Televisi masih langka dan yang punya juga hanya akan memutar pada mata acara tertentu karena catu dayanya berasal dari aki. Pun juga mainan elektronik belumlah lazim, kalaupun ada ya hanya di kota-kota besar.
Menghabiskan masa kecil dalam jaman seperti itu, salah satu cara untuk mengisi waktu adalah bermain, blusukan ke kebun atau pekarangan, mencari buah-buahan.
Menunggu buah masak tentu saja lama, jadi meski masih muda sesekali saya dan teman-teman akan ‘menyambit’, melempar buah yang tergantung di pohon dengan sepotong kayu yang cukup berat sehingga kalau menghantam ranting beberapa buahnya akan jatuh.
Mangga dan kedondong menjadi sasaran utamanya.
Tentu saja buah yang jatuh itu akan terasa asam karena masih muda. Namun kami punya cara agar buah yang asam mampus itu bisa tetap dikunyah tanpa membuat muka berkenyit.
Kuncinya ada di dapur yaitu garam.
Sama seperti masakan yang diberi garam kemudian akan mengeluarkan atau mempertajam rasa. Pun demikian dengan buah yang asam. Dengan diberi garam maka rasa buahnya akan dipertajam, keluar manisnya.
Dengan bekal garam yang dibungkus kertas bekas, mangga dan kedondong yang dibanting lalu dicocol ke dalam garam akan menjadi camilan buat kami yang sehari-hari tak dibekali dengan uang jajan.
Oh, iya memakan buah yang sebenarnya belum saatnya dimakan bisa membuat sakit perut. Namun jika diolesi garam, kadar asam yang terkandung dalam buah akan menurun sehingga tidak akan menimbulkan masalah asam lambung.
Sebenanrya tidak hanya buah muda yang perlu diurapi dengan garam. Nanas sekalipun masak, setelah dikupas juga perlu dibalur dengan garam. Selain akan terasa lebih manis juga untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan.
Untuk urusan makan memakan garam memang penting. Masakan bakal terasa hambar jika tidak ditaburi garam.
Pun sebelum memasak atau makan garam sebenarnya juga penting. Sayur dan buah-buahan pada saat ini banyak mengandung bamteri, pestisida dan bahan kimia. Bahan-bahan berbahaya yang menempel pada buah atau sayur itu perlu untuk dihilangkan, mencuci atau merendam dengan garam adalah cara termudah untuk membersihkan bahan berbahaya yang menempel pada buah-buahan atau sayuran.
BACA JUGA : Iced Coconut Coffee with Soda
Para pecinta minuman, minuman apa saja, kerap kali mencampur-campur berbagai bahan untuk menghasilkan minuman yang seru. Sebagian tentu saja berbahaya, terutama jika itu adalah minuman keras. Kebiasaan mengoplos atau mencampur minuman beralkohol dengan bahan lainnya agar lebih greeng bisa berakhir di rumah sakit atau kuburan.
Banyak orang suka minum kopi tapi tak sedikit diantaranya yang tak tahan pada pahitnya dan khawatir pada asamnya yang akan membuat lambung bermasalah.
Makanya banyak yang kemudian mencampur kopi dengan susu atau menambah gula. Hingga akhirnya ketemu resep yang kemudian meledak akhir-akhir ini yaitu kopi susu gula aren. Resep yang makin terasa segar karena ditambah dengan es batu.
Kembali ke cerita buah asam yang dicocol dengan garam sehingga terasa sedikit manis, rumus ini juga bisa diterapkan dalam urusan membuat kopi untuk menahklukkan rasa pahit dan asamnya.
Menambahkan garam ke dalam kopi memang belum lazim. Yang lazim terdengar adalah kopi asin karena tidak sengaja. Yang membuat kopi tidak terlalu konsentrasi sehingga tak bisa membedakan antara gula pasir dan garam. Jadilah kopi asin yang saat diminum akan membuat peminumnya menyemburkan bak dukun yang sedang mengusir roh atau penyakit.
James Hoffman, seorang pakar kopi dari Inggris mengatakan bahwa memberi sedikit garam dalam kopi akan membuat kopi memiliki cita rasa yang lebih nikmat. Sebab garam memiliki variasi rasa yang kaya mulai dari pahit, manis, asin hingga umami alias gurih.
Nah, kekayaan variasi rasa dari garam itu akan membuat indera pengecap atau lidah tidak akan begitu merasakan sensasi pahit dari kopi. Sehingga pahit, manis dan legitnya kopi akan terasa pas. Rasa yang pas itu akan membuat minum kopi menjadi menyenangkan.
Lalu seberapa banyak garam yang mesti dibubuhkan dalam segelas kopi?.
Tidak ada rumus yang pasti sebab setiap orang akan mempunyai tingkat toleransi sendiri-sendiri. Jadi silahkan kulik dan coba-coba sendiri untuk menemukan formula yang tepat dalam menikmati sedapnya kopi garam.
BACA JUGA : Menikmati Kopi Tanpa Ampas
Buat yang tak punya niat mencoba-coba dan usil mencampur sendiri tapi ingin menikmati kopi dengan sensasi asin atau salted, silahkan pencet aplikasi dan cari menu kopi yang berlabel salted.
Meski terasa agak aneh, kopi dengan sensasi garam saat ini ada dalam list menu dari beberapa kedai kopi kekinian.
Maxx Coffee misalnya mempunyai menu Iced Salted Caramel Latte. Namanya saja akan bikin penasaran apalagi rasanya. Menu ini campuran antara espresso, coklat dan karamel yang manis dengan sensasi asin.
Sementara di kedai Kopi Kenangan ada menu Salted Caramel Machiato. Komposisi menu ini terdiri dari espresso, susu dan karamel dengan sensasi asin.
Tapi buat yang suka mengulik kopi, punya semangat inovasi dan imajinasi yang membuncah maka tidak ada salahnya membuat sendiri. Sebab membeli kopi di kedai setiap hari lama-lama bakal bikin kempes kantong dan kering badan.
Resep yang paling sederhana tentu saja adalah seduh kopi dan kemudian taburi garam secukupnya. Pilihlah garam dapur bukan garam meja yang sudah diperkaya rasa gurihnya.
Kalau mau keren ala-ala menu kedai kopi kekinian maka bisa coba-coba membuat menu Iced Sea Salt Coffee.
Resepnya terdiri atas seduhan kopi, bisa kopi tubruk disaring, seduh manual atau kopi coldbrew. Siapkan juga whipped cream, garam, es batu dan simple syrup.
Campurkan garam dalam whipped cream, aduk-aduk sampai rata. Tuang simple syrup dalam seduhan kopi, lalu masukkan whipped cream dan tambahkan es batu. Aduk dan nikmatilah.
Mungkin ada yang merasa ribet kalau harus memakai whipped cream, oke, skip aja. Sisakan kopi, garam, es batu dan simple syrup. Masukkan garam dalam simple syrup yang akan dipakai untuk pemanis kopi. Tuang simple syrup dalam seduhan kopi, tambahkan es batu, aduk dan silahkan dinikmati.
Simple syrup bisa dibuat sendiri, sebab kata lainnya adalah juruh. Panaskan gula dengan sedikit tambahan air diatas kompor, gulanya bisa gula putih, gula kelapa atau gula aren.
Selamat mengulik kopi, apapun rasa dan sensasinya, kopi jika diminum dengan ikhlas akan terasa membahagiakan.








