Kota atau daerah destinasi wisata leisure dan MICE lumpuh akibat wabah virus corona. Ada banyak acara yang sudah dijadwalkan batal dilaksanakan.

Acara yang dibatalkan atau ditunda meliputi acara olahraga, acara kebudayaan, acara expo atau pemeran-pameran, konperensi dan juga pendidikan.

Untungnya kita sudah mempunyai teknologi internet sehingga segera ditemukan cara untuk melakukan berbagai kegiatan secara online atau dalam jaringan dengan memakai aplikasi yang lama maupun yang baru.

Dalam dunia pendidikan sudah cukup lama dikenal google classroom. Aplikasi serupa juga telah ada untuk rapat atau konperensi jarak jauh. Namun kemudian yang populer adalah zoom. Hampir semua kegiatan virtual kini menggunakan aplikasi ini baik secara tunggal maupun dipadukan dengan aplikasi lainnya.

Popularitas zoom yang awalnya identik dengan webinar kemudian berkembang seiring dengan makin populernya virtual tour dan virtual event.

“Webinar, virtual tour dan kegiatan dalam jaringan lainnya bisa disebut sebagai virtual event. Namun yang dimaksudkan sebagai virtual event dalam kegiatan pelatihan kita ini adalah kegiatan semacam festival, expo atau kegiatan budaya lainnya,” terang Sri Wahyuni, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim dalam sambutan pembukaan Pelatihan Perencanaan Virtual Event.

Pelatihan ini sendiri akan berlangsung dari tanggal 10 November – 3 Desember 2020 di Kota Samarinda.

Sesuai laporan yang disampaikan oleh Lukman, Kepala Bidang Pengembangan Karya Seni Budaya, Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, pelatihan ini dihadiri oleh undangan dari Dinas Pariwisata dan para penyelenggara event dari kabupaten’kota dari seluruh provinsi Kalimantan Timur.

Lebih lanjut Sri Wahyuni menjelaskan bahwa pelatihan virtual event adalah bagian dari serangkaian pelatihan yang bertujuan untuk membekali peserta agar tetap bisa melaksanakan kegiatan recovery dalam bidang pariwisata dan industry kreatif.

“Sampai dengan pertengahan tahun 2021, kita mungkin masih harus melaksanakan berbagai kegiatan secara online. Oleh karenanya agar kegiatan tanggap darurat dan recovery tidak terputus maka kita harus terus berkegiatan, terus bekerja dan tetap produktif meski secara virtual,” ajaknya.

Ada banyak momentum yang bisa dimanfaatkan untuk mengerakkan berbagai sektor dalam dunia pariwisata dan industri kreatif pada akhir tahun 2020 hingga pertengahan 2021 nanti.

Ide dan untung rugi virtual event

Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur sendiri telah menjadi pioner dengan menyelenggarakan virtual event pertama untuk bidang pariwisata di Kalimantan Timur lewat acara virtual event bertajuk “Visit Kaltim Fest 2020”.

“Apa yang telah dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kalimantan Timur akan menjadi bahan pembelajaran untuk menggali ide-ide virtual event lainnya. Sehingga virtual event yang nanti kita rencanakan dan laksanakan akan menarik viewer sebanyak mungkin,” ujar Sri Wahyuni.

Bagaimana menggali ide, merancang dan melaksanakan virtual event selain akan dielaborasi bersama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, juga akan difasilitasi oleh narasumber lain secara virtual yaitu Heri Lentho, pelaku seni tari klasik dari Jawa Timur dan Eko Pece, Dosen ISI Surakarta yang juga seorang penari dan koreografer handal.

“Meski mempunyai keterbatasan, namun virtual event bisa menjadi sebuah solusi untuk melibatkan sebanyak mungkin pelaku kreatif, bukan hanya pemusik atau penari, melainkan juga penata panggung, penata busana, penata lampu dan lain sebagainya. Karena set panggung atau arena penyelenggaraan tetap seperti acara offline, namun minus penonton,” lanjutnya.

Virtual event sebagai solusi untuk tetap berkreasi di masa pandemi memang memungkinkan kegiatan tetap dilaksanakan. Keuntungan lain dari penyelenggaraan virtual event adalah biaya pelaksanaan bisa lebih dihemat karena tempat untuk melaksanakan kegiatan bisa lebih kecil, kebutuhan konsumsi dan akomodasi juga bisa lebih ditekan.

Keuntungan lainnya adalah perencaan atau persiapannya juga bisa lebih cepat. Virtual event juga bisa menjangkau target audiens yang lebih luas bahkan hingga ke manca negara. Serta mereka yang berminat atau menonton bisa didata. Interaksi dengan penonton baik selama acara maupun sesudahnya juga dimungkinkan.

Meski demikian ada kerugian dari penyelenggaraan virtual event terutama jika tidak tersedia jaringan internet yang baik. Rentang perhatian dari penonton terhadap sajian virtual juga pendek. Jika apa yang disajikan tidak menarik, penonton dengan cepat bisa pergi.

Untuk penyelenggara professional, virtual event kemungkinan juga sulit untuk mendapat pemasukan yang cukup dari penonton. Oleh karenanya kemampuan mengaet sponsor menjadi sangat penting untuk menyelenggarakan virtual event.

Dan apabila virtual event tidak dipasarkan dengan baik, maka kemungkinan untuk menggaet minat penonton juga kecil.

“Makanya nanti kita akan belajar dari Visit Kaltim Fest yang cukup mampu menggaet penonton (viewer), baik selama kegiatan maupun sesudahnya,” ujar Sri Wahyuni.

Namun dengan menyelenggarakan virtual event menurut Sri Wahyuni, kita sudah meninggalkan jejak digital. Apa yang diselenggarakan akan tetap tersimpan di dunia maya selama tidak dihapus.

“Dengan banyaknya virtual event yang kita selenggarakan  maka di internet akan ada banyak konten yang bisa dilihat oleh siapa saja tentang wisata, budaya dan industri kreatif di Kalimantan Timur,” terang Sri Wahyuni.

Dan diakhir sambutannya, Sri Wahyuni mengajak semua peserta untuk saling berkomunikasi, saling berkoordinasi dan bekerja sama agar kegiatan virtual event di Kalimantan Timur bisa berkesinambungan, tidak bertabrakan satu sama lainnya.

“Alangkah indah dan eloknya jika kita bisa membuat kalender virtual event bersama hingga nanti wabah virus corona ini berlalu,” pungkasnya.

Peserta pelatihan berfoto bersama dengan Kepala Dinas dan Kepala Bagian Pengembangan karya Seni Budaya, Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim usai pembukaan.

note : artikel ini merupakan kerjasama pemberitaan antara Bidang Pengembangan Karya Seni Budaya, Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim dengan Borneo Corner/kesah.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 − twelve =