Di atas panggung, dengan logat dan warna suara yang khas dengan rileks Danar Widianto memperkenalkan diri kepada juri X Factor sambil memberikan oleh-oleh berupa gambar digital karyanya.
Saat Rosa bertanya “Kenapa ikut X Factor?”
Danar menjawab “Karena diamku adalah perjalanan untuk membuatmu diam,”
Sebuah jawaban khas anak-anak senja yang suka bermain metafora. Jawaban itu mungkin menimbulkan pertanyaan dan pertanyaan itu terjawab dalam lagu yang dinyanyikan olehnya.
Rosa menebak bahwa Danar akan menyanyikan lagunya sendiri. Ternyata memang benar, Danar membawakan lagu karyanya sendiri dengan berjudul Dulu.
Dulu, Ku kau maki, Ku kau hina, Ku kau benci
Dulu, Kau injaki, Harga diri, Ku tak sempurna
Akan kubuktikan, Kan ku lawan, Tak kan terhenti
Akan kubuktikan, Ku tak kan mati, Karena dibully
Dulu, Engkau rengkuh, Semua maumu, Walau ku ringkih
Dulu, Kau berkuasa, Karna harta, Bapakmu punya
Lirik yang kuat, kata-kata yang positif dan dalam ternyata merupakan kisah nyata perjalanan hidup Danar kala di SMP. Masuk pada sebuah SMP favorit di Purwokerto, Danar tak bisa mengikuti gaya dan pergaulan teman-teman sekolahnya sehingga dikucilkan serta dibully.
Tapi itu tak membuat Danar terpuruk, bullyan dari teman-temannya justru membuat semangatnya berkobar untuk melawan. Dan tanpa sikap beringgas dan garang, diam-diam serta dalam diamnya Danar justru bisa menciptakan lagu, lagu sederhana, pesannya berisi dan jelas komersil untuk telinga masa kini.
Teman-teman sekolahnya yang dulu membully pasti kini iri karena hinaan, ejekan dan cercaan mereka telah membuat Danar Widianto menjadi seorang musisi.
BACA JUGA : Masyarakat Gorengan
Di panggung yang sama ada Tyok Satrio yang datang dari Yogya. Ketika tampil pertama di hadapan juri, Tyok datang membawa gitar dan stand mic serta tentengan di tangan.
Yang ditenteng adalah merchandise produksinya sendiri. Ada kaos yang bertulis kata-kata syair lagunya dan aksesories lainnya.
Seperti pada Danar, Rosa juga dengan tepat menebak ketika mengatakan pada Tyok “Kamu pasti menyanyikan lagumu sendiri!”. Benar, Tyok menyanyikan lagunya sendiri yang berjudul “Ada Untukmu”.
Tampil dengan gaya santai dan kocak, saat akan menyanyikan refrain, Tyok menggoda Rosa dengan mengatakan “Teh Oca, ini lagu untuk Teh Oca,”.
Piawai mencipta lagu dan menyanyikannya sendiri, teknik dan vokal Tyok memang belum matang. Tentu saja ketika menyanyikan lagunya sendiri apalagi syair dan nadanya menarik di telinga serta mudah diikuti, yang mendengar akan mudah terpesona.
Sebagai musisi, mencipta dan menyanyikan lagunya sendiri, Tyok memang sudah teruji. Dalam rentang antara 2018 hingga 2021, Tyok telah menciptakan sekurangnya 11 buah lagu.
Video clip lagunya dan video penampilannya di berbagai panggung bisa disaksikan di channel youtu Tyok Satrio dan Artha Music Production.
Danar dan Tyok, sama-sama mendapat 3 yes dan 2 no dari juri. 3 yes dari Judika, Rosa dan BCL, 2 no dari Anang dan Ariel.
Dalam babak selanjut Tyok masih terus menyanyikan lagunya sendiri dan Danar berekperimen dengan lagu penyanyi ternama .
Tahap demi tahap dilalui dan pada akhirnya Tyok harus pulang ke Yogyakarta, sementara Danar tertinggal di Jakarta untuk masuk ke babak Gala Show.
Tanggal 18 Januari 2022 yang lalu di channel youtube X Factor Indonesia diupload sebuah video dengan judul DANAR – YANG TERDALAM {NOAH}. Tampil dengan percaya diri dan penampilan yang telah di make over, lagu yang Ariel habis itu dibawakan oleh Danar yang seolah-olah menghapus memori betapa lagu terkenal itu identik dengan Ariel.
Ariel memberi standing ovation saat Danar yang tetap dengan persona cool mengakhiri lagunya. Ariel mengakui lagu yang dinyanyikan oleh Danar sebagai sebuah cover yang terenak yang pernah Ariel dengar.
Kerendahan diri dan terbuka pada arahan mentor nampaknya membuat Danar menjadi semakin matang sebagai seorang penyanyi dalam waktu yang singkat.
BACA JUGA : Yang Disukai Rakyat Selalu Dibenci Negara
Mau tak mau mesti diakui, masyarakat Indonesia yang dimedia sosial dikenal sebagai ‘warga’ yang doyan nyinyir dan kerap bersuara sumbang, ternyata tak kekurangan bibit penyanyi dan musisi yang berkualitas.
Ada banyak sekali anak muda yang belum ternama namun mampu mencipta lagu, merangkai nada dan menyanyikannya dengan memikat. Mereka berasal dari Sabang hingga Merauke.
Melalui berbagai ajang pencarian bakat mereka kemudian bisa tampil ke permukaan, menarik atensi masyarakat luas, dikenal dan kemudian bisa memulai karir sebagai musisi atau penyanyi.
Hanya saja yang namanya popularity contest selalu punya ketebatasan. Tidak semua yang terbaik bisa bersaing karena jumlah kursi yang terbatas dan tidak semua yang terbaik yang kemudian akan bertahan.
Namun hal itu tidak harus menjadi halangan bagi siapapun yang ingin berkarya dalam industri kreatif musik, kini ada banyak platform yang memungkinkan seorang musisi untuk membangun karirnya sendiri.
Bahkan untuk menjadi artis dunia atau go international tak mesti harus pergi, tinggal dan berkarya di Eropa atau Amerika. Weirds Genius lewat lagu Lathi dan Alif Ba Ta dengan petikan gitarnya yang diupload di channel Youtube telah membuktikan hal itu. Mereka berdua jadi perhatian dunia internasional tanpa harus pergi ke luar negeri.
Dulu dan sekarang memang berbeda. Tanpa didukung oleh mayor label dan manajemen yang gemuk serta dana promosi yang raksasa, kini seorang musisi indie dan mandiri bisa meraih popularitas serta meraup banyak pengemar berbekal postingan di media sosial.
Dan selamat untuk Danar, yang dulu di bully namun video lagu dan penampilannya menjadi trending di youtube serta berhasil menjadi musisi.








