KESAH.IDMarc Marquez makin tak tertandingi di Sachsenring setelah kembali menyapu bersih balapan sprint race dan balapan utama di Sachsenring 2025. Ia raih kemenangan dominan dari pole position, menambah koleksi jadi 69 kemenangan kelas utama dan memperpanjang rekor tak terkalahkannya di trek ini. Hanya 10 pembalap yang finis, semakin memvalidasi kehebatannya di tengah balapan yang penuh insiden.

Julukan SachsenKing untuk Marc Marquez bukanlah pujian kosong. Marc mendapat julukan itu karena dominasinya di Sirkuit Sachsenring Jerman, semenjak kiprahnya di dunia balap Moto GP dari Moto 3, Moto 2 dan kelas utama atau GP.

Di kelas utama Marc Marquez menang 8 kali berturut-turut sejak tahun 2013 hingga 2021. Kemenangan di tahun 2021 merupakan kemenangan yang dramatis setelah come back dari cidera parah dan panjang.

Dominasi Marc Marquez di sirkuit Sachsenring dikaitkan dengan layout sirkuit yang anti clockwise atau berlawanan dengan arah jarum jam. Sirkuit ini mempunyai 10 tikungan ke kiri dan hanya 3 tikungan ke kanan.

Kemampuan Marc menikung ke kiri sulit untuk ditiru oleh pembalap lain. Marc jagoan menikung ke kiri karena rajin berlatih dirty track, balapan yang menuntut motor direbahkan ke kiri dengan sangat ekstrim.

Setelah kemenangan terakhir di tahun 2021, tiga balapan terakhir Marc Marquez tak pernah menang. Di tahun 2024 dengan menunggangi Ducati GP2024, Marc berhasil tampil impresif namun tak menjadi pemenang pertama, walau berhasil mencatatkan waktu tercepat. Namun Ducati membuat Marc Marquez kembali menjadi kompetitif.

Di tahun 2025 dengan kepercayaan yang kembali meninggi usai bergabung dengan tim pabrikan Ducati, Marc yang memimpin klasemen kembali menunjukkan niatnya untuk kembali merebut tahta di Sachenring yang lepas darinya.

Marc Marquez dengan Ducati GP2025 kembali diunggulkan di Sachsenring, karena kepercayaan dirinya yang tumbuh kembali. Bahkan dengan catatan yang gemilang di sirkuit yang bukan favoritnya namun Marc tetap menang, keyakinan bahwa Marc akan mendominasi kembali sirkuit Sachenring menjadi semakin besar.

Pada sesi latihan, Marc Maruez tidak menjadi yang tercepat. Fabio Digianntonio yang berada di depan. Namun Digia mengakui bahwa dia mengikuti Marc Marquez untuk melihat bagaimana Marc melibas lintasan Sanchenring.

Dan Digia mengakui kalau Marc memang merupakan raja sirkuit Jerman ini. Pengakuan yang sama juga datang dari Francesco Bagnaia. Dia mengatakan bahwa Fabio Digianntonio cepat karena mengikuti Marc Marquez, meniru racing linenya.

Walau begitu Pecco mengatakan tak akan mengikuti racing line Marc Marquez, walau Pecco tak memungkiri belajar dari Marc Marquez dengan melihat data telemetrinya.

Marc tidak menjadi yang tercepat di sesi latihan karena fokusnya ternyata bukan untuk mengejar kecepatan. Marc yakin bahwa cuaca pada akhir pekan akan hujan, jadi Marc menguji ban dimana saat latihan Marc tidak menggunakan ban soft untuk mengejar kecepatan. Yang ingin diuji oleh Marc adalah durabilitas ban untuk balapan pada hari Minggu.

Pada prinsipnya Marc Marquez tidak akan ngoyo di Sirkuit Sachsenring, dia hanya ingin motornya memperoleh keseimbangan sehingga bisa bertahan dalam kondisi yang buruk.

Jadi pada saat latihan, Marc tidak menunjukkan kecepatan yang sebenarnya.

Di Sachsenring Marc Marquez percaya diri sehingga merasa tak perlu harus start paling depan untuk memenangkan balapan. Buat Marc Marquez tidak apa-apa jika memulai balapan dari baris kedua.

BACA JUGA : Kopi Nggaya

Meski terkesan menyimpan kekuatan sebenarnya atau sandbagging, namun Marc Marquez nyatanya bisa memperbaiki rekor di Sachsenring dengan kembali menyabet pole position.

Kualifikasi dilaksanakan dengan kondisi sirkuit yang basah. Brad Binder, Zarco, Jack Miller, Fabio Quartararo, Bezeecchi, Morbideli dan Acosta menunjukkan kecepatan.

Tapi naas buat Miller dan Morbideli, karena terlalu bernafsu untuk merebut posisi terdepan akhirnya mereka mengalami crash.  Untung saja Morbideli telah mencatat waktu yang baik sehingga tetap bisa start dari baris kedua.

Marc yang pada lap-lap awal diasapi oleh pembalap lainnya, kemudian bisa mencetak waktu terbaik dalam kondisi lintasan basah. Catatan yang diperbaiki dari lap ke lap hingga meninggalkan pembalap lainnya dengan jarak yang cukup jauh.

Marc sempat hampir terjatuh dan gesture tubuhnya terlihat mencoba menenangkan dirinya sendiri agar tak terlalu ngotot dan agresif untuk mengejar kecepatan. Marc tentu tak ingin kehilangan poin di sirkuit favoritnya. Dan nafsu yang terlalu mengebu-ngebu terbukti sering kali membuat Marc kehilangan poin di sirkuit favoritnya.

Berada di posisi terdepan saat memulai balapan, bisa jadi Marc kembali akan menunjukkan dominasinya di Sirkuit Sachsenring Jerman, tempat yang membuatnya dijuluki sebagai King of The Ring, SanchsenKing.

Memulai balapan dari baris terdepan, Marc Marquez start dengan bagus namun di tikungan pertama melebar sehingga posisinya melorot di belakang Marco Bezzecchi, Fanco Morbidelli, Fabio Quartararo dan Johan Zarco.  Marc juga dibuntuti sangat ketat oleh Fabio Digianntonio dan Pedro Acosta.

Marco Bezzecchi dan Johan Zarco berhasil membuat jarak, langsung melaju ke depan. Sementara marc Marquez berjuang mengejar Johan Zarco. Ketika berhasil melewati Johan Zarco, Marc dibalap oleh Fabio Digianntonio. Marc dan Digia terlibat saling salip selama beberapa putaran.

Franco Morbidelli yang melihat peluang untuk menang langsung memaksa motornya hingga kemudian crash. Morbideli terlebar dan terguling-guling beberapa jali di gravel.

Marc berhasil mengatasi Fabio Digianntonio dan kemudian mengejar Fabio Quartararo yang nyaman di posisi kedua. Menjelang pertengahan balapan Marc berhasil melewati Quartararo yang sebelumnya meninggalkan Marc Marquez satu detik lebih.

Dengan sisa 7 lap, Marc kemudian mulai mengejar Marco Bezzecchi. Jarak yang cukup jauh dipangkas lap per lap. Hingga ketika balapan menyisakan dua putaran, Marc tinggal melakukan serangan akhir.

Dan di lap terakhir Marc Marquez melakukan serangan pada Bezzecchi. Dan setelah berhasil melewati Bezzecchi, Marc kembali mengenakan mahkota juara Sachsenring, Marc kembali membuktikan kalau dirinya adalah penguasa, king of the ring.

Kemenangan Marc cukup dramatis, karena Marc harus melewati beberapa pembalap dan mengejar dua terdepan yang melaju kencang dan berjarak. Dan ketika berduel dengan Fabio Quartararo, Marc kembali berhasil melakukan penyelamatan yang hebat.

Kemenangan Marc Marquez kali ini tidak diperoleh dengan mudah. Marc harus mengambil resiko karena posisi melorot, dan pembalap yang ada di depannya melaju dengan kencang. Tapi Marc harus mengambil resiko itu terutama ketika mengejar dan menyalip Fabio Quartararo dan Marco Bezzecchi.

Dan terbukti taruhan Marc tidak sia-sia begitu berhasil melewati Quartararo dan Bezzecchi, Marc segera membuat jarak untuk mengamankan posisinya.

Di sirkuit favoritnya ternyata Marc harus berjuang keras sepanjang balapan untuk memenangkan sprint race.

BACA JUGA : Nama Menteri

Di sprint race, Marc mengacak-acak kemenangan yang sudah ada di depan mata, Marco Bezzecchi, Franco Morbideli dan Fabio Quartararo.

Kemenangan di Sachsenring menegaskan bagaimana Marc Marquez yang di saat menjadi rookie berhasil mengalahkan nama-nama besar seperti Rossi, Pedrosa, Lorenzo, Vinalles, Dovisioso dan lain-lain.

Apa yang dipertunjukkan di Sachsenring adalah paduan dari bakat, kecerdasan, strategi sekaligus keberanian mengambil resiko. Sosok pembalap seperti Marc Marquez tak selalu ada dalam siklus 50 bahkan 100 tahun sekali. Nama-nama yang digadang akan menjadi Next Marc Marquez tidak terbukti, tak mampu bertarung dengan Marc di lintasan.

Dibandingkan dengan teman satu tim, ternyata kecepatan rata-rata Marc Marquez di lintasan lebih cepat 1 detik. Francesco Bagnaia begitu menderita disaat Marc Marquez sinarnya makin terang.

Paska bergabung dengan Ducati Marc Marquez ternyata makin berkembang. Marc Marquez semakin jago dalam manajemen ban sehingga Marc tetap bisa menyerang hingga lap terakhir. Marc semakin terlihat membalap di level yang berbeda.

Data dari kecepatan pembalap per lap di sesi sprint race, memang menunjukkan Marc bukan lawan siapa-siapa.

Apakah kemenangan Marc Marquez yang ke sepuluh dari sebelas kali balapan sprint race akan membuat pembalap lainnya patah arang?.

Fakta memang mengatakan demikian. Marc yang start dengan sangat bagus langsung tancap gas, dibuntuti oleh Fabio Digia, Marco Bezzecchi, Alex Marquez, Zarco dan Pedro Acosta.

Di lap awal Marc langsung membuat jarak. Marc memperoleh keuntungan dari persaingan antara Diggia dan Bezzecchi yang berebut posisi kedua. Sepanjang balapan bisa dikatakan Marc tidak terkejar. Berhasil melewati Bezzecchi, Fabio Digianntonio berusaha mengejar Marc dan menjauhi Bezzecchi.

Sayang upaya Fabio Diggia yang berusaha mem-push motor akhirnya terjatuh.

Jarak antara Marc dan Bezzecchi di posisi kedua makin jauh. Bezzecchi berusaha menjauhi Alex yang mengejar dari belakang. Dan akhirnya perjuangan Bezzecchi berakhir karena terjatuh. Keberuntungan jatuh pada Alex yang akhirnya berada di posisi kedua walau jaraknya dengan Marc sudah lebih dari 6 detik.

Alex hanya harus menjaga jarak dari Francesco Bagnaia yang berusaha menyusul agar bisa finish di podium kedua. Namun akhirnya balapan yang dimenangkan oleh Marc dengan jarak yang sangat meyakinkan, kembali menyatukan Marc, Alex dan Pecco di podium.

Fabio Diggia dan Marco Bezzecchi yang berniat melakukan perlawanan pada Marc Marquez telah menunjukkan upaya terbaiknya. Berhasil membuntuti Marc, walau kemudian berakhir di gravel. Dan keberuntungan kemudian jatuh pada Alex dan Pecco yang dapat warisan podium 2 dan 3.

Persaingan seru justru terjadi untuk memperebutkan posisi empat hingga sepuluh. Semua bersaing agar masuk dalam zona poin. Dan akhirnya semua pembalap memang mendapat poin karena balapan di Sachsenring, hanya menyisakan 10 pembalap yang melewati garis finish. Banyak pembalap lain yang tak bisa menyelesaikan balapan karena mengalami kecelakaan.

Sepertinya, cedera parah dan usia yang menua tak menghalangi Marc Marquez untuk merebut kembali tahta di Sachsenring. Kemenangan ini semakin memvalidasi julukannya sebagai SachenKing.

Dengan Ducati GP2025 Marc Marquez sepertinya telah mengunci kejuaraan dunia Moto GP 2025. Gelar sepertinya sudah ditangan dan balapan yang sisa buat Marc adalah ajang bersenang-senang dan membuat rekor baru atau membatalkan rekor dari pembalap legendaris lainnya. Marc telah kembali pada masa keemasan seperti tahun 2014 dan 2019.

Nampaknya Marc Marquez percaya diri akan menang di Sachsenring sehingga sudah mempersiapkan selebrasi saat melewati garis finish dengan menarikan Aura Farming.

note : sumber gambar – DISWAY