Si kembar yang mempunyai channel youtube The Connel Twins beberapa waktu lalu viral bukan karena aksi atau reaksi di video mereka.Cristy dan Carly jadi perbincangan karena konten mereka yang sexy di platform digital OnlyFans.
Pada platform berbagai konten berbayar atau berlangganan ini para pemakainya bisa menjual atau membeli konten yang umumnya berbau pornografi.
Duo Cristy dan Carly mengunggah konten pada platform ini dan lewat unggahan di Instagram, Carlu mengatakan bahwa mereka berdua tengah mengadakan diskon untuk semua konten sexy mereka di OnlyFans senilai Rp. 70.000.
Apa sebenarnya situs atau platform OnlyFans itu?. Sebenarnya mirip situs patreon dan gumroad namun tidak mengenal pembatasan atau blokir terhadap kontennya. Beroperasi sebagai jejaring sosial mereka yang mempunyai akun bisa diikuti dan mengikuti orang lain. Bedanya, OnlyFans mengutip bayaran bagi pengguna yang ingin melihat konten orang yang diikutinya.
Platform yang dikembangkan pada tahun 2011 ini kemudian membuat para influencer digital membuat konten sesuai dengan permintaan para pengemarnya. Konten berupa foto atau video. Karena tidak mengenal blokir atau sensor maka OnlyFans yang eksis sejak tahun 2016 ini memungkinkan para kreator membuat konten yang berbau pornografi, ketelanjangan, aktifitas seksual secara gampang. Dan karena kemudian berkembang seperti itu maka OnlyFans kemudian dikenal sebagai platform yang menjual ketelanjangan.
Konon kurang lebih 12 juta orang telah menjadi pengguna OnlyFans dari seluruh dunia. Pengguna sendiri berasal dari latar belakang yang berbeda. Bukan hanya para pengemar pornografi melainkan juga pelaku industri kebugaran, musisi atau aktor independen, influencer fashion dan tentu saja industri lain yang terkait dengan seks, kesehatan seksual dan pornografi.
Model atau skema interaksinya adalah dengan berlangganan bulanan dimana setiap pengguna mesti membayar per bulan untuk bisa mengakses materi yang diterbitkan oleh kreator selama bulan itu. Namun juga ada format pay per view, dimana kreator akan mengirimkan konten secara langsung kepada pengguna dengan harga tertentu.
Berapa angka yang harus dibayar tentu bervariasi dan tergantung dari popularitas kreatornya. Dan dari semua pembayaran atau pendapatan per bulannya, OnlyFans akan memotong 20% dan sisanya untuk kreator. Dengan pembagian seperti itu maka OnlyFans kemudian menarik para kreator untuk memakainya karena keuntungan yang diperoleh dari OnlyFans bisa lebih besar ketimbang bekerja atau bergabung dalam agensi atau industri tertentu.
Dan pandemi Covid 19 telah meningkatkan popularitas OnlyFans. Setiap bulan terjadi lonjakan pengguna baru. Baik mereka yang mencari hiburan ataupun mereka yang ingin mendapat penghasilan dari OnlyFans.
Di saat pandemi ini keberadaan OnlyFans memang menggiurkan, baik untuk kreator maupun pengakses. Tapi apakah situs ini bisa diakses dari Indonesia?. Bisa saja namun harus menggunakan VPN karena pasti situs ini telah dibatasi atau diblokir oleh provider dengan slogan Internet Sehat.
kredit foto : lensapurbalingga.pikiran-rakyat.com








