KESAH.ID – Kemenangan Marc Marquez pada balapan di Sirkuit Balaton Ring Hungaria membuatnya telah memenangkan balapan tujuh kali berturut sebanyak dua kali sepanjang karirnya. Sebuah catatan yang luar biasa untuk seorang pembalap di tengah persaingan yang ketat. Dan lebih istimewa karena Marc Marquez mencatat rekor dengan dua merek motor yang berbeda. Dulu Marc hanya dianggap cocok dengan Honda, namun kini terbukti Marc juga tetap piawai meski menaiki motor merek lainnya. Dan pabrikan yang beruntung itu adalah Ducati.
Sirkuit atau lintasan balap yang baru selalu menantang untuk para pembalap. Karena masing-masing mempunyai keunikan dan karakter tersendiri. Pengalaman di sirkuit lain tidak bisa menjadi patokan.
Untuk para pembalap dan tim, sirkuit baru akan menyulitkan karena mereka tak mempunyai data untuk pembanding.
Pada seri ke 14 Moto GP 2025, para pembalap akan berpacu di sirkuit baru, yakni Balatonring Hungaria.
Sirkuit ini pernah menyelenggarakan balapan Moto GP pada tahun 1990 dan 1992, namun setelah itu vakum, hingga kemudian di tahun 2008 dan 2019 namun gagal. Baru pada tahun 2023, sirkuit ini diperbaharui dan tahun 2024 masuk dalam daftar tuan rumah cadangan.
Baru di tahun 2025, akhirnya balapan Moto GP kembali digelar di Sirkuit Balatonring.
Sirkuit Balatonring, mirip dengan Sirkuit Mandalika, karena dibangun di daerah tujuan wisata. Maka sirkuit ini juga dikenal dengan nama Balaton Park karena pemandangan sekitarnya indah, berada dekat dengan Danau Balaton.
Sirkuit ini dirancang oleh perancang lokal, putra daerah bernama Ferenc Gulacsi. Karakternya mirip dengan Sirkuit Misano yang sempit, dengan banyak tikungan sedang dan lambat. Trek lurusnya tidak panjang sehingga menuntut pengereman keras dan akselerasi yang cepat, stop dan go.
Maka tantangan para pembalap adalah manajemen ban.
Dengan karakter gas rem gas rem, adaptasi pembalap yang cepat dituntut di sirkuit ini agar bisa ngebut.
Para pembalap Ducati beberapa waktu yang lalu pernah melakukan ujicoba di sirkuit ini, namun mereka tidak menggunakan motor Ducati yang dipakai untuk balapan. Motor yang dipakai untuk menguji sirkuit ini adalah Ducati Panigale, motor produksi massal kebanggaan Ducati.
Saat ujicoba, Francesco Bagnaia berhasil menunjukkan kecepatannya.
Menenggok catatan sejarah Moto GP, Marc Marquez dikenal sebagai salah satu pembalap yang piawai menaklukkan sirkuit baru.
Marc Marquez tercatat telah memenangkan balapan pada sirkuit baru di Buriram, Thailand, Termas de Rio Hondo, Argentina dan Sirkuit COTA, Amerika Serikat.
Sedangkan Miquel Olivera telah menang dua kali di sirkuit baru yakni Sirkuit Mandalika, Indonesia dan Sirkuit Portimao, Portugal. Valentino Rossi juga telah menang dua kali yakni di Sirkuit Indianapolis, Amerika Serikat dan Sirkuit Shanghai, Tiongkok.
Pembalap Moto GP lainnya yang pernah merasakan kemenangan di sikuit yang baru adalah Andrea Iannone yang memenangkan balapan di Red Bull Ring, Austria, lalu Jorge Lorenzo di Sirkuit Silverstone, Inggris dan Casey Stoner yang menang di Sirkuit Aragon, Spanyol. Selain itu ada juga Marco Melandri yang menang di Sirkuit Istambul Park, Turki, Sete Gibernau di Sirkuit Losail, Qatar dan Makato Tamada yang menang di sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang.
Siapa yang akan mencatat sejarah baru di Sirkuit Balatonring Hungaria ini?.
Di grid Moto GP saat ini hanya menyisakan dua pembalap penahkluk sirkuit baru, Marc marquez dan Miquel Olivera. Marc Marquez lebih dijagokan karena selain sirkuit ini mempunyai banyak belokan ke kiri, Marc kini juga menunggangi motor terbaik di Moto GP yakni Ducati.
BACA JUGA : Orkestrasi Marquez
Menjelang paruh musim seri balapan Moto GP 2025, pabrikan Eropa lain mulai menyusul Ducati. KTM dan Aprilia mulai menunjukkan kecepatannya dan berhasil meraih podium. Sulit untuk Ducati meneruskan kebiasaan menyapu bersih podium. Ducati Cup terancam.
Hanya Marc Maquez yang selalu konsisten. Marc hampir selalu bisa menang atau berada di podium andai tidak terjatuh atau crash. Alex Marquez cukup konsisten namun menjadi hanya sampai menjadi spesialis P2 atau pemenang kedua. Sedangkan Francesco Bagnaia justru makin lama makin memburuk.
Franco Morbideli dan Fabio Digianntonio juga naik turun, kadang cepat, kadang lambat. Grafik perkembangan yang baik justru ditunjukkan oleh pembalap baru Ducati, Fermin Aldequer. Maka tak salah jika Fermin disebut sebagai pembalap masa depan Ducati.
Marc Marquez walau belum setahun di Ducati, kini selalu diandalkan untuk menjadi penyelamat muka Ducati.
Sebab jika Marc tak menang, bisa saja pembalap Aprilia atau KTM yang akan menduduki tahta pemenang.
Dalam sesi latihan perdana di Sirkuit Balatonring, terbukti Marc diikuti oleh pembalap KTM, Pol Espargaro dan Pedro Acosta.
Pembalap HRC, Luca Marini bahkan bisa lebih unggul dari pembalap Ducati lainnya. Luca Marini lebih cepat dari Alex Marquez yang mencatatkan posisi tercepat kelima. Fabio Digianntonio dan Francesco Bagnaia yang mengendarai Ducati GP 2025 bahkan terlempar dari sepuluh besar.
Melihat karakter dan lay out Sirkuit Balaton Ring, tak salah jika Marc Marquez dijagokan. Master penakluk sirkuit baru ini memang langsung membuktikan kecepatan. Marc berhasil membobol tembok kecepatan satu lap di angka 1 menit, 37 detik lebih, sementara pembalap lain hanya berhasil mencatatkan waktu 1 menit 38 detik lebih.
Dari analisis lap time, Marc kuat di T1, T3 dan T4, sementara Pedro Acosta kuat di T2.
Bisa dipastikan jika Marc Marquez konsisten maka Marc akan menambahkan rekor kemenangan di sirkuit baru yang membuatnya akan mendapat julukan Sang Penakluk. Marc juga akan memperbaharui rekor jika berhasil menyapu bersih kemenangan di Sirkuit Balaton sehingga akan tercatat memenangkan balapan 7 kali berturut-turut.
Jika ini terjadi jelas Francesco Bagnaia, rekan satu timnya bakal semakin terpuruk. Dan Ducati bakal semakin pusing bagaimana membantu Francesco Bagnaia kembali memperoleh kecepatan dan kepercayaan dirinya.
Pedro Acosta menjadi pembalap yang menonjol, selain karena cepat, Pedro Acosta juga jatuh bangun. Yakin bisa menyaingi Marc Marquez, Pedro termotivasi untuk melewati batasan motornya.
Akhirnya beberapa nama besar gagal masuk kualifikasi 2 dan harus berjuang melewati kualifikasi pertama. Jorge Martin dan Francesco Bagnaia gagal masuk ke kualifikasi 2.
Marc Marquez akhirnya mencatatkan diri sebagai pembalap pertama yang pole position di Sirkuit Balatonring, Hungaria. Disusul oleh Marco Bezzecchi dan Fabio Digianntonio yang berjuang lewat kualifikasi 1. Dua pembalap Ducati yang selama ini berkali-kali menemani Marc Marquez podium gagal berada di sepuluh besar, Alex Marquez dan Pecco Bagnaia akan memulai balapan dari posisi 11 dan 15.
Pedro Acosta yang gemilang di sesi latihan terpaksa harus menerima nasib buruk, start dari posisi 7 karena mengalami high side saat kualifikasi 2. Sayang sekali karena sirkuit ini cocok sekali untuk KTM.
Nampaknya gelar Sang Penakluk akan semakin melekat pada Marc Marquez.
BACA JUGA : Pajak Kebisingan
Tak ada yang mengganggu laju Marc Marquez merebut kemenangan pertamanya di Sirkuir Balaton Ring, Hungaria. Memimpin sejak lampu start menyala, Marc memperoleh keuntungan dari pengereman Fabio Quartaro yang sangat terlambat sehingga bersenggolan dengan Marco Bezzecchi dan kemudian crash menyapu aero belakang Enea Bastianini.
Akibatnya beberapa tikungan berikutnya, Enea Bastianini yang kehilangan keseimbangan menabrak bagian belakang Johan Zarco. Pembalap lain yang mengalami crash adalah Pedro Acosta. Saat bersaing dengan Jorge Martin, Acosta mengalami low side. KTM kehilangan kesempatan, terlebih lagi Brad Binder juga mengalami masalah sehingga harus berganti motor.
Dibuntuti oleh Fabio Digianntonio dan Franco Morbideli, Marc Marquez mencatatkan kemenangan mudah di Sirkuit Balaton Ring , Hungaria. Tak ada satupun pembalap yang menekan Marc Marquez, karena sejak putaran pertama Marc sudah menciptakan jarak.
Meski Francesco Bagnaia menunjukkan trend semakin memburuk, namun Ducati masih terhibur karena dalam sprint race pertama di Sirkuit Balaton Ring ini, podium diborong oleh Ducati. Fabio Digianntonio dan Franco Morbideli dari tim VR46 yang menunggangi Ducati GP 2025 dan GP 2024 menemani Marc Marquez di podium.
Grand Prix Hungaria ini akan diwarnai oleh banjir pinalti. Alex Marquez dan Jack Miller yang harus turun posisi 3 grid di start, lalu Fabio Quartararo yang mendapat long lap pinalty dan Enea Bastianini yang mendapat double long lap pinalty.
Seven Magnificent, walau tak mulus saat start Marc Marquez akhirnya mencatat kemenangan 7 kali berturut-turut yang kedua selama karirnya. Dengan kemenangan di Sirkuit Balaton Ring, Hungaria, Marc Marquez menambah catatan sebagai penahkluk sirkuit baru.
Sebelum balapan grand prix Marc menyebut kunci kemenangan adalah langsung memimpin. Namun ketika start Marc tak berhasil menaklukkan tikungan pertama, posisinya agak melorot. Marc berada di belakang Marco Bezzecchi dan Franco Morbideli.
Dengan pilihan ban medium-medium, Marc Marquez langsung menyerang, berusaha melewati Franco Morbideli. Dan setelah beberapa lap, Marc berhasil melewati Morbideli dan segera mengejar Marco Bezzecchi yang sempat membuat gap hingga lebih dari 1 detik.
Marc sabar membuntuti Marco Bezzecchi dan menjelang pertengahan balapan, Marc mulai menyerang. Setelah beberapa kali percobaan melewati Marco Bezzecchi, akhirnya Marc berhasil melewati dan segera membuat jarak. Berada di barisan paling depan, Marc langsung memacu motornya agar aman dari kejaran pembalap di belakangnya.
Pedro Acosta menjadi pembalap yang punya kecepatan,menyodok dari posisi ke tujuh, Acosta setelah melewati Morbideli langsung mengejar Marco Bezzecchi. Dan akhirnya Pedro berhasil melewati Bezzecchi walau untuk mengejar Marc Marquez amat kecil peluangnya karena Marc bisa menciptakan margin jarak sekitar 3 detik.
Balapan 26 lap ini akhirnya dimenangkan oleh Marc Marquez, disusul oleh Pedro Acosta dan Marco Bezzecchi. Kali ini Ducati yang lain berada di luar lima besar, karena di depan Franco Morbideli ada Jorge Martin dan Luca Marini.
Marc Marquez lagi-lagi menyelamatkan muka Ducati dengan kemenangannya. Alex Marquez yang mendapat pinalti turun 3 grid dan kemudian mengalami crash, membuat Marc Marquez akan segera merayakan gelar juara dunia secara dini.
Kemenangan ketujuh berturut-turut ini membuat jarak antara Marc dan Alex menjadi 175 poin. Jelas sulit bagi Alex Marquez untuk membalikkan keadaan, merebut tahta gelar juara dunia Moto 2025 dari tangan kakaknya.
Memang sulit menaklukkan sang penakluk.
note : sumber gambar – BOLA








