Bukit dengan pemandangan indah seperti di film Teletubies bisa ditemukan di berbagai tempat. Salah satunya di Samarinda, tepatnya di sekitar eks Venue Dayung PON di Jalan Sidorejo, Lempake. Bukit ini populer sebagai tempat berfoto oleh anak anak muda yang suka menjelajah keindahan alam.
Hamparan hijau yang menutupi bukit ini adalah rumput Ilalang yang subur dan makmur. Rumput Ilalang memang merupakan salah satu tumbuhan yang punya hak eksklusif untuk menguasai lahan yang luas sendirian. Caranya menguasai hanya bisa disaingi oleh luasnya hamparan Sawit yang ditanam di lahan perkebunan.
Oleh anak anak muda pengelana yang gemar berfoto Ilalang digemari namun tidak demikian untuk petani. Ilalang yang cepat tumbuh dan menguasai lahan dianggap sebagai gangguan atau tanaman gulma.
Selain cepat pertumbuhannya, Ilalang juga susah di basmi atau dimatikan. Dahulu umumnya dibakar saat mulai memasuki musim.kemarau. Namun sekarang petani lebih akrab dengan obat atau herbisida. Yang amat ternama adalah Roundup, merk luar negeri. Atau Basmilang, merk dalam negeri.
Alang Alang Hilang Banjir Datang
Apakah tidak mengada-ada menghubungkan antara Ilalang dan banjir?. Sekilas mungkin iya namun jika ditelisik lebih dalam memang ada hubungan antara Ilalang dan banjir.
Mesti dipahami bahwa banjir disumbang oleh parameter alami dan non alami. Adalah belasan parameter yang secara bersama-sama kemudian mengundang atau memperparah kejadian banjir.
Alang Alang atau Ilalang secara ekologis adalah tumbuhan yang dengan segera akan menutupi lahan-lahan terbuka yang tidak basah. Yang menutupi permukaan bukan hanya dedaunannya dan batangnya yang tumbuh rapat melainkan juga sistem perakaran atau rimpangnya.
Akar dan rimpangnya akan mengikat permukaan tanah sehingga tak mudah tererosi oleh aliran air permukaan dan angin. Sementara tumbuhnya yang rapat akan mencegah paparan sinar matahari langsung pada permukaan tanah.
Dengan demikian biji yang dijatuhkan oleh berbagai binatang di atas padang Ilalang akan terlindung dan kemudian tumbuh. Dan biji yang bertunas lalu pelan bertumbuh menjadi pohon lama kelamaan akan menimbulkan keteduhan. Jika semakin lama.keteduhannya semakin tinggi maka perlahan Ilalang akan mati atau menyelesaikan tugas ekologisnya.
Membunuh atau mematikan Ilalang secara alamiah memang begitu caranya. Dengan membiarkan pohon tumbuh diantaranya atau dengan menanam pohon tertentu yang cepat tumbuh dan bertajuk rimbun.
Yang sering disebut sebagai pohon pembunuh Ilalang adalah Pohon Gamal. Gamal konon kependekan dari Ganyang Mati Alang Alang.
Fungsi ekologis Ilalang selain menutupi lahan terbuka dan mencegah erosi, daun dan juga akarnya juga mempunyai kegunaan. Daun ilalang bisa dipakai sebagai bahan untuk pembuat atap tradisional. Sementara akar atau rimpangnya biasa direbus dan airnya diminum untuk obat.
Pokok Ilalang yang ditebas akan tumbuh daun daun muda, daun yang juga disukai atau dimakan oleh ternak seperti kerbau atau sapi.
Nah, menganggap Ilalang sebagai musuh atau gulma dan membasmi begitu saja akan membuat lahan dalam hamparan yang luas menjadi tanah terbuka tanpa tutupan vegetasi. Tanah terbuka yang akan terancam oleh erosi. Dan jika hujan turun maka air hujan sebagian besar akan menjadi air permukaan (runoff) yang akan mengalir ke badan badan air sambil mengerosi dan mentransportasi sedimen ke badan badan air.
Badan air akan penuh dengan sedimen yang akan membuatnya menjadi dangkal dan pasokan air yang tinggi akan membuat badan air tak mampu menampung sehingga menimbulkan luapan air.
Air yang meluap dan kemudian mengenangi tempat tempat yang menurut kita tak selayaknya digenangi air, akan kita sebut sebagai banjir. Bisa dipahami kan?. Kalau saya tidak mengada-ada soal hubungan rumput Alang Alang dengan banjir.
kredit foto : biogunik.com








