KESAH.IDTahun 2022 ditutup dengan selebrasi kegembiraan kolosal. Ditingkat dunia masyarakat bergembira dengan Lionel Messi dan Timnas Argentina karena menjadi Juara Piala Dunia Qatar. Di negeri kita tahun 2022 ditutup dengan pernikahan abad ini, pernikahan Kaesang – Irina yang melebihi pernikahan putra-putri raja manapun di Nusantara. Meski begitu tahun 2022 masih menyimpan banyak kegagapan, baik yang terlihat dalam sikap dan perilaku masyarakat maupun kebijakan pemerintah.

Tahun 2022 berakhir dengan manis terutama untuk pengemar Lionel Messi dan pendukung Timnas Argentina. Piala dunia di Qatar yang awalnya melahirkan berbagai kontroversi berakhir dengan agung, sajian final maha dahsyat yang menutup penantian panjang sang maha bintang sepakbola abad ini. Messi bersama Timnas Argentina akhirnya berhasil mengangkat trofi juara.

Namun untuk masyarakat Indonesia pada umumnya kegembiraan terbesar di akhir tahun adalah pengumuman dari Presiden Jokowi bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM dicabut. Masyarakat bisa merayakan pegantian tahun dengan bebas merdeka.

Covid 19 bukan lagi dianggap pandemi karena kasus hariannya semakin kecil dan bisa dikendalikan. Seperti flu, malaria, demam berdarah dan lain-lain kini Covid 19 masuk dalam kategori endemi. Virus masih ada, bisa menyerang dan menginfeksi masyarakat tertentu namun tidak menyebar dengan sangat cepat serta luas.

Yang perlu dipahami meski PPKM telah dicabut kewaspadaan universal tetap berlaku. Model pencegahan memakai masker dan cuci tangan serta vaksinasi tetap dilanjutkan termasuk pemakaian aplikasi Peduli Lindungi.

Tanda-tanda Presiden Jokowi akan mencabut status PPKM sudah terlihat jelas ketika keluarganya menggelar pernikahan putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

Kaesang yang pernah dijuluki Tukang Ghosting akhirnya menemukan tambatan hatinya dan kemudian duduk di pelaminan lewat rangkaian acara pernikahan yang megah, meriah dan kolosal.

Perkawinan Kaesang dan Erina bisa disebut sebagai ‘Perkawinan Abad ini’, digelar di dua kerajaan pecahan Mataram Islam, Surakarta dan Yogyakarta.

Dikemas bak acara pariwisata, arak-arakan pengantin dengan kereta kencana di jalanan Kota Surakarta menyajikan pertunjukan kolosal yang menyegarkan. Masyarakat yang tiga tahun didera pandemi ibarat kemarau panjang yang tiba-tiba mendapat siraman hujan deras.

Desember nampaknya memang ceria ada kegembiraan dimana-mana walau bencana tetap saja akrab dengan bumi nusantara.

Ada gempa di Cianjur, ada juga banjir di banyak kota yang menimbulkan duka dan keprihatinan.

Namun duka tak membuat masyarakat terganggu suka citanya. Tetap peduli namun gembira jalan terus, semangat untuk piknik tetap membara.

Harga tiket pesawat memang masih tinggi, namun ini justru menjadi kesempatan untuk moda transportasi lainnya meraih penumpang. Kereta api laris manis, makin disukai apalagi KAI makin bersemangat melayani termasuk dengan meluncurkan Gerbong Panoramik.

Armada bus antar kota dan antar provinsi bahkan antar pulau juga bersaing. Slepper bus dan super executive tiketnya ngantri. Yang doyan petualangan dan punya banyak waktu memilih naik bis dari Jakarta untuk menuju Bali.

Yang tak kemana-mana tak harus merana, disetiap kota selalu ada banyak hal untuk diekplorasi. Soal kuliner silih berganti yang viral mulai dari pentol hingga minuman dan makanan lain yang hype di kafe-kafe.

Tempat untuk healing juga tak kalah banyak, ada taman buatan, pantai bahkan tepian sungai. Semua bisa menjadi tempat untuk healing dan foto-foto. Lalu diupload di media sosial dengan caption sok bijaksana “Bahagia itu sederhana,”

BACA JUGA : Nagari Rimba Nusantara 

Kaleidoskop terbaik tetaplah Youtube, aplikasi berbagi video ini menjadi tempat untuk menyimpan berbagai dokumentasi peristiwa yang terjadi di dunia, baik yang apa adanya maupun yang sudah direkayasa.

Tidak ada hal, kejadian atau peristiwa yang tidak di-youtube-kan.

Rangkuman peristiwa yang tercermin di YouTube biasanya dikemas pada akhir tahun dalam bentuk Youtube Rewind. Salah satu yang rajin membuatnya adalah Youtuber Indonesia.

Dan Youtube Rewind Indonesia 2022 pun diluncurkan kali ini tidak dikanal Youtuber Indonesia. YRI 2022 tayang di kanal Om Botak, konglomerat content creator yang logonya ada di puluhan kanal kreator ternama.

Dalam beberapa tahun terakhir ilusionis yang kemudian banting stir menjadi pembawa acara televisi ini kemudian moncer sebagai content creator. Dia berhasil meng-hack istilah podcast yang mestinya berupa audio kemudian menjadi tayangan audio video.

Keberhasilan Close The Doors membuat Deddy Corbuzier menjadi content creator berpengaruh di jagad Youtuber Indonesia. Maka tak usah heran jika YRI 2022 present by Close The Doors.

Video YRI 2022 yang baru ditayangkan sehari sudah meraup pemirsa 3,5 juta, capaian yang biasa untuk video-video Close The Doors.  Dalam video ini dirangkum berbagai peristiwa mulai dari fenomena Citayam Fashion Show, Tragedi Kajuruhan, wafatnya Ratu Elizabeth, politisi bagi kaos, piala dunia dan sentilan politik rambut putih.

Yang tampil amat banyak terutama yang viral-viral baik lagunya maupun reviewnya seperti Farel Prayoga dan Next Carlos juga Pesulap Merah. Yang tampil sekilas juga banyak seperti Chef Renata, Chef Juna, Fitra Eri, Marcel, Uus dan lain-lain.

Sayang penampilan Coki dan Muslim terasa garing, nggak ada lucu-lucunya. Coki terlihat gagap.

Penampilan Coki dan Muslim bikin tambah awkward dengan kemunculan Chandra Liow yang menunjukkan dirinya sebagai sutradara. Sutradara yang mengingatkan Coki dan Muslim terlalu lama tampil dalam scene.

Tapi harap dimaklumi, sebab karena orang seperti Chandra Liow, Jovial Da Lopez, Aullion dan tentu saja Om Botak, YRI selalu tampil wow.

Kegagapan Coki bisa jadi mewakili kegagapan kita melewati tahun 2022. Ada banyak harapan dan impian namun tersandera oleh gelap di masa lalu. Belum terlalu percaya diri untuk berekspresi takut ada yang nyeletuk soal ‘dosa’ masa lalunya.

Sekelumit peristiwa yang di-highlight lewat YRI 2022 memang menunjukkan sebagian tahun 2022 kita lewati dengan penuh kegagapan.

Kegagapan paling lucu justru diciptakan oleh anak-anak pinggiran yang kemudian mengokupasi ruang bisnis keuangan paling moncer di Jakarta, Sudirman Central Bussiness District.

Anak-anak pinggiran dengan percaya dirinya berekpresi dengan gaya fashionnya tersendiri di pusat peradaban ekonomi Ibukota. Mendobrak kemapanan anak-anak kota, content creator ternama dan juga anak-anak nongkrong Jaksel.

Manusia-manusia tanpa nama yang menyerbu Ibu Kota dengan naik kereta commuter bukan hanya mengagetkan namun juga memusingkan para pemangku kebijakan dan stakeholder lainnya.

Ekpresi anak-anak ‘Citayam’ itu kini lenyap karena kegagapan kita yang gemar mengembar-gemborkan ekonomi kreatif dan pariwisata dalam menghadapi hal-hal yang tidak direncanakan dan tak terpikirkan. Kreasi dan ekpresi kemudian dianggap anomali.

BACA JUGA : Mengenal Dan Mengenang Gus Dur Intelektual Penggerak

YRI 2022 memang terlalu singkat untuk memutar ulang segenap peristiwa yang terjadi di Indonesia dan dunia sepanjang tahun yang baru berlalu ini. Yang viral dan sangat berpengaruh karena video-videonya banyak di youtube sekalipun juga luput.

Salah satunya tentang cuan dan sultan, dua istilah yang teramat akrab dengan kita untuk menyebut sosok-sosok yang sukses, kaya raya karena mampu memaksimalkan cara menghasilkan cuan.

Para sultan yang punya pohon cuan ini gemar melakukan flexing, memamerkan kekayaan dan gaya hidup kelas tinggi. Belanja mobil mewah, punya pesawat pribadi dan plesir ke luar negeri seperti pergi ke desa sebelah.

Selain Covid 19, flexing juga berkembang menjadi wabah. Muncul banyak rental, usaha penyewaan mobil, pakaian bermerek dan lain-lain bahkan termasuk tukang fotonya agar pamernya makin meyakinkan.

Semua ingin cuan, ingin sukses dan keinginan ini yang kemudian dimanfaatkan. Di Youtube muncul video ajaran dan ajakan investasi, trading serta lainnya untuk membiakkan uang agar cuan berlimpah.

Karena video-video para ‘pakar’ investasi dan trading baik komoditas, saham maupun kripto banyak masyarakat terpana, ingin menjadi investor dan trader agar dapat cuan dengan cepat. Tanpa landasan pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang investasi dan trading, banyak orang kemudian kehilangan uang. Alih-alih menghasilkan cuan, modal yang disetorkan bahkan juga hangus.

Indra Kenz dan Donny Salamanan, dua orang afiliator yang flexingnya paling berhasil mengelabui masyarakat. Mampu membuat model binary option yang tidak lebih dari judi dianggap sebagai moda investasi. Tapi bukan hanya mereka berdua, ada banyak sosok lainnya yang ikut menambang cuan dengan berlaku sebagai Youtuber.

Youtube dan media sosial lainnya memang paling mudah dimanfaatkan untuk ‘menipu’. Mampu menyebarluaskan pesan dengan sangat cepat dan luas, iming-iming memperoleh uang dengan gampang memang selalu menarik bagi masyarakat yang literasinya rendah namun watak sok tahunya tinggi.

Menonton satu dua video tutorial dan sederet testimoni dianggap sudah cukup jadi bekal yang menyakinkan untuk membuat keputusan. Gagap berada dalam lautan informasi, membuat ajakan atau bujukan untuk mengikuti jalan mendapat cuan dengan mudah selalu ampuh meraup pengikut.

Salah satu yang terkonyol adalah Vtube. Aplikasi yang diiklankan sebagai penghasil uang dengan mudah dengan cara nonton iklan, iklan di Youtube lagi.

Bayangnya betapa gagapnya kita. Bagaimana mungkin seseorang membayar untuk pasang iklan lalu akan membayar mereka yang menontonnya?. Iklan dipasang agar dilihat secara sukarela oleh orang, agar tertarik dan kemudian membeli atau memakai sesuatu yang dipromosikan itu.

Tapi begitulah kegagapan kita, selalu saja dengan gampang memilih yang salah, yang tidak logis dan tidak masuk akal, namun memberi harapan karena dipromosikan menghasilkan cuan. Padahal harapan selalu merupakan ilusi palsu, namun dipercaya karena menyenangkan.

Selain cuan yang membuat kita gagap sepanjang tahun adalah minyak. Pertama minyak goreng yang tiba-tiba saja menghilang dan mahal harganya, padahal negeri ini rajanya kelapa sawit.

Memang ada pepatah tikus mati di lumbung padi. Dan nyatanya terbukti, masyarakat mesti antri untuk mendapat minyak goreng, itupun belum tentu dapat.

Faktanya ujung pangkal dari masalahnya tak pernah ketemu. Kalau ada yang salah, kitapun gagap untuk menentukan siapa. Memang ada yang ditangkap namun nampaknya tak berhubungan langsung dengan kenyataan minyak goreng hilang di pasaran.

Minyak lain yang kemudian membuat kita megap-megap adalah minyak untuk bahan bakar kendaraan atau Bahan Bakar Minyak. Dari negeri ekportir kini kita menjadi negeri net importir. Kebutuhan BBM kita harus dipenuhi dari luar negeri.

Kita kaya dengan sumberdaya energi namun basis energi kita adalah minyak bumi, yang tak lagi kita punyai secara berlimpah.

Dan kita gagap melakukan diversifikasi energi. Menyia-nyiakan berbagai sumber daya yang kita punya sekaligus tetap rakus mengkonsumsi energi yang berbasis minyak.

Literasi soal energi bersih, energi terbarukan mungkin kita sudah cukup. Namun kita gagap untuk mewujudkannya karena banyak yang akan kehilangan cuan. Bukan hanya itu kita juga tak cukup punya kemauan dan kemampuan untuk menyediakan anggaran sendiri untuk menghasilkan energi bersih.

Di akhir tahun selain semua yang mengembirakan masih menyisakan kegagapan yang membuat kita tersenyum keheranan. Presiden dikabarkan meneken peraturan yang melarang penjualan rokok eceran.

Kabar itu tidak benar, Presiden memang menandatangani sebuah keputusan untuk membahas rancangan peraturan pemerintah di tahun depan. Salah satu yang diusulkan berhubungan dengan tembakau. Kementerian yang pusing memikirkan konsumsi tembakau rupanya berpikir salah satu biangnya adalah rokok eceran. Maka diusulkan larangan untuk menjual rokok eceran agar konsumsi tembakau menurun, agar mereka yang tidak merokok tak tergoda untuk mulai coba-coba merokok dengan membeli rokok eceran.

Menghadapi masalah atau hal-hal yang dipermasalahkan terkadang membuat kita seperti orang kehilangan akal. Cara yang diputuskan untuk mengatasinya seperti sudah tak ada cara lain.

Kita masih terus saja gagap menghadapi persoalan karena terlalu berlebihan memandang berbagai hal sebagai masalah, termasuk salah satunya adalah perayaan tahun baru.

Perayaan tahun baru oleh sebagian orang dianggap sebagai meniru-niru kebiasaan dan budaya masyarakat lain, kelompok agama atau iman yang lain dan seterusnya.

Sepertinya kita lupa bahwa kebiasaan memakan nasi, memakan mie, memakai baju, bersekolah dan lainnya itu juga hasil dari meniru, meniru kebiasaan orang lain, bangsa lain, budaya lain dan seterusnya.

note : sumber gambar – INET.DETIK.COM