Artikel ini kiriman dari Hamzah Tegar Ashari. Penulis tinggal di Jawa Timur

Generasi Z, abjad terakhir dalam alphabet adalah mereka yang lahir antara tahun 1995 hingga 2010. Dan generasi yang lahir setelahnya atau diatas 2010 kemudian disebut Generasi Alpha. Generasi ini patut disebut sebagai digital native karena terbiasa dengan teknologi informasi dan komunikasi bahkan sejak dalam kandungan.

Terbiasa sedari lahir dibanjiri oleh informasi dan pengetahuan tanpa batasan wilayah, generasi ini disebut akan tumbuh menjadi generasi yang lebih pintar dari pada para pendahulunya. Sebuah perkiraan yang masuk akal karena generasi ini berada dalam lingkungan yang canggih sebagai ruang dan sarana belajar. Kemudahan dan akses tanpa batas pada informasi dan pengetahuan adalah modal bagi generasi alpha untuk bertumbuh. Permasalahan apakah mereka bisa dibiarkan untuk tumbuh begitu saja, atau perlukan penanganan khusus agar mereka mampu bertumbuh dengan baik?.

Tentu saja sebuah generasi agar tumbuh dengan baik perlu kondisi tertentu, mereka butuh perlakuan dan ekosistem yang memungkinkan untuk berkembang dengan baik. Tidak mungkin sebuah generasi akan berkembang jika dibiarkan begitu saja. Berikut ini beberapa point penting yang diperlukan oleh generasi alpha agar mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

1. Pendidikan pola ilmiah

Watak ilmiah mungkin merupakan bawaan generasi alpha ini, sehingga pendidikan bergaya dogmatic tidak akan cocok untuk mereka. Potensi kecerdasan dan akses teknologi tanpa batas membuat wawasan mereka luas. Maka yang paling penting untuk mereka adalah didorong untuk mendalami atau menyelami realitas di hadapan mereka agar tak terjebak pada tanda atau gejala permukaan.
Beri tahu kepada mereka tentang bagaimanakah sesuatu itu dapat terjadi. Dengan demikian mereka akan belajar tentang hukum sebab akibat, apa dan kenapa serta bagaimana realitas itu. Hasilnya mereka akam memiliki pemahaman yang menyeluruh, konstruktif dan berbasis ilmu.

Karena akses pada internet sangat besar penting bagi generasi alpha agar terbiasa menggunakan internet bukan hanya untuk senang-senang melainkan juga untuk belajar lebih dalam dengan menggunakan internet.
Tumbuh kembang mereka akan sangat dipengaruhi oleh internet sebagai ruang besar untuk semua rasa ingin tahu yang ada dalam diri mereka. Maka dalam konteks pendidikan yang paling utama adalah mendorong generasi alpha untuk berperangai ilmiah (Sains Temper).

2. Treatment empati

Model komunikasi yang berubah, munculnya berbagai aplikasi yang bisa membuat orang sibuk sendiri tanpa perlu bantuan orang lain dan sistem-sistem online lainnya berisiko mengurangi kedalaman relasi sosial dan lingkungan.

Generasi alpha adalah generasi yang berhadapan dengan nilai-nilai baru pergaulan sosial dan lingkungan karena pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi. Apa yang disebut sebagai kecerdasan emosional, kemampuan membangun relasi dengan orang lain, lingkungan sosial akan menjadi tantangan.

Adalah sebuah tantangan bagaimana generasi ini mampu membangun sosialitas dan menempatkan diri dalam lingkungan hidup bersama. Mampu merasakan penderitaan orang lain dan tergerak untuk membantu atau berempati pada permasalahan sosial.

Dalam kehidupan sosial empati merupakan unsur yang penting. Seseorang bisa menempatkan diri dalam posisi yang sesuai karena empati, bukan hanya ikut merasakan kesenangan orang lain tetapi juga kesedihan.

Dengan empati seseorang mampu menempatkan diri dalam situasi, perspektif dan sudut pandang orang lain. Dengan empati orang akan tergerak mengambil langkah atau turut serta dalam apa yang dirasakan atau dialami oleh orang lain.

Sebagai generasi masa depan, pendidikan empati ini menjadi penting karena persoalan jaman semakin pelik. Apa yang disebut dengan pelanggaran HAM, ketidakadilan, penindasan, rasisme dan lain-lain akan mempunyai wajah baru. Dan untuk mengenali hal itu diperlukan empati yang kuat.

3. Anti kekerasan

Kekerasan terhadap anak masih saja terjadi sampai sekarang. Sayangnya banyak yang berkilah bahwa sikap keras orang tua terhadap anak adalah bagian dari pendidikan, upaya untuk membuat anaknya menjadi disiplin. Benarkah bersikap keras terhadap anak adalah pendidikan?

Kekerasan terhadap anak bukanlah pendidikan. Dan tidak ada satu model pendidikan yang mengajarkan untuk mendidik dengan keras atau memakai kekerasan sebagai metode pendidikan. Sebab perlakuan keras terhadap anak akan menimbulkan bekas atau luka yang akan berpengaruh pada perkembangan kepribadiannya.

Bahwa kehidupan dan jaman semakin mempunyai tantangan adalah benar. Namun tidak berarti anak-anak harus dididik dengan keras agar bisa bersaing melewati jaman. Kekerasan bukanlah pilihan dan persaingan tidak harus dimenangkan dengan pertempuran.

Maka pendidikan anti kekerasan adalah langkah penting yang harus diperkenalkan kepada anak-anak dengan cara memupuk kesadaran untuk membangun kolaborasi atau jejaring. Di masa depan kemenangan adalah kemenangan bersama.

Dengan pola seperti ini maka anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak emosional dan paham dengan kekurangan atau kesalahannya.

Itulah langkah-langkah yang perlu dilakukan atau diberikan untuk generasi alpha. Dengan semua kelebihan serta bonus yang dimiliki karena kemajuan jaman, generasi ini perlu dibekali perangai ilmiah sehingga mempunyai basis pengetahuan dan pemahaman yang konstruktif terhadap realitas.

Lalu siapa yang bertanggungjawab untuk melakukan hal ini?. Tentu saja yang pertama dan utama adalah lingkungan terdekatnya yaitu orang tua, keluarga, tetangga dan masyarakat sekitarnya. Dan diatas itu tentu saja pemerintah yang harus membangun kebijakan pendidikan sebagai ekosistem pendukung untuk mewujudkan generasi penerus yang bukan hanya cerdas melainkan juga pintar hidup bersama baik dengan orang lain maupun lingkungan hidupnya.

kredit foto : Joseph Rosales – unsplash.com