio Quartararo. Start dari posisi 11, pembalap Yamaha ini berhasil membuntuti Pecco Bagnaia, mempunyai kesempatan untuk merebut podium.
Marquez terus membuat jarak dan hanya dikuntit oleh Alex Marquez. Bagnaia cukup aman di posisi 3 namun sulit untuk menambah kecepatan mengejar dua pembalap di depan.
Fabio juga sulit mempertahankan kecepatannya, Franco Morbideli dan Fabio D’gianntonio kemudian menyusul. Ketiga pembalap ini terlibat dalam saling salip yang seru.
Marc Marquez nyaman di depan dengan jarak hampir satu detik. Terkadang Marquez agak melambat sehingga Alex berhasil membuntuti di belakang dengan jarak kurang dari setengah detik. Sepertinya Marc Marquez harus mengamankan bannya agar motor tetap stabil.
Akhirnya Marc melewati garis finish sebagai pemenang. King of COTA telah kembali, bahkan menjadi King of King karena Marc menjadi pembalap satu-satunya yang bisa meraih pole position delapan kali di satu sirkuit yang sama.
Dan Ducati kembali berjaya. Lima pembalap yang finish terdepan adalah pembalap yang menunggang motor Ducati. Hanya Fermin Aldequer yang finish di belakang, tapi bisa dimaklumi karena ini adalah tahun pertamanya membalap di kelas utama Moto GP.
Kabar baik untuk pabrikan Jepang karena di spint race, Yamaha dan Honda bisa menempatkan pembalapnya di sepuluh besar. Fabio Quartararo dari Yamaha berhasil finish di posisi 6 dan Luca Marini dari Honda berhasil finish di posisi 8.
KTM dan Aprilia juga berhasil menempatkan pembalapnya di posisi sepuluh besar. Pedro Acosta dari KTM berhasil meraih posisi ke 7, dan Ai Oigura serta Marco Bezzecchi dari Aprilia berhasil finish ke 9 dan 10.
Hanya saja jarak yang diciptakan oleh Marc Marquez atas pembalap di luar 3 besar sangat jauh. Marginnya lebih dari 8 detik. Setelah start, sebagian pembalap tak bisa lagi melihat Marc Marquez yang melesat seperti membalap di planet lain.
BACA JUGA : Selamat Idulfitri
Balapan utama di COTA berlangsung dalam mode wet race.
Sebelum warming up terlihat Marc Marquez tidak duduk diatas motor. Saat semua kru di lintasan dipersilahkan kembali ke pit, Marc berlari meninggalkan motornya. Dia menuju paddock untuk berganti motor. Dan kemudian bersiap melakukan start dari pit lane.
Beberapa pembalap mengikutinya sehingga ada banyak pembalap yang akan melakukan start dari pit lane. Race director kemudian mengibarkan bendera merah. Start ditunda karena berbahaya jika banyak pembalap start dari pit lane. Pengibaran bendera merah membuat semua pembalap kembali ke paddock.
Sekitar sepuluh menit kemudian start diulang. Pembalap hanya disertai 1 atau 2 kru di lintasan. Dan tak lama kemudian dilakukan lap pemanasan. Marc langsung melesat, disusul oleh Alex Marquez dan Pecco Bagnaia yang saling salip.
Marc kembali mengulangi strategi di sprit race, langsung menjauh untuk menciptakan jarak baru kemudian mempertahankan keunggulan.
Dalam satu dua putaran Marc Marquez sudah berhasil menciptakan jarak lebih dari setengah detik.
Marc berhasil menciptakan jarak sekitar dua detik dengan Pecco yang juga mulai menjauh dari Alex Marquez. Namun karena terlalu masuk ke titik putih, Marc Marquez kemudian tergelincir dan terseret jauh. Marc mengalami crash dan motornya kehilangan beberapa bagian.
Berusaha bangkit dan meneruskan balapan, namun tanpa pijakan kaki, Marc kesulitan mengendarai motornya hingga kemudian kembali ke paddock.
Bagnaia memimpin dan semakin mendapat kecepatannya. Alex Marquez sepertinya berkendara lebih berhati-hati sehingga tidak memaksa motornya. Bahkan dua lap terakhir hampir dikejar oleh Fabio D’gianntonio.
Balapan kemudian disudahi dengan kemenangan Francesco Bagnaia untuk pertama kalinya di COTA. Disusul oleh Alex Marquez dan Fabio D’gianntonio. Empat posisi terdepan diduduki oleh pembalap Ducati.
Marc dan Fermin Aldequer gagal finish.
Marc Marquez kembali menunjukkan bahwa dia hanya bisa dikalahkan oleh dirinya sendiri di COTA. Marc terjatuh setelah nyaman memimpin di depan.
Kemenangan Bagnaia membatalkan rangkaian kemenangan Marc Marquez seratus persen, Marc gagal menyapu bersih kemenangan dalam tiga balapan pembuka. Posisi di klasemen sementara juga digeser oleh adiknya yang mempunyai 1 point lebih banyak.
Walau kalah karena jatuh, Marc tetaplah King of COTA. Raja memang tak selalu menang dan terdepan. Karena raja di lintasan bukanlah previlege.
note : sumber gambar – RIDERTUA








