KESAH.ID – Bukan Marc atau Pecco yang memenangkan balapan di Sirkuit Jerez Spanyol tetapi justru Alex Marquez yang mengambil keuntungan dari pertarungan antara Fabio, Pecco dan Marc di posisi terdepan. Crash yang dialami oleh Marc memberi keuntungan bagi Alex yang selama ini selalu gagal melewati kakaknya di lintasan balap. Tanpa Marc Marquez di depannya, Alex berhasil melepas kutukan runner up dalam seri balapan Moto GP 2025 ini. Alex berhasil meraih podium pertama di kelas utama Moto GP dan memimpin klasemen utama pembalap dengan margin sangat tipis, satu poin diatas sang kakak. Kemenangannya membuat kakak beradik Marquez ini mencatatkan sejarah sebagai pembalap bersaudara pertama yang memenangkan balapan di kelas utama Moto GP.
Memasuki seri ke 5, Moto GP akan melakoni balapan di Eropa. Sirkuit pertama yang akan membuka ajang balap di Eropa adalah Sirkuit Jerez Spanyol.
Ada angin segar untuk Pecco Bagnaia yang selama 3 tahun terakhir punya catatan bagus di sirkuit ini. Pecco menyebut sirkuit ini cocok untuk Ducati.
Pengamat Moto GP banyak menjagokan Pecco untuk memulai perlawanan pada kompatriotnya di Lenovo Ducati begitu memulai balapan di Eropa ini.
Masalahnya Marc Marquez yang dijagokan untuk memenangkan balapan di Thailand, Argentina dan Amerika Serikat ternyata berjaya juga di Qatar. Marc bisa menyapu kemenangan di sprint dan balapan utama di Losail, pencapaian yang tidak diduga. Karena podium pertama di sirkuit ini diraih oleh Marc lebih dari sepuluh tahun lalu.
Marc Marquez dipandang kembali ke mode terbaiknya, kondisi yang jarang terjadi setelah seorang pembalap mengalami cidera yang parah dan berkepanjangan.
Lihat saja Franco Morbideli yang butuh waktu bertahun-tahun untuk kembali menunjukkan tajinya. Atau Fabio D’giantonio yang belum berada dalam kondisi terbaik setelah operasi di akhir musim.
Bahkan kedigdayaan Marc Marquez semakin sempurna karena tidak muda lagi sehingga Marc lebih punya perhitungan. Kemampuan membaca situasi balapan, aksi pembalap lainnya juga makin meningkat. Marc Marquez kelihatan lebih cerdas dan dalam situasi tertentu mampu memainkan emosi pembalap dan penonton tanpa embel-embel drama.
Walau Ducati sejak seri pertama dominan dan selalu menguasai podium baik di sprint race atau balapan utama, balapan menjadi tidak membosankan. Selalu ada kejutan yang ditunjukkan oleh Marc Marquez dalam setiap balapannya.
Memasuki seri balapan di Eropa Marc Marquez menunjukkan optimisme, keyakinan bahwa tropi juara dunia Moto GP 2025 masih ada dalam genggamannya.
Pada sesi free latihan, terlihat Alex Marquez yang punya kekuatan. Sementara Marc dan Pecco seperti kesulitan dengan motornya.
Namun kejutan justru ditunjukkan oleh Fabio Quartararo, motornya melesat seperti peluru dan terus mencetak catatan waktu terbaik.
Hingga kemudian dalam sesi kualifikasi Fabio Quartararo mampu melengserkan tahta Marc Marquez yang sebelumnya selalu pole position. Marc Marquez untuk pertama kali dalam seri balapan Moto GP 2025 mengawali balapan dengan start di urutan kedua. Disusul oleh Francesco Bagnaia dan Alex Marquez.
Sudah lama Fabio Quartararo tidak merasakan balapan dengan start di posisi pertama. Hal ini akan memberi motivasi besar padanya untuk memenangkan balapan, apalagi motornya punya kecepatan. Sirkuit di Eropa umumnya sempit sehingga start dari posisi terdepan akan sangat menguntungkan. Situasi ini yang akan dimanfaatkan oleh Quartararo untuk membuktikan Yamaha kembali punya kekuatan untuk bersaing dengan pabrikan dari Eropa.
Dalam sesi wawancara sebelum balapan, Marc mengatakan tak akan memaksakan diri di sirkuit yang menuntutnya merubah gaya balapannya ini. Pada sesi latihan saat berusaha mencatatkan waktu terbaik, Marc Marquez hampir terjatuh walau mampu menyelamatkan diri. Marc masih punya kepiawaian melakukan penyelamatan ketika motor hampir tergelincir.
Dan sebagai pembalap yang terbiasa memacu motor diluar batas, kejadian itu menjadi tanda bahwa batasan motornya telah dicapai.
BACA JUGA : Perang Tarif
Sewaktu bendera start sprint race dikibarkan, Marc mampu melaju dengan kencang hingga terlihat akan memimpin balapan sejak tikungan pertama. Namun Fabio Quartararo tak mau kehilangan kesempatan. Mampu menusuk di tikungan dengan lebih baik, Fabio Quartararo mampu mempertahankan posisi terdepan dengan dikuntit oleh Marc Marquez.
Alex Marquez juga mampu melakukan start dengan sangat baik sehingga naik satu posisi karena melewati Pecco Bagnaia.
Nampaknya Fabio Quartararo akan terus memimpin balapan. Namun sepertinya Marc Marquez akan segera melakukan serangan karena putaran dalam sesi sprint race hanya separo dari balapan utama. Membiarkan Fabio Quartararo membuat jarak bakal sulit untuk dikejar.
Dan sebelum memasuki lap kedua, Marc Marquez segera menusuk Fabio saat memasuki tikungan ke kanan dengan memanfaatkan slip stream. Berdampingan dan melakukan pengereman yang sangat dalam, motor Fabio Quartararo terlihat oleng depan dan belakang. Namun Fabio Quartararo gagal mempertahankan traksi ban depan saat menikung tajam agar tak melebar.
Fabio Quartararo tergelincir dan rebah terseret motornya diatas lintasan. Mimpi dan harapan Yamaha untuk memenangkan sprint race di Jerez sirna. Fabio Quartararo gagal melanjutkan balapan.
Jatuhnya Fabio Quartararo membuat balapan sprint race dikuasai Ducati. Semua pembalap Ducati berada di depan, mulai dari posisi 1 hingga 6.
Terlihat yang bersaing hanya Fermin Aldequer dan Franco Morbideli yang berebut posisi keempat.
Sementara 3 pembalap di depan yakni Marc, Alex dan Pecco saling mempertahankan posisinya dari kejaran pembalap di belakangnya.
Dan seperti biasa, strategi Marc Marquez dalam sprint race adalah langsung ngacir sejak awal begitu bisa memimpin. Lap demi lap Marc membuat gap, agar nyaman karena meninggalkan pembalap di belakangnya lebih dari satu detik.
Alex Marquez sebenarnya punya kecepatan, karena bisa membuat jarak cukup lebar dengan Pecco Bagnaia yang berada di posisi ketiga. Namun nampaknya kecepatannya tak cukup untuk mengejar Marc yang melaju di depan. Pada akhir balapan Alex memang mampu memangkas jarak, namun tetap tak berhasil mencegah Marc Marquez meraih podium pertama dalam 5 sprint race berturut-turut.
Alex Marquez memang berhasil memecahkan rekor kecepatan di Sirkuit Jerez, hanya saja julukan sebagai spesialis juara dua belum berhasil dipecahkannya. Alex belum berhasil menduduki podium pertama, selalu gagal mengalahkan kakaknya.
Gara-gara hal ini sampai ada yang menuduh kalau Marc Maquez terus dibantu oleh Alex agar selalu menjadi yang terdepan.
Dengan memenangkan lima kali sprint race berturut-turut, Marc Marquez menyamai capaian dari Si Raja Sprint Race yang belum kembali balapan karena cidera, Jorge Martin. Marc sejauh ini menjadi pembalap yang paling konsisten menang baik di sesi sprint race dan balapan utama. Hanya jatuh yang membuat Marc gagal meraih podium pertama seperti yang terjadi di sirkuit COTA, saat Marc terpeleset dan jatuh setelah memimpin di depan.
Come back yang cemerlang bersama Ducati ketika Marc meninggalkan Honda untuk bergabung dengan Gresini Racing hingga mengantarkannya menjadi pembalap pabrikan Lenovo Ducati membuat Marc Marquez kembali menjadi raja sirkuit. Marc bukan mengalahkan pembalap lainnya melainkan mengejar rekor ayng ditorehkan oleh para legenda seperti Pedrosa, Jorge Lorenzo, Valentino Rossi dan Giancomo Agustini.
BACA JUGA : Paus Francis
Dream come true.
Alex Marquez akhirnya merengkuh podium Moto GP pertamanya di balapan utama setelah dijuluki sebagai spesialis runner up.
Pada balapan utama di Sirkuit Jerez, Marc Marquez sepertinya kesulitan untuk mengaktifkan hole shoot devicenya. Saat start roda depan Marc mengalami wheeli sehingga merosot. Marc berusaha mencari kembali posisi dengan mengejar Francesco Bagnaia yang mampu melewatinya. Berkali-kali terjadi saling salip bahkan Marc dan Bagnaia sempat mengalami kontak walau tak sampai melempar keduanya keluar lintasan.
Alex Marquez memanfaatkan kesempatan dengan berusaha menyodok di tikungan namun kemudian justru melebar. Fabio seperti nyaman di depan, karena Pecco, Marc dan Alex sedang berebut posisi kedepan. Naas kemudian menimpa Marc Marquez yang motornya terlalu miring sehingga terpeleset dan tercukur permukaan lintasan.
Seperti biasa Marc Marquez segera bangkit walau kemudian berada di posisi paling belakang.
Dan Alex Marquez yang mempunyai kecepatan kemudian berhasil melewati Francesco Bagnaia dan kemudian mengejar Fabio Quartaro yang sedang memimpin di depan. Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya di ujung jalur lurus, Alex Marquez berhasil meng-over take Fabio Quartararo.
Perlahan Alex menciptakan jarak untuk mengamankan podium pertamanya.
Pecco berusaha mengejar, namun Fabio tetap konstan di depannya. Sempat mendekati Fabio namun upaya Pecco untuk mengejar posisi kedua tak terwujud walau Fabio sempat melebar di sebuah tikungan.
Marc Marquez dengan motor yang robek bodi sebelah kirinya perlahan-lahan melampaui pembalap di depannya agar tetap bisa meraih poin. Diuntungkan dengan beberapa pembalap yang terjatuh, Marc Marquez akhirnya bisa finish di posisi 12.
Sorak-sorai mengema setiap kali Alex Marquez melewati jalur lurus, podium utama Sirkuit Jerez. Jaraknya dengan Fabio Qiartararo semakin meyakinkan, tim dan penonton yakin Alex akan memenangkan podium pertamanya dalam seri balapan pembuka di Eropa kali ini.
Dan benar, akhirnya Alex Marquez yang start dari posisi keempat berhasil memenangkan balapan. Kemenangan pertama di kelas utama Moto GP setelah menderita di tim Honda dan kemudian berkembang di Gresini.
Pada seri Moto GP 2025 yang diperlukan oleh Alex hanya mampu melewati Marc Marquez agar memenangkan balapan. Gagal melakukan di Thailand, Argentina, Amerika Serikat dan Qatar akhirnya Alex berhasil berada di depan Marc pada balapan di Jerez karena kakaknya terjatuh.
Kredit tinggi juga mesti diberikan kepada Fabio Quartaro yang lepas dari tekanan Marc Marquez sehingga mampu kembali meraih podium setelah 560 hari tak mencicipinya lagi.
Kemenangan Alex Marquez membuat kakak beradik Marquez ini menjadi pembalap bersaudara pertama yang mampu memenangi podium pertama di balapan utama Moto GP.
Marc Marquez gagal memenangkan balapan di Jerez namun yang berdiri di podium pertama adalah Alex Marquez. Dengan demikian sejauh ini Moto GP 2025 masih dikuasai oleh Marquez yang keduanya menunggangi motor Ducati.
Alex kembali memimpin klasemen sementara kejuaraan Moto GP dengan selisih tipis hanya satu poin diatas Marc Marquez.
note : sumber gambar – GARUDA








