On the way atau biasanya hanya disingkat otw adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan bahwa seseorang tengah dalam perjalanan.
Namun dalam prakteknya otw kerap kali digunakan untuk bohong-bohongan. Banyak orang membalas dengan singkatan otw padahal masih baring-baring diatas kasur.
Otw yang kerap jadi obat manjur untuk menjawab pesan-pesan yang meminta segera datang. Padahal yang diminta datang terlambat atau bahkan sebenarnya malas pergi.
Maka jangan heran jika menerima pesan otw namun yang mengirimkannya tidak datang-datang atau bahkan pada akhirnya tidak muncul sekali.
Otw yang bermula dari kebohongan berlanjut hingga menjadi tipu-tipu dengan sejuta alasan. Mulai dari macet, ban bocor, habis bensin, sudah dijalan dipanggil pulang dan seterusnya.
Tracking
Komunikasi yang berbasis suara dan teks memang punya kelemahan dalam menunjukkan posisi dimana komunikan berada.
Dulu orang kerap mengatakan ‘no pics hoax’ pada status-status pencitraan seperti lagi ngopi-ngopi cantik, piknik di pantai, santai bersama kekasih hati, panen durian dan seterusnya.
Kini dengan GPS dan Google Map, posisi seseorang bisa dilacak atau ditracking. Sehingga mengatakan otw tapi titik lokasi tidak bergerak atau bahkan menjauh dengan segera bisa diketahui kebohongannya.
Hanya saja tidak selalu seseorang bisa meminta orang lain untuk berbagi live location. Maka cara yang termudah untuk mengetahui posisi terkini seseorang adalah dengan melakukan panggilan video.
Kini semua aplikasi yang berbasis teks dan suara umumnya sudah dilengkapi dengan fasilitas panggilan video, bahkan beberapa aplikasi dikembangkan dengan tujuan utama untuk komunikasi audiovisual.
Percakapan yang berbasis audiovisual buat komunikasi menjadi transparan. Dua orang atau lebih (group) bisa saling melihat kondisi, situasi dan posisi. Yang baru bangun tidur dan belum mandi sulit untuk mengatakan otw.
Tapi yang namanya alasan tetap saja bisa dicari. Biar nggak ketahuan, panggilan video tidak diterima dan jika ditanya kenapa tidak diterima, lagi-lagi template jawaban sudah disiapkan yaitu lagi di jalan.
Di rumah aja
Tagar #dirumahaja membuat komunikasi berbasis video memperoleh momentum. Banyak aktivitas tatap muka kemudian diganti dengan komunikasi dalam.jaringan dengan aplikasi audiovisual.
Rapat, kelas, seminar, audisi,konperensi, workshop bahkan pertunjukan dilakukan lewat komunikasi video dua arah dengan aplikasi yang paling populer yaitu zoom.
Murid-murid sekolah dan mahasiswa kini bisa dikatakan sebagai generasi zoomer karena akrab dengan aplikasi ini.
Kelompok lain yang kemudian akrab karena manfaatkan medium komunikasi video dua arah ini adalah penyedia jasa layanan seks virtual.
Memasarkan jasa lewat aplikasi video streaming, layanan seks virtual berbayar yang biasa disebut dengan VCS umumnya beroperasi dalam platform WA atau Line.
Dunia seks komersil sebagai sebuah industri memang paling cepat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan jaman.
Tanpa keluh kesah mereka bertahan dan terus berkembang sesuai dengan jaman dengan modal yang sama yakni basah basah dan mendesah.
Sumber gambar : malang.tribunnews.com








