KESAH.ID – “Desa Sanggulan terletak di kecamatan sebulu kabupaten kutai kartanegara, nama kampung desa sanggulan berasal dari nama kampung sanggul , yang di dalam Bahasa Indonesia berati menghadang. Tujuan kami melakukan kegiatan di Desa Sanggulan adalah, melakukan pemetaan serta pemberian nama ga dan sosialisasi tentang lingkungan hidup . penelitian kami mendapatkan beberapa hasil seperti peta 3D ataupun manual gua, catatan fauna yang masih ada di dalam gua, ornamen yang telah mati dan juga ornamen yang masih hidup serta beberapa ornamen yang ingin terbentuk, Serta kami juga mendapatkan kesempatan untuk memberikan nama pada gua yang ada di desa sanggulan yaitu “GUA TANJAK LANGIT”.”

BACA JUGA : Phobia PKI
Gerakan Mahasiswa Pecinta alam ( GEMPA ) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris ( UINSI ) Samarinda adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa ( UKM ) yang bergerak pada bidang Kepencintaalaman dan Pelestarian Lingkungan. GEMPA berdiri pada tanggal 12 juli 2001, kemudian di dekleasikan pada tanggal 06 November 2001 yang di resmikan oleh Prof Dr. Hj Muriah yang berlokasikan kampus II UINSI Samarinda. Gempa UINSI Samarinda memiliki 4 tahapan Pendidikan yaitu : Seleksi Alam ( SELAM ). Latihan Dasar Cinta Alam ( LAHAR – CA ), Penomoran dan Pendalaman dan Pemantapan Cinta Alam ( P2CA ).
Pendalaman dan Pemantapan Cinta Alam ( P2CA ) merupakan tahapan jenjang pendidkan akhir yang ada di GEMPA UINSI Samarinda bagi anggota yang ingin mendapatkan selayer berwarna hitam dan menyandang status Anggota Istimewa harus menyelesaikan Pendidikan tahap akhir, yaitu P2CA. kegiatan P2CA berisikan tentang
Desa Sanggulan terletak di kecamatan sebulu kabupaten kutai kartanegara, nama kampung desa sanggulan berasal dari nama kampung sanggul , yang di dalam Bahasa Indonesia berati menghadang. Pada zaman dahulu Masyarakat desa sering membawa hasil bumi dan hasil pertanian, mereka biasa nya membawa hasil mereka melalui jalur air yaitu jalur Sungai mahakam dengan menggunakan perahu. Pada jalur air terdapat perompak yang sering menghadang di hilir Sungai Mahakam, selain suka menghadang atau menyanggul para perompak juga suka melakukan kkerasan seperti membunuh.
Kampung sanggulan hanya menjadi persinggahan sehingga mereka memiliki suku penduduk campuran, seperti Dayak dan Kutai, tetapi suku pertama yang masuk ke dasa sanggulan yaitu suku Dayak. Setelah mereka berpindah dari desa barulah suku Kutai mulai masuk ke dasa sanggulan. Suku Dayak masuk ke desa sanggulan karena mereka mendapat perintah dari Kerajaan untuk mencari kayu yang digunakan sebagai bahan bangunan Kerajaan sehingga membuat suku Dayak berdiam diri sementara di desa sanggulan. Selain itu mulai berdatangan juga orang – orang dari kota bangun, yang mulai melakukan penyinggahan di desa sanggulan, bisa di bilang Masyarakat di desa sanggulan belum memiliki penduduk asli sementara sekarang mayoritas penduduk di desa penduduk adalah suku kutai. ( sumber pak Ulum dan pak Romy selaku anggota POKDARWIS )

BACA JUGA : Sayuran Mahal
Goa adalah sebuah lubang alami di tanah yang cukup besar dan dalam, beberapa ilmuan menjelaskan bahwa dia harus cukup besar sehingga beberapa bagian di dalam nya tidak menerima sinar matahari namun dalam penggunaan umum nya pengertian nya cukup luas, termasuk perlindungan batu, gua laut. ( Wikipedia )
Tujuan kami melakukan kegiatan di Desa Sanggulan adalah, melakukan pemetaan serta pemberian nama gua dan sosialisasi tentang lingkungan hidup . kegiatan P2CA berlangsung selama 3 hari yaitu pada tanggal 21 – 23 Desember 2023.
Kami menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yakni penelitian yang dilakukan langsung secara aktif ke lapangan. Tekhnik yang kami lakukan adalah dengan cara, Observasi, Wawancara, Dokumentasi dan Survei secara langsung ke gua. Subjek dan Objek penelitian kami adalah gua di Desa Sanggulan yang belum memiliki nama.
Penelitian kami mendapatkan beberapa hasil seperti peta 3D ataupun manual gua, catatan fauna yang masih ada di dalam gua, ornamen yang telah mati dan juga ornamen yang masih hidup serta beberapa ornamen yang ingin terbentuk.
Serta kami juga mendapatkan kesempatan untuk memberikan nama pada gua yang ada di desa sanggulan. Proses penamaan gua ini di lakukan bersama – sama dengan kepala desa sanggulan dan Pokdarwis ( kelompok sadar wisata ) pembicaraan panang mengenai nama gua ini pun akhirnya berlabuh pada penamaan “ Gua Tanjak Langit “. Di beri nama gua tanjak langit, karena gua ini memiliki culture tanah yang menanjak dari mulut gua sampai ke ujung gua, kemudian ujung gua tersebut mengarah langsung pada langit sehingga gua ini dinamakan gua tanjak langit. Penamaan gua ini langsung di resmikan oleh kepala desa sanggulan pak Fahrudin. Ar. SH.

note : tulisan ini bersumber dari laporan penelitian dan pemetaan gua di Sanggulan oleh peserta P2CA GEMPA UINSI Samarinda







