KESAH.ID – Berhasil membangun raksasa bisnis lewat kedekatan dengan penguasa orde baru, Liem Sie Liong atau Sudono Salim yang kerajaan bisnisnya terpukul karena krisis 1998 berhasil mewariskan Indofood sebagai konglomerasi karena berfokus pada memenuhi kebutuhan perut.

“Kalau kampung tengah penuh, semua masalah gampang diselesaikan.” Begitu ungkapan yang umum diutarakan oleh masyarakat di Sulawesi Utara untuk menyelesaikan persoalan yang berkembang antar warga.

Yang dimaksudkan dengan kampung tengah adalah perut. Orang yang perutnya kenyang dianggap tidak akan cari-cari masalah. Maka salah satu penyelesaian perselisihan dilakukan lewat acara makan-makan, kenyang dahulu agar pikiran terang.

Di Papua juga begitu, perkelahian antar kampung biasanya didamaikan dengan acara bakar batu. Makan-makan dengan cara masak tradisional Papua. Makanan dimasak dengan batu yang dipanaskan dan kemudian dipendam di dalam tanah.

Makan bersama-sama dan kenyang bareng-bareng memang dikenal dalam banyak kebudayaan masyarakat Indonesia. Dalam berbagai kesempatan masyarakat sering menggelar acara makan bersama dengan beralaskan daun pisang atau alas lainnya.

Masyarakat berkumpul mengelilingi makanan yang tersaji, sama rata sama rasa. Acara makan bersama selain diniatkan untuk syukuran juga dimaksudkan untuk meningkatkan rasa persaudaraan, mempererat tali silaturahmi.

Di Jawa tradisi makan bersama dikenal dengan nama tumpengan atau bancakan, di Tanah Sunda ada tradisi ngeliwet dan babarit, namun ada juga yang menyebutnya sebagai botram.  Orang Minang mengadakan makan bersama yang disebut dengan bajamba atau barapak.

Megibung adalah sebutan untuk makan bersama yang dilakukan oleh masyarakat Bali tanpa membeda-bedakan kasta, jenis kelamin dan strata sosial. Sedangkan di Maluku dikenal dengan istilah patita.

Di Sulawesi Utara terutama masyarakat Minahasa dikenal dengan istilah binarundak, namun ada juga yang menyebutnya kapuruan. Sama dengan tradisi botram di Jawa Barat, pada masyarakat Sulawesi Utara ada kumawus. Pada hari Minggu setelah ada yang meninggal biasanya masyarakat berkumpul di rumah duka sambil membawa makanan. Makanan dikumpulkan lalu dimakan bersama-sama.

Masyarakat Kalimantan Timur, terutama di Kutai Kartanegara mengenal tradisi baseprah. Tradisi ini bermula dari kebiasaan Raja menjamu rakyatnya pada saat Upacara Erau. Makan bersama biasanya dilakukan pada pagi hari. Raja akan hadir dan duduk menyatu dengan rakyatnya.

Kebudayaan dan peradaban telah lama menunjukkan bahwa makan dan makanan telah melampaui kebutuhan fisik atau biologis semata.

Semenjak manusia bisa menguasai api, manusia mulai mengenal rasa enak pada makanan. Makanan tidak lagi dimakan begitu saja melainkan diolah atau dimasak. Seiring dengan revolusi kognitif, cara masak juga berkembang, makanan dibumbui, muncul resep yang diwariskan turun temurun dan terus diperbaharui.

Makan dan makanan menjadi bagian penting dari kebudayaan serta peradaban. Masing-masing kelompok masyarakat mempunyai budaya makannya sendiri hingga kemudian kuliner menjadi salah satu daya tarik atau destinasi wisata bagi masyarakat dari tempat lainnya.

Dengan tingkat keberagaman yang tinggi, Indonesia mempunyai banyak kisah dan catatan perkembangan dalam soal makan serta makanan. Masing-masing kelompok masyarakatnya mempunyai kebiasaan tersendiri dalam mengkonsumsi makanan pokoknya.

Ada masyarakat yang makanan pokoknya berasal dari umbi-umbian, seperti ubi jalar, talas, keladi, uwi, gembili, gadung dan ketela.

Kemudian ada yang makanan pokoknya berasal dari biji-bijian, seperti jagung, padi, jelai dan sorgum.

Ada pula yang sumber utama makanan pokoknya adalah tepung, seperti sagu dan gaplek.

Namun kemudian pemerintah orde baru kemudian getol mengkampanyekan nasi yang berasal dari beras sebagai makanan pokok paling utama. Lewat program ektensifikasi dan intensifikasi, pemerintah orde baru menggalakkan pertanian sawah untuk menanam padi.

BACA JUGA : Dangdut Koplo Dari Mbak Inul Hingga Bunda Corla

Pertumbuhan popularitas beras sebagai makanan pokok beriringan dengan terigu. Tepung yang berasal dari gandum ini memang jarang dibicarakan sebagai sumber makanan pokok karena sampai sekarang tanaman gandum susah dibudidayakan di Indonesia.

Popularitas beras yang berasal dari padi tidak lepas dari peran Suharto, presiden RI kedua yang sangat getol dalam urusan pertanian lahan basah atau sawah. Agar petani bisa panen 3 kali dalam setahun, Suharto membangun bendungan dan irigasi teknis agar sawah tidak tergantung pada hujan {sawah tadah hujan}.

Sedangkan terigu menjadi disenangi oleh masyarakat Indonesia berkat peran Sudono Salim atau Liem Sie Liong. Pengusaha yang punya panggilan akrab Om Liem ini dikenal dekat dengan Suharto.

Kerajaan bisnisnya bermula dari perdagangan komoditas tembakau. Namun kemudian ditinggalkan dan beralih ke pengolahan biji gandum menjadi terigu. Biji gandumnya didatangkan dari Australia secara monopoli lewat Bulog.

Biji gandum yang diimport itu kemudian diolah menjadi tepung oleh PT. Bogasari, hasilnya adalah tepung terigu atau tepung serbaguna yang menjadi bahan untuk pembuat mie, roti, makanan olahan lainnya dan gorengan.

Segitiga Biru adalah merek tepung terigu yang sangat terkenal, lalu disusul oleh Kunci Biru dan Cakra Kembar, ketiganya diproduksi oleh Bogasari.

Berfokus untuk memenuhi kebutuhan perut, Om Liem mengembangkan berbagai macam usaha dibawah Salim Group untuk mendukung produk pengembangan produk makanan mulai dari hilir ke hulu.

Pada wilayah hulu, selain tepung, Salim Group juga mempunyai kelompok usaha yang memproduksi minyak makan atau minyak goreng. Yang pertama dikenal adalah Bimoli yang mengolah minyak goreng dari kopra atau kelapa. Pabriknya ada di Bitung, Sulawesi Utara. Bimoli adalah singkatan dari Bitung Manado Oil Limited.

Sedangkan merek minyak yang berasal dari kelapa sawit adalah Palmia, Royal Palmia, Happy Salad Oil, Amanda, Delima dan lain-lain.

Minyak kelapa sawit diolah dari perkebunan sendiri, lini agribisnis dari Salim Group yang berada dibawah Salim Inovasi Pratama. Kebunnya menyebar di Sumatera dan Kalimantan. Salah satu perkebunan sawit yang diambil alih oleh Salim Group adalah Lonsum atau PT London Sumatera.

Pada lini makanan olahan, Salim Group lewat PT. Indofood Sukses Makmur memproduksi mie instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, minuman dan nutrisi/makanan khusus.

Mie instan produksi Indofood bermerek Indomie, Supermie dan Sarimi. Produk yang bukan hanya menguasai pasar Indonesia melainkan juga pasar dunia terutama di Afrika. Selain mie instan, Indofood juga memproduksi pasta, salah satu merek yang mereka pasarkan adalah La Fonte.

Dairy atau produk yang berbasis susu seperti kental manis, krimer, mentega, ice cream, susu UHT, susu bubuk dan lain-lain yang dihasilkan oleh Indofood dipasarkan dengan merek Indomilk, Milkuat, kental manis cap Enaak, mentega Orchid Butter, krimer Tiga Sapi, es krim Espresia, Choc Rock Bar, Choc Rock Cone dan lain-lain.

Indofood juga dikenal dengan produksi makanan ringan, cemilan atau snack. Selama 30 tahun Indofood berkongsi dengan Pepsi Co untuk memproduksi, mengemas dan memasarkan berbagai merek makanan ringan. Namun kemudian pecah kongsi dan Indofood membeli perusahaan-perusahaan yang berafiliasi dengan Pepsi Co di Indonesia.

Merek-merek makanan ringan ternama seperti Chitato, Qtela, JetZ,Chiki Ball, Lays, Dorito, Trenz, Dueto dan Wonderland kini sepenuhnya berada dalam tangan Indofood.

Masih dalam lini makanan, Indofood juga memproduksi roti melalui PT Sari Roti.

Untuk kebutuhan dapur, Indofood juga memproduksi penyedap masakan mulai dari penyedap rasa, bumbu racik, kecap, saos hingga sambal.

Tidak lengkap rasanya kalau makan tidak ditemani minuman. Minuman produk Indofood antara lain air mineral Club, teh dalam kemasan Ichi Ocha dan minuman fruitamin Cocobit.

Selain memenuhi kebutuhan masyarakat umum, Indofood juga memproduksi nutrisi dan makanan khusus, seperti makanan pendamping ASI Promina, makanan bayi SUN, cemilan GoVit, sereal GoWell dan snack bayi Promina Puffs.

Sukses Indofood memproduksi bahan pokok dan olahan {hulu dan tengah} menjadi sempurna karena di bagian hilir yakni distribusi dan penjualan, Infood mempunyai Indogrosir dan Indomaret.

Lewat outlet ini semua produk Indofood menyebar dan menjangkau konsumennya di seluruh Indonesia.

BACA JUGA : Warunk Upnormal Tumbang Tanpa Pamitan 

Pernah tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia pada masa orde baru, pada tahun 1998 Liem Sie Liong mundur dari dunia bisnis untuk menikmati hari tua. Pengusaha kelahiran Fuqing, Fujian, Republik Rakyat Tiongkok ini meninggal pada usia 95 tahun di Singapura pada tahun 2012.

Krisis ekonomi pada tahun 1998 memukul usaha Salim Group. Om Liem kehilangan BCA, bank terbesar di Indonesia, juga Indocement dan Indomobil.

Kerajaan bisnisnya kemudian diteruskan oleh Anthony Salim, satu-satunya anak dari keempat anaknya yang terjun ke bisnis.

Berhasil mempertahankan Indofood, Anthony Salim membangun konglomerasi bisnis yang lebih befokus ke memenuhi kebutuhan perut. Tidak seperti bapaknya yang punya banyak lini usaha berbeda karena kedekatannya dengan penguasa.

Salim group dikategorikan sebagai konglomerat karena mempunyai lini bisnis in-line dari hulu ke hilir sehingga sulit untuk disaingi oleh perusahaan lainnya.

Menguasai mulai dari bahan mentah, bahan olahan, produk siap makan hingga saluran penjualan, Indofood bukan hanya menjadi penguasa perut masyarakat Indonesia, melainkan juga mulai melayani masyarakat dunia.

Lewat mie yang identik sebagai budaya makan orang China, Indofood dengan produk Indomienya berhasil menembus pasar setidaknya 80 negara di dunia. Indonesia dikenal dunia bukan hanya karena Bali, melainkan juga mie instannya.

Bisnis pangan dalam arti yang seluas-luasnya memang merupakan bisnis yang paling berkelanjutan, tidak ada matinya karena manusia harus makan dan minum selama hidupnya.  Namun untuk menjadi besar apalagi menguasai pasar bukan perkara mudah sebab banyak saingannya.

Sebagai salah satu negara dengan penduduk terbesar sedunia, Indonesia adalah pasar yang potensial. Ada banyak yang mengincar dan terbukti yang membesar adalah brand-brand yang berasal dari luar negeri.

Urusan air minum dalam kemasan yang dimotori oleh Aqua, perusahaan lokal itu kini dikuasai oleh Danone, perusahaan makanan dan minuman dari Perancis. Sedangkan dari Amerika Serikat ada Coca Cola, untungnya Pepsi sudah hengkang.

Sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar dan ternama di dunia, merk kedai kopi yang paling berkibar di Indonesia justru berasal dari Amerika Serikat yakni Starbucks.

Amerika juga berjaya lewat gerai-gerai fast food seperti Kentucky Fried Chicken, A&W, McDonalds, Pizza Hut, Papa John, Dominos dan lain-lain.

Meski dikenal sebagai negara adidaya karena kekuatan militernya, Amerika Serikat sesungguhnya menahklukkan dunia bukan dengan mesin perang. Neokolonialisme ala Amerika dilakukan lewat dollar, teknologi informasi dan komunikasi, gaya hidup {gadget, film, games} dan makanan serta minuman.

Indofood berhasil menahklukkan dunia dengan Indomie, semoga akan disusul dengan Indonasi, Indokopi, Indoteh, Indokerupuk, Indosambal, Indokecap, Indosirup, Indojus dan Indo-Indo lainnya. Karena Indonesia kaya dengan makanan dan minuman yang bisa menyenangkan mulut serta mengenyangkan perut manusia di berbagai penjuru dunia.

note : sumber ilustari gambar – OPEN AI