KESAH.ID – Di seri Moto GP Le Mans Perancis, Marc Marquez kembali menunjukkan magisnya. Dalam balapan sprint race dan race utama, Marc yang memulai balapan dari posisi ke 13 berhasil back to back merengkuh podium kedua. Di balapan sprint race, raihan podiumnya mungkin berbau keuntungan namun dalam balapan utama, Marc Marquez benar-benar menunjukkan talenta dan kekuatannya. Jalan Jorge Martin dan Pecco Bagnaia untuk merebut gelar juara dunia nampaknya tidak mudah.
Melewati empat balapan Marc Marquez sukses menaikkan namanya kembali dalam orbit perebutan kursi motor pabrikan. Nampaknya tak ada pabrikan yang menutup pintunya untuk Marc seperti tahun lalu.
Tapi menjelang balapan kelima mendung seperti memayungi Marc Marquez, penampilannya yang impresif walau tak selalu berakhir dengan point nampaknya bakal hilang di Le Mans Perancis. Sejak sesi latihan, Marc Marquez seperti kurang nyetel dengan motornya.
Marc Marquez yang selalu berusaha untuk start di barisan depan bahkan makin menderita karena terlempar dari 10 pembalap terdepan. Marc mesti bersaing untuk masuk babak kualifikasi lewat kualifikasi pertama. Disitupun Marc Marquez kalah cepat hingga kemudian harus memulai balapan dengan posisi start ke 13.
Dengan kondisi motornya, jelas sulit untuk Marc Marquez bisa bersaing di posisi podium. Era Moto GP sekarang ini yang penuh dengan perangkat aerodinamik menyulitkan pembalap untuk segera merangsek ke depan.
Tapi faktor keberuntungan dan insting tidak bisa dikesampingkan. Hitung-hitungan teknis bisa saja buyar. Marc Marquez membuktikan hal itu lewat start yang terbilang sempurna.
Begitu bendera start dikibarkan, dalam tiga kali belokan Marc Marquez bisa menduduki tempat ke enam. Marc yang gas poll dan zig zag bisa merangsek sekaligus menghindari senggolan meski kerap mengerem dengan sangat dalam.
Goyang dombret Marc Marquez kemudian berakhir dengan podium ketika bisa melewati Fabio Di Gianntonio dan Maverick Vinalles. Begitu melewati Vinalles, kecepatan Marc mulai menanjak untuk mengejar Alex Espargaro, Bezzecchi dan Martin.
Alex Espagaro yang dipinalti karena jumping start harus menjalani long lap penalty, Marc naik posisi menjadi pembalap urutan ketiga. Dan dengan kecepatan yang bertambah, Marc Marquez mengejar Marco Bezzecchi. Jarak terpangkas namun sebelum Marc Marquez melakukan overtake, Bezzecchi terjatuh duluan. Marc Marquez pun mengamankan posisi podium kedua karena Jorge Martin sudah sulit untuk terkejar dalam lap yang tersisa.
Hampir tak ada yang menyangka Marc Marquez bisa membuat keajaiban, start dari posisi 13 dan berhasil finis di posisi kedua.
Aksi Marc Marquez jelas berbahaya karena melaju untuk membelah gerombolan pembalap yang padat di tengah. Manuver ke kiri kanannya berpotensi menyebabkan senggolan atau benturan, pun juga late brake-nya di tiap tikungan serta overtake dari sisi yang sangat dalam.
Tentu saja keberhasilan Marc adalah kombinasi antara insting dan keberuntungan.
Dan seperti itulah jawaban Marc Marquez saat ditanya apa resepnya sehingga bisa meraih podium kedua dengan motor yang settingannya kurang meyakinkan.
Marc sendiri juga bingung.
Tapi itulah Marc Marquez yang tak pernah menyerah dengan keadaan dan langsung ganas apabila merasa ada kesempatan.
Tipikal semacam ini jarang dimiliki oleh pembalap lainnya. Kebanyakan pembalap akan jeri dan kemudian memilih minggir ke paddock atau melakukan sunmori saja jika merasa settingan motornya tak mendukung.
Sedangkan Marc Marquez pilihannya hanya dua, jatuh atau podium.
BACA JUGA : Marc Pergi
Sebagai pembalap aktif paling digdaya di Moto GP, Marc Marquez meski bukan yang tertua tampil sebagai pembalap yang paling bijaksana.
Teramat jarang Marc Marquez menyalahkan motornya. Marc sangat menghormati motornya apapun kondisinya. Hal itu kentara sekali saat Marc Marquez terjatuh, motor tetap akan berusaha dipegangnya. Pun ketika terpental Marc akan segera berdiri dan mendekati motornya untuk bangkit kembali. Jika masih bisa jalan, Marquez akan tetap meneruskan balapan dan kembali mengejar posisi.
Ini yang sering membuat pembalap lain kurang senang, karena Marc Marquez sering kali main seruduk sesaat sesudah jatuh untuk kembali mengejar posisi di depan. Banyak pembalap yang jadi korban aksinya.
Jika pembalap lain kerap menganggap jatuh sebagai halangan, Marc Marquez nampaknya hanya memandang jatuh sebagai menunda kemenangan.
Meski hebat, mentalitas Pecco belum sehebat Marc Marquez. Dengan mudah Pecco kelihatan akan langsung drop jika dirinya tak terlalu percaya diri dengan motornya. Pun ketika jatuh, biasanya Pecco lebih memilih untuk masuk paddock, tidak meneruskan balapan.
Seperti saat balapan sprint race di Le Mans, Pecco yang saat start mengalami wheely langsung merosot kebelakang. Motornya seperti kurang bisa dikendalikan hingga Pecco keluar dari racing line masuk ke lintasan gravel.
Dan Pecco kemudian jeri memacu motornya karena merasa kerap akan terjatuh. Lalu Pecco memilih masuk paddock sembari menunjukkan kekecewaan pada motor tunggangannya.
Walau begitu Marc Marquez tak jumawa saat ditanya soal balapan esok harinya. Marc mengatakan keberuntungan belum tentu bisa diulang. Jadi finis di 5 besar saja sudah bagus.
Sedangkan Pecco meski sial di balapan sprint race biasanya segera bangkit dan tak tertahankan saat di balapan utama. Pecco dijagokan akan tetap memenangi balapan di seri Le Mans Perancis ini.
Dan begitu bendera start dikibarkan, Pecco melakukan start dengan baik sehingga tak perlu waktu yang lama untuk memimpin balapan sambil berupaya meninggalkan pembalap lain di belakang.
Hanya Jorge Martin yang bisa mengimbangi Pecco meski sempat berjarak. Pecco sepertinya sudah nyaman didepan. Namun mulai babak pertengahan, Jorge Martin meningkatkan kecepatannya. Sepertinya strategi Jorge Martin adalah membiarkan lebih dulu dirinya disalip dan menyimpan kekuatan untuk kemudian menyerang setelah pertengahan balapan.
Beberapa kali berusaha mendahului Bagnaia, serangan Jorge Marti ditangkis balik dengan apik oleh Francesco Bagnaia. Saling serangnya berlangsung mulus hingga akhirnya Jorge Martin berhasil melampaui Francesco Bagnaia dan memimpin balapan.
Perebutan posisi pertama antara dua pembalap Ducati ini menyajikan tontonan yang seru dan tentu saja dag dig dug untuk tim dan penontonnya. Saling serobot posisi ini rawan senggolan.
BACA JUGA : Smoke Liquid
Benar, ternyata Marc Marquez startnya tidak semulus seperti pada saat balapan sprint race yang segera bisa membuatnya berada di posisi depan. Meski bisa memperbaiki posisi namun Marc setelah start masih ada dalam kepungan pembalap lainnya.
Pun ketika berhasil merangsek ke depan, Marc Marquez cukup lama membuntuti Maverick Vinalles di depannya. Pecco, Martin, Fabio Di Gianntonio sudah cukup berjarak di depan.
Setelah beberapa putaran, Marc marquez berhasil melampaui Maverick dan Espagaro. Dan kemudian mengejar Fabio Di Gianntonio. Ketika mencoba melewati Di Gianntonio, Marc dilawan. Namun dengan modal kecepatan yang dimiliki sepertinya Marc Marquez yakin kalau akan bisa melampaui pembalap VR46 itu.
Dan akhirnya Marc berhasil melewati Fabio Di Gianntonio. Marc semakin percaya diri dan mengeber motornya hingga membuat jarak makin jauh dengan pembalap di belakangnya. Sementara ketika balapan menyisakan 7-8 lap, Marc Marquez sudah bisa memangkas jarak dengan Pecco dan Martin yang sebelumnya lenih dari 2 detik.
Marc, Pecco dan Martin kemudian bersaing menjadi yang terdepan ketika balapan tersisa 6 lap.
Bisa jadi Marc Marquez menunggu dua pembalap di depan melakukan kesalahan. Namun keduanya membalap dengan mulus. Hingga Marc kemudian berupaya tetap merangsek, mencoba merebut posisi dari Pecco. Tentu Pecco tak mau menyerah begitu saja, namun menjelang balapan berakhir akhirnya Marc Marquez dengan kecepatannya yang sedikit lebih mampu mengambil alih posisi kedua dari Pecco Bagnaia.
Hanya saja untuk mengejar Martin nampaknya kecepatan dan momentum Marquez tidak cukup. Namun finish kedua di balapan seri Le Mans Perancis yang artinya mengulang aksi fantastiknya di sprint race kembali membuktikan Marc Marquez memang bukan pembalap biasa.
Jorge Martin boleh menang, namun Man of The Race GP Le Mans Perancis adalah Marc Marquez.
Jorge Martin, Pecco Bagnaia dan Marc Marquez kini berurutan memimpin klasemen kejuaraan. Masih banyak seri balapan yang tersisa, namun dua kali tergelincir bisa saja membuat tahta Jorge Martin bisa digeser. Meski kini Jorge Martin masih menjadi satu-satunya pembalap yang poinnya sudah melewati angka 100.
Marc dengan motor Ducati bisa saja membuat Pecco Ambyar dan Jorge Martin buyar.
note : sumber gambar IG Moto GP








