KESAH.ID – Baru 4 kali balapan di seri Moto GP 2024 namun perbincangan soal masa depan pembalap di tahun 2025 sudah ramai. Yang paling dispekulasikan adalah Marc Marquez. Namanya dikaitkan dengan semua pabrikan Eropa.
Atmosfer Moto GP 2024 ini agak aneh, baru balapan beberapa kali di seri pembuka perbincangan tentang masa depan para pembalap di tahun 2025 sudah ramai.
Lagi-lagi Marc Marquez yang menjadi pemicunya. Perfomanya yang moncer paska perpindahan dari Honda ke Gressini membuat pengamat Moto GP yakin Marc akan bertahan untuk menaiki motor Ducati. Hanya saja Marc Marquez ingin motor Ducati dengan spek terbaru pabrikan.
Dari antara 4 tim yang memakai motor Ducati, hanya dua tim yang memakai motor versi terbaru yakni Ducati Lenovo dan Pramac Ducati.
Berhasil naik podium baik di sprint race maupun race utama, serta dua kali jatuh saat memimpin balapan, pasar Marc marquez jadi jauh terbuka daripada akhir seri musim lalu.
Saat begitu menderita dengan Honda dan ada desas-desus ingin meninggalkan tim yang sudah dibelanya selama 11 tahun itu, tak banyak tim yang merespon. Ada yang menyangka bahwa Marc Marquez akan kesulitan mendapatkan tim baru. Tak ada yang berminat.
Wajar ada tenggara semacam itu. Ketidakyakinan tim lain menjadi latar lantaran Marc Marquez mungkin dianggap sudah habis masanya akibat cidera panjang. Menggaet Marc Marquez berisiko, andai kemudian dia cidera lagi.
Latar yang kedua adalah bayaran Marc Marquez. Di Honda, Marc Marquez memperoleh bayaran tinggi, bahkan tertinggi sepanjang sejarah Moto GP.
Tim lain tentu gentar untuk merekrut Marc Marquez andai meminta bayaran yang kurang lebih setara.
Seolah jalan Marc marquez untuk meninggalkan Honda buntu.
Di luar persangkaan banyak orang yang kemudian terjadi bukan tim merekrut Marc Marquez, melainkan Marc Marquez yang memilih tim.
Dan Gressini yang merupakan tim satelit Ducati yang kemudian dipilih oleh Marc Marquez. Alasannya karena Gressini memakai motor Ducati dan di tim itu ada Alex Marquez, sang adik.
Gayung pun bersambut, Gressini menerima Marc Marquez dengan tangan terbuka. Kedatangan Marc Marquez ke Gressini hampir membuat pembalap muda berbakat Fabio Di Gianntonio celaka. Dia hampir terlempar dari kancah Moto GP.
Untung saja, VR 46 kemudian merekrutnya. Tim yang biasanya mengutamakan murid akademi Valentino Rossi ternyata membuka pintu karena ditinggal oleh Luca Marini ke Honda. Karir Fabio Di Gianntonio terselamatkan.
Soal kedatangan Marc Marquez ke Gressini, sampai sekarang tidak pernah jelas Marquez dibayar berapa dalam kontraknya. Tapi Marc selalu menegaskan, kepindahan ke Gressini bukan soal uang melainkan peluang untuk membangun kembali kesempatannya tetap menjadi salah satu yang terdepan. Dengan begitu peluang untuk merebut kembali juara dunia akan terbuka.
Empat kali balapan menunjukkan Marc Marquez telah kembali seperti semula. Kencang, ngotot dan tidak takut jatuh. Moto GP jelas butuh kehadirannya agar setiap seri balapan berlangsung seru, ada drama, ada overtake yang agresif dan pembalap bersaing hingga putaran akhir.
Pasar Marc Marquez pun terbuka untuk seri 2025 nanti.
BACA JUGA : Senjakala Ojol
Ada 16 pembalap Moto GP yang kontraknya akan habis di akhir tahun 2024. Jika tim tidak bertambah, dari ke 16 ini akan ada yang kehilangan kursi karena kedatangan Fermin Aldequere sebagai rookie di tahun 2025. Fermin telah dikontrak oleh Ducati walau belum dipastikan akan memperkuat tim mana.
Dengan demikian pada musim 2025 nanti akan terjadi banyak pergeseran kursi baik di tim pabrikan maupun tim satelit dan tim independen.
Selain Fermin, pembalap yang sudah tenang-tenang menghadapi musim 2025 nanti adalah Pecco Bagnaia, Fabio Quartaro, Brad Binder, Pedro Acosta, Johan Zarco dan Luca Marini.
Banyaknya pembalap yang kontraknya akan berakhir di tahun 2024, membuat Marc Marquez dikaitkan dengan tim dan pabrikan lain di Eropa. Ducati, KTM dan Aprilia. Untuk sementara pabrikan Jepang diabaikan karena motornya belum kompetitif.
Marc Marquez di tahun 2025 akan menaiki motor Jepang jika tak punya lagi ambisi untuk meraih juara. Bergabung kembali dengan pabrikan Jepang artinya hanya akan mencari uang besar dan membantu perusahaan untuk mengembangkan motornya.
Tapi jelas Marc Marquez tidak berpikir demikian. Dalam dirinya masih tersimpan keinginan besar sekurangnya untuk menyamai prestasi Valentino Rossi.
Untuk mewujudkan hal itu, sebelum tahun 2027 nanti disaat Moto GP akan berubah maka Marc Marquez disisa waktunya mesti menaiki motor Ducati, KTM atau Aprilia untuk memelihara asa.
Mampu menyesuaikan diri dengan cepat dengan Ducati, Marc ditenggarai akan tetap berada di Ducati namun pada tim yang memakai motor balap versi terbaru. Ducati Lenovo dan Pramac Ducati mungkin yang akan dituju oleh Marc Marquez.
Di Ducati Lenovo masih ada satu kursi untuk mendampingi Pecco Bagnaia. Namun kursi itu diincar oleh beberapa pembalap, terutama Jorge Martin yang dipastikan tak sudi lagi berada di Pramac Ducati.
Pramac Ducati menyisakan kursi lowong. Meski merupakan tim satelit namun motor yang dipakai sama persis dengan motor yang dipakai di tim Ducati Lenovo. Jika tak diingini untuk bergabung sebagai pembalap utama Ducati bersama Pecco, Marc Marquez bisa saja bergabung dengan Pramac Ducati.
Motor lain yang kompetitif adalah KTM. Untuk 2025 nanti kursi pembalapnya Red Bull KTM Factory Racing memang sudah terisi. Pedro Acosta kemungkinan besar akan mengantikan Jack Miller dan membalap bersama Brad Binder.
Tapi dengan catatan sejarah Marc bersama KTM dan kesamaan sponsor yakni Red Bull bisa saja Brad Binder digeser oleh Marc Marquez. Menduetkan Marc dengan Pedro di satu tim akan menjadi nilai jual bagi KTM. Duet ini akan jauh masuk akal dibandingkan dengan menduetkan Marc dan Pecco di Ducati.
Tim lain yang bisa menjadi pelabuhan untuk Marc Marquez di seri 2025 nanti adalah Aprilia. Motor Aprilia sudah menunjukkan kecepatannya, meski belum konsisten untuk meraih kemenangan. Namun Aprilia tetap potensial jika ditunggangi oleh Marc Marquez yang dikenal piawai menahklukkan motor sulit atau underlimit.
Sekurangnya ada satu kursi tersedia di tim Aprilia karena Alex Espargaro mulai tidak yakin dengan masa depannya. Alex Espargaro mengatakan jika tahun 2024 ini dirinya tak kompetitif maka akan memilih untuk pensiun atau jadi pembalap penguji.
Kursi tim Aprilia bahkan bisa lowong andai Vinalles mulai berpikir untuk mencari uang saja ketimbang memburu gelar juara. Pembalap bergelar Top Gun ini meski berbakat namun belum berhasil merengkuh gelar juara dunia.
Jika asanya mulai tiada, bisa saja Vinalles kembali ke Yamaha atau bergabung dengan Honda yang bisa memberi kontrak dengan angka besar.
BACA JUGA : Kotak Kosong
Meski berjasa menyelamatkan karir Marc Marquez, namun Gressini nampak legowo jika Marc meninggalkannya. Gressini tahu kebutuhan Marquez yang ingin kembali meraih gelar juara dunia.
Gelar juara dunia Moto GP jelas sulit untuk diraih oleh Marc Marquez jika tetap bertahan di Gressini karena motor tunggangannya bukan spek terbaru dan dukungan dari pabrikan yang tidak sepenuhnya.
Walau berhasil membawa motor bekas untuk melaju kencang, tetap saja Marc Marquez kedodoran dalam pengereman dan akselerasi setelah tikungan. Balapan di seri sirkuit Jerez, Spanyol membuktikan hal itu. Motor Marc Marquez kalah dengan motor Bagnaia dalam akselerasinya.
Meski mampu mengejar dan memangkas jarak, Marc yang berhasil meng-overtake dengan mudah akan di-overtake kembali oleh Bagnaia.
Marc juga mulai menemukan perbedaan Ducati dan Honda. Ketika menaiki Honda, Marc Marquez dikenal suka menguntit atau towing untuk mendapat keuntungan slip stream yang amat berguna untuk mendorong laju ketika melakukan overtake.
Namun dengan Ducati keadaannya berbalik. Menguntit pembalap lain di belakangnya justru berbahaya karena akan menaikkan suhu ban. Motor kemudian menjadi sulit dikendalikan dan kehilangan cengkraman di aspal.
Makanya Marc Marquez akan selalu ngotot di latihan bebas dan babak kualifikasi agar bisa mendapat posisi start di baris depan. Dengan start di barisan depan Marc Marquez bisa ngacir duluan agar tidak terjebak dalam gerombolan pembalap.
Bersama dengan Gressini sejauh ini Marc Marquez telah menunjukkan dirinya mampu bersaing kembali. Berada dalam barisan pembalap di depan dan bersaing dengan para pembalap berbakat yang usianya jauh lebih muda.
Gressini juga telah mendulang prestasi bersama Marc Marquez, maka meski rela melepaskannya namun tak akan menyerah juga untuk tetap mempertahankan Marc Marquez sebagai pembalapnya.
Andai saja Gressini mampu merebut 1 dari dua motor pabrikan yang ada di Pramac Ducati maka mungkin saja Marc Marquez akan tetap bertahan di Gressini.
Marc Marquez sepertinya tak lagi butuh rekor menjadi pembalap dengan bayaran terbesar. Yang dibutuhkannya adalah kembali mengangkat piala Juara Dunia Moto GP. Gelar yang akan mensejajarkannya dengan Valentino Rossi.
Dan kalau itu terwujud, niscaya uang akan datang kembali.








