KESAH.ID – Talentanya tak sebesar kakaknya, namun dengan ketekunannya Alex Marquez setelah kurang lebih 4 tahun berada di kelas utama Moto GP mulai menapakkan namanya diantara deretan pembalap utama. Tahun 2025 ini Alex dijuluki Mr. P2 karena sering finish di posisi kedua, berada di belakang Marc Marquez. Tak ada yang menyangka kalau kakak beradik, Marc dan Alex akan berada dalam jajaran pembalap yang memperebutkan gelar juara dunia Moto GP 2025.
Selain Marc Marquez, pembalap yang paling menjadi perbincangan di musim Moto GP 2025 ini adalah adiknya, Alex Marquez.
Capaian Alex Marquez ini adalah buah dari mengikuti nasehat kakaknya. Marc dikenal sebagai pembalap yang sering mengingatkan pada pembalap muda untuk tidak cepat-cepat berpindah dari Moto 2 ke Moto GP.
Alex mengikuti nasehat itu, dia bertahan di Moto 2 cukup lama untuk meraih gelar juara dunia. Dan setelah merengkuh gelar juara dunia di Moto 2, Alex pindah ke Moto GP, bertandem dengan kakaknya di Honda.
Tidak dikaruniai bakat sebesar kakaknya, perjuangan Alex Marquez di Moto GP sungguh berat. Alex menaiki motor yang hanya bisa ditahklukkan oleh kakaknya. Sepanjang berada di Honda, pembalap lain selalu kesulitan mengendarai motor Honda padahal motor itu mengantar Marc Maarquez berkali-kali meraih gelar juara dunia.
Setahun Alex Marquez bertahan di tim utama Honda tanpa prestasi yang meyakinkan. Sebagai rookie, Alex Marquez tidak sementereng rookie-rookie lainnya yang kerap mengejutkan lintasan balap Moto GP. Tahun pertama Alex Marquez di Moto GP sangat jauh dari kakaknya. Marc datang ke Moto GP seperti Julius Cesar, vini vidi vici, datang, membalap dan menang. Marc meraih gelar juara dunia Moto GP di tahun pertamanya.
Oleh Honda, Alex Marquez kemudian digeser ke tim satelit, menjadi pembalap kelas dua Honda. Prestasinyapun kurang moncer sehingga Honda tak memperpanjang kontraknya. Masa depan Alex Marquez di Moto GP terancam.
Namun pengalamanan dan keteguhannya untuk terus membalap dihargai oleh sebuah tim kecil dari Italia. Alex Marquez kemudian direkrut oleh Gresini Racing. Alex kemudian membalap dengan motor Ducati. Penampilannya terbilang lumayan, meski tidak menjadi pembalap papan atas, namun masa depannya di Moto GP masih aman.
Nama Alex kemudian terkatrol oleh Marc Marquez tatkala Marc memutuskan untuk menghentikan kontrak dengan Honda dan kemudian berpindah ke Gresini Racing untuk kembali bertandem dengan adiknya.
Ducati saat itu menurunkan 8 motor lewat Tim Pabrikan, Pramac racing, VR46 dan Gresini. Moto GP menjadi ajang Ducati Cup. Kehadiran Marc Marquez dengan Ducati membuat persaingan antar penunggang Ducati memanas. Marc masuk dalam persaingan utama bersama Francesco Bagnaia, Jorge Martin dan Enea Bastianini. Persaingan para pembalap utama Ducati ini menguntungkan Alex Marquez. Dengan kecerdikannya Alex bisa menciptakan poin demi poin.
Karena Marc selalu jadi bahan perbincangan, nama Alex sebagai rekan se tim juga terkatrol. Garasi Gresini melahirkan banyak cerita, bukan semata tentang balap melainkan kisah dua kakak adik yang membalap di tim yang sama.
Marc Marquez akhirnya meninggalkan Gresini untuk bergabung dengan Tim Pabrikan. Alex bertahan dan menjadi pembalap kesayangan Gresini Racing. Ditinggal oleh Marc Marquez, Alex kemudian menjadi pembalap utama Gresini.
Alex kemudian bertandem dengan Fermin Aldequer, rekrutan talenta muda Ducati yang juga berasal dari Spanyol.
Tanggungjawab besar kemudian diletakkan di pundak Alex Marquez oleh Gresini. Dan Alex Marquez bisa menjalankan perannya dengan baik, yang membuatnya semakin menjadi pembalap andalan Gresini Racing.
BACA JUGA : Sepuluh Tahun
Dalam sebuah perbincangan, Alex Marquez secara bergurau mengatakan “Aku menyesal mengajak Marc ke Gresini,”
Berkaca dari hasil klasemen sementara Moto GP 2025 yang menempatkan Alex sebagai pesaing terdekat Marc Marquez, Alex berandai-andi. Seandainya saja Marc tidak menunggangi Ducati, bisa jadi Alex lah yang akan memimpin klasemen sementara karena di tahun 2025 Alex berhasil menjadi yang terkuat dengan Ducati GP 2024.
Ya, salah satu faktor yang membuat Marc meninggalkan Honda dengan semua limpahan uang karena nilai kontrak yang besar adalah nasehat dari Alex Marquez.
Nasehat yang kemudian diikuti oleh Marc Marquez walau harus membalap tanpa gaji. Sebuah pilihan yang tak masalah untuk Marc Marquez karena uang tidak lagi menjadi tujuan.
Paska cidera dan tak berhasil bangkit dengan Honda, Marc mulai kehilangan kepercayaan dirinya. Balapan tak lagi mengembirakan untuk Marc Marquez karena kebahagiaannya di dalam balapan adalah kemenangan.
Bersama Honda kemenangan semakin menjauhi Marc Marquez, belum lagi resiko yang terus menghantui karena motor yang tidak kompetitif membuat Marc akan memaksa dalam mengendarainya sehingga celaka menjadi resiko besarnya.
Ingin menguji apakah masih kompetitif apa tidak, menjadi perhitungan Marc dalam meninggalkan Honda. Marc memilih Gresini karena tim ini memakai Ducati, motor yang paling kuat di lintasan dalam beberapa tahun terakhir ini.
Saat pindah dari Honda ke Gresini, publik berharap Marc Marquez segera berada dalam jalur juara. Namun Marc tidak memberi tugas pada dirinya sendiri untuk mengejar gelar yang lama tak lagi ada di jalannya. Di Gresini, Marc Marquez hanya menetapkan untuk mengembalikan kepercayaan dirinya, jika ya maka Marc akan mengincar kursi pabrikan, jika tidak maka Marc akan pensiun.
Membalap bersama adiknya, tak ada tekanan untuk Marc Marquez di garasi. Garasi Gresini bahkan mirip panggung lawak, ada banyak gurauan disana.
Marc suka dengan suasana itu dan membantunya meraih kepercayaan diri hingga kemudian Marc bisa kembali tampil trenginas hingga gelar podium pemenang kembali menjadi tempat dia berdiri. Di Gresini, Marc berhasil meramaikan persaingan pembalap teratas walau gelar juara dunia belum ada dalam bayangannya. Marc tidak mau terintimidasi untuk mengejar gelar.
Target Marc Marquez jika kompetitif adalah mengejar kursi di tim pabrikan.
Penampilan yang impresif membuat Marc Marquez dilirik oleh Ducati. Rencananya Marc akan ditempatkan di tim satelit utama Ducati, Pramac. Karena kursi pabrikan yang hanya menyisakan tempat untuk satu nama akan diisi oleh Jorge Martin yang dipastikan akan meraih gelar juara dunia.
Namun Marc melakukan manuver yang membuat skenario Ducati kocar-kacir. Marc Marquez menolak bergabung dengan Pramac Ducati.
Melihat tanda-tanda bisa yang kurang bagus, Jorge Martin mengambil keputusan cepat dengan menerima tawaran Aprilia. Akhirnya kursi Marc Marquez ke pabrikan Ducati terbuka lebar, tak ada opsi lain bagi Ducati selain memilih Marc Marquez.
Hengkangnya Jorge Martin dari Ducati dan dipilihnya Marc Marquez sebagai pembalap utama Ducati membuat Pramac memutuskan meninggalkan Ducati dan bergabung dengan Yamaha.
BACA JUGA : Sepatu Lokal
Walau mulanya diragukan dan disayangkan oleh banyak orang, pilihan Ducati pada Marc Marquez terbukti tidak salah. Musim pertama membalap di Ducati, Marc terus menunjukkan keperkasaannya. Dominasi Marc Marquez dengan GP 2025 sungguh terasa, rekor demi rekor dicapai olehnya.
Penampilan Marc Marquez dengan GP 2025 mengingatkan kembali pada masa kejayaannya di tahun 2014 dan 2019. Dan seiring dengan itu penampilan Alex Marquez juga semakin meyakinkan.
Peta persaingan antara Marc dan Alex tidak diprediksi sebelumnya, umumnya pengamat menempatkan Marc dan Pecco yang akan bersaing untuk merebut gelar juara dunia pada Moto GP 2025.
Yang terjadi ternyata Francesco Bagnaia justru kena mental. Penampilan Marc yang impresif dengan motor yang sama ternyata menghasilkan prestasi yang berbeda. Francesco Bagnaia dan Fabio Digianntonio yang mengendarai GP 2025 mengalami kesulitan mengendalikan motornya.
Pada saat yang sama, Alex Marquez, Fermin Aldequer dan Franco Morbideli justru menunjukkan hasil yang lebih menyenangkan walau mengendarai motor yang satu tahun lebih tua.
Alex Marquez bahkan mampu memperlihatkan kalau motot tunggangannya lebih baik dibanding yang dinaiki oleh Francesco Bagnaia dan Fabio Digianntonio.
Alex lebih banyak menemani Marc di podium dibandingkan Pecco Bagnaia. Dan dengan motor Ducati GP 2024, Alex kembali meraih kemenangannya yang kedua di Moto GP.
Maka tidak perlu heran jika pada Moto GP 2026 nanti Alex Marquez akan diberi motor yang terbaru, GP 2026. Alex akan memakai motor yang sama dengan yang dipakai oleh Marc Marquez, Pecco Bagnaia dan Fabio Digianntonio.
Alex telah masuk dalam jajaran pembalap Moto GP kelas atas, hanya saja giliran untuk meraih gelar juara dunia belum tiba. Sepertinya selama masih ada Marc Marquez sulit bagi pembalap manapun untuk merebut gelar juara.
Masalahnya belum ada tanda-tanda Marc Marquez akan mengundurkan diri dari Moto GP. Marc dipandang masih punya waktu beberapa tahun kedepan untuk terus berada dalam ajang balapan.
Pembalap lain nampaknya harus sabar untuk menunggu giliran, sebab melawan Marquez mungkin saja bisa namun sulit untuk mengalahkannya. Ini berlaku untuk siapa saja termasuk Alex marquez sang adik.
note : sumber gambar – DETIK








