Tak banyak yang menyadari dibalik berkembang pesatnya smartphone, aplikasi dan layanan internet ada sumbangsih besar dari Linux.

Bagaimana sistem operasi Linux ditemukan, dikembangkan dan kemudian memberi sumbangan pada kehidupan umat manusia tak lepas dari sikap Linus Pauling.

Pria yang lahir di tahun 1902 bisa disebut sebagai manusia langka. Jalan pikirannya yang ‘aneh’ dimulai dengan membongkar temuan DNA yang dikerjakan secara tertutup di balik laboratorium universitas terkemuka di Inggris.

Francis Crick dan James Watson adalah dua peneliti di Universitas Cambridge yang menemukan DNA. Namun informasi tentang temuan mereka ditutup rapat.

Linus yang tidak senang pada ketertutupan informasi ini kemudian mulai mengumpulkan informasi tentang kerja Crick dan Watson lalu  mengumumkan bahwa DNA, sebagai pondasi kehidupan mahkluk hidup telah ditemukan.

Linus berprinsip bahwa pengetahuan adalah milik umat manusia sehingga harus dibuka.

Pengetahuan bagi Linus merupakan  sebuah upaya open source. Karena science bertumpu pada verifikasi. Maka tanpa keterbukaan verifikasi tak bisa dilakukan.

Bagaimana ilmuwan lain bisa terlibat untuk melakukan verifikasi jika sebuah temuan tak segera diumumkan?.

Kelak Linus Pauling, ilmuwan kelahiran Portland, Oregon, Amerika Serikat ini menjadi penerima hadiah Nobel dua kali dalam bidang yang  berbeda. Linus adalah penerima anugerah Nobel dalam bidang kimia dan Nobel perdamaian.

***

Kagum atas kerja-kerja yang dilakukan oleh Linus Pauling. pasangan Anna dan Nila Torvalds mengabadikan nama Linus sebagai nama putranya yang lahir tahun 1969 di Finlandia.

Linus Torvalds demikian nama sang putra pasangan jurnalis dan politikus Finlandia itu.

Kelak sikap Linus Torvalds dalam soal pengetahuan dan teknologi tidak berbeda dengan Linus Pauling.

Linus Torvalds menjadi salah satu sosok yang gigih menggaungkan bahwa teknologi bukan semata-mata tentang uang. Menurutnya teknologi adalah alat yang dapat digunakan untuk mensejahterakan manusia. Teknologi sedapat mungkin harus gratis.

Sikap yang tentu saja berbeda dengan para perusahaan  pengembang teknologi, penghasil operating sistem, sofware dan aplikasi yang menjadi kaya raya karena menjual lisensi temuannya. Salah satu yang terkaya adalah Microsoft.yang didirikan oleh Bill Gates.

Linus Torvalds kemudian menjadi salah satu musuh terbesar Bill Gates karena menolak penggunaan komputer yang user friendly namun tak bisa dikembangkan oleh penggunanya.

Melawan operating system Windows yang dijual sebagai sofware siap pakai, Linus Torvalds kemudian menciptakan operating system Linux, sebagai OS yang bersifat open source, dibagikan gratis dan terbuka untuk dikembangkan oleh para developer sofware

Linus Torvalds dengan sikapnya itu kemudian bertemu dengan orang yang tidak jauh berbeda dengan dirinya.

Adalah Richard Stallman, pioner gerakan bernama Free Sofware Foundation atau GNU Project.

Project ini melawan konsep perangkat lunak berbayar yang source code-nya dirahasiakan. Bagi Stallman yang adalah peneliti di MIT Artificial Intellegence Lab, sikap ini dipandang sebagai antisosial dan tidak beretika.

Stallman kemudian keluar dari MIT dan mulai mengembangkan sofware yang dibagikan secara gratis dan bisa diotak-atik oleh para pemakainya.

Dan pada forum yang dikembangkan oleh Stallman, pada tahun 1991, Linus Torvalds merilis Linux. Sistem operasi ini disebarluaskan secara bebas.

Linux kemudian menjadi senjata pamungkas untuk mewujudkan cita-cita Stallman dalam memasyarakatkan komputer.

Dari dasar Linux kemudian berkembang berbagai macam sofware yang mampu menopang kerja server di dunia Maya sepeeti Debian, Red Hat, Ubuntu, CentOs dan lain-lain

Dan kelak di tangan Andy Rubin, Linux kemudian menjadi mesin penciptaan OS Android yang memungkinkan semua orang menikmati teknologi komputasi dan internet dengan harga yang ramah kantong lewat smartphone serta perangkat lain.

***

Dua nama ternama dalam dunia operating sistem yakni Steve Jobs dan Bill Gates menjadi penentang gerakan ini.

Jobs menyebut pemrakarsa gerakan ini sebagai ‘idiot’ karena melewatkan kesempatan besar untuk menghasilkan keuntungan lewat temuannya.

Dan Jobs membuktikan potensi itu lewat Apple yang kemudian berkembang menjadi salah satu perusahaan teknologi paling bernilai di dunia.

Sedangkan Bill Gates menyebut gerakan ini tidak masuk akal karena bagaimana mungkin pengembang profesional bekerja dan kemudian membagikan gratis temuannya. Darimana mereka memperoleh uang untuk membiayai kerja dan hidup mereka?.

Bagi Gates, teknologi tidak akan tumbuh jika pengembangnya membagikan secara gratis temuannya

Pemikiran gratis artinya tak berpenghasilan dari Bill Gates itu kemudian dijawab oleh Stallman. Bagi Stallman gratis tidak berarti sama dengan tanpa penghasilan.

Buat Stallman, gratis lebih bermakna bebas. Sofware gratis adalah yang dibebaskan, disebarkan untuk dikembangkan oleh pemakainya.

Namun penemu atau pengembang tetap dapat beroleh penghasilan dengan cara yang lebih kreatif dan inovatif. Bukan dengan cara mengutip bayaran dari pemakai melainkan cara lain seperti layanan bantuan teknis, pengembangan yang khusus dan lain sebagainya.

Sebagian dari kita pasti akan berpikir sama dengan Steve Jobs dan Bill Gates. Dan menganggap Linus Torvalds, Richards Stallman dan teman-temannya tak masuk akal.

Padahal kita banyak menikmati buah dari sikap Torvalds dan Stallman. Salah satunya kita nikmati lewat smartphone..

Android dikembangkan oleh Google dan Google mencari uang lewat layanan periklanan. Pun juga layanan berbagai media sosial dimana kita tidak membayar untuk menikmatinya.

Inilah yang disebut ekonomi baru yang membuktikan bahwa gratisan tidak berarti tanpa penghasilan. Penghasilan akan didapat dari nilai dan layanan yang secara kreatif dikembangkan oleh pemberi layanan.

Dan yang disebut gratisan juga tak berarti ecek-ecek atau abal-abal.

Fakta membuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti Stanfords University ternyata source code dari windows jauh mempunyai bugs atau celah keamanan yang lebih banyak dari Linux.

Ini membuktikan bahwa apa yang dikembangkan bersama-sama akan jauh lebih baik dari apa yang dikembangkan di ruang tertutup.

Ruang yang kerap membangun kekuasaan dan kekuatan lewat kartel atau oligarki. Seperti kartel wintel (windows dan Intel) yang membuat mereka bisa tetap menguasai pasar PC.

Hanya saja sebagai incumbent dalam sistem operasi, perlahan Microsoft kemudian melunak. Sehingga kini kita bisa menikmati Windows yang langsung dibundling dengan PC dan menerima update sofware tanpa membayar.

Microsoft kini tak lagi sibuk dengan urusan sofware bajakan. Bahkan kemudian mengembangkan alat dan aplikasi produktifitas yang bisa dinikmati secara gratis berbasis web.

Sebuah langkah yang benar sebab meskipun besar dan kaya raya, tidak berarti Microsoft tidak bisa tersungkur.

Sejarah membuktikan mereka yang disangka terlalu besar untuk jatuh ternyata tersungkur juga. Bukan karena berkelahi dengan yang sama-sama besar melainkan dipukul oleh yang jauh lebih kecil dan diabaikan kekuatannya.

Sumber gambar : itpro.co.uk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here