KESAH.IDDalam dua balapan sebelum seri Motorland Aragon, Ducati menuai hasil buruk. Capaian yang kemudian memunculkan tanya, apakah kejayaan Ducati mulai terancam oleh pabrikan lainnya. Seri balap di Aragon membuktikan keraguan itu terlalu prematur, sebab Ducati kembali menguasai podium baik di sprint race maupun balapan utama. Ducati bahkan bisa tersenyum lega karena Pecco Bagnaia yang sangat menderita di sesi print race ternyata bisa bangkit dan meraih podium dalam balapan utama.

Dua balapan terakhir Ducati memperoleh hasil buruk. Di Lemans, Perancis, Ducati salah memilih ban atau pilihan bannya tidak memberi hasil maksimal. Dan di Silverstone, Ducati diselamatkan oleh red flag dan masalah motor Fabio Quartararo. Jika tidak balapan di sirkuit Silverstone akan menjadi seri balapan terburuk untuk Ducati.

Balapan di Silverstone membuka borok Ducati. Apa yang selama ini dikeluhkan oleh Francesco Bagnaia terbukti karena dirasakan juga oleh Marc Marquez. Bedanya Marc memang tidak biasa mengungkap masalah motornya di publik sehingga dianggap motornya baik-baik saja.

Fakta Ducati GP2025 bermasalah bisa dilihat dari capaian Alex Marquez yang bisa mengimbangi Marc dan Pecco dengan motor yang lebih tua setahun. Pecco sendiri menyebut GP2024 sudah sempurna sebagai tunggangan. Karena kesulitan dengan GP2025, Pecco bahkan sempat punya keinginan untuk kembali memakai GP2024. Sayang hal itu tak dimungkinkan.

Balapan di Motorland, Aragon menjadi krusial bagi Ducati, akankah Ducati menuai hasil baik di tengah trend penurunan perfoma ketika memasuki seri Eropa.

Harapan Ducati akan bangkit kembali cukup besar, karena Sirkuit Aragon adalah salah satu dari sirkuit yang menjadi favorit Marc Marquez. Motorland Aragon mempunyai banyak belokan ke kiri dimana Marc mempunyai kelebihan yang sulit ditiru oleh pembalap lainnya.

Dominasi Marc Marquez di Aragon telah dibuktikan dengan 6 kemenangan disana, 5 kali bersama tim Honda dan 1 kali bersama tim Gresini Racing. Sirkuit Aragon menjadi salah satu tonggak kebangkitan Marc marquez setelah meninggalkan Honda untuk bergabung dengan tim satelit Ducati.

Dengan bekal catatan kemenangan ini, Marc Marquez menuju Sirkuit Aragon dengan motivasi tinggi untuk kembali membawa Ducati meraih hasil positif dan menunjukkan dominasinya di Moto GP.

Marc Marquez memang selalu jadi favorit pemenang di Sirkuit Motorland Aragon ini.

Entah, apakah para mekanik Ducati sudah berhasil mengatasi masalah motor GP2025 atau belum, yang pasti di hari pertama seri balap Aragon, Marc menunjukkan dominasinya ditengah banyak pembalap mengeluhkan aspal yang licin sehingga cengkeraman pada ban lemah.

Pada sessi latihan pertama, Marc Marquez dalam beberapa lap mampu mencatatkan waktu tercepat yang kemudian tak tersentuh oleh pembalap lainnya. Marc menjadi satu-satunya pembalap yang mampu menorehkan waktu kurang dari 1.47 detik dalam satu putaran.

Ditengah pembalap lain yang merasa kurang percaya diri karena aspal yang licin, Marc mampu memacu motornya dengan cepat tanpa takut terjatuh.

Data menunjukkan Marc Marquez cepat dalam semua sektor. Sehingga catatan akhirnya hampir satu detik didepan pembalap tercepat kedua yakni Alex Marquez. Duo Marquez kembali menunjukkan soliditasnya di Sirkuit Aragon ini. Alex hanya kalah dengan Pedro Acosta di sektor 4.

Lain Marc lain pula Pecco. Situasi yang dialami Pecco Bagnaia masih sama, Pecco belum percaya diri dengan motornya sehingga kecepatan di lintasan masih jauh dibelakang Marc Marquez. Ketika memacu motornya Pecco hampir crash.

Jika Francesco Bagnaia tidak berhasil beradaptasi dengan motornya, maka balapan di Aragon akan membuat peta persaingan perebutan gelar juara dunia hanya antara Marc dan Alex Marquez.

BACA JUGA : Energi Banjir

Dalam latihan berikutnya untuk menentukan pembalap yang langsung masuk kualifikasi 2, lagi-lagi Marc marquez konsisten menunjukkan kekuatannya. Lagi-lagi Marc Marquez mampu menembus catatan dibawah 1.47 detik , catatannya makin baik dibandingkan latihan sebelumnya.

Marc tetap dibuntuti oleh Alex Marquez dan kemudian diikuti oleh Marco Bezzecchi. Motor Aprilia memang punya kelebihan di lintasan yang traksinya rendah.

Untung Pecco Bagnaia mampu memperbaiki catatan waktunya sehingga menduduki tempat ke 9 dan mengamankan posisi untuk langsung masuk dalam kualifikasi 2. Di Sirkuit Motorland Aragon ini, Akhinya semua penunggang Ducati berhasil masuk kualifikasi 2 walau Fabio Di Gianntonio harus berjuang dari kualifikasi 1. Artinya Ducati punya potensi untuk kembali menguasai podium.

Jalannya kualifikasi berlangsung seru, Marc langsung memimpin di depan diikuti oleh Alex Marquez dengan catatan waktu yang impresif. Alex sempat mengancam posisi Marc Marquez, juga Fanco Morbideli yang tak kalah cepat.

Francesco Bagnaia berusaha memperbaiki catatan waktunya, namun karena hampir crash membuatnya jadi lebih hati-hati.

Setelah masuk pit, Marc marquez kemudian kembali mengejar catatan waktunya yang digeser oleh Alex Marquez. Motornya sempat bergoyang, namun akhirnya Marc kembali mencatatkan waktu terbaik. Catatan ini menambah daftar panjang kedigdayaan Marc Marquez di Sirkuit Motorland Aragon, Marc mencatatkan 7 kali pole position disini.

Balapan di Motorland Aragon akan dimulai dengan semua Ducati di baris depan. Marc, Alex dan Franco lalu disusul oleh Pecco Bagnaia di posisi empat.

Ducati sepertinya kembali bangkit di Aragon setelah terpuruk di Lemans dan Silverstone.

Alex Marquez melesat dengan cepat saat sprint race, langsung memimpin. Sementara Marc Marquez kesulitan dengan ban belakang, melorot dan sempat saling senggol siku dengan Pedro Acosta.

Nyaman di depan, Alex disusul oleh Morbideli. Marc berada di posisi ketiga dan kemudian berusaha menyusul. Dalam satu putaran berhasil melewati Morbideli dan kemudian mengejar Alex Marquez.

Dengan pilihan ban medium soft, Marc harus ngirit ban belakang. Begitu separuh race, Marc langsung tancap gas hingga mampu melewati Alex di lap ke 6 dan setelah itu dalam dua putaran saja mampu membuat jarak lebih dari satu detik.

Keseruan balapan justru terjadi dalam perebutan posisi ke 3 dan ke 4. Fermin Aldequer berhasil menyodok ke depan dan melewati Franco Morbideli untuk mengamankan posisi ke 3.  Merosot ke posisi 4, Franco Morbideli berusaha mempertahankan kecepatan dengan dibayang-bayangi oleh Pedro Acosta dan Fabio Di Gianntonio.

Marc Marquez seperti yang diperkirakan melewati garis finish sebagai pemenang, disusul oleh Alex Marquez, Fermin Aldequer dan Franco Morbideli.

Ducati kembali menunjukkan dominasinya di Motorland Aragon. Podium dikuasai oleh Ducati. 5 pembalap Ducati berada di 10 besar.

Hanya Francesco Bagnaia, satu-satunya pembalap Ducati yang terlempar di luar sepuluh besar dan tidak mencetak point.

Nampaknya Ducati GP2024 memang lebih stabil, terbukti Alex, Fermin dan Franco bisa berurutan berada di depan dua pembalap penunggang Ducati GP2025.

Dengan kemenangan di sprint race di Aragon, Marc telah menang 7 kali dan menambah pundi-pundi perolehan angka pada klasemen sementara. Sedangkan untuk Francesco Bagnaia, seri Eropa yang digadang-gadang akan menjadi kebangkitannya ternyata terus tertunda. Defisit poin antara Marc dan Pecco semakin jauh.

BACA JUGA : Raja Ampat

Tak ada yang meragukan bahwa Marc Marquez akan memenangkan balapan utama di Motorland Aragon. Bahkan sampai ada gurauan, kalau nama sirkuitnya lebih baik diganti menjadi Marquezland Aragon karena Marc Marquez menjadi pembalap yang menang paling banyak di sirkuit ini.

Gelar King of Aragon memang layak disandang oleh Marc Marquez yang sejak start langsung berada di depan dan tak terkejar oleh pembalap lainnya hingga finish.

Sejak putaran pertama walau tak bisa langsung menciptakan jarak yang cukup jauh dari Alex Marquez, kecepatan Marc seperti tidak akan terkejar.

Marc sempurna dan Alex seperti biasa konsisten. Untungnya Francesco Bagnaia juga tampil lebih baik sehingga mampu bersaing untuk merebut podium dengan Franco Morbideli dan Pedro Acosta.

Pedro dan Pecco berkali-kali terlibat saling salip. Sementara Franco Morbideli mesti berjuang mempertahankan kecepatan dan kembali bersaing dengan Fermin Aldequer. Berebut posisi kelima, Morbideli dan Aldequer berkali-kali terlibat pertarungan sengit sampai terjadi sentuhan.

Ketika balapan sudah melewati separuh putaran, Marc mulai bisa menciptakan jarak dengan Alex Marquez hingga melewati angka 2 detik. Tapi Alex terus berusaha, siapa tahu bisa menyusul. Sempat beberapa kali berhasil memangkas jarak, pada akhirnya Alex menyerah, Marc tak terkejar lagi.

Akhirnya Marc finish disusul oleh Alex Marquez dan Pecco Bagnaia. Ducati yang sempat tegang akhirnya mampu bersorak, pembalap utamanya kembali sama=sama meraih podium.

Meraih poin penuh, Marc semakin meninggalkan Alex dan Pecco dalam perolehan poin. Jarak dengan Pecco dan Alex makin menjauh.

Aragon menjadi penegas bahwa Marc Marquez masih menjadi pembalap terbaik Moto GP saat ini, dibanding dengan pembalap lainnya, Marc seperti membalap di level yang berbeda.

Dalam dua balapan sebelumnya Ducati sempat tegang, namun kemenangan Marc, Alex dan Pecco kembali membuat Ducati girang. Motor dan pembalap terbaik Ducati belum kehilangan tajinya.

note : sumber gambar – BOLA