KESAH.IDTeknologi untuk merubah air menjadi energi tak terbantahkan. Beberapa bahkan sudah dijual dipasaran. Namun harganya masih mahal dan butuh energi dari luar untuk mengkonversi air menjadi hidrogen. Sekurangnya ada empat metode untuk melakukannya yakni Thermochemical processes, Electrolytic processes, Photolytic processes dan Biological processes. Beberapa klaim temuan air menjadi BBM sering berakhir menjadi penipuan karena alat yang ditunjukkan seolah langsung merubah air menjadi bahan bakar pada mesin kendaraan.

Iseng-iseng saya nonton channel yang membahas investasi. Channelnya lagi naik daun karena kontennya dibuat oleh seorang yang lama telah mengeluti dunia investasi. Video yang saya tonton berisi penjelasan tentang investasi bodong atau scam.

Singkat kata, dia mengajarkan untuk tidak tergiur dengan potensi investasi yang fantastis seperti kisah mukjizat dalam Kitab Suci ketika Yesus merubah air menjadi anggur dalam sebuah pesta pernikahan.

Ada tawaran berulang yang ditemukan dalam sejarah investasi yang berhubungan dengan merubah air menjadi bahan bakar. Bayangkan, betapa cuannya mereka yang mau berinvestasi dalam proyek seperti ini. Mesin yang langsung bisa merubah air menjadi bahan bakar pengerak mobil, motor, digenset dan lainnya terntu saja bisa membuat perusahaan minyak raksasa sedunia bangkrut, sebangkrut-bangkrutnya.

Di Amerika Serikat ada nama Stanley Meyer. Pada tahun 1980, dia mengaku menciptakan water fuel cell. Dia memasang temuannya pada mobil yang menggunakan mesin VW 1600 cc, ketika diisi air dalam WFC mobil bisa melaju lancar.

Klaimnya, perjalanan dari Los Angeles, ujung barat Amerika Serikat hingga New York ujung timur Amerika Serikat hanya butuh air sebanyak 83 liter saja.

Perjalanan dengan alat temuan Stanley Meyer sepanjang hampir 4000 km itu terasa murah sekali karena hanya butuh kurang lebih 4,5 galon air minum yang kalau dibeli di depo isi ulang hanya perlu mengeluarkan isi dompet kurang dari 30 ribu rupiah.

Temuannya tentu saja menguncang dunia dan oleh Stanley Meyer temuannya dipatenkan di Amerika Serikat. Ketika dipatenkan maka pihak yang berminat bisa mempelajari cara kerja dan dokumen lainnya. Namun terbukti apa yang diklaim oleh Stanley Meyer adalah palsu, sebuah penipuan.

Ahli fisika, elektro dan reaksi fusi memeriksa serta melakukan tes pada teknologi ciptaan Meyer. Kesimpulannya 100 persen penipuan.

Ujung dari klaim temuan teknologi WFC Stanley Meyer adalah untuk mengajak orang berinvestgasi pada proyeknya. Investasi bodong yang dibungkus dengan temuan teknologi yang ajaib sehingga menarik masyarakat.

Dalam sidang atas kasusnya, Stanley Meyer diminta mengembalikan uang senilai 25 ribu USD kepada dua orang yang telah berinvestasi pada proyeknya.

Kisah air ajaib yang bisa langsung mengerakkan mesin atau menjadi bahan bakar sebenarnya kisah yang sudah lama dan terus berulang. Heboh lalu dilupakan, muncul lagi di tempat lain, heboh lagi dan kemudian dilupakan, lalu muncul lagi.

Mirip kisah pengandaan uang, yang selalu berhasil memperdaya banyak orang. Padahal modusnya sama saja, namun selalu saja ada yang tergiur hingga kemudian malah kehilangan uangnya.

Tahun 2008 muncul klaim serupa dari Srilanka. Alat tambahan yang dipasang ke mesin mobil bisa merubah air menjadi hidrogen secara langsung. Perjalanan sejauh 80 km hanya butuh satu liter air. Untuk meyakinkan masyarakat banyak, sebuah video menunjukkan seseorang meminum air dari botol sebelum dituangkan dalam sejenis tabung yang dipasang pada mesin.

Temuan ini bahkan sampai membuat Perdana Menteri Srilanka waktu itu mendukung penuh temuan ini. Dia menyediakan fasilitas, lahan dan pinjaman dari bank kepada sang pencipta untuk mengembangkan temuannya. Dan beberapa bulan kemudian sang penemu itu ditangkap oleh polisi dan dipenjara karena alat temuannya merupakan penipuan. Temuannya lagi-lagi terbukti palsu.

Jika Meyer berhasil menipu beberapa orang untuk berinvestasi, temuan di Srilanka bahkan berhasil menipu kepala pemerintahan.

Kisah air ajaib juga muncul di Pakistan. 2012 di Pakistan muncul seseorang yang kembali mengklaim air bisa langsung menjadi bahan bakar dengan alat temuannya. Menurutnya perjalanan sejauh 40 km dengan mobil hanya butuh 1 liter air saja. Pria bernama Ahmed itu kemudian mendapat penghargaan dari masyarakat Pakistan atas pengabdiannya yang luar biasa pada bangsa dan negara.

Diundang ke Istana Negara, pembesar negeri menganggap Ahmed sebagai Albert Einstein abad ini dari Pakistan.

Beberapa bulan kemudian seorang peneliti Pakistan membuktikan bahwa temuan Ahmed adalah penipuan. Dan penemu kemudian mendapat bonus dari penghargaan yang sebelumnya diberikan padanya yakni masuk penjara.

Jika dicari-cari lebih teliti lagi, masih ada banyak contoh lain klaim temuan air bisa menjadi bahan bakar di berbagai penjuru dunia. Hampir semuanya tak terbukti, sebab jika benar air bisa langsung dipakai sebagai bahan bakar niscaya kita tak perlu lagi arti di SPBU, atau membeli BBM di Pertamini dan warung botolan.

BACA JUGA : Ramban, Etnobotani “Wild Food ” Tempo Dulu Yang Kembali Ngetrend

Normalnya dalam kehidupan seseorang yang makin tua akan menjadi makin bijaksana, namun dalam dunia tipu-tipu seseorang makin tua justru makin sadis.

Padahal apa sulitnya segala tipu-tipu yang berulang. Apalagi kalau berhubungan dengan teknologi, karena ada banyak ahli dan laboratorium teknologi yang memungkinkan untuk cepat memberi bukti bahwa klaim-klaim ajaib sebagai benar atau palsu.

Tapi para penipu, entah yang benar ingin menipu untuk mendapat keuntungan atau karena halu, selalu bisa menyakinkan khalayak dengan narasi-narasi yang tidak menjelaskan secara tuntas teknologi temuannya.

Dan biasanya para penemu alat seperti ini tidak bergaul dengan ilmuwan, melainkan orang-orang yang punya kekuasaan agar bisa mengendorse-nya.

Ilmuwan yang kritis terhadap temuannya akan dituduh menghambat-hambat, iri atau ingin merebut teknologinya.

Sebenarnya kisah tipu-tipu air menjadi bahan bakar tidak perlu kita cari ke luar negeri. Presiden SBY, mantan kepala negara Republik Indonesia juga pernah tertipu ketika berkuasa. Adalah Joko Supriyanto, pria asal Nganjuk yang mengaku bisa menciptakan BBM dari air.

Tahun 2007, Joko mengaku bisa membuat air menjadi biang minyak yang kemudian bisa menjadi bahan baku minyak sekelas minyak tanah hingga avtur.

Presiden SBY yang sedang pusing dengan kenaikan harga BBM, mendapat angin segar dari temuan Joko. Bagi SBY temuan Joko merupakan wujud dari blue energy yang sedang ramai digaungkan masyarakat dunia akibat ketergantungan pada BBM berbasis fosil.

Untung SBY tidak sampai menganugerahkan penghargaan Bintang Jasa untuk Joko Supriyanto. Namun Joko diundang untuk datang ke rumah pribadi SBY di Cikeas untuk menjelaskan blue energy temuannya.

Presiden SBY kemudian membentuk tim khusus yang dipimpin oleh Heru Lelono, staf khusus presiden untuk menindaklanjuti temuan itu. Tim akan membangun infrastruktur produksi di Cikeas dengan kapasitas produksi sebesar 10 liter per detik.

Fasilitas itu hanya berjarak 2 km dari rumah kediaman Presiden SBY, berada di bawah bendera Sarana Harapan Indo {SHI} Corp.

Proyek itu sendiri kemudian tak berkelanjutan, Joko Supriyanto penemu “Banyu Geni” sempat menghilang. Juru bicara presiden SBY waktu itu mengatakan Presiden SBY tidak tertipu melainkan antusias dalam menanggapi temuan baru yang dipresentasikan padanya.

Temuan atau inovasi dalam bidang-bidang yang penting memang selalu memikat. Siapapun terutama pemimpin pasti akan terpikat karena jika berhasil temuan seperti itu meningkatkan citra.

Hanya saja temuan teknologi sering kali dibungkus dengan narasi yang tidak ilmiah, lebih besar harapan dari kenyataan.

Joko sendiri kemudian dikasuskan oleh Universitas Muhammadiyah, salah satu universitas yang ditawari kerjasama pengembangan energi olehnya. Kabarnya tawaran sejenis diberikan juga ke Universitas Gajahmada, namun ditolak.

BACA JUGA : Ada Banyak Jantur Di Kubar

Dan temuan yang menghebohkan kembali muncul di masa pemerintahan presiden berikutnya. Untungnya Presiden Joko Widodo tidak seantusias saat mendukung produk mobil esemka.

Kali ini Presiden Jokowi tak ikutan sumringah, bisa jadi penemu yang terakhir ini gagal menembus istana. Jadi yang mengendorsenya justru petinggi militer daerah. Yang menjadi outlet untuk memamerkan temuannya adalah anggota militer.

Penemunya adalah Arianto Misel, alatnya dinamakan nikuba atau niku banyu. Alat ini mampu merubah air langsung menjadi hidrogen yang bisa mengerakkan mesin. Klaim efektifitasnya luar biasa, satu liter air bisa mencapai jarak 450 km.

Lembaga penelitian negara menyatakan temuan ini meragukan secara ilmiah. Namun sikapnya juga tidak jelas tak berani menegaskan bahwa temuan itu palsu atau hoax. Bahkan sang penemu dipertemukan dengan mitra dari lembaga penelitian negara itu, hingga dibawa sampai ke Eropa.

Temuan bombastis memang selalu disertai dengan narasi yang tinggi-tinggi. Diberitakan teknologi itu dilirik oleh pabrikan otomotif ternama di Eropa. Semua produsen mobil terkemuka di Italia tertarik untuk mengembangkannya.

Namun seperti apa seluk beluk alat itu, penemunya tidak mau membuka. Dia takut temuannya akan diambil alih oleh orang lain. Padahal dia bisa meniru Stanley Meyer, mendaftarkan temuannya ke lembaga paten negara agar hak intelektual dan ekonominya terjamin.

Yang selalu dikatakan oleh penemunya adalah keinginan untuk menjualnya. Harganya juga tidak kelewat mahal untuk sebuah temuan yang bisa merubah dunia. Sekitar 15 milyard, itu angka yang selalu disebut olehnya.

Angka yang terlalu kecil untuk alat yang bisa membuat air seliter bisa menggerakkan motor sejauh 450 km. Sebab jika terbukti, sang penemu bisa menjadi trilyuner seperti para penemu dalam tech industri yang namanya menghiasi daftar teratas orang-orang terkaya sedunia.

Dunia kita dipenuhi dengan energi, namun peralatan atau teknologi untuk merubah material menjadi energi yang mampu mengerakkan berbagai peralatan secara massal tidak bisa dihasilkan dengan karya-karya yang misterius dan dibumbui cerita keajaiban.

Yang ajaib-ajaib biasanya bodong, apapun tujuannya.

Seperti dalam politik, track records menjadi penting untuk menentukan seseorang layak dipilih atau tidak. Pun dalam teknologi, tidak ada seorang penemu yang tiba-tiba saja bisa menjadi hebat. Walau temuannya bersifat kebetulan atau mungkin terinspirasi dari mimpinya semalam.

Teknologi tidak bisa hanya didasarkan oleh klaim, bukti bahwa motor bisa bolak-balik dari Jawa Barat ke Jawa Tengah hanya diisi oleh sebotol air tidak bisa dipakai sebagai pegangan bahwa air bisa menjadi bahan bakar. Teknologi harus diterangkan cara kerjanya, harus ada penjelasan bagaimana air kemudian berubah menjadi hidrogen dengan peralatan yang serba kecil dan sederhana.

Sebab teknologi yang mampu merubah air menjadi hidrogen bukanlah teknologi baru. Maka siapapun yang mengklaim bisa menghasilkan ‘kebaruan’ dari teknologi sebelumnya punya kewajiban untuk memberikan bukti. Bukan omong besar kesana-kesini yang dibelakangnya ‘dibackingi’ oleh orang besar sehingga membuat masyarakat biasa enggan mengkritisinya.

note : sumber gambar ilustrasi – DETIK.COM