Merangkak, melewati garis waktu ada saatnya kita bersama akan bertemu dengan sebuah kondisi yang merubah banyak aspek dalam kehidupan. Bukan hanya sekali melainkan berulang kali.
Dalam buku Garis Waktu, Fierza Besari menulis sebuah kalimat indah “Hidup adalah serangkaian kebetulan. ‘Kebetulan’ adalah takdir yang menyamar.
Pada ruang dan waktu hidup bersama kita, pandemi covid 19 bisa diibaratkan sebagai ‘kebetulan’, serangan virus serempak satu dunia membuat kehidupan berhenti sejenak dan menemukan bentuk baru yang memaksa kita semua untuk menyadari bahwa kita masuk dalam era kehidupan digital.
Bahwa kemudian banyak yang masih gagu, ragu atau bahkan rontok, itulah hidup. Selalu ada dua sisi mata uang. Satu diatas atau muncul, satu dibawah atau tenggelam.
Tak perlu kita meratapi yang tenggelam dan tak perlu kita menjadi jumawa karena diatas. Apa yang terpenting justru kita semua ingin berada dimana?. Mau ikut rombongan yang muncul menyembul atau pasrah parah ikut dengan mereka yang tenggelam.
Perubahan selalu menempatkan kita dalam masalah pilihan, sehingga butuh solusi. Dan revolusi kerap kali muncul bukan karena direncanakan melainkan karena terdesak. Perubahan besar sering terjadi sebagai wujud dari manifestasi ‘The Power of Kepepet”.
Karena pandemi dan pembatasan sosial banyak orang kehilangan pekerjaan, banyak usaha kehilangan pasar dan omzet.
Tapi karena pandemi dan pembatasan sosial kemudian banyak orang menemukan betapa berharganya ketrampilan memasak aneka rupa. Dan tanpa membuka restoran masakan yang dibuat dan kemudian diposting di media sosial ternyata laris manis. Masakan dari resep warisan nenek atau ibu ternyata kebanjiran order.
Karena banyak orang khawatir untuk pergi kemana-mana, jasa titipan belanja ternyata bisa menolong Tukang Ojek yang sepi order. Dia kini tak mengangkut penumpang melainkan pergi ke pasar-pasar dengan catatan orderan.
Guru-guru yang wagu dan ragu mengajar online, terpaksa mesti belajar lagi dan beberapa kemudian menjadi jago. Smartphone dimaksimalkan, semua divideokan. Tanpa belajar soal massive online course atau membuat start up kelas online, ada guru yang kemudian bisa memberi pelajaran nir kelas tambahan. Penghasilan datang tanpa pergi ke sekolah. Kelas ada meski guru tinggal di rumah kontrakkan.
Banyak orang ingin makan enak, tapi tak enak kantongnya kalau harus terus membeli. Tapi memasak sendiri mulai dari membeli bahan-bahan sampai meracik bumbu membutuhkan banyak waktu, sementara pergerakan dibatasi. Muncul pasar, paket masakan dan bumbu siap masak. Maka menjual resep unggulan, bumbu plus bahan siap masak menjadi pilihan. Dan terbukti ketika dijual online, dipasarkan di market place, banyak yang kemudian kebingungan karena kebanjiran order.
“The Power of Kepepet” bisa membuat orang punya sejuta jurus untuk bergerak terus. Yang awalnya gagu dan kelabakan karena arus digital, karena dipaksa oleh keadaan akhirnya mampu mengendalikan arus itu dan bermain di dalamnya. Mereka yang kemudian mampu menaklukkan arus tentu saja bukan mereka yang pengeluh atau jadi pasukan rebahan. Mereka yang bertahan dan bahkan berkembang adalah manusia-manusia pembelajar. Menerima kesulitan dan kemudian mencari jalan keluar berdasarkan arus kehidupan yang tengah berkembang.
Setiap kejadian selalu ada hikmahnya dan hikmah itu bukanlah kata-kata indah melainkan keindahan dan kekayaan yang selama ini tak terlihat. Hidup yang berhenti karena covid 19 bukanlah tentang kehilangan melainkan tentang peluang-peluang baru yang selama ini tidak kita lihat. Kita selama ini tidak melihat hal itu karena kesibukan atau menyibukkan diri dengan hal lainnya.
Selama ini barangkali kita punya sesuatu tapi tak menjadikannya sebagai kreasi sebab tak paham IT, tak mengerti editing video, tak cakap membuat materi promosi. Tambah lagi kita menyia-nyiakan smartphone kita yang kerap gonta-ganti demi mengikuti trend.
Padahal di Smartphone tersedia hampir semua aplikasi yang membuat kita orang awam bisa menghasilkan produk layaknya kaum profesional. Tak perlu kita kuasai adobe premiere atau pinnacle studio pro untuk membuat video tutorial yang menarik hati. Tak perlu juga kita kuasai coreldraw untuk membuat flyer, pamlet atau apapun untuk mempromosikan produk atau usaha kita.
Di smartphone ada aplikasi pengolah video yang gahar yang dengan mudah dikuasai oleh siapapan, di smartphone ada aplikasi dengan pilihan banyak template untuk klik dan drag sehingga menghasilkan material promosi yang cocok untuk produk atau usaha kita. Pendek kata semua tersedia dan mayoritas gratis.
Maka terimakasih corona, meski tak terlihat ternyata mampu merubah dunia tanpa kotbah panjang dan demo berlarat-larat.
kreadit foto : berita satu








