KESAH.IDVidi Vini Vici, saya datang, melihat dan menang. Pepatah kuno yang dikreasi oleh Julius Caesar ini cocok untuk mengambarkan kiprah Lionel Messi di Inter Miami Amerika Serikat. Kegemilangan Messi ditunjukkan dengan sebuah trophy juara yang diraih oleh Inter Miami dalam 7 laga yang diikuti oleh Messi. Bermain 7 kali, Messi berhasil mencetak 10 gol, yang membuatnya dianugerahi sebagai top skorer dan pemain terbaik dalam Leagues Cup 2023. Tambahan gelar di Inter Miami membuat Lionel Messi menjadi pesepak bola dengan gelar juara terbanyak.

Ada satu pepatah kuno yang masih terus dipakai sebagai penyataan sukses atau kemenangan pada kesempatan pertama.

Setelah menahklukkan Pharnaces di pertempuran Zela setelah dirinya menahklukkan Pompeius dalam perebutan tahta.

Berangkat dengan pasukan yang berkurang banyak, Julius Caesar tetap berani berangkat ke medan perang di Pontus untuk melawan Pharnaces. Dan dengan berbekal tiga legion, Caesar bisa memaksa Pharnaces meninggalkan Pontus dan memberikan kembali tanah jarahannya kepada Romawi.

Kemangan itu membuat Julius Caesar menciptakan frasa Vidi Vini Vici yang artinya “aku datang, aku melihat dan aku menahklukkan atau menang”

Pepatah ini ditulis dalam sebuah surat yang dikirimkan oleh Julius Caesar kepada Amantius, salah satu sahabatnya di Roma.

Pepatah yang mudah diingat ini kemudian populer. Selain terkenal sebagai panglima perang, Caesar merupakan seorang penulis yang berbakat sehingga mampu menciptakan ungkapan yang bunyi dan iramanya sama. Dan ungkapan Julius Caesar ini seolah abadi, bertahan melintasi jaman dan tetap dipakai untuk mengambarkan sebuah pencapaian yang luar biasa dari orang-orang tertentu pada berbagai bidang.

Dalam dunia olahraga, vidi vini vici kerap terjadi. Seorang debutan baru dalam kesempatan pertama mampu menjadi juara dan kemudian mendominasi dalam putaran-putaran berikutnya. Marc Marquez adalah salah satu contohnya.

Berpindah dari Moto 2 ke kelas utama Moto GP, Marquez berhasil menjadi juara mengalahkan para legenda balap yang masih berada dalam lintasan. Marquez kemudian mendominasi kejuaraan Moto GP sampai akhirnya runtuh karena didera cidera berkepanjangan.

Ungkapan vidi, vini, vici kini layak disematkan pada sosok Lionel Messi. Pesepakbola yang sudah memasuki usia senja untuk seorang pemain yang berposisi sebagai penyerang. Messi yang telah berumur 36 tahun ternyata terus mencatat prestasi dalam usia yang tidak muda lagi.

Pada umumnya pesepakbola akan pensiun pada umur 35 tahun, namun Messi justru memulai petualangan baru.

Ada beberapa pesepakbola yang namanya masih gacor saat memasuki usia 35 tahun, meski menua namun masih menjadi andalan klubnya. Thiago Silva, Fernandinho, Samir Handanovic, Zlatan Ibrahimovic dan Christiano Ronaldo adalah beberapa nama diantaranya.

Dan Lionel Messi kemudian menambah daftar tersebut. DIbandingkan dengan nama-nama diatas, Messi lebih superior. Catatan prestasi individu, klub dan tim nasionalnya paling mengesankan.

Gelar Ballon D’or atau pemain terbaik dunia dan gelar juara dunia menjadikan prestasi Messi sempurna serta sulit untuk disaingi oleh pesepakbola lainnya, termasuk Christiano Ronaldo, rival paling terdekatnya.

Messi seolah merupakan Julius Caesar dalam sepakbola. Kedatangannya dalam kancah liga profesional terkemuka di dunia langsung mampu menarik perhatian, penampilannya ditunggu dan satu persatu gelar juara jatuh ke klubnya. Dalam paruh pertamanya berkarir di Eropa, nama Barcelona kemudian identik dengan Messi.

Paruh kedua, masa Lionel Messi meninggalkan Barcelona untuk bermain di PSG Perancis menjadi masa buruk. Tahun pertama di PSG, Messi terpuruk namun dirinya bersinar di tim nasional. Messi mampu mengantar Argentina kembali mengangkat Trofi Piala Dunia.

Tak kerasan berada di Paris Perancis yang merupakan kota Impian banyak orang, Lionel Messi menyeberang ke benua lain. Kembali ke benua Amerika namun bukan ke negaranya melainkan ke Amerika Serikat, negeri dimana sepabola tidak populer dibanding dengan wilayah Amerika lainnya.

Dan vidi, vini, vici. Pilihan Messi ke Amerika Serikat menjadi benar ketimbang memilih Saudi Arabia yang menawarkan jauh lebih banyak uang. Messi datang ke Amerika Serikat, melihat sepakbola disana {main} dan Messi bukan hanya menang melainkan menahklukkan masyarakat Amerika Serikat.

Kedatangan Messi ke Amerika Serikat bukan hanya menguntungkan Inter Miami, klub barunya melainkan juga MLS, Liga Sepabola Amerika Serikat karena kursi stadion kini penuh dan harga tiket meningkat karena kedatangan Messi.

BACA JUGA : Merdeka Dari Lubang Tambang

Sepanjang karirnya, Lionel Messi selalu dibanding-bandingkan dengan Christiano Ronaldo. Mereka berdua juga pernah mengalami masa persaingan yang keras karena bermain di liga yang sama. Messi di Barcelona dan Ronaldo di Real Madrid.

Berada dalam klub yang punya persaingan panjang, rivalitas antara Messi dan Ronaldo ikut memanas.

Namun oleh beberapa pesohor sepakbola, Messi selalu dianggap kurang dari Ronaldo karena Messi hanya bermain di Barcelona. Meski bertabur prestasi, Messi dianggap hanya mencari tempat aman, kurang berani mencari tantangan baru dan menguji kemampuan di liga terkemuka lainnya.

Sementara Ronaldo berani berpindah-pindah, seolah nyalinya lebih besar karena berani menguji kemampuan di Liga Portugal, Inggris, Spanyol dan kemudian Italia.

Messi sering ditantang untuk berani meninggalkan Barcelona dan Spanyol menuju kancah persaingan sepakbola Eropa lainnya.

Akhirnya Messi meninggalkan Barcelona menuju PSG di Perancis walau terkesan karena terpaksa. Messi mengikuti jejak Ronaldo, mencoba atmosfer persaingan dalam liga lainnya. Tahun pertama Messi berantakan namun tahun kedua Messi berhasil bangkit kembali. Bersama dengan Mbape dan Neymar, Messi menjadi andalan PSG.

Dan keputusan Messi meninggalkan PSG menuju Inter Miami yang bermain di Liga MLS Amerika Serikat, mampu membuat para pengkritiknya bungkam. Messi ternyata tak jeri mencoba pengalaman baru di liga-liga yang asing baginya.

Inter Miami bukanlah klub papan atas di Amerika Serikat. Klub yang salah satu pemiliknya adalah David Beckham ini sejak didirikan pada tahun 2018 belum pernah meraih prestasi tertinggi dalam sepakbola Amerika Serikat.

Sebelum Messi datang, Inter Miami selalu berada dalam posisi papan bawah Liga MLS. Jarang menang karena lebih sering kalah berturut-turut.

Seperti Julius Caesar, kedatangan Messi ke Inter Miami langsung membuat klub gurem di MLS naik daun. Follower instagramnya naik berkali lipat, bahkan lebih banyak dari follower semua klub MLS jika disatukan.

Bahkan ketika Messi belum bermain, Inter Miami sudah menuai beberapa kemenangan atau bahkan keuntungan. Harga tiket pertandingan naik, dan tiketnya ludes dengan cepat.

Sabtu 22 Juli 2023, Messi memulai debutnya sebagai pemain penganti saat Inter Miami bertanding melawan Cruz Azul dalam pertandingan Leagues Cup.

Messi yang bermain mulai menit ke delapan babak kedua dan kemudian bermain dengan kompratriotnya di Barcelona yakni Sergio Busquet belum langsung nyambung dengan pemain lainnya.

Namun pada akhirnya Messi menunjukkan magisnya, menjadi penentu kemenangan Inter Miami lewat tendangan bebas saat memasuki injury time. Inter Miami meraih kemenangan pertama bersama Messi.

BACA JUGA : Pengusaha Penguasa

Sejauh ini Messi telah memainkan 7 laga bersama dengan Inter Miami. Messi menjadi Bintang baru bukan hanya untuk Inter Miami namun juga sepakbola Amerika Serikat karena dalam 7 kali turun lapangan, Messi berhasil mencetak 10 gol.

Tak ada laga yang diikuti oleh Messi tanpa mencetak goal. Dalam ketujuh pertandingan pada Leagues Cup ini Messi juga menghasilkan satu assist.

Produktifitas Messi yang selalu membawanya klubnya menang, membuat Inter Miami mencatat sejarah baru. Kemenangan atas Nashville di partai final membuat Inter Miami sukses mengangkat trofi untuk pertama kalinya.

Untuk Messi gelarnya bersama Inter Miami menjadikannya sebagai pesepakbola dengan koleksi gelar terbanyak, mengalahkan Dani Alves yang dulu bermainnya bersama di Barcelona. Alves mengkoleksi 43 gelar, sementara Messi mengkoleksi 44 gelar yang kemungkinan masih bisa bertambah.

Dengan 44 gelar yang telah direngkuhnya, Lionel Messi berhasil menjadi pemain bola tersukses di dunia yang masih aktif.

Messi seolah akrab dengan rekor. Walau baru bermain 7 kali namanya telah tercatat sebagai pemain pertama dalam Leagues Cup yang bisa mencetak gol dalam setiap fase turnamen.

Di negeri yang jauh dari hingar bingar sepakbola, Messi masih bisa menunjukkan dirinya tetap merupakan salah satu pemain terbaik di dunia, pengaruh kehadirannya begitu besar bukan hanya karena namanya tapi juga produktifitasnya.

Vini Vidi Vici, sempurna karena Messi bukan hanya membantu Inter Miami meraih gelar pertamanya. Selain trophy juara, Messi juga menjadi pencetak gol terbanyak dan meraih penghargaan sebagai pemain terbaik.

Andai nanti penampilan Messi konsiten bukan tidak mungkin Messi akan menjadi pemain paling terkenal dalam sejarah MLS, sejarah sepakbola Amerika Serikat.

Walau datang ke Amerika Serikat saat usianya tak muda lagi, namun Messi masih terlalu perkasa untuk atmosfer sepakbola Amerika.

Tidak seperti pemain-pemain sepakbola ternama yang didatangkan ke Amerika Serikat untuk mengangkat pamor sepakbola disana, Messi dalam usianya yang telah melewati angka 35 tahun masih tampil bak monster yang haus gol.

Kabarnya tidak sulit membuat Messi tetap berprestasi. David Beckham tahu benar bahwa Messi akan terus menunjukkan tajinya selama dia bahagia dalam klubnya.

Dan di Amerika Serikat nampaknya Messi bukan hanya dimanja oleh Inter Miami melainkan juga otoritas sepakbola disana. Sampai-sampai ada yang berkilah bahwa segala sesuatu dibuat mudah untuk Messi termasuk oleh lawannya.

note : sumber gambar ilustrasi – BOLA.NET