KESAH.ID – Dalam tiga tahun terakhir ini, Ducati menunjukkan dominasinya dalam balapan Moto GP. Tiga kali berturut-turut gelar juara dunia Moto GP diraih oleh pembalap Ducati. Musim balap 2025 ini, Ducati masih dianggap dominan. Terlebih dengan kepindahan Marc Marquez dari Gresini ke Lenovo Ducati untuk menunggangi motor terbaru. Marc yang akan bertandem dengan Bagnaia di tim pabrikan Ducati akan menjadi duet paling berprestasi di Moto GP saat ini. Keduanya adalah pembalap dengan titel juara dunia. Meski kehilangan banyak pembalap karena efek domino perekrutan Marc Marquez menjadi pembalap pabrikan, Ducati dalam dua tahun ke depan telah berhasil menciptakan tim impian yang diidamkan oleh semua tim balap Moto GP.
Istilah Los Galacticos muncul dalam dunia sepakbola ketika Real Madrid mengembangkan mega proyek untuk mengumpulkan para bintang sepakbola dalam satu klub. Para petinggi klub Real Madrid meyakini jika para bintang itu dikumpulkan maka akan menjadikan Real Madrid sebagai super klub.
Ide tentang Los Galacticos ini muncul setelah Real Madrid merana karena 32 tahun tanpa trofi Eropa. Keadaan ini harus dilawan dengan membangun jaman keemasan.
Real Madrid mengambil jalan pintas untuk membentuk Tim Bintang. Salah satu caranya adalah dengan mengiming-imingi bintang di klub sebelah terutama Barcelona untuk pindah. Dan kesuksesan proyek Los Galacticos salah satunya adalah kepindahan Luis Figo dari Barcelona ke Real Madrid.
Kehadiran Luis Figo kemudian disusul Raul, Roberto Carlos, Fernando Hierro, dan Michael Salgado. Setelah itu disusul nama-nama besar lainnya seperti Zidane, Ronaldo Nazario dan David Beckham.
Real Madrid kemudian kembali menjadi bintang, menjadi salah satu klub tersukses di Eropa secara prestasi dan finansial. Dan dengan kemampuan finansialnya, mega proyek Los Galacticos dilakukan berjilid-jilid.
Puncaknya ketika Real Madrid berhasil mendatangkan Christiano Ronaldo yang sedang gacor-gacornya. Bersamaan dengan itu Barcelona yang adalah musuh bebuyutan juga sedang bersinar karena Lionel Messi. Messi oleh publik sepakbola kerap disebut sebagai mahkluk dari planet lain.
Ketika sama-sama bermain di Spanyol, masa keemasan Messi dan Ronaldo membuat segala sesuatu tentang sepakbola hanya berputar disekitar mereka berdua. Bintang-bintang dan talenta baru luruh karena tak cukup mendapat perhatian.
Bertahun-tahun lamanya, semua penghargaan hanya berkutat pada Messi dan Ronaldo saja. Berbagai macam rekor saling ditumbangkan antara mereka berdua, pemain lain hanya jadi penonton.
Bukan hanya Real Madrid dan Barcelona yang kemudian bersinar, namun Liga Spanyol kemudian juga menjadi liga paling terkenal di dunia. Semua sorot mata pengemar sepakbola menuju kesana.
Atmosfer persaingan yang tinggi turut melambungkan prestasi Tim Nasional Spanyol. Pada tahun 200 8 dan 2012 mereka meraih gelar Juara Eropa. Dan pada tahun 2010 berhasil mengangkat tropi Piala Dunia.
Entah menginspirasi atau tidak, dalam kancah balapan Moto GP hal serupa terjadi.
Ducati, pabrikan motor dari Italia kemudian melakukan hal yang sama setelah bertahun-tahun gagal menyaingi Honda dan Yamaha. Ducati yang terakhir berjaya lewat Casey Stoner belum bisa bangkit lagi walau pernah diperkuat Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.
Mulai berhasil memepet Honda dan Yamaha lewat Andrea Dovisioso, generasi baru pembalap Ducati bersinar.
Sejak seri Moto GP tahun 2022, Ducati menurunkan 8 pembalap lewat 4 tim. Francesco Bagnaia dan Jack Miller menjadi pembalap utama di tim pabrikan. Lalu ada Johan Zarco dan Jorge Martin di Prima Pramac Racing sebagai tim satelit resmi Ducati.
Empat lainnya adalah Marco Bezzecchi dan Luca Marini yang membalap di tim independen VR46 Racing. Lalu Enea Bastianini dan Fabio Di Gianntonio yang membalap di tim independen Gresini Racing.
Hasilnya Francesco Bagnaia kemudian meraih gelar juara dunia pertamanya di Moto GP bersama Ducati.
BACA JUGA : Kisruh Donasi
Selain penampilan memikat dari Francesco Bagnaia, pada seri balap 2022 Enea Bastianini dan Jorge Martin juga tampil meyakinkan. Hingga kemudian pada seri balap Moto GP 2023, Enea Bastianini ditarik menjadi pembalap utama bertandem dengan Pecco Bagnaia.
Ducati masih menurunkan 8 pembalap di tahun 2023 namun terjadi pergeseran pembalap di dalam timnya. Jack Miller tidak lagi membalap untuk Ducati dan diganti oleh Enea Bastianini. Sementara kursi Enea Bastianini di Gresini Racing diisi oleh Alex Marquez yang terpental dari tim satelit Honda.
Memasuki tahun kedua dengan 8 pembalap, dominasi Ducati di lintasan semakin terasa. Persaingan di lintasan terjadi antar pembalap Ducati. Jorge Martin semakin menunjukkan tajinya untuk menjadi penantang Juara Dunia.
Enea yang digadang-gadang akan menjadi penantang justru melempem karena cidera.
Martin berharap tahun 2023 akan menjadi tahun terakhirnya di Prima Pramac Racing. Dia yakin menatap tahun 2024 akan bersanding menjadi tandem Pecco Bagnaia di tim pabrikan.
Persaingan sengit terjadi untuk memperebutkan mahkota juara dunia antara Pecco Bagnaia dan Jorge Martin. Namun Pecco dengan semua ketenangannya akhirnya kembali meraih gelar sebagai Raja Moto GP. Pecco berhasil mengukir pondasi untuk menjadi legenda baru di Moto GP karena meraih gelar berturut-turut sulit dilakukan dalam balapan motor tercepat di dunia ini.
Masih meneruskan tradisi menurunkan 8 pembalap, pada seri Moto GP 2024 susunan pembalap Ducati kembali berubah. Luca Marini dan Johan Zarco berpindah ke Honda untuk menatap masa depan baru.
Franco Morbideli kemudian menggantikan kursi Johan Zarco, sementara kursi Luca Marini diisi oleh Fabio Di Gianntonio yang bergeser dari Gresini Racing karena kedatangan Marc Marquez yang cabut dari kontrak istimewanya di Honda.
Marc dan Alex Marquez kembali reuni setelah sebelumnya pernah membalap dalam satu tim yang sama di Honda.
Kedatangan Marc Marquez mengancam semua pembalap Ducati kecuali Francesco Bagnaia. Mereka tahu Marc mengincar satu kursi utama tim pabrikan untuk mengembalikan kedigdayaannya.
Semua pembalap Ducati terlecut untuk tampil habis-habisan. Balapan Moto GP 2024 selain dikatakan sebagai ajangnya murid-murid Akademi Valentino Rossi, juga digambarkan sebagai Ducati Cup.
Hasilnya podium kerap diwarnai oleh semua pembalap Ducati yang gantian menang.
Dari 20 balapan, Ducati merebut podium pemenang lewat Pecco Bagnaia, Jorge Martin, Marc Marquez dan Enea Bastianini.
Dalam deret klasemen pembalap, peringkat empat pertama diduduki oleh pembalap Ducati. Dan dalam 10 klasemen teratas, Ducati mendudukkan 7 pembalapnya.
Musim balap Moto GP 2024 memang milik Ducati, drama balapan terjadi diantara pembalap mereka. Yang paling mengejutkan adalah pilihan Ducati untuk menempatkan Marc Marquez sebagai tandem Pecco Bagnaia selama dua tahun ke depan.
Keputusan ini mengejutkan untuk semua pembalap Ducati, rencana masa depan mereka kemudian buyar. Jorge Martin, Marco Bezzecchi dan Enea Bastianini akhirnya memutuskan untuk cabut dari Ducati.
Efek domino keputusan Ducati bukan hanya berimbas pada pembalap, melainkan juga tim satelitnya. Prima Pramac Racing yang bermitra dalam pengembangan pembalap muda Ducati kecewa dan pataharang karena pembalapnya tidak dipilih. Tim ini kemudian juga mengakhiri kerjasamanya dengan Ducati setelah mesra selama bertahun-tahun.
BACA JUGA : Juru Lambe
Jorge Martin yang merasa telah mengerahkan segala-galanya untuk mendapat kursi di tim pabrikan, mengambil langkah cepat dengan menandatangani kontrak kilat bersama Aprilia. Dia kemudian memperoleh motivasi lebih untuk membawa nomor 1 bersama dengannya.
Membalap dengan lebih hati-hati dan konsisten, Jorge Martin berhasil membatalkan gelar juara ketiga berturut-turut Francesco Bagnaia. Walau Pecco lebih banyak memenangi balapan namun poinnya tertinggal oleh Jorge Martin. Bagnaia lebih banyak memperoleh poin nol karena jatuh dalam balapan.
Formasi Ducati dalam musim balap Moto GP 2025 kemudian berubah. Ducati hanya akan menurunkan 6 motor lewat tim pabrikan dan dua tim satelit yakni VR46 Pertamina Enduro dan Gresini Racing.
Marc Marquez akan bertandem dengan Francesco Bagnaia di Ducati Lenovo, sementara Fabio Di Gianntonio akan bersama Franco Morbideli di tim Valentino Rossi, sedangkan Alex Marquez akan ditemani oleh Fermin Aldequer di Gresini Racing.
Fermin bersama dengan Somkiat Chantra dan Ai Oigura akan menjadi rookie pada balapan Moto GP 2025 ini.
Oleh Ducati, Fermin Aldequer digadang-gadang untuk menjadi pembalap masa depan.
Kehilangan dua motor di balapan Moto GP 2025, Ducati mungkin akan mengalami kerugian soal data. Data yang berlimpah dari 8 pembalap sebelumnya akan berkurang. Tapi tetap saja Ducati lebih dibanding pabrikan lainnya yang rata-rata hanya menurunkan 4 motor.
Dan kedigdayaan Ducati juga tak akan mudah untuk dikejar oleh pabrikan lain karena musim balap 2025 dan 2026 akan diberlakukan kebijakan untuk pembekuan pengembangan mesin. Pihak Dorna sebagai penyelenggara menerapkan hal ini karena akan ada perubahan regulasi pada Moto GP 2027. Motor yang akan digunakan pada musim balap 2027 diturunkan cc-nya dari 1000 menjadi 850 cc.
Tim pabrikan Ducati yang akan dihuni oleh Francesco Bagnaia dan Marc Marquez diatas kertas juga akan menjadi tim yang paling kuat. Keduanya adalah juara berulang, terlebih Marc Marquez boleh dibilang sebagai pembalap paling berbakat yang masih aktif membalap.
Hanya kecerobohan dan kesialan yang bisa membuat Pecco dan Marc kehilangan gelar juara di tahun 2025 dan 2026.
Ducati bisa jadi rugi karena kehilangan pembalap dan tim potensial yang telah setia serta menjadi mitranya bertahun-tahun. Namun kerugian itu akan ditutup oleh tandem dua pembalap terbesar dalam Moto GP saat ini. Tim pabrikan Ducati adalah tim impian, The Los Galacticos.
note : sumber gambar – CRASH








