KESAH.ID – Setelah menunggu lama, akhirnya Pangeran Charles menjadi Raja Charles III menggantikan ibunya, Ratu Elizabeth II yang mangkat setelah 70 tahun memimpin monarki Inggris. Charles yang telah berusia 73 tahun itu dicatat oleh dunia telah menduakan Lady Diana, pendampingnya yang dicintai oleh masyarakat di seluruh dunia.

Ada banyak ratu di dunia, baik ratu beneran maupun ratu jadi-jadian.

Pada jaman kerajaan Nusantara, ada ratu yang tersohor sebagai pemimpin kerajaan diantaranya adalah Ratu Maharani Shima, pemimpin Kalingga; Dyah Tulodong, pemimpin Lodoyong {Tulungagung}; Tribhuwana Wijayatunggadewi, pemimpin Majapahit; Syah Alam Barisyah, pemimpin kesultanan di Aceh dan Sultanah Nahrasiyah, pemimpin Pasai.

Andai mulus, nantinya Kesultanan Ngayogjakarta Hadiningrat juga akan dipimpin oleh seorang ratu, yakni GKR Pembayun. Sri Sultan Hamengku Buwono X telah mengeluarkan Sabda Raja dengan merubah nama GKR Pembayun menjadi GKR Mangkubumi sebagai wujud pengukuhannya menjadi putri mahkota.

Ketika wilayah nusantara dijajah oleh kolonial Belanda, masyarakat Nusantara dan kemudian Indonesia lebih mengenal Ratu Wilhelmina dan Juliana, Ratu Kerajaan Belanda.

Wilhelmina, Ratu Belanda ketika kolonial Hindia Belanda di Nusantara, sedangkan Juliana yang menerima tahta dari ibunya pada tahun 1948, selama setahun mengepalai Uni Indonesia – Belanda yang berakhir di Konperensi Meja Bundar.

Setelah kemerdekaan, ketika politik Indonesia mulai stabil dan giat membangun di masa pemerintahan Suharto, nama Ratu Elizabeth dari Inggris yang lebih terkenal. Pemimpin Inggris kemudian memang lebih di kenal di dunia ketimbang pemimpin Belanda. Bukan hanya ratunya melainkan juga perdana menterinya.

Dan negeri yang dipimpin oleh Ratu Elizabeth itu juga pernah mempunyai Perdana Menteri perempuan yang sangat terkenal yakni Margaret Thatcher, pemimpin yang dijuluki sebagai The Iron Laddy.

Dengan kekayaan berupa Kastil atau Istana yang besar, kisah Kerajaan Inggris mewakili kisah-kisah kerajaan dalam dunia fantasi, kisah raja, pangeran dan putri-putri dalam cerita-cerita yang sering difilmkan.

Dibandingkan dengan kerajaan-kerajaan lain di Eropa dan di belahan bumi lainnya, Kerajaan Inggris memang lebih disorot oleh media. Kehidupan keluarga kerajaan selalu diikuti oleh para paparazzi, juru foto yang diam-diam menguntit aktivitas para pesohor.

Kisah bak dunia fantasi dalam Kerajaan Inggris kemudian terbukti saat pernikahan Pangeran Charles dan Diana Spencer yang kemudian dikenal sebagai Lady Diana.

Pernikahan yang digelar di Katedral St. Paul pada 29 Juli 1981 itu disaksikan oleh 750 juta pemirsa di seluruh dunia.

Jalanan di Kota London dipenuhi oleh kurang lebih 600 ribu orang untuk menyaksikan iring-iringan pernikahan pasangan kerajaan itu.

Kehadiran permaisuri putra mahkota Kerajaan Inggris semakin menjadikan kehidupan istana sebagai sorotan. Lady Diana menjadi sumber berita, semua sorotan perhatian ditujukan padanya.

Tampil sebagai ‘Ratu Rakyat’ Lady Diana tidak hanya dicintai oleh orang Inggris melainkan juga oleh masyarakat dunia lainnya. Aktif menjadi pegiat sosial dan rajin berkunjung ke berbagai wilayah negara lainnya yang berkesusahan, lagak lagu dan gaya Lady Diana sering ditiru oleh banyak orang.

Model pakaian dan potongan rambutnya, diikuti oleh banyak perempuan sedunia.

Saya bisa memastikan, mereka yang seumuran saya saat sekolah di SD atau SMP pasti mempunyai buku tulis dengan sampul wajah Putri Lady Diana.

Dan waktu itu semua salon kecantikan pasti memasang poster dengan foto gaya rambut dan penampilannya.

BACA JUGA : Green Revolution, Revolusi Pertanian Keempat Yang Bikin Indonesia Dimanja Padi

Elizabeth bukan terlahir sebagai puteri raja. Dia adalah kemenakan raja, sehingga hampir taka da peluang untuk memerintah Kerajaan Inggris. Sewaktu kecil dikenal sebagai bocah pemalu sehingga dipanggil Lilibet.

Hanya sejarah kemudian berpihak padanya. Saudara sepupunya yang merupakan putra mahkota dan kemudian menduduki tahta kerajaan Inggris yakni Edward VIII, hanya memimpin kerajaan selama sebelas bulan.

Raja Edward memilih meninggalkan tahtanya karena jatuh cinta pada perempuan biasa dari Amerika. Seorang janda bahkan telah dua kali menjanda.

Sejak muda Edward memang selalu membuat masalah dalam kerajaan karena kelakuannya yang suka pesta dan wanita. Ayahnya bahkan pernah mengatakan “Semoga Edward tidak akan pernah menikah dan punya anak,”

Pada usia yang masih 42, Raja Edward kemudian memilih wanita ketimbang tahtanya.

Tahta kerajaan kemudian jatuh ke tangan ayah Elizabeth yakni Raja George VI dan Elizabeth kemudian menjadi putri mahkota, calon penerus tahta kerajaan.

2 Juni 1953, Lilibet menjadi Ratu Inggris dengan memakai nama Elizabeth II. Dia menjadi Ratu Inggris saat berusia 26 tahun. Memimpin kerajaan Inggris kurang lebih selama 70 tahun, Elizabeth telah memberi restu sekurangnya pada 15 Perdana Menteri Inggris.

Penobatan Ratu Elizabeth merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah pertelevisian di Inggris karena merupakan penobatan pertama yang disiarkan langsung di televisi.

Elizabeth II memang memimpin Kerajaan Inggris dalam era baru, era paska kolonialisme. Semenjak tahun 60-an, kebanyakan koloni Inggris memutuskan untuk merdeka dan berdaulat. Meski begitu bekas jajahan Inggris kemudian bergabung dalam persemakmuran. Kurang lebih ada 56 negara dan Elizabeth II diakui sebagai pemimpin persemakmuran itu.

Hal-hal yang mengerikan dan memalukan dalam hidupnya tidak berasal dari dirinya dan juga suaminya. Elizabeth kemudian lebih dipusingkan oleh kehidupan adiknya dan anak-anaknya.

Margareth adiknya bercerai. Demikian juga Pangeran Charles, putra mahkota yang kemudian berpisah dengan Lady Diana.

Kelak, Pangeran Andrew juga berpisah dengan Sarah Ferguson istrinya.

Perpisahan antara Pangeran Charles dan Lady Diana oleh Ratu Elizabeth pada tahun 1992 bahkan disebut sebagai Annus Horibilis, atau tahun yang mengerikan.

Elizabeth mulai mengurangi kemunculannya di publik. Berita tentang Kerajaan Inggris lebih diwarnai dengan berita tentang Pangeran Charles dan selingkuhannya, yang kemudian dinikahi. Dan meski telah keluar dari istana, Putri Diana yang kemudian dikenal sebagai Lady Di terus menjadi sorotan.

Istana Inggris semakin terpojok ketika sebuah kecelakaan menimpa Lady Di dan pacarnya. Kerajaan Inggris dicurigai terlibat dalam kecelakaan yang berakibat pada kematian Lady Di itu.

Di masa tuanya, Ratu Elizabeth juga masih terguncang ketika cucunya, anak kedua dari Charles dan Lady Diana, yakni Pangeran Harry yang menikah dengan gadis biasa dari Amerika Serikat pada tahun 2018 memilih untuk mundur sebagai anggota senior keluarga kerajaan.

Meski memimpin Kerajaan Inggris di masa modern, Ratu Elizabeth dikenal sebagai sosok yang sangat konrservatif, teguh memegang tata krama istana hingga kemudian kerap bermasalah dengan gaya hidup, pergaulan dan penampilan menantu dan juga cucu-cucunya.

BACA JUGA : Penataan Kota Tak Selalu Enak Di Hati Dan Indah Di Mata

Bulan Februari lalu, Ratu Elizabeth merayakan 70 tahun memegang tahta Kerajaan Inggris. Dua bulan setelah perayaan itu, Elizabeth kehilangan Pangeran Philip, suaminya. Philip meninggal pada bulan April di usia 99 tahun.

Ratu Elizabeth masih kelihatan sehat.

Memasuki musim panas tahun ini, Ratu Elizabeth memilih untuk istirahat di Istana Balmoral yang berada di Skolandia. Tersiar kabar kalau Ratu sakit, walau tidak parah.

Ketika terjadi gejolak dalam politik di Inggris hingga memaksa Perdana Menteri Boris Johnson jatuh, Ratu Elizabeth tetap memantau dari Balmoral.

6 September lalu, Elizabeth Truss atau biasa dipanggil Liz Truss terpilih sebagai Perdana Menteri Inggris yang baru. Liz pun mengunjungi Ratu Elizabeth di Istana Balmoral untuk mendapat pengesahan dari pemegang tahta Kerajaan Inggris itu.

Pengesahan Elizabeth atas Liz menjadi pengesahan terakhir dari Ratu Inggris pada perdana menterinya. Dua hari setelah bertemu dengan Perdana Menteri baru, Ratu Elizabeth menghembuskan nafas terakhirnya.

Meninggal dalam usia 96 tahun, Ratu Elizabeth II menjadi ratu, pemimpin monarki terlama dalam sejarah dunia. Elizabeth memegang tahta selama 70 tahun. Satu-satunya pemimpin kerajaan yang mampu mengalahkan rekornya hanyalah Raja Louis XIV, yang berkuasa di Perancis selama 72 tahun.

Menunggu lama sekali, Pangeran Charles akhirnya akan meneruskan tahta ibunya. Charles akan menjadi Raja Charles III.

Menilik masa lalunya dan usia yang sudah tua yakni 73 tahun, banyak yang beranggapan akan lebih baik jika Pangeran William, putera Pangeran Charles dan Lady Diana yang langsung memegang tahta.

Pangeran Charles, dianggap mempunyai cacat karena ‘menyia-nyiakan’ Lady Diana yang dianggap sebagai ‘Ratu Rakyat’.

Pamor Raja Charles III ini bisa membuat Kerajaan Inggris yang sangat kuat di mata rakyat saat dipimpij oleh Ratu Elizabeth II terancam turun.

Andai Raja Charles III setelah dikukuhkan nanti tidak bisa membuat dirinya dicintai oleh masyarakat dan politisi Inggris, bisa jadi isu Republik Inggris akan menguat kembali.

Para aktivis Republik Inggris bisa menyulitkan Raja Charles III dengan menyuarakan referendum. Suara ini bisa semakin menguat terutama di kelompok orang-orang muda yang makin lama makin tak punya ikatan dengan kerajaan.

note : sumber gambar – BBC.COM