KESAH.ID – Food vlogger cenderung menunjukkan konten yang berisi visual seseorang yang amat menyukai makan. Seolah-olah orang hidup hanya untuk makan. Sukses seorang food vlogger ditentukan apakah kontennya bisa ikut merangsang pemirsa untuk bangkit nafsu makannya.

Ada banyak tafsir atas ungkapan “Makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan”.

Apapun tafsirnya yang jelas makan merupakan aktivitas penting untuk hidup karena bertujuan untuk memberikan kalori atau energi pada tubuh agar tetap bergerak, hidup, tumbuh dan berkembang.

Meski penting dalam perkembangan peradaban manusia, makan bukan satu-satunya hal yang paling penting. Makan merupakan prasyarat bukan tujuan. Mereka yang kemudian hanya mengejar makan akan disebut serakah.

Dan meletakkan makan sebagai aktivitas terpenting akan mempunyai resiko bukan hanya sosial atau moral, melainkan juga biologis. Makan berlebihan akan membuat seseorang menjadi tidak panjang umur.

Hidup untuk makan kemudian digambarkan sebagai cara hidup manusia purba dimana pada masa itu mencari makan sungguh tidak gampang.

Namun setelah manusia mengenap api, makan mempunyai dimensi lain untuk kelompok manusia. Makanan yang dimasak kemudian menjadi lebih enak dan mudah dicerna. Makan menjadi menyenangkan bahkan kemudian menjadi ‘perayaan’ untuk mempererat tali silaturahmi, persaudaraan.

Makan kemudian bukan hanya sekedar untuk kenyang atau agar bertenaga. Makan dan makanan memasuki banyak dimensi lainnya.

Hubungan manusia dengan makanan kemudian berkembang. Makan dan makanan menjadi bagian dari kebudayaan. Pengetahuan tentang makanan diturunkan dari generasi ke generasi. Ilmu tentang makanan lahir dan terus berkembang.

Dalam setiap perkembangan sejarah dan peradaban, selalu ada hubungan dengan makanan.

Kolonialisme yang dimulai dari penjelajahan bangsa-bangsa Eropa ke negeri-negeri timur salah satunya didorong oleh makanan, kebutuhan bahan makanan untuk negeri mereka sendiri.

Pun demikian juga perdagangan, salah satu komoditas awal yang memicu tumbuhnya transaksi dagang adalah makanan.

Dan pertukaran kehadiran, pertemuan dengan bangsa atau masyarakat lain pada akhirnya juga merupakan pertukaran pengalaman dan kebiasaan tentang makan serta makanan. Bangsa yang banyak berinteraksi dengan masyarakat atau bangsa lainnya pada umumnya mempunyai keragaman makanan yang tinggi.

Makanan kemudian menjadi sebuah identitas, menjadi ikatan yang membanggakan dari sebuah komunitas. Maka selain menguatkan raga, makanan menjadi penguat hubungan sosial, kebudayaan, politik dan ekonomi.

Sebagai tradisi baik yang mempertahankan kelampauan maupun yang melakukan inovasi atasnya, ragam acara masak-memasak kemudian menjadi populer. Media publikasi baik yang berbasis teks maupun audio visual kemudian banyak diisi oleh acara masak memasak, baik masakan tradisional, masakan internasional maupun masakan-masakan kreasi baru.

BACA JUGA : Pertanian Regeneratif 

Sejarah televisi di Indonesia kemudian mencatat berbagai acara masak memasak yang legendaris. Mereka yang umurnya 40 sampai 50 tahun tak akan lupa pada nama Sisca Soewitomo.

Dengan pembawaan yang kalem, Sisca Soewitomo mendemostrasikan tutorial atau cara memasaknya langkah demi langkah secara mudah. Salah satu kekhasannya adalah menunjukkan menu secara lengkap, mulai makanan utama hingga penutup. Sisca menularkan kemampuan masak memasaknya di acara bertajuk Aroma.

Popularitas acara masak-masak ini segera diikuti oleh yang lainnya. Muncul acara Santapan Nusantara yang menyajikan hidangan khas Nusantara dan kreasi pengembangannya. Awalnya dibawakan oleh selebritas Nindy Elesse dan kemudian diteruskan oleh Enita Sriyana.

Menampilkan selebritas untuk meningkatkan jangkauan kemudian menjadi model yang ditampilkan oleh Rudi Choirudin dalam acara masak-masak berjudul Selera Nusantara. Sama seperti pendahulunya Rudi sukses besar. Sampai sekarang Rudi sering menjadi bintang iklan bumbu-bumbuan.

Acara masak yang terkenal bukan hanya produksi dalam negeri. Wok With Yan dengan pembawa acara yang kocak ternyata juga menarik penonton. Acara ini dibawakan oleh Stephen Yan yang pertama memproduksi acaranya di televisi Kanada. Salah satu kekhasannya adalah kutipan-kutipan yang ada di celemeknya. Dan setelah selesai memasak, Stephen menyuapi penonton untuk mencoba masakannya.

Setelah itu ada juga acara masak dari luar negeri yang judulnya mirip yakni Yan Can Cook. Acara itu dibawakan oleh Martin Yan, yang punya kemampuan super dalam mengiris bahan makanannya.

Tidak semua acara masak-masak dibawakan oleh chef atau juru masak ternama. Rahasia Dapur adalah salah satunya. Acara ini dibawakan oleh selebritas sebagai presenternya. Rahasia Dapur terkenal ketika dibawakan oleh Berliana Febrianti.

Berfokus pada kue, pastry atau dessert ada acara Gula Gula. Chef Bara Patiradjawane yang membawakannya.

Terkenal dengan ucapan This is it saat menyajikan makanannya, Farah Quinn yang cantik juga sukses membawa acara Ala Chef.

Selain tutorialnya, sampai sekarang yang populer di televisi adalah lomba memasak. Dengan yuri yang juga ahli memasak, Master Chef masih dinanti hingga sekarang. Penampilan Chef Juna, Chel Renata dan Chef Arnold berinteraksi dengan peserta selalu melahirkan drama-drama.

Dalam kompetisi ini peserta ditantang untuk membuat hidangan tertentu dengan bahan-bahan yang sudah disediakan atau dipilih sendiri oleh peserta. Acara ini telah melewati musim tayang yang ke 13.

Jika master chef diikuti oleh siapa saja yang lolos seleksi, Allez Cuisine adalah kompetisi yang diikuti oleh koki-koki yang sudah berpengalaman di resto atau hotel ternama. Pemenang dalam setiap tantangan akan diadu, dan yang bertahan akan mendapat gelar Super Chef.

Kemudian ada pula kompetisi secara kelompok atau tim, namanya Hell’s Kitchen. Peserta berkompetisi dalam suasana layaknya professional kitchen di restoran. Peserta dibagi dalam dua tim yang akan membuat hidangan untuk melayani tamu.

Ajang lain yang mempertemukan para koki profesional adalah  Iron’s Chef dan Top Chef Indonesia.

BACA JUGA : Pompa Surya 

Sebelum munculnya food blogger atau food vlogger, trend review dan petualangan kuliner dimulai oleh Bondan Winarno.

Bondan yang berlatar penulis dan jurnalis itu membawakan acara wisata kuliner di televisi dengan disponsori oleh salah satu produsen kecap di Indonesia.

Dengan mengunjungi rumah makan atau restoran, Bondan memperkenalkan berbagai makanan Nusantara yang salah satu bumbu penyedapnya adalah kecap.

Setelah merasakan makanannya dan memberi keterangan tentangnya, Bondan tidak menilai dengan enak atau enak sekali melainkan dengan memberi predikat Maknyus, Top Markotop atau Sip Markusip.

Bondan kemudian identik dengan ucapan Maknyus. Istilah yang menurutnya diambil dari apa yang diucapkan oleh budayawan Umar Kayam setelah menyantap makanan yang lezat dan memuaskan.

Dan era masak-masak atau wisata kuliner di televisi kemudian surut ketika penonton lebih menyukai youtube ketimbang televisi. Sebagai platform publikasi yang lebih bebas dan independen ketimbang televisi, kemunculan para food vlogger, food reviewer dan chef-chef youtube lebih menarik perhatian.

Meningkatnya pamor platform berbagi video ini membuat masyarakat ikut ngiler saat menyaksikan konten yang dibuat oleh para food vlogger. Betapa tidak, tanpa banyak kata video mereka melahap makanan hanya membagikan suara renyahnya makanan yang dikunyah.  Istilahnya ASMR atau Autonomous Sensory Meridian Response.

Trend lainnya adalah Mukbang, siaran makan dalam bahasa Korea yang menunjukkan seseorang makan dalam porsi besar sambil berbicara dengan penontonnya.

Nama-nama seperti Ken dan Grat, Ria SW, Tanboy Kun, Mgdalenaf, Next Carlos, Gerry Girianza, Farida Nurhan, Street Food Village, Jessica Jane, Qei ASMR, Bobon Santoso dan lain-lain dikenal publik karena berbagi semangat doyan makan.

Konten-konten mereka lebih menampilkan aksi yang mendekati hidup untuk makan. Dan makanan yang disantap oleh mereka atau kios, gerobak, warung serta resto yang didatangi oleh mereka menjadi ngehit.

Merebaknya konten-konten yang menenggelamkan acara masak memasak di televisi ini mungkin bikin gundah untuk sebagaian orang yang ingin menikmati konten petualangan kuliner yang lebih dalam dan bermakna.

Nah, di saluran Netflix ada sebuah konten wisata kuliner dunia yang dipandu oleh Phil Rosenthal. Acara ini menampilkan perjalanan petualangan kuliner Phil ke berbagai daerah di berbagai belahan dunia.

Dengan judul Somebody Feed Phil, acara makan-makan ala Phil Rosenthal yang kocak ini niscaya akan memberikan pencerahan, terutama tentang akulturasi makanan hasil perjumpaan komunitas setempat dengan alam sekitar dan masyarakat luar sehingga menghasilkan kreasi makanan yang bukan saja memuaskan lidah tetapi juga memberi ketenangan dan kebahagiaan bagi jiwa.