KESAH.ID – Melihat hasil test pra musim, banyak pengamat menjagokan Marquez bersaudara akan merajai balapan pembuka seri Moto GP 2025 di Chang International Circuit Buriram Thailand. Marc dan Alex memborong podium bersama sprint race dan balapan utama. Keduanya berturut finish pertama dan kedua, dalam dua balapan. Pecco sepertinya masih kesulitan menyaingi kecepatan dua kakak beradik itu. Diluar penampilan cemerlang kakak beradik Marquez, Sirkuit Chang juga melihat penampilan istimewa Ai Oigura, rookie dari Jepang yang tampil mengesankan. Di balapan sprint dan utama, Oigura berhasil menjadi bagian dari pembalap di barisan depan.
Kakak beradik Marc dan Alex Marquez menorehkan catatan manis dalam seri pembuka Moto GP 2025. Di balapan sprint pertama yang berlangsung di Sirkuit International Chang, Buriram Thailand keduanya berdiri bersama di podium.
Ini menjadi rekor tersendiri, kakak adik berada di podium sebagai pemenang balapan.
Tanda-tanda duo Marquez ini bakal perkasa sudah terlihat sejak test pra musim. Alex Marquez selalu menjadi yang terkuat baik di Sepang maupun di Buriram.
Sebuah capaian yang wajar karena tahun ini merupakan tahun ketiga Alex Marquez di tim satelit Ducati. Desmosedici bukan lagi motor asing untuknya.
Sementara dugaan banyak orang juga tak meleset. Mengendarai motor pabrikan ditenggarai akan membuat Marc Marquez kembali menggila. Dan benar adanya, begitu mengendarai motor terbaru Marc juga langsung nyetel.
Marc dikenal bukan sebagai pembalap yang piawai mengembangkan motor. Namun Marc tahu memperlakukan dan menahklukkan motor. Jika dirinya sudah merasa nyaman dengan motornya, sulit bagi pembalap lain untuk mencapai hasil yang sama dengannya, walau memakai motor yang sama.
Ducati tahun ini kehilangan dua motor di lintasan. Juga kehilangan banyak pembalap mudanya yang potensial. Motor kebanggaan Italia ini kini dikendarai oleh 3 orang Italia dan 3 orang Spanyol.
Tim utama dihuni oleh pembalap dari Italia dan Spanyol, Pecco dan Marc. Tim satelit utama dihuni oleh dua pembalap Italia, D’giantonnio dan Morbidelli. Tim satelit lainnya dihuni oleh dua pembalap Spanyol, Alex dan Fermin Aldequer.
Tahun sebelumnya Marc dan Alex berada dalam satu tim, kini berada di tim yang berbeda mungkin saja membuat Alex menjadi lebih percaya diri, tidak dibayang-bayangi oleh kakaknya.
Penampilan Ducati tahun ini juga berbeda dengan tahun sebelumnya. Motor yang dipakai oleh semua pembalap bisa dikatakan sama, pembalap pabrikan hanya mendapatkan sedikit update periferial yang lebih baru.
Maka bukan tidak mungkin, Moto GP 2025 akan semakin kental dengan nuansa Ducati Cup, karena keenam pembalapnya diberi senjata yang mirip.
Dengan motor yang mirip, keenam penunggang Ducati ini tak akan lagi disebut berbeda sebagai pembalap pabrikan, tim satelit utama atau tim satelit saja. Mereka kini pantas disebut saja sebagai pembalap Ducati.
Terbukti dominasi pembalap Ducati sudah terlihat sejak dini. Kualifikasi dikuasai oleh pembalap Ducati, posisi 1, 2, 3 ada di tangan pembalap Ducati. Dan ketika Sprint Race berlangsung, tidak ada satupun pembalap lain yang bisa melewati mereka.
Dan podium akhirnya dikuasai oleh pembalap Ducati.
Jika hal ini terus berlangsung, balapan Moto GP mungkin tak seru lagi. Sama dengan pemilu yang belum hari pencoblosan sudah diketahui hasilnya.
Keseruan sebenarnya masih mungkin, jika persaingan antara Marc, Alex dan Pecco memanas. Masalahnya dari ketiga orang ini, hanya Marc yang punya kelakuan agak usil. Dua yang lainnya dikenal sebagai orang yang kalem dan tak suka main drama di luar lintasan.
BACA JUGA : Kopi Samarinda
Sirkuit balap kebanggaan Thailand suasana meriah karena dipilih menjadi tuan rumah pembuka seri balapan Moto GP 2025. Thailand memang pantas bangga dan penontonnya antusias karena selain menjadi tuan rumah, Sirkuit Chang juga akan menjadi debut pertama pembalap Thailand Somkiat Chantra sebagai pembalap kelas utama Mogo GP.
Pihak penyelenggara benar memilih Thailand karena selain pembalap tuan rumah, Marc Marquez menjadi pembalap populer di Asia. Jadi magnet Moto GP di Asia memang kuat.
Tampilan di layar siaran langsung, menunjukkan Marc Marquez bak seorang selebriti. Kemana-mana ada saja yang menguntit dengan membawa spidol untuk meminta tandatangannya.
Hasil balapan sprint race di Sirkuit Chang Buriram sudah banyak diramalkan oleh para pengamat Moto GP. Tak ada yang ragu menyebut Marc Marquez akan menguasai sirkuit itu.
Tapi tetap saja mengejutkan karena dominasinya begitu kuat.
Marc langsung melesat sejak start dan terasa nyaman mengendarai motornya meninggalkan pembalap di belakangnya. Tak terlihat ada tanda-tanda ngoyo atau memaksa motornya untuk melampaui batas.
Di barisan depan hampir terlihat tak ada persaingan. Start Marc sangat mulus langsung melaju. Hanya Pecco yang kemudian berhasil mengambil posisi Alex sejenak, namun kemudian diambil lagi oleh Alex saat track lurus. Setelah itu Marc, Alex dan Pecco seperti berbaris.
Di barisan depan hanya Ai Oigura yang kelihatannya memberi perlawanan, beberapa kali rookie dari Jepang ini berhasil mendekati Pecco Bagnaia. Ada asa dalam dirinya untuk merebut posisi ketiga.
Keseruan hanya terjadi di barisan tengah. Masing-masing pembalap berusaha memacu motornya agar mendapat hasil terbaik, sekurangnya menjadi yang terdepan di belakang Marc, Alex dan Pecco. Satu-satunya harapan bagi pembalap di tengah agar bisa podium adalah doa agar Marc, Alex dan Bagnaia jatuh terkabul.
Marc punya kans besar untuk kembali menguasai Moto GP. Namun terlihat penampilannya jauh lebih santai. Sepertinya Marc Marquez ketika unggul tak lagi berusaha membuat margin jarak yang lebar dengan pembalap di belakangnya. Yang paling penting adalah menjaga peluang untuk menang, bukan menang dengan jarak yang lebar. Unggul 1 detik di depan, sama saja dengan unggul 5 satau 10 detik.
Yang penting untuk Marc adalah tetap memimpin dan tak melakukan kesalahan karena terlalu mendorong motor di luar batas. Podium jauh lebih penting daripada di depan lalu terjatuh dan hilang kesempatan untuk menang.
Marc sepertinya belajar dari tahun lalu bahwa mendulang poin dalam setiap balapan adalah cara terbaik untuk menjadi pemenang dari pada kerap mengejar podium pertama lalu beberapa kali kehilangan poin karena crash.
Bagnaia rekannya menjadi contoh terbaik tahun lalu. Pecco berhasil memenangkan balapan lebih banyak dari Jorge Martin, namun Martinator yang kemudian menjadi juara dunia karena Pecco lebih banyak tidak mencetak poin karena jatuh dan tak melanjutkan balapan.
Menang dengan santai mungkin akan menjadi branding baru Marc Marquez, walau mungkin bisa mengurangi keseruan balapan. Padahal kebanyakan orang ingin melihat manuver-manuver Marc di lintasan. Hanya saja dari balapan sprint race nampaknya manuver yang diharapkan tidak terjadi, Marc Marquez begitu mulus mengendarai motornya.
BACA JUGA : Dikutuk Air
Balapan hari Minggu atau balapan utama menajdi pengulangan sprint race. Kedudukan tak berubah, podium persis sama hanya situasi balapan yang berbeda.
Marc, Alex dan Pecco start dengan baik, namun kemudian terjadi sentuhan antara Alex dan Pecco hingga Alex melebar. Kesempatan digunakan oleh Ai Oigura untuk masuk ke zona podium. Namun tak lama kemudian Alex berhasil merebut kembali posisi semula. Dan Marc serta Alex mulai membuat jarak dengan pembalap di belakangnya.
Marc nyaman memimpin di depan.
Namun pada putaran ketujuh, tiba-tiba melambat. Dia terlihat memeriksa motornya. Dan kesempatan itu digunakan oleh Alex Marquez untuk menyalipnya, Pecco juga berhasil mendekat.
Tiga pembalap terdepan bersaing untuk menjadi yang pertama. Morbideli menjadi pembalap keempat yang juga berusaha merangsek ke depan.
Setelah sepuluh putaran lebih menguntit Alex Marquez, Marc berhasil melewati Alex dan kembali memimpin balapan. Marc segera membuat jarak, sedangkan jarak antara Pecco dan Alex makin mendekat.
Namun dengan 3 lap tersisa, sepertinya tak cukup bagi Pecco untuk mengejar Alex.
Marc Marquez akhirnya menyelesaikan balapan di Chang International Sirkuit Buriram sebagai pemenang, disusul oleh Alex dan Pecco Bagnaia lalu Franco Morbideli.
4 penunggang Ducati berhasil memimpin di depan, menegaskan dominasi Ducati di Moto GP terus berlanjut.
Marc marquez menyatakan kemarin dia merasa bahagia, namun hari ini lebih bahagia lagi karena kembali bisa meraih podium bersama saudaranya.
Sorak sorai mewarnai Tim Ducati baik tim pabrikan maupun satelitnya. Semua tim Ducati yang berlaga mencatatkan hasil yang baik.
Dan yang menarik, pembalap dan tim terlihat akrab. Sepertinya suasana persaudaraan yang dulu selalu diungkap oleh Marc Marquez ketika masih berada di Gresini Racing, menular ke tim lainnya.
Suasana cair ini sedikit menghapus kekhawatiran bahwa persaingan antara Pecco dan Marquez akan membuat garasi Ducati menjadi panas.
Kemenangan Marc Marquez pada seri pembuka menjadi catatan manis karena Marc tidak pernah menang di seri pembuka sejak tahun 2014. Dan Marquez kembali menjadi pemimpin klasemen setelah 6 tahun lamanya tak pernah mencatatkan diri sebagai pembalap paling atas papan klasemen.
Sedangkan rekor yang tercipta adalah menyamai Pedrosa dengan raihan 112 podium di balapan kelas utama Moto GP.
note : sumber gambar – DETIK








