Tren pertumbuhan aktivitas dan konsumen pariwisata tak lepas dari perkembangan teknologi. Dalam gawai cerdas sudah tersematkan fasilitas dan aplikasi yang memudahkan seseorang untuk melakukan perjalanan wisata.
Ada banyak destinasi wisata menjadi hits karena publikasi yang dilakukan secara sukarela oleh wisatawan yang merekam foto maupun video lokasi wisata tersebut. Pun rute dan moda perjalanan kesana bisa dengan mudah dan segera ditemukan di internet lewat jejak yang ditinggalkan atau sengaja dibuat oleh para pemakai local google guide misalnya.
Penetrasi teknologi dalam perjalanan semakin besar dengan munculnya berbagai macam aplikasi penyedia layanan ticketing, akomodasi, transportasi, pembayaran, makanan minuman dan pemanduan secara online.
Pertumbuhan aktivitas dan konsumen wisata sejenak terhenti ketika dunia diserang pandemi Covid 19. Pembatasan sosial dan mobilitas yang merupakan cara terbaik untuk menghadapi pandemi membuat industri pariwisata menjadi sektor yang paling pertama dan terpuruk.
Namun pegiat dan pebisnis pariwisata tidak patah arang menyikapi pandemi. Teknologi kemudian dipakai untuk kembali mereaktivasi industri pariwisata. Terciptalah virtual tour, sebuah sajian wisata yang berbasis perangkat digital dengan memanfaatkan teknologi yang biasa dipakai dalam pertemuan digital yang juga sedang menjadi tren.
Jika dunia pendidikan dan bisnis lainnya memanfaatkan zoom,google meet, google hangout dan lain-lain untuk webinar, maka industri wisata memanfaatkannya untuk menyajikan virtual tour.
Dengan teknologi virtual tour ini para pemandu wisata bisa tetap bekerja sesuai dengan protokol kesehatan dan sanitasi karena menyajikan keindahan destinasi wisata dalam jaringan internet secara real time.
Reaktivasi dan promosi pariwisata Kalimantan Timur
Dengan ditetapkannya Kalimantan Timur sebagai Ibukota Negara yang baru, sektor pariwisata mempunyai masa depan yang cerah. Selain destinasi wisata yang sudah dikenal, masih ada sederet destinasi-destinasi baru yang mesti diperkenalkan.
Oleh karenanya dalam rangka mereaktivasi sektor pariwisata di era normal baru, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur melalui Bidang Pengembangan Karya Seni Budaya menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Video Virtual Kreatif Daya Tarik Wisata, dari tanggal 27 – 30 November 2020 di Samarinda.
Awang Khalik, Kepala Seksi Fasilitasi Seni Pertunjukan dalam laporan kegiatan mengatakan tujuan pelatihan ini untuk mendorong para pemandu wisata dan content creator membangkitkan kembali pariwisata di Kalimantan Timur.
Dalam pelatihan ini dihadirkan pembicara dari Atourin, sebuah start up, perusahaan teknologi pariwisata yang merupakan salah satu pioner penyelenggara virtual tour.
“Mari kita gunakan kesempatan ini untuk bertukar ide dan gagasan serta belajar dari para narasumber agar pengembangan wisata lewat penyelenggaraan virtual tour bisa diwujudkan,” ajak Awang.
Sementara itu Lukman, Kepala Bidang Pengembangan Karya Seni Budaya yang mewakili Sri Wahyuni, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur membuka acara pelatihan, mengajak peserta untuk memanfaatkan kesempatan dalam pelatihan ini guna membicarakan konsep pariwisata Kalimantan Timur ke depan.
Kepada peserta pelatihan yang merupakan anggota HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) dari seluruh kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Timur, Lukman menyampaikan bahwa di beberapa tempat, wisata virtual telah sukses dilaksanakan sebagai paket yang berbayar.
“Daerah kita jauh lebih luas dan kaya potensi dari berbagai pulau/wilayah yang telah dikenal sebagai destinasi wisata populer. Kita mesti mengekplorasi ini dan kemudian memperkenalkan kepada wisatawan, utamanya wisatawan mancanegara,” ujar Lukman.
Yang disebut sebagai kekayaan potensi wisata Kalimantan Timur adalah kekhasan geologi, lanskap, keanekaragaman hayati, endemisitas flora fauna dan kebudayaan masyarakatnya.
“Kita mesti memfokuskan diri untuk mengembangkan wisata premium, wisata mahal dan wisata dengan tujuan khusus. Wisata yang berbasis pada ekologi dan budaya yang khas dan HPI adalah garda depan untuk mewujudkan hal ini,” tegas Lukman yang kemudian disambut dengan yel-yel meriah oleh seluruh peserta pelatihan dan dilanjutkan dengan foto bersama yang menandakan pelatihan telah resmi dibuka.

note : artikel ini merupakan kerjasama pemberitaan antara Bidang Pengembangan Karya Seni Budaya Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur dengan Borneo Corner/kesah.id








