KESAH.ID – Kedigdayaan dan kemampanan mesin pencari yang dijuluki “Mbah Google” akan segera digoyang oleh tampilan baru mesin pencari buatan Microsoft yang disematkan di browser Edge. Bing, mesin pencari buatan Microsoft telah diberi tambahan kolom chat, yang membuat pengguna akan menikmati pengalaman interaksi berbasis teks sebagaimana pengalaman memakai Chat GPT besutan OpenAI.
Kecerdasan buatan menjadi topik yang semakin hangat beberapa tahun terakhir ini. Temuan teknologi komputer yang makin digdaya membuat konsep yang telah lama diimajinasikan satu demi satu bisa terwujud.
Imaji tentang mesin cerdas yang bisa berlaku, berpikir dan merasa seperti manusia sudah diimajinasikan sejak lama. Umumnya dalam bentuk fiksi atau cerita.
Satu abad lalu, Karel Capek mementaskan drama tiga babak berjudul R.U.R pada panggung Teater Nasional di Praha, Republik Ceko. Rossum’s Universal Robots karya Karel bercerita tentang Rossum seorang ilmuwan yang berhasil menemukan rahasia untuk membuat mesin yang menyerupai manusia.
Ilmuwan lain juga berhasil menciptakan mesin serupa yang secara bertahah bisa merasa seperti manusia, punya emosi, rasa sakit, keinginan dan lainnya. Lama kelamaan mesin ciptaan manusia itu berbalik menjadi penguasa, mengulingkan penciptanya. Robot yang diciptakan dan dicita-citakan untuk membantu dan melayani manusia justru berbalik menjadi penguasa umat manusia.
Sejak pementasan itu istilah robot kemudian dipakai untuk menyebut konsep manusia buatan atau artificial person. Dalam bahasa Ceko robota berarti kerja paksa. Maknanya adalah kerja terus menerus tanpa rasa lelah atau tak pernah istirahat. Kata ini kemudian diserap dalam kamus bahasa Inggris pada tahun 1923.
Jika ditelusuri lebih lanjut, imaji tentang mesin seperti manusia sebenarnya sudah ada bahkan berusaha diwujudkan jauh sebelum Karel Capek melakukan pementasan dramanya. Dalam naskah kuno China yang ditulis pada jaman sebelum masehi ditemukan deskripsi tentang automata, manusia teknis yang dibuat oleh Yan Shi seorang insinyur yang hidup di masa dinasti Zhou.
Di Mezopotamia tahun 1206, Al Jazari telah menulis pemikiran dan teknik pembuatan berbagai macam jenis robot dalam buku fi ma’rifat alhiyal al-handayasiyya atau Pengetahuan Ilmu Mekanik yang memuat penjelasan tentang 50 alat mekanik beserta cara pembuatannya.
Karena karya pemikiran dan buatannya itu Al Jazari oleh masyarakat sains modern digelari “Bapak Robot”.
Dalam buku catatan Leonardo Da Vinci yang ditulis pada tahun 1950 ditemukan coretan tentang Mechanichal Knight, seorang ksatria mekanis yang bisa duduk, melambai dan mengerakkan rahang. Jauh sebelumnya seorang seniman Eropa yakni Jacqes de Vaucanson menciptakan robot seukuran manusia yang mampu memainkan seruling dan tamborin hingga 12 lagu.
Pencipta robot lainnya dari Perancis adalah Pierre Jacue-Droz dengan kedua anaknya berhasil menciptakan The Draughtsman, The Musicienne dan The Writer. Bentuknya serupa anak-anak kecil yang mampu menulis pesan hingga 40 kata.
Namun produksi robot pertama dimulai di Jepang pada tahun 1928. Robotnya dinamai Gakutensoku yang mampu membuka dan menutup mata serta tersenyum. Jepang kemudian dikenal sebagai negara terkemuka dalam produksi humanoid, robot yang menyerupai manusia. Honda misalnya mempunyai humanoid yang dinamakan Asimo.
Teknologi robot kemudian semakin maju pesat setelah Alan Turning memperkenalkan konsep mesin komputer.
Dengan teknologi komputer, robot terutama untuk industri berkembang pesat. Pabrik-pabrik besar kemudian memakai robot untuk melakukan pekerjaan yang sebelum dikerjakan oleh manusia.
Berbagai jenis robot humanoid juga diperkenalkan selain Asimo ada juga Atlas dan Sophia.
Sophia bahkan dibuat menyerupai manusia sungguhan, karena wajahnya diinspirasi oleh Nefertiti, ratu mesir kuno dan Audrey Hepburn, artis film terkenal. Sophia bisa menjawab pertanyaan dengan ekspresi dan gerak tubuh yang sesuai.
Kecerdasan Sophia untuk mengenali suara berasal dari kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh Alphabet Inc, perusahaan induknya Google.
BACA JUGA : Jangan Hanya Merasa Kenyang Dengan Nasi
Revolusi teknologi komputer ke Internet membawa perkembangan baru dalam dunia robot. Dunia internet dengan berbagai platform dan aplikasinya melahirkan versi mesin robot virtual yang mempunyai kemampuan atau kecerdasan seperti halnya manusia.
Kecerdasan buatan yang disematkan dalam robot virtual bahkan dilengkapi dengan kemampuan belajar karena dilengkapi dengan deep learning machine.
Aplikasi robot virtual ini kemudian jauh lebih berguna atau membantu manusia ketimbang humanoid atau robot betulan yang dibuat dengan bentuk dan model menyerupai manusia.
Robot virtual atau biasa disebut bot, penerapan jauh lebih banyak dan bisa diakses oleh banyak orang lewat berbagai macam aplikasi di Smartphone. Mesin robot virtual bisa membantu menjawab berbagai pertanyaan secara otomatis, mengirim pesan secara otomatis ke banyak pihak dan lain-lain.
Dalam perkembangannya robot virtual yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan dan mesin pembelajaran bahkan bisa dinikmati secara gratis. Salah satu yang memulai adalah OpenAi yang belum lama ini meluncurkan Chatbot yang dinamai Chat GPT.
Chatbot adalah robot virtual atau program buatan yang berbasis kecerdasan buatan yang dapat mensimulasikan percakapan atau obrolan dengan pengguna lain layaknya manusia. Program ini bisa disematkan dalam berbagai aplikasi seperti aplikasi perpesanan, situs web, mesin pencari, aplikasi seluler, telepon dan lain sebagainya.
Banyak perusahaan teknologi mengembangkannya dengan nama berbeda. Umumnya dinamakan sebagai asisten virtual atau asisten digital yang mempunyai kemampuan untuk memproses permintaan pengguna dan memberikan jawaban yang relevan secara cepat. Chatbot memungkinkan manusia berinteraksi dengan mesin selayaknya interaksi manusia dengan manusia.
Cara kerja Chatbot pada dasarnya sederhana walau prosesnya rumit. Intinya adalah analisis permintaan pengguna dan kemudian memberi tanggapan yang sesuai.
Bagimana mesin mampu mengenali permintaan penggunanya?.
Chatbot umumnya bekerja berdasarkan kata kunci yang telah ditanamkan dalam sistemnya. Chatbot akan mengenali pertanyaan atau perintah dari pengguna berdasarkan kata kunci tersebut dan kemudian mencari jawaban yang tetap dalam bank datanya {big data} bisa secara offline maupun online dengan informasi yang tersebar atau tersedia di internet.
Saat ini ada 4 sistem operasional yang diterapkan sehingga chatbot bisa menjawab cepat atau responsif yakni pattern matcher atau penyesuaian pola, suitable algorithms atau penyesuaian algoritma, decision tree-based dan contextual.
Sistem operasi yang terakhir ini yang paling umum karena dilengkapi dengan mesin pembelajaran sehingga bisa memahami bahasa alami {NLP atau Natural Language Processing} yang dipakai oleh pengguna. Chatbotnya bisa berbincang seolah perbincangan antar manusia.
Chat GPT memakai kemampuan ini dan kehadiran kemudian mengejutkan hingga banyak yang berpikir bahwa robot virtual ini akan menghilangkan beberapa profesi manusia.
BACA JUGA : Flexing 2.0 : Kemewahan Dan Beking Kuasa Berkah Yang Jadi Musibah
Mestinya kehadiran Chat GPT tidak mengejutkan sebab robot virtual sejenisnya juga telah hadir sebelumnya. Ada Chat Bot yang mampu menjawab perintah teks dengan gambar seperti DALL-E. mesin virtual ini bisa diminta untuk membuat gambar berdasarkan perintah teks.
Ada juga mesin sejenis yang kemudian menyajikan jawaban dalam rupa video atau kumpulan video.
Hanya saja yang heboh ternyata bukan cuma netizen tetapi juga perusahaan teknologi lain yang merasa kecolongan atau kalah star meluncurkan aplikasi chatbot mereka.
Google akhirnya meluncurkan Bard, Meta induk perusahaan facebook, instagram dan whatsapp berencana meluncurkan Galactica.
Demam chatbot berbasis AI juga dirasakan oleh Alibaba yang berencana meluncurkan chatbotnya sendiri. Perusahaan ini telah meluncurkan chatbotnya secara internal, belum dirilis ke publik sehingga belum diketahui apa namanya.
Perusahaan riset AI yang bernama Antropic juga meluncurkan chatbot. Perusahaan yang didirikan oleh eks pegawai OpenAI, chatbot pesaing Chat GPT ini dinamakan Claude.
Mesin pencari you.com juga telah menyematkan chatbot di aplikasi mesin pencarinya. Bukan hanya teks ke teks melainkan juga teks ke gambar.
Dan Microsoft yang juga turut berinvestasi ke OpenAI akhirnya menyematkan chatbot yang berbasis pada Chat GPT ke mesin pencarinya yakni Bing yang disematkan dalam browser Microsoft Edge.
Microsoft terasa percaya diri, ketika membuka Bing akan muncul ad on dengan tulisan “ask me anything.”
Memakai chatbot yang ada di bing jauh lebih mudah daripada Chat GPT yang ada di OpenAI. Sebagai aplikasi yang berdiri sendiri Chat GPT mungkin tidak disiapkan untuk menerima akses dari banyak pengguna secara bersamaan sehingga sering error atau susah diakses.
Chatbot di Microsoft Bing lebih mudah diakses dan lebih disempurnakan daripada yang ada di Chat GPT.
Dalam kolom jawaban chatbot yang ada di Microsoft Bing disertakan jawaban alternatif berupa web link dari sumber yang ada di internet {online}. Selain itu juga ada kolom yang berisi pertanyaan lebih lanjut yang relevan dengan apa yang ditulis pengguna di kolom chat.
Misalnya ketika diberi pertanyaan “Ap aitu chatbot.” Microsoft Bing memberi jawaban “Chatbot adalah program komputer berbasis AI (Artificial Intelligence) yang dapat mensimulasikan percakapan layaknya manusia. Chatbot dapat menjawab pertanyaan dalam bentuk pesan teks atau suara seperti manusia. Chatbot banyak dimanfaatkan oleh bisnis untuk menggantikan fungsi call center atau customer service. ”
Dan di belakang jawaban itu ada angka dengan link pada jawaban lain, ada 4 link jawaban yang disediakan.
Selain itu di bawah kolom jawaban pada kolom learn more ada 15 link ke website yang berhubungan dengan apa yang ditanyakan.
Kemudian dibawahnya ada lagi kolom yang berisi sejumlah pertanyaan lanjut. Kolom pertanyaan lanjut untuk ‘Apa itu chatbot.” adalah bagaimana cara membuat chatbot, apa saja jenis chatbot dan bagaimana chatbot dapat membantu bisnis.
Dengan mengklik pertanyaan itu, pengguna tidak perlu membuat pertanyaan baru untuk lebih mendalami pertanyaan sebelumnya.
Tampilan baru Microsoft Bing yang dilengkapi dengan slogan “Your AI-powered copilot for the web” berpotensi mengeser mesin pencari Google yang selama oleh netizen dianggap sebagai yang maha tahu.
note : sumber gambar – TELSET.ID








