Digital marketing atau pemasaran digital bisa diartikan sebagai sebuah upaya untuk melakukan pemasaran/penjualan dengan menggunakan perangkat digital/internet melalui berbagai macam cara dan media dimana penjual/pemasar berkomunikasi dengan calon konsumen atau pembeli secara online.
Cara ini tidak lagi bisa dihindari oleh mereka yang menyebut diri sebagai pelaku ekonomi kreatif. Karena saat ini sebagian besar dari calon konsumen potensial atau target sasaran pemasaran adalah pengguna internet.
Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), kuartal ke II tahun 2020 tercatat pengguna internet di Indonesia sebanyak 196,3 juta orang. Sebuah angka yang sangat besar jika populasi itu dilihat sebagai pasar.
“Jumlah gadget atau smartphone lebih besar dari jumlah penduduk Indonesia. Sebagaian besar digunakan untuk mengakses internet dengan penggunaan terbesar untuk bermedia sosial,” papar Faisal Hasan Basri, Sekjen Sahabat UKM dan founder ColaborID saat menyampaikan pemaparan kepada peserta pelatihan Digital Marketing Pelaku Industri Kreatif, Kamis 26 November 2020 melalui zoom.
Berdasarkan data jumlah pemakai internet dan perilaku dalam jaringan maka tidak bisa dipungkiri lagi bahwa UMKM yang didalamnya termasuk pelaku industri atau ekonomi kreatif mau tak mau harus memakai internet atau pemasaran digital untuk menawarkan dan menjual produknya.
Patria F Mabrur, professional komukasi yang telah meraih berbagai penghargaan dalam dunia pemasaran dan branding mengamini pemaparan Hasan Basri. Keduanya sepakat bahwa konsumen adalah raja. Oleh karenanya kepada konsumen mesti diberikan dua jaminan mutu yakni jaminan mutu produk dan jaminan mutu pelayanan.
“Konsumen perlu dimanjakan,” ujar Faisal sambil memberi contoh Alibaba yang dengan cepat akan membalas chat dari konsumen seperti ketika seseorang tengah berbalas pesan dengan whatsap.
Dengan demikian pemasaran digital tidak melulu berisi penawaran produk atau jasa dan ajakan untuk membeli belaka.
“Pemasaran digital berlaku untuk bisnis apa saja. Jangan merasa kecil hati, tidak percaya diri misalnya karena usaha kita hanya bermodal kecil,” papar Patria sambil memberikan contoh usaha-usaha bermodal kecil yang kemudian berkembang dan memperoleh omzet milyaran lewat pemasaran digital.
Maicih, produk keripik dengan berbagai tingkat kepedasan yang dikembangkan oleh Reza Nurhilman diawali dengan modal Rp. 15 juta bisa memperoleh omzet 7 milyar sebulan. Brodo, produk sepatu yang digawangi oleh Yuka Harlanda dimulai dengan modal Rp. 7 juta berhasil memperoleh omzet 2 milyar sebulan. Dan HAUS yang dimulai dengan modal Rp. 100 ribu oleh Gufron Syarif, berkembang menjadi usaha makanan dan minuman dengan omzet 20 milyar sebulan.
“Sukses tidaknya pemasaran digital mengangkat usaha kita selalu dimulai dari kemampuan kita menentukan siapa sasaran pasar, apa kebutuhan mereka sehingga kita bisa membuat konten yang manarik dan membantu mereka memenuhi apa yang dibutuhkan serta diinginkan,” lanjut Patria.
Faisal Hasan Basri mahfum dengan kebanyakan UMKM yang dikelola sendirian. Semua urusan dikerjakan sendiri dari hulu hingga hilir.
“Di UMKM yang disebut CEO itu adalah chief everything officer,” tukasnya.
Namun hal ini tidak boleh menjadi alasan yang membuat upaya pemasaran digital dilakukan begitu saja, sambil lalu dan tidak terencana dengan baik.
“Pemasaran digital itu langkah stategis, memposting sesuatu di berbagai platform media sosial tanpa tujuan yang terencana akan menjadi kesia-siaan dan tidak berdampak untuk bisnis kita,” terang Patria F Mabrur.
Taktik pemasaran digital
Sama-sama aktif pada komunitas Sahabat UMKM, Faisal dan Patria kemudian menguraikan beberapa strategi dan taktik pemasaran digital melalui internet dan media sosial yang meliputi :
Search Engine Optimization (SEO)
Ini adalah langkah untuk mengoptimalkan situs web/blog untuk mendapatkan peringkat tinggi di halaman mesin pencari. Traffic ditingkatkan secara organik atau tidak berbayar melalui situs. Apa yang harus dilakukan adalah aktif dan konsisten membuat konten lewat blog dan website. Menyediakan informasi yang menarik termasuk infografis yang akan meningkatkan awareness pasar atas produk atau jasa yang ditawarkan.
Konten Marketing
Istilah ini merujuk kepada pembuatan dan promosi lewat konten untuk menghasilkan brand awareness, pertumbuhan traffic, prospek dan pelanggan. Langkah konten marketing dilakukan melalui postingan blog/website, ebook, artikel, infografis dan brosur online.
Sosial Media Marketing
Sama dengan konten marketing yang bertujuan untuk mempromosikan merek dan konten namun dilakukan melalui media sosial seperti facebook, twitter,instagram,youtube dan lain-lain.
Pay-Per-Klik (PPC)
PPC merupakan metode promosi berbayar. Traffic ditingkatkan dengan memasang media promosi lewat berbagai platform seperti Google AdWords, Facebook Ads, tweet promosi twitter, feed atau story berbayar di instagram dan lain sebagainya.
Affiliate Marketing
Ini merupakan jenis iklan yang mempromosikan penawaran atau layanan orang lai di situs web atau blog kita. Hosting video ads dengan youtube dan upload link affiliate adalah model yang banyak dipilih.
Native Ads
Iklan atau pesan ditampilkan pada platform media bersama dengan konten non-berbayar lainnya.
Otomatisasi Pemasaran
Taktik ini mengacu pada perangkat lunak yang berfungsi untuk mengotomatisasi operasi pemasaran dasar. Ada banyak tugas atau tindakan yang berulang secara manual. Seperti postingan media sosial, update kontak, menyapa konsumen, laporan promosi dan lain-lain. Hal-hal ini bisa dilakukan secara digital dengan memakai aplikasi tertentu misalnya WA Bisnis.
Ada banyak pilihan strategi dan taktik pemasaran digital. Apa yang perlu dan cocok untuk dilakukan oleh UMKM atau pelaku industri kreatif tergantung pada produk, pasar yang dituju dan sumber daya untuk melakukannya.
“Idealnya semua dilakukan karena saat ini berbagai platform bisa disinkronisasi. Satu kali push, pesan tersebar atau terpublikasi melalui berbagai platform,” beber Patria.
“Sekarang mungkin semuanya masih dilakukan sendiri, namun jika ingin berkembang, tahap demi tahap tim kerja pemasaran digital mesti dibentuk, harus ada digital marketer dalam bisnis kita” lanjut Faisal.
Yang dimaksud dengan digital marketer adalah seseorang atau tim yang bertanggungjawab untuk mengangkat brand dan mengumpulkan data konsumen baik melalui media berbayar maupun yang gratis.
Fokus kerja digital marketer adalah merumuskan dan membuat cara pemasaran lewat sistem digital/online. Meningkatkan traffic tidak berbayar ke situs web/blog, membuat konten yang menarik dalam bentuk teks, grafis, gambar maupun video. Menyebarkan konten melalui berbagai platform media sosial. Dan kemudian melakukan atau mengembangkan otomatisasi pemasaran.
Mudah, murah, terukur dan menguntungkan
5 sampai 10 tahun lalu banyak orang menolak pemakaian perangkat dan sistem digital/online dengan alasan gagap teknologi. Namun kini istilah itu sudah jarang terdengar karena teknologi digital dengan berbagai aplikasinya semakin mudah digunakan. Pemasaran digital tidak lagi perlu dilakukan oleh mereka yang menguasai koding. Ada banyak aplikasi yang siap pakai baik yang gratis maupun berbayar.
Mempromosikan atau mengiklankan produk dan layanan melalui pemasaran digital juga akan lebih murah dibanding dengan model promosi tradisional seperti memasang spanduk di jalan, papan billboard, stike, iklan di koran atau majalah dan lain sebagainya.
Model pemasaran tradisional selain mahal juga tidak terfokus. Semua orang melihat meski tidak membutuhkan sehingga promosi malah dianggap sebagai gangguan.
“Lewat pemasaran digital apa yang kita tawarkan bisa terfokus. Pesan promosi kita yang berisi tawaran makanan bayi misalnya hanya akan disebarkan kepada ibu-ibu,” ujar Patria memberikan contoh.
Hasil pemasaran digital juga akan lebih mudah untuk dilihat secara akurat, berapa yang melihat, berapa yang memberi respon dan data atau informasi dari mereka yang melihat atau merespon pesan pemasaran. Dan semua ini bisa diperoleh secara real time atau saat itu juga. Hal mana akan sangat sulit diperoleh jika taktik yang dipakai adalah model pemasaran tradisional seperti menyebarkan brosur di perempatan.
Lewat pemasaran digital, UMKM atau pelaku industri kreatif bisa membaca kecenderungan perilaku pelanggan. Sebuah informasi yang akan amat berguna untuk menentukan jenis konten apa yang mesti disampaikan kepada pelanggan sehingga mereka akan memutuskan untuk membeli atau memakai produk dan layanan yang ditawarkan.
Keuntungan lain pemasaran digital adalah biaya. Dengan membuat konten yang berkualitas, traffic, jangkauan, follower dan lain sebagainya bisa diperoleh secara gratis. Ongkos yang mesti dibayar adalah waktu, meluangkan waktu secara konsisten dan tepat.
Namun jika harus membayar maka semua bisa disesuaikan dengan alokasi anggaran atau kemampuan yang kita punya. Besar kecilnya biaya tergantung pada visibilitas yang kita inginkan dari pesan yang disebarluaskan.
“Selalu akan ada kesulitan atau masalah. Dimana-mana memang begitu. Tapi ada banyak yang bisa membantu, saling dukung, berbagi. Bergabunglah dalam komunitas. Komunitas Sahabat UMKM terbuka untuk anda sekalian,” tukas Faisal mengakhiri pemaparan yang disampaikan melalui zoom karena sedang berada di Lombok.
Patria Mabrur yang menyampaikan paparan dalam jaringan dari Yogyakarta menutup perjumpaannya dengan menyemangati para pelaku UMKM dan industri kreatif untuk bangkit dan terus produktif.
“Maju terus dengan pemasaran digital,” pungkasnya.
Bagi-bagi ilmu dan pengetahuan dari Faisal Hasan Basri dan Patria Mabrur menjadi pemungkas dari rangkaian pelaksanaan Pelatihan Digital Marketing untuk Pelaku Usaha Kreatif yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kalimantan Timur dari tanggal 24 hingga 27 November 2020 di Samarinda.

note : artikel ini merupakan kerjasama pemberitaan antara Bidang Pengembangan Karya Seni Budaya, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur dengan Borneo Corner/kesah.id








