KESAH.IDWalau selama sejarah penyelenggaraan Piala Duna, Tim Nasional Indonesia belum pernah lolos sebagai peserta namun gairah untuk menyambutnya tak pernah kendur dari masa ke masa. Peristiwa 4 tahunan sekali itu selalu gegap gempita di Indonesia, masyarakat selalu menyambutnya dengan berbagai ekpresi yang mungkin saja tidak ditemukan di banyak negara lainnya, bahkan di negara penyelenggara.

Mangindaan akan terus diingat oleh warga Sulawesi Utara sebagai pemimpin yang gila bola. Sewaktu menjabat gubernur, di mobil dinasnya selalu ada bola yang siap diberikan kepada anak-anak yang ditemui di sebarang tempat yang disinggahinya.

Selain membagi bola, dia juga gemar memberikan jam bertanda lambang negara kepada mereka yang dewasa. Kenapa jam?. Sebagai seorang militer yang terbiasa disiplin, Mangindaan mungkin gerah dengan kebiasaan ngaret warganya. Hampir tak ada acara yang tepat waktu.

Kesukaan EE Mangindaan pada bola memang bukan pencitraan. Darah bolanya mengalir dari sang ayah, EA Mangindaan yang merupakan salah satu sosok yang turut membidani kelahiran PSSI.

Di manapun EE Mangindaan bertugas sebagai tentara bisa dipastikan masyarakat setempat mempunyai kenangan dan cerita kedekatan serta pengenalannya yang dalam terhadap sepak bola.

Tapi soal antusiasme masyarakat Manado setiap kali perhelatan Piala Dunia tak ada hubungannya dengan Mangindaan. Jauh sebelum ‘demam bola’ dibawa oleh EE Mangindaan, masyarakat Manado dan sekitarnya sudah biasa bersolek menyambut hadirnya gelaran empat tahunan itu.

Yang paling mencolok adalah kibaran bendera-bendera besar dari negara-negara peserta piala dunia. Dari bendera yang terpasang bisa dilihat negara-negara mana yang paling diunggulkan.

Dari antara negara-negara yang langganan menjadi peserta piala negara, Belanda adalah salah satu yang selalu menjadi favorit masyarakat Manado. Dari kesejarahan Manado memang dekat dengan Belanda. Warga Manado banyak yang mempunyai darah keturunan Belanda.

Jadi tak perlu heran jika selama perhelatan piala dunia,  di Manado ada bendera Belanda terpasang dimana-mana.

Tentu saja banyak pendukung tim lainnya, dukungan yang membuat bisnis jual beli bendera menjadi menguntungkan untuk para pedagang musiman.

Dari sebuah group WA yang saya ikuti nampaknya pada piala dunia Qatar kali ini, negara yang memperoleh dukungan terbanyak dari warga Manado adalah Belanda, Brasil, Jerman dan Argentina.

Tapi masih ada yang saya tunggu dan belum muncul kirimannya di WA Group yakni foto kibaran bendera Israel.

Kibaran bendera Bintang Daud memang  biasa. Tak hanya untuk menyambut piala dunia, kibaran Bintang Daud sering ditemukan dalam barisan pawai saat warga merayakan Hari Paskah.

Di Sulawesi Utara memang ada komunitas masyarakat Yahudi. Tempat ibadah atau sinagoganya ada di Kelurahan Rarewokan, Tondano Barat, Minahasa.

Walau jumlahnya tak banyak namun mereka bisa menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman karena provinsi yang mempunya slogan ‘Torang Samua Basudara’ ini memang dikenal sebagai daerah yang penduduknya sangat terbuka kepada perbedaan.

Saya yakin bukan hanya di Manado saja piala dunia menjadi kesempatan untuk merayakan dan menyatakan kebersamaan dalam perbedaan.

BACA JUGA : Dokar, Delman, Cidomo, Andong Satu Rupa Beda Nama

Sejak hari Minggu lalu Google juga tampil khusus, kolom pencariannya menampilkan doodle dengan animasi yang ditujukan untuk menyambut piala dunia 2024 di Qatar.

Huruf o yang kedua dari kata google menjadi bola. Dan dibawah tulisan google ada dua sepatu yang saling mengoper bola.

Jika doodle google di klik otomatis akan masuk dalam laman yang berisi seputar piala dunia 2022 di Qatar mulai dari jadwal pertandingan dan berita-berita lainnya.

Semua perhatian memang mengarah kepada piala dunia karena sepak bola merupakan olahraga yang paling populer di dunia.

Dan diadakan hanya 4 tahun sekali membuat tidak ada perhelatan yang lebih besar dari Piala Dunia yang diikuti oleh tim sepak bola senior pria dari negara-negara yang lolos kualifikasi berdasarkan beberapa zona di dunia.

Diselenggarakan mulai dari sekitar 1930-am sampai saat ini baru Perancis, Italia, Jerman, Spanyol, Brasil dan Argentina yang pernah merasakan sebagai juaranya.

Qatar sendiri ditetapkan sebagai tuan rumah piala dunia 2022 sejak tahun 2010. Maka selama 10 tahun lebih mereka melakukan pembangunan untuk mempersiapkan diri, membangun stadion dan juga tim nasional sepakbolanya.

Menjadi penyelenggara membuat tim nasional Qatar untuk pertama kalinya menjadi peserta piala dunia.

Dengan terlaksananya penyelenggaraan piala dunia 2022 ini maka Qatar menjadi negara di benua asia ke 3 yang menjadi tuan rumah piala dunia setelah sebelumnya Jepang dan Korea menjadi penyelenggara bersama di tahun 2002.

Lantas apa yang membuat Qatar terpilih menjadi penyelenggara piala dunia 2024 mengalahkan saingannya yakni Amerika Serikat, Jepang, Korea dan Australia?.

Bisa dipastikan kekayaan negara yang membuat mereka mendapat suara terbanyak dari 22 anggota eksekutif FIFA.

Dengan kekayaannya Qatar diyakini mampu mempersiapkan stadion yang layak untuk menjadi ajang bagi 32 tim nasional sepakbola senior untuk berebut menjadi kampiun dunia.

Sempat muncul kabar miring seputar terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah piala dunia 2024. Salah satunya penyuapan terhadap pejabat FIFA. Namun tuduhan itu tidak bisa dibuktikan.

Dalam proses persiapan, Amnesty International dan Human Right Wacth juga memberi sorotan. Qatar dianggap memperlakukan secara tidak layak para pekerja yang terlihat dalam pembangunan fasilitas untuk piala dunia.

Berbagai macam tuduhan itu membuat banyak yang mengkhawatirkan Qatar tidak akan bisa menjadi tuan rumah yang baik untuk piala dunia. Namun FIFA terus bersikukuh dan menyakini Qatar akan mempu melewati tantangan itu.

Minggu, 20 November 2022 bertempat di Stadion Al Bayt Qatar digelar upacara pembukaan yang megah dan meriah. Salah satu artis internasional yang tampil adalah musisi K Pop Jeon Jungkook.

Dan piala dunia Qatar 2022 dimulai dengan pertandingan pertama antara Qatar melawan Equador, yang berada di Grup A bersama dengan Belanda dan Senegal.

BACA JUGA : Perihal Kekhawatiran Kekhawatiran Kita

Karena tidak berlangganan maka semalam saya tak bisa menyaksikan secara lengkap opening ceremony dan kick off Piala Dunia Qatar 2024 yang hak tayangnya di Indonesia ada di SCTV. Live streaming SCTV untuk piala dunia disiarkan lewat video.com dan berbayar.

Meski begitu dari tayangan yang saya saksikan memang terbukti benar kalau Qatar adalah negeri yang kaya raya. Negeri yang jumlah penduduknya tak sampai 3 juta jiwa itu mempu membangun stadion sepakbola yang megah yang dilengkapi pendingin ruangan. Jumlahnya ada 8 dan sebagian merupakan stadion sekali pakai.

Artinya setelah piala dunia usai beberapa stadion akan dibongkar.

Konon biaya yang dihabiskan oleh Qatar untuk menjadi tuan rumah piala dunia berkisar 3.800 trilyun. Uang sejumlah itu bisa dipakai untuk memindahkan Ibu Kota Negara Indonesia berkali-kali.

Ongkos yang besar itu memang sepadan dengan keunikan gelaran piala dunia kali ini. Sebab piala dunia di Qatar diselenggarakan tidak sebagaimana piala-piala dunia lainnya. Piala dunia kali ini diselenggarakan di pertengahan musim kompetisi liga. Piala dunia lainnya terselenggara di akhir kompetisi.

Diselenggarakan di pertengahan kompetisi liga diharapkan pertandingan dalam piala dunia akan menyajikan bintang-bintang yang tengah on fire sehingga pertandingannya akan lebih menarik dan dihiasi oleh banyak gol.

Hal lain yang mungkin tidak akan disaksikan di Qatar adalah penampilan supporter perempuan ayng sexy-sexy sebagaimana yang biasa muncul di piala dunia lainnya. Qatar memberlakukan aturan pakaian yang ketat untuk penonton terutama penonton perempuan.

Selain soal pakaian, supporter juga akan dibatasi dalam urusan minum-minum bir. Bir hanya akan dijual ditempat-tempat tertentu dalam zona yang terbatas. Harganyapun juga mahal. Tak akan ada rombongan supporter merayakan kemenangan atau meratapi kekalahan sambil menenggak bir di jalanan atau taman-taman.

Di luar semua itu, tiket untuk menyaksikan pertandingan di Piala Diunia Qatar juga akan menjadi yang termahal. Apalagi untuk penonton dari luar negeri yang juga harus menanggung ongkos penerbangan dan akomodasi yang mahal.

Walau demikian konon tiket terjual telah mendekati angka 3 juta.

Sepak bola yang bermutu memang mahal ongkosnya.

Makanya kita mesti sabar menunggu dan tetap bangga walau sampai hari ini Indonesia belum bisa berpartisipasi dalam piala dunia.

Kita mesti bangga sebab dengan belum pernah ikut dalam perhelatan piala dunia artinya tim nasional kita belum pernah dikalahkan oleh para juara dunia.

Jerman, Argentina, Spanyol, Brasil, Italia dan Perancis biarpun pernah menjadi pemenang piala dunia namun tak bisa menyombongkan diri dihadapan tim nasional Indonesia, sebab mereka belum pernah menang melawan kita.

note : sumber gambar – MANADO.TRIBUNNEWS.COM