KESAH.IDSalah satu program unggulan yang ditawarkan oleh calon presiden Prabowo Subianto adalah makan siang gratis untuk para siswa. Dan Prabowo menang dalam pemilu presiden 2024. Setelah dilantik nanti para siswapun akan bergembira karena makan siang telah tiba. Akankah program makan siang gratis ini bisa membuat dunia pendidikan terutama pendidikan dasar mengakselerasi mutunya?. Kita tunggu saja kisah bahkan mungkin kisruh proyeknya.

Saya belum pernah ke Finlandia, sebuah negara di Eropa bagian utara yang sering disebut sebagai negara atau wilayah nordik.

Dalam serial film di Netflix, wilayah nordik yang didalamnya termasuk negara-negara Skandinavia adalah tempat tinggal kelompok masyarakat Viking.

Bangsa ini dikenal sebagai pelaut handal, suka merampok dan mengkoloni wilayah-wilayah lainnya. Kisahnya lebih dekat dengan narasi masyarakat yang brutal, mengandalkan otot ketimbang pikiran.

Para prajurit bangsa Viking digambarkan tak takut mati. Kematian dalam peperangan adalah kesenangan dan kebanggaan karena kematian akan menghantar roh mereka ke Valhala, aula orang-orang yang terbunuh dalam perang untuk bertemu dengan dewa tertinggi mereka yakni Odin.

Hanya saja gambaran dalam serial film itu kini teramat jauh dengan kenyataan disana. Negara-negara Nordik kini tercatat sebagai negara dengan index kebahagian tertinggi dan punya kualitas pendidikan yang mumpuni.

Bagaimana negara-negara nordik, khususnya Finlandia bisa merubah peradabannya dengan sangat cepat?.

Kecepatan Finlandia merubah peradabannya diungkap oleh Ryu Hasan dalam salah perbincangan di kanal youtube. Ryu yang adalah ahli neourosains itu mengungkapkan Finlandia hanya butuh waktu belasan tahun untuk melakukan perubahan besar di masyarakatnya.

Menurut Ryu Hasan sampai dengan tahun  80-an, penjara di Finlandia penuh dengan kaum kriminal. Namun menjelang tahun 2000-an mulai kosong.

Finlandia merubah kondisi itu melalui pendidikan. Sama seperti Indonesia, Finlandia menetapkan semua wajib sekolah. Bedanya pendidikan di Finlandia semua gratis dan pendidik sangat dihormati termasuk dengan pengembangan kapasitas dan gaji yang sangat layak.

A.S. Laksana seorang penulis fiksi yang mumpuni dalam berbagai esainya kerap menuliskan tentang dunia pendidikan di Finlandia. Sulak, demikian panggilannya memang pernah mengulik pendidikan di negeri itu.

Salah satu kesimpulan yang mengambarkan dahsyatnya pendidikan di Finlandia yang diungkapkan olehnya adalah di Finlandia, salah satu hal yang disakralkan adalah pendidikan.

Pendidikan dianggap suci atau disucikan di Finlandia, oleh karenanya dijaga atau dilindungi dari semua kemungkinan pelanggaran, pengacauan dan pencemaran.

Bandingkan dengan dunia pendidikan di Indonesia yang sangat tidak suci walau mempunyai tujuan dasar untuk melahirkan insan-insan yang saleh dan bertakwa.

Dunia pendidikan di Indonesia sangat tidak sakral karena keculasan terjadi di mana-mana. Ambil contoh saja mulai dari pendaftaran sekolah yang memakai sistem zonasi. Setahun sebelum pendaftaran dibuka sudah mulai merebak perilaku kecurangan, orang tua merubah alamat anaknya agar jarak tempat tinggalnya makin dekat dengan sekolah.

Belum lagi kecurangan dalam model titip nama. Meski pendaftaran dilakukan lewat sistem online, tetap saja sistem pintar itu bisa diotak-utik oleh panitianya.

Semakin tinggi level pendidikan semakin canggih pula permainan keculasannya. Dunia pendidikan tinggi dipenuhi dengan orang-orang yang tidak menjaga kesucian pendidikan. Salah satu yang paling fatal adalah pendidikan dirasuki oleh kepentingan politik praktis. Pendidikan yang mulia kemudian ternoda oleh kepentingan-kepentingan diluar pengembangan nalar dan perangai ilmiah.

BACA JUGA : Downtrading Rokok

Kenapa pendidikan di Finlandia nyaris disakralkan?. Karena sejak kemerdekaan bangsa itu menyakini bahwa pendidikanlah yang bisa membuat mereka berdiri sama tinggi dengan bangsa penjajah mereka yakni Rusia dan Swedia.

Sebagai negara yang baru merdeka, kehidupan tentu sulit. Langkah pertama yang ditempuh oleh Finlandia adalah memberi makan siang gratis untuk semua siswanya. Kebijakan untuk memberi makan siang pada siswa itu dipertahankan hingga sekarang.

Dengan memberi makan siang gratis, orang tua akan diringankan, selain itu anak-anak akan memperolehan asupan gizi yang baik. Dengan diberi makan siang disekolah, orang tua juga akan mendorong anak-anaknya bersekolah daripada mengajak mereka bekerja di kebun atau di ladang.

Sekolah di Indonesia pada tingkat pendidikan dasar sebenarnya gratis atau nyaris gratis sejak lama. Hanya saja disana-sini masih muncul keluhan dari orang tua perihal pembayaran ini dan itu, mulai dari uang seragam, uang buku dan lain-lain.

Dulu di sekolah juga sering diberi makanan tambahan, tapi tidak rutin. Rencana ini baru muncul ketika Prabowo Subianto berkampanye untuk menjadi presiden yang kesekian kalinya.

Janji itu kini ditunggu ketika Prabowo berhasil memenangkan pemilu presiden 2024 ini.

Hanya saja belum diwujudkan sudah ricuh duluan terutama soal anggaran. Belum lagi nanti pada implementasi karena makan siang gratis ini pasti akan diperlakukan sebagai sebuah proyek. Dan lazimnya proyek di Indonesia selain yang melakukan cari untung banyak, yang memberi proyek juga minta bagian cash back.

Jangan-jangan gara-gara program makan siang gratis di sekolah anak-anak malah mengalami kurang gizi, angka stunting malah melenting.

Memang kita belum tahu pasti bagaimana implementasinya nanti. Siapa yang akan mengelola program makan siang gratis itu, apakah dinas pendidikan, sekolah, orang tua siswa atau yang lainnya.

Hanya saja sesuai dengan kebiasaan, proyek-proyek apapun di Indonesia akan dilakukan lewat jalur siapa yang menelurkannya atau yang memimpin departemen. Jika menterinya berasal dari partai ini atau itu, biasanya yang punya privilege adalah partai ini atau itu.

Nah ketika sebuah proyek berasal dari visi misi presiden, maka yang akan melaksanakan di lapangan adalah lingkaran presiden juga. Bisa jadi bekas tim sukses, relawan atau partainya.

Di KPK sudah ada banyak bukti tentang hal itu. Banyak proyek yang tidak beres dan dipenuhi dengan korupsi karena dilakukan oleh orang atau kelompok yang terhubung dengan lingkaran kekuasaan.

Sesakral apapun suatu hal, jika sudah diproyekkan maka akan selalu terbuka ruang praktek keculasan.

Judulnya memang sederhana hanya makan siang. Tapi makan siang untuk siswa seluruh Indonesia maka jelas nilainya besar luar biasa. Dan dimana ada gula disitu ada semut, belum lagi tikus, kecoak, bahkan mungkin juga kucing serta anjing kesasar ingin juga mengecap manisnya.

BACA JUGA : Tempo Tempe

Setelah perut kenyang, giliran berikutnya adalah mengisi kepala. Dari nasi ke literasi, mungkin begitu judul pasnya kalau di Indonesia.

Di Finlandia guru-guru dibiasakan membacakan cerita untuk siswa-siswanya. Ini untuk mendorong para siswanya agar kemudian terangsang untuk membaca, mencari pengetahuan sendiri melalui buku-buku.

Cerita atau sastra dianggap penting sebagai upaya untuk menumbuhkan imajinasi, mendorong berpikir kritis, bebas dan tidak terbatas. Dengan terbentuknya watak berpikir yang luas, belajar secara aktif atau dulu dipopulerkan lewat istilah Cara Belajar Siswa Aktif dengan sendirinya akan terbentuk.

Untuk itu departemen pendidikan di Finladia akan menyertakan dalam kurikulumnya sejumlah daftar buku rekomandasi untuk bacaan baik bagi siswa maupun guru. Yang diminta membaca buku bukan hanya siswa melainkan juga guru. Sehingga jangan sampai para guru hanya rajin menasehati siswanya untuk membaca namun dirinya sama sekali tak pernah menyentuh buku bacaan sejak lulus sekolah.

Daftar buku rekomandasi ini akan diperbaharui beberapa tahun sekali. Dan daftar ini bukan hanya memuat buku satra, melainkan juga buku-buku non fiksi, buku ilmiah atau sains.

Pada 20 Mei 2024 terbit sebuah e-book berisi 784 halaman dengan judul Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra. Buku ini terbit sebagai bagian dari Program Sastra Masuk Kurikulum. Sesuai dengan judulnya, buku ini memberikan panduan bagi para guru agar tidak keliru mengajarkan sastra pada para murid-muridnya.

Dalam esainya berjudul Sebuah Panduan yang Cerewet tapi Salah, A.S. Laksana menuliskan setelah tiga hari buku itu terbit Nirwan Dewanto menuliskan sebuah surat terbuka kepada kurator atau penyusun buku itu.

Nirwan emoh mengakui buku itu sebagai buku. Dalam suratnya Nirwan mengatakan tidak mau mengakui sebagai buku karena buku itu tidak memenuhi standar perbukuan dimanapun karena sajiannya buruk, penyuntingannya buruk, bahasanya buruk, isinya buruk dan seterusnya.

Karenanya Nirwan kemudian menuliskannya dengan tanda kutip ‘buku’, sebab yang terkandung didalamnya hanya keburukan sehingga tak layak disebut buku.

Keburukan ‘buku’ yang berisi rekomendasi 43 judul buku untuk anak SD, 29 judul buku untuk anak SMP dan 105 judul buku untuk anak SMA ini kemudian dibedah oleh A.S. Laksana.

Sorotan pertama Sulak ditujukan pada disclaimer yang ada dalam ‘buku’ ini, bunyinya : Panduan ini dilengkapi dengan disclaimer/penafian di setiap rekomendasi buku untuk menjadi pertimbangan bagi pendidik dalam memilih buku sastra agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan sekolah.

Salah satu disclaimernya adalah  Terdapat istilah-istilah : seksualitas, umpatan, sadisme, intoleransi, kesetaraan gender, LGBT, kekerasan verbal, kekerasan fisik.

Menurut A.S. Laksana disclaimer semacam ini aneh. Terlebih jika dihadapkan dengan pemberitahuan di bagian awal halaman buku ini yang memuat pernyataan : Aspirasi kami di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi adalah agar semua murid bisa menjadi pembaca yang kritis dan reflektif.

Bagaimana murid bisa menjadi pembaca yang kritis dan reflektif jika terlalu banyak disclaimer yang bernuansa moralistik.

Alih-alih bersemangat membaca atau mengajak muridnya membaca, para guru kemudian menjadi enggan karena khawatir moral muridnya rusak gara-gara membaca buku yang direkomendasikan.

Tapi memang begitulah kalau proyek nasi dan literasi kemudian diproyekkan. Semua yang divisi-misikan tinggi kemudian jatuh dalam jurang kenistaan karena proyeknya dikelola dan dilaksanakan oleh orang-orang yang selain IQ-nya kurang tinggi, empatinya juga rendah sekali.

note : sumber gambar – IDNTIMES