KESAH.IDSantet dikategorikan sebagai ilmu hitam. Sebuah kemampuan untuk mencelakakan orang lain dari jarak jauh dengan cara mengirimkan benda-benda secara gaib sehingga masuk dalam tubuh orang tanpa disadari. Kepercayaan terhadap santet ini telah memakan banyak korban. Masyarakat kerap main hakim sendiri pada orang yang dituduh sebagai dukun santet. Pesulap Merah dan Ferry Irwandi, lewar kanal Youtube-nya menantang para praktisi santet untuk menyantet dirinya. Namun terbukti tak ada yang mampu. Pesulap Merah dan Ferry Irwandi bukan orang sakti hingga kebal pada santet, mereka tetap sehat karena santet bukanlah ilmu seperti yang dibayangkan orang selama ini.

Isan Massardi, tak banyak orang yang mengenal nama itu. Penyadang nama Massardi yang dikenal oleh publik adalah kakak adik Yudhistira ANM Massardi, Noorca Massardi dan Adhie Massardi.

Tapi begitu menyebut nama Ki Gendeng Pamungkas, banyak orang akan ingat. Dia memperkenalkan diri sebagai dukun santet. Isan Massardi atau dikenal dengan nama Ki Gendeng Pamungkas ini berkali-kali bikin heboh dengan ancaman untuk menyantet.

Presiden George W Bush yang hendak berkunjung ke Indonesia diancam akan disantet oleh Ki Gendeng Pamungkas kalau tak membatalkan kunjungannya. Kunjungan Presiden Amerika Serikat ke 34 itu memang mendapat banyak penolakan dari masyarakat Indonesia.

Ki Gendeng Pamungkas mengancam jika tetap nekat, George W Bush akan disantet agar tak merasa krasan di Indonesia sehingga memutuskan cepat pulang. “Dia hanya akan bertahan satu jam saja,” ujar Ki Gendeng Pamungkas waktu itu.

Cara untuk ‘mengusir’ Presiden Amerika Serikat dengan menerapkan ilmu santet yang disebut voodo. Ki Gendeng Pamungkas memilih itu karena ilmu santet Banten, Banyuwangi dan Cirebon tidak bisa dipakai sebab yang disantet adalah orang seberang lautan.

Rencana mengusir George W Bush ini bukan ancaman. Ki Gendeng Pamungkas benar-benar melakukan ritual untuk menyantet dengan memakai medium burung gagak, ular sanca dan domba untuk melakukan ritualnya.

Kunjungan George W Bush berlangsung lancar. Dia diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor. Sewaktu kedatangan memang ada hujan dan angin, sesuatu yang biasa terjadi di Bogor sebagai kota hujan.

Ki Gendeng Pamungkas berujar, dia membatalkan santetnya karena banyak orang mengirim pesan kepadanya untuk tidak melanjutkan niatnya. Dan dia mengikuti nasehat itu.

Nama Ki Gendeng Pamungkas konon juga disebut-sebut dalam salah satu persidangan pembunuhan terhadap Munir. Dikabarkan ada orang yang datang meminta Ki Gendeng untuk menyantet Munir. Namun Ki Gendeng Pamungkas menolak.

Padahal kalau mau tentu tak sulit membunuh Munir. Sebab Ki Gendeng Pamungkas mengklaim bisa menyantet orang lewat SMS. Yang dikirimi SMS Santet akan meninggal tak lama setelah membuka pesan.

Santet sebagai ilmu sudah diceritakan dari masa Majapahit, bahkan mungkin masa-masa sebelumnya. Ilmu ini ditujukan untuk balas dendam atau mematikan musuh dari jarak jauh lewat cara supranatural.

Cara kerjanya dengan mengirimkan sesuatu secara gaib kepada orang itu dan barang yang dikirimkannya akan masuk ke dalam tubuh. Orang yang dikirimi akan sakit namun tak terdeteksi penyakitnya oleh ahli medik. Karena tak ketemu penyakitnya maka tak bisa diobati dan perlahan akan mati menderita.

Ada cara yang cepat, sebutannya tenung. Mediumnya adalah boneka. Bonekanya akan ditusuk-tusuk dengan jarum, yang dituju kemudian akan merasa seperti ditusuk pisau atau tombak dan meninggal.

Kisah santet atau tenung ini diceritakan secara turun temurun, sebagai kabar angin atau kabar burung dengan bumbu si ini atau si itu mati disantet. Film atau sinetron dan acara televisi lainnya juga membantu menvisualisasikan santet. Sehingga banyak orang tetap percaya dan takut disantet.

Santet atau tenung memang sudah banyak memakan korban. Kalau korban yang disantet jelas tak tercatat karena misterius. Korban yang tercatat adalah orang-orang yang dituduh sebagai dukun atau pelaku santet yang kemudian dikeroyok atau dihakimi masa.

Tahun 1998 sampai 1999 di Banyuwangi dan beberapa kota lain di Jawa Timur terjadi perburuan dan pembantaian sistematis dan meluas terhadap orang-orang yang dituduh atau diidentifikasi sebagai Tukang atau Dukun Santet.

BACA JUGA : Endorse Politik

Apakah santet memang ada?.

Ada, buktinya santet diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP.

Munculnya pengaturan soal santet ini diakibatkan oleh banyaknya kejadian main hakim sendiri dari korban atau pihak yang mengatasnamakan korban. Masyarakat kerap merasa bahwa sakit atau kematian yang dialami oleh seseorang diakibatkan oleh pelaku santet.

Yang disebut dengan pidana santet adalah ketika seseorang menyatakan diri mempunyai kekuatan gaib, memberitahukan, memberikan harapan, menawarkan atau memberikan batuan jasa pada orang lain bahwa karena perbuatannya bisa menimbulkan penyakit, kematian, atau penderitaan mental atau fisik.

Selain itu orang akan ditambah hukuman pidananya jika melakukan hal diatas untuk mencari keuntungan atau menjadikannya sebagai mata pencaharian atau kebiasaan.

Jadi santet dilarang bukan dalam konteks hasilnya atau akibatnya melainkan pada tindakan. Tindakan menyatakan diri mempunyai kekuatan gaib untuk menyantet, tindakan untuk membuat orang lain percaya pada kemampuan menyantet sehingga memakai jasanya.

Di masyarakat yang berkembang soal santet lebih berkaitan dengan kegaiban. Namun dalam prakteknya, santet sebenarnya mempunyai unsur intimidasi, menakut-nakuti, mengancam dan meracun.

Cara menakut-nakutinya atau mengintimidasi banyak macamnya. Seperti menabur tanah kuburan di depan pintu rumah orang lain, mengantung binatang mati, melempar rumah dengan segulung rambut, paku, pecahan kaca dan lain-lain.

Yang diancam kemudian ketakutan, menjadi paranoid, mentalnya tidak seimbang. Akibatnya bisa sakit atau kemudian kurang konsentrasi sehingga mengalami sial atau kecelakaan.

Rambut, paku, pecahan kaca dan lain-lain dianggap dikirim dari jauh. Datang tiba-tiba dan terhambur karena menabrak dinding, genting, jendela kaca dan lain-lain.

Padahal sesungguhnya bukan dikirim dari jauh tetapi dilempar dari kegelapan oleh pelaku yang ingin mengintimidasi.

Santet yang efektif justru memakai racun, yang melakukan adalah orang yang dipercaya atau dianggap dekat oleh korban. Racun yang dipakai adalah racun jenis tertentu yang membuat korbannya muntah darah. Atau berak-berak yang disertai darah.

Jadi sebenarnya santet tidak ada gaib-gaibnya.

Tapi narasi yang membuat santet menjadi hal yang gaib. Apa gaibnya tanah kuburan, toh tidak beda dengan tanah lainnya. Dan bagaimana kita bisa memastikan kalau tanah yang ditabur di depan pintu kita adalah tanah kuburan?.

Dan apa masalahnya dengan binatang yang mati digorok lalu digantung di depan pintu rumah kita. Toh, di rumah biasa saja kalau kita menyembelih binatang lalu digantung. Efeknya sebenarnya hanya kaget karena ketika membuka pintu tiba-tiba ada yang tergantung dan bukan kita yang mengantungnya.

BACA JUGA : Drama Pilkada

Tunggu, kalau begitu santet ada atau tidak?.

Ya memang ada tapi tak gaib seperti yang sering dinarasikan dan dipercaya oleh banyak orang.

Di youtube sekurangnya ada dua orang yang menantang entah dukun, praktisi atau tukang santet untuk menyantet.

Yang pertama menantang adalah sosok yang terkenal dengan nama Pesulap Merah. Chanelnya berisi video-video yang membongkar tipu daya dunia paranormal atau perdukunan.

Dia menantang siapa yang bisa menyantet dirinya akan dibelikan rumah. Namun dia memberi catatan santet yang dimaksud bukan yang dilakukan dengan cara memberi racun padanya.

Banyak yang menanggapi namun tak ada satupun yang berhasil menyantetnya. Pesulap Merah sampai hari ini masih baik-baik saja.

Baru-baru ini tantangan itu diulang oleh seorang Podcaster bernama Ferry Irwandi. Dia menantang siapapun yang bisa menyantet dirinya akan diberi sebuah mobil Toyota Alphard.

Tantangan yang diunggah lewat media sosial itu ramai ditanggapi. Beberapa orang menyatakan sanggup menyantetnya. Namun sampai batas waktu yang diberikan tak ada santet yang tembus mengenai diri Ferry Irwandi.

Ada yang berkilah, Ferry tak bisa disantet karena orangnya baik. Santet yang dikategorikan sebagai ilmu hitam, mungkin tak akan tembus ke orang yang punya ilmu putih. Pun juga yang punya ilmu merah seperti Pesulap Merah.

Ah, tenang saja kilah atau ngeles itu ada di mana-mana.

Seorang teman yang pernah tergila-gila mencari harta secara ghaib hafal betul dengan kilah dukun atau paranormal yang mengaku bisa menarik batang emas dan lainnya dari alam. Kalau gagal biasanya mereka akan berkata “Ada yang hatinya tak bersih diantara kita,”

Teman itu juga berkali-kali tertipu untuk membiayai pembelian benda-benda spiritual seperti aneka minyak, wewangian, hewan tertentu dan pernak-pernik lain yang harga ratusan hingga jutaan. Ternyata ada toko khusus yang menjual benda-benda seperti itu dengan harga puluhan ribu saja.

Orang yang percaya memang mudah diberi harapan palsu dan tidak merasa kalau sedang ditipu.

Dan santet dalam pengertian mengirim benda atau hal lain secara ghaib lalu masuk ke tubuh seseorang hingga sakit-sakitan atau meninggal tidak terbukti, sekurangnya dalam kasus Pesulap Merah dan Ferry Irwandi.

Tapi meski mereka berdua membuktikan tak ada, bukan berarti orang tak lagi percaya. Bukan begitu cara pembuktian hal gaib ada atau tiada.

Ferry Irwandi bahkan mengajak Deddy Corbuzier seorang magician atau mentalist kenamaan Indonesia yang kini dikenal sebagai juragan podcaster. Deddy meyebutkan tak ada magic. Karena semua yang kelihatan gaib itu bisa dipelajari.

Hanya saja karena kelihatan luar biasa dan agak tak masuk diakal kebanyakan orang, yang dilakukan oleh magician kemudian sering dianggap gaib. Dan sayangnya banyak magician kemudian mengamini saja anggapan orang kalau yang dilakukan itu bisa terjadi karena bantuan jin, setan dan lain-lainnya.

Satu contoh yang diberikan oleh Deddy Corbuzier bernama micro moving. Dengan berlatih seseorang bisa saja mengerakkan benda tanpa menyentuhnya. Trik ini kerap dipakai oleh para cenayang, untuk meyakinkan arwah yang dipanggil telah datang. Cenayang akan meminta orang yang minta tolong membawa benda-benda tertentu milik arwah yang hendak dipanggil. Benda yang diletakkan diatas meja itu kemudian bergerak ketika cenayang memanggil roh. Orang percaya gerakan benda itu karena roh yang dipanggil telah datang.

Tapi sekali lagi, otak kita memang lebih menyukai yang gaib-gaib. Karena mempelajari apa yang ada dibalik fenomena yang kita anggap gaib itu melelahkan. Dan kepercayaan pada yang gaib itu jelas menguntungkan karena banyak orang yang kemudian bisa beroleh cuan darinya.

note : sumber gambar – CNNINDONESIA