KESAH.IDDengan panggilan Bro dan Sis, PSI ingin menunjukkan kesetaraan dalam partainya. Mirip dengan panggilan yang populer di masa Bung Karno yang suka memanggil orang lainnya Bung. Hanya saja panggilan ini keburu dianggap bercorak sosialis. Dan sosialis tak populer di Indonesia, dianggap miring. Mungkin itu yang jadi alasan PSI merubah logonya, karena logo PSI mirip dengan logo gerakan sosialis internasional, tangan memegang mawar. Bedanya gerakan sosialis internasional mawarnya berdaun, sementara PSI mungkin berduri.

Gajah apa yang paling terkenal di Indonesia?.

Mungkin Gajah Mada, sosok yang mengucapkan Sumpah Palapa di masa Majapahit. Nusantara kerap dikaitkannya.

Nama Sang Patih ini kemudian diabadikan lewat penamaan berbagai macam hal dan juga terkenal, seperti Universitas Gajah Mada, Bakmi Gajah Mada, Jalan Gajah Mada dan seterusnya.

Gajah kemudian sering diidentikkan dengan kebesaran, keagungan, mengayomi karena kuat tapi tapi menindas.

Gajah hanya ada di Asia dan Afrika. Di Indonesia, Gajah Asia hidup di Sumatera dan Kalimantan.

Tapi Gajah terkenal di Jawa, seperti sangat dekat dengan keseharian.

Mungkin karena banyak rumah yang beratap seng, memakai seng Cap Gajah.

Atau karena kaum lelakinya terbiasa memakai sarung Cap Gajah Duduk.

Lahir di Jawa Tengah bagian selatan, berteman dengan anak pemilik Toko Emas Gajah, ingatan saya tentang gajah cukup terang. Beberapa kali saya menyaksikan atraksi gajah yang dipertunjukkan oleh rombongan Sirkus Oriental.

Saya bukan hanya meyaksikan gajah yang beraksi di bawah tenda pertunjukkan, tapi juga di kandang berupa kerangkeng yang diberi roda.

Setiap kali piknik ke Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta, saya juga selalu antusias menuju kandang gajah.

Beberapa waktu lalu gajah memberi kejutan. Menjelang Munas PSI 2025, di Solo bertebaran poster bergambar gajah dengan tulisan PSI.

Selain memilih kembali Kaesang Pangarep, Munas PSI yang dihadiri Joko Widodo itu ternyata juga melakukan rebranding partai dengan mengganti logo.

Logo PSI berubah dari tangan menggengam mawar, menjadi gajah berwarna merah hitam, kepala dan badan seperti terpisah, beda warna.

Logo baru PSI menambah jumlah logo partai yang memakai binatang.

Sebelumnya logo partai yang memakai binatang adalah partai-partai yang berhubungan dengan Sukarno. Partai Sukarnois, meneruskan tradisi memakai logo berupa banteng, ada yang kepalanya saja, ada yang dengan badan-badannya.

Banteng bukan kerbau. Karena banteng dianggap lebih gagah dan berani, bertenaga besar dan berani melawan, terlebih kalau terluka. Maka ada istilah “Banteng Ketaton” atau banteng yang terluka.

Nyatanya PDIP, atau Partai Kepala Banteng kemudian memang jadi besar ketika terluka, dilukai oleh orde baru. Banteng terluka karena dikuyo-kuyo, Megawati terus diganggu, bahkan ketika setelah reformasi dan menjadi pemenang pemilu, PDIP masih dilukai. Megawati hanya menjadi wakil presiden, mendampingi Abdulrahman Wahid, Gus Dur.

Selain banteng, binatang lain yang dijadikan maskot partai adalah burung, entah burung garuda atau elang. Partai bermaskot burung antara lain Gerindra, PKN, Garuda dan Perindo.

Partai berlambang burung yang mampu terbang tinggi hanya Gerindra, sementara yang lain kepak sayapnya lemah.

BACA JUGA : Urus Karangmumus

Rebranding PSI dengan maskot gajah, menambah keragaman binatang yang menjadi lambang partai di Indonesia.

Sebenarnya bukan PSI yang pertama memakai lambang gajah di Indonesia. Sebelumnya ada partai yang dideklarasikan dan memakai maskot gajah, Partai Pandai, Partai Negeri Daulat Indonesia. Partai yang didirikan oleh Farhat Abbas ini memakai logo kepala gajah, dengan belalai melengkung keatas dan bermata bintang.

Farhat Abbas dikenal sebagai pengacara, pengacara kontroversial yang suka kawin cerai dan suka berperkara yang enggak-enggak. Mungkin Farhat lebih cocok disebut sebagai tukang cari perkara.

Tapi partai yang didirikan olehnya ini tak lolos menjadi peserta pemilu. Namanya Pandai, tapi tak cukup menarik orang yang ingin menjadi pandai. Masalahnya, sang pendiri lebih kerap muncul di publik sebagai pandai bersilat lidah.

Dan kini setelah rebranding, PSI menjadi satu-satunya partai yang eksis bermaskot gajah di Indonesia.

Kok eksis?. Bukannya PSI tak berhasil tembus ke senayan?.

Secara elektoral PSI memang tidak eksis, walau dipimpin oleh Kaesang Pangarep putra bungsu Presiden Jokowi, PSI tidak mendapat bagian dari pengaruh besar Jokowi di pemilu 2025. PSI tidak berhasil melampaui ambang batas perolehan suara untuk DPR RI.

Tapi dalam kabinet Prabowo Gibran, PSI menempatkan banyak kadernya menjadi menteri dan wakil menteri.

Prabowo sendiri heran, kok PSI yang adalah partai gurem itu ada banyak kadernya di pemerintahan.

Heran juga, kok Prabowo heran.

Hanya saja di tingkat dunia sebenarnya ada banyak partai yang eksis dengan memakai maskot gajah.

Dalam politik Amerika Serikat, gajah telah lama menjadi simbol, mirip banteng di Indonesia. Partai Republik atau sering disebut Grand Old Party {GOP} memilih gajah sebagai maskotnya.

Partai yang didirikan oleh 50 orang yang prihatin pada perbudakan ini, meneruskan kebiasaan menyebut ‘melihat gajah’ yang populer pada masa perang saudara. Melihat gajah dimaknai sebagai pengalaman bertempur di medan perang.

Partai ini melahirkan sosok politikus yang tersohor yakni Abraham Lincoln.

Di India, negeri yang dikenal dengan gajah, juga mempunyai partai yang memakai gajah sebagai maskotnya. Namanya Partai Bahujan Samaj India yang didirikan oleh Mansyawar Kanshi Ram. Dalam bahasa sansekerta, bahujan artinya banyak orang atau mayoritas.

Partai progresif ini menggunakan bendera berwarna biru dengan lambang gajah untuk melambangkan perdamaian, kesetaraan dan keadilan.

Partai lain yang memakai lambang gajah adalah Partai Persatuan Nasional Sri Lanka yang dipimpin oleh Ranil Wickremesinghe, mantan presiden. Partai ini dikenal sebagai partai kanan tengah yang memilih orientasi ekonomi pasar neoliberal.

Partai Persatuan Nasional Srilanka ini menggunakan gambar gajah yang sedang berdiri dengan warna dominan hijau sebagai logo partai. Gajah melambangkan kekuatan dan besarnya masyarakat yang diwakili oleh partai ini.

Di Afrika tepatnya di Kenya ada Partai Pemberdayaan Rakyat (PEP). Partai ini merupakan kombinasi dari berbagai latar belakang ideologi kapitalis dan sosialis untuk keuntungan maksimal bagi rakyat Kenya. PEP adalah partai politik terdaftar dengan sertifikat yang dikeluarkan pada 8 Mei 2017. Partai berlambang gajah ini terinspirasi oleh berbagai partai di dunia, yang menekankan distribusi sumber daya nasional yang adil dan tata kelola pemerintahan yang partisipatif.

BACA JUGA : Messi Kiri

Entah kenapa PSI berganti logo dari mawar menjadi gajah. Mungkin orang-orang PSI mulai sakit telinga sebab mawar memang tak lazim menjadi logo partai. Mawar lebih sering dipakai jadi logo parfum atau kosmetik.

Terkenal tapi dua kali pemilu gagal mengirim anggotanya ke Senayan, mungkin ini yang membuat mereka berpikir kalau PSI ketiban sial, perlu diruwat.

Entahlah apakah gajah bakal lebih menarik dari mawar?.

Dalam dunia pemasaran, rebranding selalu merupakan pisau bermata dua. Punya kemungkinan berhasil tapi juga tak sedikit yang gagal.

Rebranding berarti pembuatan nama, istilah, simbol atau desain baru dengan tujuan mengembangkan posisi baru yang berbeda di benak konstituen dan juga saingannya.

Perubahan sendiri bisa menghilangkan nilai-nilai lama, hal baik yang mungkin sudah tertanam di benak konstituen tradisional. Rebranding bisa menghilangkan usaha-usaha lama, apa yang sudah ditanamkan di benak masyarakat selama ini.

Dalam pidato entah sebagai apa, Joko Widodo menyebutkan PSI kini menjadi partai terbuka, Super Tbk, artinya tidak dimiliki oleh orang tertentu.

Padahal selama ini PSI juga tidak dikenal sebagai partai milik orang tertentu, pendirinya tidak terlalu dikenal. Justru PSI lebih dikenal karena membela atau merujukkan partainya pada tokoh tertentu. Dulu condong ke Ahok, dan kemudian mengabdi habis-habisan ke Jokowi.

PSI sekurangnya menjelang pemilu 2024 mulai merapat habis ke keluarga Jokowi. Mulanya mendorong-ndorong Kaesang agar mau maju menjadi Walikota Depok, lalu mereka pula yang menghembuskan Gibran menjadi Calon Wapres.

Dan akhirnya Kaesang diberi kursi ketua.

PSI tak malu-malu menyebut diri sebagai ‘Partai Jokowi’.

Ketika Jokowi menyelesaikan mandatnya sebagai Presiden, PSI menawarkan partainya pada Jokowi.  Tapi Jokowi tak berniat memimpin partai, toh tanpa menjadi pemimpin ada saja partai yang suka rela mengabdi padanya.

Tapi tetap PSI masih bernafsu untuk memboyong Jokowi. Musyawarah nasional untuk memilih ketua baru dilaksanakan di Solo. Dan kemudian Kaesang yang kembali menang.

Dan kemudian diperkenalkan logo baru PSI, logo gajah yang tidak gemuk, mungkin melambangkan gajah yang lincah.

PSI mungkin memang telah menunjukkan diri sebagai  gajah kecil yang lincah. Gajah yang asyik bermain sendiri, sehingga tak menggunakan telinganya yang lebar untuk mendengarkan suara-suara yang mungkin penting untuknya.

PSI selama ini lebih mendengarkan suara penguasa, atau orang-orang yang dianggap akan berkuasa di masa depan.

note : sumber gambar – DETIK