KESAH.ID – Kabar pilu tentang masyarakat yang menjadi korban aktivitas hauling di jalan raya terjadi di mana-mana. Masyarakat kemudian dibiarkan berhadapan dengan masyarakat sehingga yang empunya tambang bisa tetap tidur nyaman. Devide et impera adalah modus lama yang dipakai oleh perusahaan tambang dengan cara melibatkan masyarakat setempat dalam pengangkutan melewati jalanan umum. Semoga Menteri Hak Asasi Manusia yang vokal itu melihat kenyataan ini sebagai sebuah kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh perusahaan karena dibiarkan oleh negara.
Prabowo mungkin punya cita-cita besar makanya kabinetnya juga besar. Niatnya bisa jadi baik karena ingin mengakomodir semua pihak yang ingin Indonesia besar di tahun Indonesia Emas nanti.
Tapi jumlah menteri dan wakil menteri yang sampai tak cukup berjejer di dalam ruangan istana negara ini membuat jabatan menteri tak sakral lagi. Kesannya siapa saja bisa jadi menteri asalkan dekat atau berada dalam lingkaran presiden terpilih.
Bisa dipastikan ada banyak orang merasa lebih pantas menjadi menteri dari kebanyakan orang yang ditunjuk menjadi menteri. Dan mereka ini dalam 3 sampai 6 bulan ke depan berharap ditelepon oleh presiden untuk menggantikan menteri atau wakil menteri yang tidak perfom.
Telepon yang mengabarkan akan diangkat jadi menteri, wakil menteri atau kepala badan memang ditunggu banyak orang. Tak butuh waktu lama untuk menjawab “Siap laksanakan,”.
Yang bikin gundah mungkin telepon yang mengatakan hendak diberi gelar Doktor Honoris Causa. Gelar kehormatan itu sepertinya membuat orang mikir-mikir untuk menerimanya.
Jangankan Doktor Kehormatan, Doktor yang sebenarnya pun sedang diragukan keabsahannya.
Ambil contoh gelar Doktor dari Bahlil Lahadalia yang kemudian ditangguhkan oleh Universitas Indonesia. Padahal disertasinya tentang hilirisasi nikel dipakai untuk memvalidasi jabatannya sebagai Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral.
Bisa jadi gelar Doktor nanti tetap diberikan untuknya setelah evaluasi dan penyelidikan. Namun tetap saja ada cacat dan mengganggu kinerjanya yang semestinya langsung gass poll karena masalah energi serta sumberdaya mineral sungguh berat.
Transisi energi jelas merupakan satu permasalahan yang berat. Pengembangan energi baru dan terbarukan agar menjadi energi utama walau bahan atau sumberdayanya melimpah namun teknologi dan sumberdananya kurang banyak.
Belum lagi carut marut pertambangan, terutama tambang Batubara yang menjadi soal dimana-mana.
Di awal pemerintahan Prabowo sudah ada beberapa gebrakan. Ada mafia hukum dan mafia judi online yang dibongkar. Rakyat jelas senang.
Namun soal tambang belum nampak jelas gebrakannya, rakyat di berbagai tempat masih merana karena didera oleh persoalan tambang.
Banyak yang ditersangkakan karena pertambangan, entah karena gratifikasi, suap dan lainnya. Tapi tambangnya tetap jalan. Yang legal sekalipun juga beroperasi secara ilegal.
Di Kalimantan banyak yang beroperasi dengan modus seperti ini. Tambangnya legal tapi pengangkutannya ilegal karena melewati jalan umum tanpa ijin.
Yang melakukannya bukan hanya tambang kecil tetapi juga tambang-tambang besar.
Kenapa tambang batubara begitu percaya diri meng-okupasi jalan umum, bahkan jalan dengan status jalan nasional?.
Semua tak lepas dari pameo tentang batubara yang diartikan sebagai barang tuhan bagi rata.
Walau tak berijin, lalu lintas batubara di jalanan umum bisa berjalan mulus karena koordinasi dan backing.
Yang kemudian merana adalah masyarakat umum dan pemakai jalan. Mereka hanya bisa mengerutu dan mengumpat dalam hati. Andaipun kemudian masyarakat bersatu dan kemudian memblokir jalan, mereka malah disalahkan karena dianggap mengganggu kelancaran lalulintas.
BACA JUGA : Ganti Kurikulum
Desember tahun lalu, ibu-ibu di Batu Sopang, Kabupaten Paser memblokir jalan untuk menghadang truk yang melakukan hauling memakai jalan umum.
Truk yang kedapatan membawa batubara dipaksa untuk putar balik. Aksi ini tidak hanya dilakukan di siang hari, terkadang juga malam hari.
Masyarakat mengganggap aktivitas hauling merusak jalan raya, selain itu juga menyebabkan kemacetan panjang di jalan Trans Kalimantan itu. Perilaku truk hauling juga kerap dianggap membahayakan, karena sering ugal-ugalan.
Kenapa penggunaan jalan untuk hauling di perbatasan Kaltim – Kalsel itu menjadi marak?.
Truk yang dipakai untuk mengangkut batubara bukan truk milik perusahaan. Melainkan truk-truk masyarakat setempat juga.
Ini merupakan cara lama yang dipakai oleh perusahaan dengan cara melibatkan masyarakat setempat dalam pengangkutan.
Di beberapa wilayah bahkan para pemilik truk membuat organisasi untuk mewadahi kolaborasi mereka dengan perusahaan batubara.
Kabarnya jumlah armada truk yang ikut mengangkut batubara di Paser berjumlah 200-an unit, jika ditambah dengan yang di Kalsel bisa mencapai 700 unit.
Para istri sopir truk resah, mereka juga mengancam untuk turun aksi jika truk suaminya terus menerus diblokir.
Warga kemudian dihadap-hadapkan dengan sesama warga.
Dan begitulah politik devide et impera yang diterapkan oleh perusahaan yang tak mempunyai jalan hauling sendiri dari penambangan atau stockpile ke pelabuhan atau jetty untuk pengakutan dengan ponton.
Perusahaan berpangku tangan, pun dengan pemerintah.
Soal pemakaian jalan umum untuk hauling di Kabupaten Paser, yang berwenang tentang jalan raya mengatakan tidak ada ijin. Artinya dilarang.
Tapi mereka hanya omon-omon, tidak melakukan penindakkan di lapangan. Pasti alasannya mereka tak punya kewenangan untuk menghentikan. Yang punya kewenangan adalah Aparat Penegak Hukum.
Tapi hampir setahun semua itu berlalu.
Kondisi ini jelas membingungkan untuk masyarakat.
Dan pada Oktober 2024 lalu, aktivitas hauling yang melewati jalan nasional itu memakan korban. Kejadian memilukan itu disebabkan oleh truk 10 roda yang tak kuat menanjak lalu mundur dan terguling.
Truk menimpa seorang pengendara motor yang kemudian meninggal di tempat.
Lagi-lagi warga hanya bisa mengeluh dan resah. Jalan keluarnya tak ada.
Dinas Perhubungan Kabupaten Paser mengatakan telah menyampaikan protes dan pengaduan ke Pemerintah Provinsi dan Nasional. Tapi belum ada respon.
Berkaca dari kejadian ini dimana perusahaan legal namun dibiarkan melakukan aktivitas ilegal, bisa menjadi pertanda bahwa dibaliknya ada mafia.
BACA JUGA : El Campeon
Duka belum berlalu sudah datang lagi kabar pilu.
Dua warga mengalami serangan saat berjaga di posko yang didirikan untuk berjaga-jaga agar truk hauling tak lewat. Kejadian ini menimpa warga RT 6, Dusun Muara Kate, Desa Muara Langin, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser.
Saat ditemukan keduanya dalam keadaan kritis karena luka sayatan.
Satu orang akhirnya meninggal dunia, dan satu lagi dirawat di rumah sakit masih dalam keadaan kritis.
Keduanya diserang oleh orang yang tidak dikenal.
Saat terjadi penyerangan yang berjaga di posko ada 5 orang.
Penyerangan terjadi saat sebagian yang berjaga tengah istirahat.
Tiga orang yang menjadi saksi tidak bisa memberi informasi yang cukup. Karena mereka terbangun ketika mendengar teriakan dan bunyi tembakan. Hanya saja mereka berada di lantai dua, sementara yang diserang berada di lantai pertama.
Yang menyerang memang belum dikenali tapi bisa dipastikan aksi kekerasan ini berhubungan dengan aktivitas hauling yang ditentang oleh masyarakat.
Polisi pasti tahu itu. Namun polisi tak boleh dibiarkan bekerja sendiri. Sebab kekerasan ini hanya terjadi karena adanya pembiaran yang begitu lama. Masyarakat akhirnya mencari solusi sendiri dan solusinya tidak menyenangkan untuk para pihak yang mempunyai kepentingan dengan kelancaran hauling batubara.
Masyarakat mesti bekerja sama agar nanti dalam penyelidikan polisi tidak hanya berhenti pada orang yang ditersangkakan. Jangan sampai ada tersangka yang kemudian dikambing hitamkan dan tidak ada hubungan dengan perusahaan atau stakeholder lainnya.
Yang cukup disayangkan dari berbagai pemberitaan yang ada di media, nampaknya kasus ini tidak mengelitik para wakil rakyat. Padahal mereka biasanya teramat vokal untuk urusan-urusan yang menyengsarakan masyarakat, apalagi sampai ada yang kehilangan nyawa.
Ah, jangan-jangan …..
Jangan-jangan apa?.
Jangan-jangan sebagian truk pengangkut itu milik atau investasi mereka.
Jangan-jangan lho ya.
note : sumber gambar – AKSIKAMISANKALTIM








