Jalan tol Balikpapan – Samarinda yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Samarinda mempunyai panjang 99.02 km. Rencananya jalan ini juga akan terhubung dengan Ibukota Baru Republik Indonesia. Beroperasi sejak tahun 2019 jalan tol ini dinamakan Balsam.
Pembangunan jalan tol ini dimulai dari bulan Januari 2011 yang ditangai dengan pemaancangan batu pertama di kawasan Manggar, Balikpapan oleh Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak. Dibangun secara bertahap dengan pendanaan awal berasal dari APBD Provinsi Kalimantan Timur lewat sistem Tahun Jamak atau Multy Years Contract.
Pada tahap berikutnya pendanaan berasal dari APBD, APBN dan bantuan luar negeri dari China dan beberapa seksi ditawarkan kepada investor yang berminat baik dari dalam maupun luar negeri.
Dibangun secara bertahap, diresmikan juga secara bertahap. Seksi II,III dan IV sepanjang 58,47 km yang menghubungkan antara Samboja – Samarinda diresmikan penggunaannya oleh Presiden Jokowi pada tanggal 17 Desember 2019.
Masyarakat antusias mencoba melewati jalan tol tersebut saat ujicoba. Namun perbincangan tentang jalan tol itu kemudian surut ketika pandemi Covid 19. Dan masyarakat kemudian terkejut ketika bulan Juni mulai diberlakukan tarif untuk melewati jalan tersebut.
Sebagian masyarakat termasuk para Wakil Rakyat merasa tarif yang ditetapkan oleh pengelola dan operator jalan TOL terlalu tinggi. Para wakil rakyat bahkan menyebut sebagai menciderai perasaan keadilan orang Kalimantan Timur. Pasalnya anggaran untuk membuat atau mewujudkan TOL ini didalamnya ada alokasi dari APBD Kaltim yang mencapai sekitar 3 Trilyun lebih.
Tapi apa sebenarnya jalan TOL itu?. Jalan TOL adalah singkatan dari Tax On Location. Artinya yang melewati jalan itu harus membayar entah ketika masuk atau ketika keluar.
Sebagai balas atas pembayaran, pengendara yang memakai jalan TOL akan menikmati layanan berupa jalan dengan lalu lintas yang lebih aman, lancar, cepat dan tak ada petugas lalu lintas di sepanjang jalan. Kalaupun ada petugas yang melakukan patroli, tidak akan menganggu arus lalu lintas.
Semua karena jalan TOL adalah jalan yang luas, masing-masing punya jalur. Maka jalan TOL sering juga disebut sebagai highway, express way dan seterusnya. Namun tidak semua highway atau express way adalah jalan TOL.
Berapa sepantasnya ongkos aau tariff jalan TOL?. Tentu saja yang paling tahu untuk menghitung adalah pengelola dan operator sebab jalan TOL adalah investasi. Maka hitungannya terkait dengan nilai investasi, rentang waktu pengembalian investasi, pendapatan, biaya operasional dan pemeliharaan serta keuntungan. Dan tentu saja dalam perhitungan itu akan disertakan pula dengan hasil penelitian tentang kemampuan membayar dari para pengguna.
Lalu benarkah tarif TOL pertama di Kalimantan ini terlalu mahal?.
Persoalannya bukan disitu. Yang menjadi soal adalah kemauan untuk membayar yang dikaitkan dengan kenyataan soal adanya sumbangsih Provinsi Kaltim dalam pembangunan jalan TOL itu. Selain itu jalan TOL Balsam belum benar-benar jadi maka nilai lebih jalan ini dibanding dengan jalur lama yaitu Jalan Sukarno Hatta belum terlalu tinggi. Dari membanding-bandingkan itu akhirnya muncul keberatan.
Lalu bisakah tarif jalan tol ditawar?. Bisa saja ditawar secara kolektif dengan cara diwakili oleh pemerintah dan wakil rakyat untuk berunding dengan kementerian yang terkait dengan operasi jalan TOL, pengelola dan operatornya.
Kalau kemudian ternyata tidak direspon, sebenarnya bisa juga digugat di pengadilan. Yang bisa menggugat tentu saja pemakai jalan.
Tapi cara paling mudah kalau keberatan membayar ya tidak usah lewat TOL.
Kabar lain menyebutkan begitu diterapkan tarif, jumlah pengguna jalan TOL kemudian menurun drastis. Dan jika mereka yang diharapkan jadi pengguna jalan TOL kemudian tetap lewat jalan Sukarno Hatta maka balik modal jalan TOL kemungkinan menjadi lebih lama.
Lalu apakah pengendarai bisa dipaksa melalui jalan TOL agar tidak bangkrut?.
Urusan paksa memaksa tentu saja tidak benar dan tidak pantas dilakukan. Namun yang kemudian jadi persoalan sehingga orang terpaksa lewat jalan TOL adalah ketika jalan lama kemudian tidak dipelihara dan dirawat atau bahkan diperbaiki sehingga melewatinya menjadi tidak nyaman.
Kalau ini terjadi, maka sungguh keterlaluan. Jalan TOL akan membuat kita terlihat menjadi TOLOL.
kredit foto : katadata.co.id








