Yang biasa bekerja dengan smartphone (Handphone) pasti tahu dan mengenal OTG USB.
Perangkat bantu ini biasa dipakai untuk menghubungkan flashdisk dengan smartphone.
Namun kegunaan On The Go USB tidak terbatas hanya untuk menghubungkan samrphone dengan flashdisk melainkan juga dengan perangkat lain seperti printer atau keyboard yang berbasis USB.
Ketika fase relaksasi (pelonggaran) pada masa pendemi Covid 19, istilah OTG kembali terkenal. Bukan karena WFH yang kemudian memaksa banyak orang kerja di rumah atau karena pelajar mesti harus belajar daring sehingga menyimpan materi ajar dari Smarphone ke flashdisk.
Istilah OTG yang terkenal di masa pandemi Covid 19 tak ada hubungan dengan teknologi. OTG yang dimaksud adalah Orang Tanpa Gejala.
Dalam Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19). Yang disebut atau dikategorikan sebagai OTG adalah seseorang yang tidak bergejala dan memiliki risiko telah tertular dari orang yang terkonfirmasi Covid 19.
Seseorang dikategorikan sebagai OTG bila memiliki kontak erat dengan kasus konfirmasi atau pasien positif Covid-19.
Kontak erat yang dimaksud bisa berupa aktivitas fisik misalnya berada bersama dalam radius 1 meter dengan pasien yang berstatus dalam pemantauan (PDP) atau positif Covid 19 dalam dua hari sebelum gejala timbul hingga 14 hari sesudahnya.
Di Samarinda, setelah fase relaksasi pertambahan jumlah orang yang positif Covid 19 justru meningkat. Dua rumah sakit sempat ditutup karena pegawai dan petugasnya positif setelah menjalani test swab.
Kenapa demikian?. Petugas dan pegawai rumah sakit yang menerima dan merawat pasien Covid 19ang termasuk dalam kelompok resiko tinggi karena kontak yang erat dengan pasien dalam pemantauan atau positif Covid 19.
Dalam Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, Kemenkes dijelaskan bahwa petugas kesehatan adalah kelompok yang paling rentan menjadi OTG.
Selain petugas kesehatan yang paling rentan adalah orang yang berada bersama dalam ruangan dan orang yang bepergian bersama.
Nah bagaimana kita bisa menghindarkan diri untuk berada bersama atau bepergian dengan mereka yang masuk dalam kategori OTG?.
Tentu saja sulit karena yang disebut OTG tidak mempunyai ciri ciri khusus. Oleh karena itu disebut OTG karena orang itu tidak mempunyai gejala infeksi virus corona.
Kondisi ini bisa jadi meresahkan pada satu sisi tapi di sisi lain juga bisa membuat kewaspadaan masyarakat menjadi menurun.
Tapi baik yang resah maupun yang tak peduli, agar tidak tertular atau terinfeksi Covid 19 Sama sama bisa melakukan pencegahan. Caranya sudah sangat jelas seperti yang selama ini sudah disampaikan oleh berbagai pihak.
Tetaplah patuhi anjuran physical distancing dengan di rumah aja atau mengurangi aktivitas di luar rumah.
Jika terpaksa harus bepergian senantiasa menjaga jarak aman dan hindari kontak langsung dengan orang lain.
Terus kenakan masker jika di luar rumah dan tetap rajin cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
Jadi tak perlu khawatir atau sebaliknya percaya diri berlebihan. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.








