KESAH.IDCopa America 2024 mungkin akan menjadi turnamen sepakbola antar negara di benua Amerika yang terakhir untuk Messi. Tanda-tandanya jelas, Messi tak berhasil bermain penuh dalam laga final karena dihantam cidera. Meski begitu kemenangan atas Kolumbia di babak final akan membawa Messi ke Barcelona kembali. Dalam Piala Finallisima yang mempertemukan jawara Amerika dan Eropa, Messi akan berhadapan dengan Lamine Yamal, bocah ajaib Barcelona yang pernah dimandikan Messi saat menjadi model untuk pemotretan kalender.

Pada menit ke 66 pertandingan final antara Argentina melawan Kolumbia, Lionel Messi mesti keluar dengan tertatih-tatih. Messi cidera pada pergelangan kaki sebelah kanannya. Sepanjang pertandingan Messi memang terus di-geprek oleh lawan.

Kedudukan masih 0 – 0 saat Messi mesti duduk di bangku cadangan.

Dan pertandingan dalam waktu normal berakhir tanpa gol hingga diperpanjang.

Pada babak extra time, di menit ke 112 akhirnya Lautaro Martinez berhasil mencetak gol. Tak cukup waktu bagi Kolumbia untuk mengejar ketertinggalan. Senyum Messi mulai mengembang.

Messi pantas sedih karena tak bisa menyertai rekan-rekannya di lapangan hingga peluit tanda berakhrinya pertandingan ditiupkan oleh wasit.

Final Copa America 2024 sendiri untuk Messi bisa jadi akan menjadi final terakhirnya bersama Timnas Argentina. Sulit bagi Messi untuk tetap berada di Timnas Argentina hingga empat tahun ke depan.

Meski masih memimpin Argentina untuk meraih Piala Copa America dan berhasil mengalahkan Kolumbia, namun dalam daftar penghargaan untuk para pemain nama Messi tidak muncul di tahun ini.

Biasanya di laga final selain merengkuh trofi juara, Lionel Messi akan tercatat sebagai pemain terbaik dan top scorer.

Namun kali ini tidak, Copa America 2024 mencatatkan Lautaro Martinez sebagai top socrer dan penghargaan sebagai pemain terbaik jatuh kepada James Rodriquez dari Kolumbia. Kiper terbaik tetap berada dalam tangan Emiliano Martinez.

Begitu peluit tanda pertandingan berbunyi, Messi tetap gembira menyambut kemenangan rekan-rekannya. Messi tak perlu lagi memperoleh penghargaan individu, sebab tanpa itu kemenangan Argentina atas Kolumbia sudah menambah daftar rekor sebagai pemegang trofi terbanyak untuk kemenangan di klub dan tim nasional.

Messi berbahagia karena bersama tim nasional Argentina bisa mempersembahkan perpisahan manis untuk Angel De Maria, sahabatnya yang telah memutuskan untuk pensiun dari tim nasional usai perhelatan Copa America.

Yang mungkin merana justru Inter Miami. Ditinggal Messi untuk mengikuti turnamen Copa America, klub yang melambung karena kehadiran Lionel Messi ini terseok-seok. Dan bisa dipastikan cidera yang dialami Messi akan membuatnya tidak bisa segera memperkuat kembali klubnya.

Masih menyandang ban kapten tim nasional Argentina di lapangan Messi tidak bisa lagi dijadikan andalan utama. Seperti di Inter Miami, kehadiran Messi lebih bermakna untuk meningkatkan kepercayaan diri rekan-rekannya.

Meski begitu nama besarnya kemudian tetap menjadi ancaman bagi lawan sehingga dalam laga Messi kerap menerima tackle-tackle keras yang membuatnya rawan kena cidera.

Walau sudah berumur, pergerakan Messi dengan dan tanpa bola masih saja menganggu konsentrasi lawan.

BACA JUGA : Pemimpin Sederhana

Dengan waktu pelaksanaan yang hampir bersamaan, Piala Eropa dan Piala Amerika pada tahun 2024 ini juga menjadi penanda bahwa rivalitas antara Ronaldo dan Messi telah berakhir. Era persaingan antara dua pemain besar ini telah usai.

Messi sedikit lebih beruntung karena mengakhiri turnamen dengan masuk final dan juara. Sementara Ronaldo tersingkir karena Portugal gagal masuk semifinal karena dijegal oleh Perancis.

Sama seperti Messi, Ronaldo adalah pemain terbesar di timnas Portugal dan juga menyandang ban kapten tim Selecao Das Quinas ini.

Ronaldo memang tak muda lagi, walau masih tetap menjadi yang terbaik ketika bermain di Liga Arab Saudi.

Hanya saja mesin gol ini nasibnya begitu kontras dengan Messi menjelang penghujung karirnya setelah hampir 15 tahun keduanya selalu dibanding-bandingkan.

Rivalitas Ronaldo dan Messi mungkin menjadi salah satu yang terpanjang dalam dunia olahraga. Keduanya dalam waktu yang lama menguasai atmosfir sepakbola dunia. Banyak pesepakbola yang sebenarnya hebat namun terasa salah lahir karena muncul disaat Ronaldo dan Messi sedang hebat-hebatnya.

Pernah sama-sama bermain di sebuah liga pada dua klub yang berbeda dan secara tradisional ‘bermusuhan’, persaingan antara Ronaldo dan Messi jadi makin panas.

Ronaldo bermain di Real Madrid dan Messi bermain di Barcelona.

Setiap kali berhadapan keseluruhan tim seperti terpengaruh. Pemain Barcelona akan menghabisi Chistiano Ronaldo dan pemain Real Madrid akan menghabisi Lionel Messi.

Padahal Ronaldo dan Messi sama-sama anteng saja tetapi yang spanneng justru pemain lainnya.

Dua raja gol ini selama bermain di Eropa selalu saling berganti menjadi yang terbaik atau terproduktif. Di dalam tim nasionalnya mereka juga selalu jadi andalan bahkan sampai sekarang.

Namun Ronaldo mencetak prestasi lebih dahulu di tim nasional kala membawa Protugal menjadi Juara Piala Eropa pada tahun 2016. Ronaldo menjadi kampiun dalam pertandingan final. Dan setelah perhelatan Euro 2024, Ronaldo juga tercatat sebagai pemain Eropa yang paling banyak bermain untuk tim nasionalnya.

Jauh sebelum itu, Messi memang sempat mengangkat trofi untuk negaranya sewaktu memenangkan pertandingan Olimpiade pada tahun 2008. Messi waktu itu menjadi bagian dari skuad Argentina U-23.

Hanya saja di tingkat tim nasional senior, Messi baru mencatatkan prestasi pada tahun 2021, saat memenangkan Copa America dengan mengalahkan Brasil di pertandingan final.

Sejak saat itu prestasi Messi lebih moncer dari Ronaldo karena Messi berhasil membawa tim nasional Argentina memenangkan piala dunia pada tahun 2022. Dalam pertandingan final, Messi dan kawan-kawan berhasil mengalahkan Perancis lewat adu pinalti. Messi juga terpilih sebagai pemain terbaik.

Dan Messi kembali mengenapi pencapaiannya di tim nasional Argentina setelah kembali memenangkan Piala Amerika pada tahun 2024 ini.

Berdasarkan hitungan penghargaan sepakbola internasional, Messi berhasil melampaui Ronaldo dan tak mungkin untuk dikejar lagi.

Messi menjadi satu-satunya pemain yang memiliki koleksi 8 trofi Ballon d’Or. Messi juga mengkoleksi 3 trofi Pemain Terbaik FIFA. Dan Messi telah dua kali merengkuh trofi Bola Emas Piala Dunia.

Christiano Ronaldo memang hebat, bahkan hebat sekali. Namun sejarah sepakbola akan mencatat Messi sebagai Greatest of All Time, terbaik sepanjang masa.

BACA JUGA : Jorge Mumet

Dibandingkan dengan Ronaldo, pengalaman Messi di klub lebih terbatas. Messi seolah terlahir hanya untuk Barcelona. Cintanya pada sepakbola tertambat di Barcelona.

Maka ketika disandingkan dengan Ronaldo, Messi selalu dipertanyakan karena prestasinya dianggap belum teruji, hanya karena selalu diraih bersama dengan Barcelona. Messi dianggap hebat karena seluruh pemain Barcelona ‘melayani’ nya.

Terpaksa meninggalkan Barcelona menjadi titik balik prestasi Messi di tim nasional Argentina. Cinta Messi tak terbelah lagi. Hanya untuk Argentina.

Ketika bermain di Barcelona, masyarakat Argentina cenderung tak respek pada Messi. Dia dianggap lebih mengutamakan Barcelona dan selalu bermain setengah hati untuk Argentina.

Krisis di Barcelona membuat Messi meninggalkan klub yang membesarkannya. Messi berpindah ke Paris Saint Germain, Perancis. Sejak awal Messi mewanti-wanti akan lebih mengutamakan tim nasional Argentina.

Dan Messi benar, pada tahun 2021 akhirnya Messi mempersembahkan Piala Amerika dengan mengalahkan Brasil. Lalu setahun kemudian Messi pun kembali memberi piala tertinggi sepakbola dunia. Argentina bersama Messi kembali menjadi jawara piala dunia.

Sama dengan ketika meraih Piala Copa America pertamanya, trofi Piala Dunia pertamanya juga disertai dengan penghargaan sebagai pemain terbaik.

Di PSG walau masih menunjukkan tajinya, namun Messi tidak mendapat respek dari pendukung klub Perancis itu. Messi dianggap tidak all out membela PSG yang belum pernah merasakan trofi Piala Champion.

Messi kemudian meninggalkan PSG dan Eropa untuk memperkuat tim Inter Miami di liga Amerika Serikat.

Kedatangan Messi membuat sepakbola Amerika Serikat bergairah, Messi pun gembira karena tak diganggu urusannya dengan tim nasional Argentina. Dan akhirnya walau berakhir dengan cidera, Messi masih bisa mempersembahkan Piala Amerika yang kedua kalinya untuk masyarakat Argentina.

Kemenangan Messi dan kawan-kawan di Piala Amerika ini akan membawanya kembali terhubung dengan Barcelona. Pemenang Piala Amerika dan Piala Eropa akan berhadapan dalam sebuah laga bertajuk Finallisima.

Dalam laga yang akan berlangsung tahun 2025 nanti, tim nasional Argentina akan bertemu dengan tim nasional Spanyol. Jika tak aral melintang, Messi akan berhadapan dengan ‘bocah ajaib’ dari Barcelona yang bersinar di Piala Eropa.

Dulu Messi memandikannya saat menjadi model untuk kalender kampanye Barcelona bersama Unicef.

Siapa yang kemudian menyangka kalau keduanya kemudian akan berhadapan di lapangan hijau, membela negerinya masing-masing.

Baik Lionel Messi maupun Lamine Yamal sungguh tak mengira.

note : sumber gambar – VIVA