Akhirnya Messi terpaksa mesti mengucapkan selamat tinggal untuk Barcelona, sebuah perpisahan yang tidak dikehendaki.

Meski telah mempunyai kesepakatan termasuk kesediaan untuk menurunkan gaji hingga separoh, namun La Liga tidak meloloskan kontrak antara Messi dan Barcelona. Masalah keuangan yang membelit Barcelona tidak memungkinkan Messi untuk dicatatkan dalam daftar pemain Barcelona untuk musim kompetisi 2021-2022.

Dalam konderensi pers di Camp Nou, Minggu {8/8/2021}, sore hari, Messi berlinang air mata sebelum bicara. Dia teramat sedih dengan perpisahan paksa ini.

Barcelona adalah klub sepakbola besar, mempunyai nama besar dan sederet pemain-pemain besar. Namun di era Messi, Barca adalah Messi dan Messi adalah Barca.

Tidak ada seorangpun yang menyangka Messi akan meninggalkan Barcelona, meski sebelum ini Messi sempat meminta Barca untuk melepasnya secara sukarela. Permintaan yang tak dituruti dan kemudian Messi memutuskan untuk tetap di Barcelona.

Sebuah keputusan yang kemudian terganjal oleh aturan fair play dalam urusan keuangan. Neraca keuangan Barcelona tidak sehat, bahkan ketika tanpa Messi sekalipun.

Memaksakan untuk tetap menjadikan Messi sebagai pemain Barcelona, andaipun bisa akan membuat Barca menderita, tidak sehat secara keuangan hingga puluhan tahun ke depan.

Maka terpaksa berpisah akan menjadi jalan yang meski menyakitkan namun akan menjadi jalan pembuka kebaikan untuk keduanya.

{ baca juga : Berita Tipu Tipu Yang Memperdaya }

Bocah Yang Menjelma Menjadi GOAT

Messi datang ke Barcelona pada tahun 2000 saat berumur 13 tahun dengan masalah gangguan pada hormon pertumbuhan.

Dan pada tahun 2003, bergabung dalam Tim Barcelona U-15, sebuah tim yang kemudian dikenang sebagai yang terbaik karena menghasilkan pemain besar produk asli La Masia yaitu Messi, Pique dan Cesc Fabregas.

Pique kemudian sempat bermain di Manchester United dan Cesc Fabregas menjadi pemain kelas dunia di Arsenal. Keduanya kemudian kembali pulang ke Barcelona. Pique kemudian dikenal sebagai salah satu bek terbaik di Barcelona.

Sementara Fabregas yang pulang dari Inggris, bermain bersama Messi dan Pique kemudian kembali lagi ke Inggris. Lalu ke Monako, bergabung dengan AS Monaco yang bermain di liga Perancis.

Belajar di akademi sepakbola Barcelona, La Masia, Messi terus bermain untuk Barcelona. Teman sepermainannya yakni Pique dan Fabregas membangun nama di kompetisi Inggris, Messi tetap di Spanyol.

Bergabung dengan tim senior Barcelona pada tahun 2004, kehadiran Messi dalam dunia sepakbola professional dunia selalu menghadirkan kejutan setiap saat.

Hampir dalam dua dekade kebersamaan dengan Barcelona, bahkan di saat paling burukpun Messi terus menciptakan dan memecahkan rekor.

Empat tahun bergabung dengan tim senior, Messi mempersembahkan treble winner untuk Barcelona. Dan di usia 22 tahun Messi memperoleh penghargaan Ballon D’or, penghargaan pemain terbaik yang terus diraihkan secara berturut hingga 4 kali.

Pada musim kompetisi 2014-2015, Messi kembali mempersembahkan treble winner untuk Barcelona. Dan pada tahun itu pula kembali meraih Ballon D’or untuk kelima kalinya. Dan penghargaan itu kembali diraihnya pada tahun 2019. Messi kemudian menjadi satu-satunya pemain yang meraih penghargaan itu sebanyak 6 kali.

17 musim bermain dengan Barcelona, Messi memang dikenal sebagai mesin goal. Bersama Barcelona, Messi telah bermain sebanyak 778 kali di semua kompetisi. Messi tercatat sebagai pemain dengan penampilan terbanyak, lebih banyak 21 kali dibandingkan dengan Xavi Hernandes.

Dari seluruh penampilan itu Messi mencetak gol sebanyak 672 gol. Dan lagi-lagi menjadi yang terbanyak. Cesar Rodriguez terbanyak kedua hanya mencetak 232 gol.

Messi juga menjadi pemain Barcelona dengan gelar terbanyak. 35 gelar direngkuhnya bersama Barcelona, lebih banyak 3 kali dibandingkan dengan Adreas Iniesta.

Bersama Barcelona penghargaan selalu menghampiri Messi.

Dan yang paling luar biasa, selain dikenal sebagai mesin goal baik lewat serangan maupun bola mati, Messi juga dikenal sebagai pemberi assist yang handal. Jumlahnya tidak main-main, 305 kali.Lea

Maka tidaklah salah jika kemudian Messi mendapat julukan greatest off all time {GOAT}.

{ baca juga : ‘Pitis’ Yang Bikin Menangis, Bagaimana Otak Bekerja }

Kemana Messi Akan Berlabuh?

Bersama Barcelona Messi bukan hanya menjelma menjadi pemain terbaik dunia, melainkan juga pemain dengan bayaran paling besar sedunia. Rata-rata per tahun Messi mendapat uang sebanyak 2 trilyun. Angka itu diperolehnya sejak kontrak pada tahun 2017.

Tapi Messi bukan hanya menghabiskan uang Barcelona, karena kehadiran juga mendatangkan banyak uang. Konon jika dihitung antara yang dibayarkan untuk Messi dan diperoleh karena Messi, Barcelona masih untung 3,4 trilyun.

Tak heran jika kemudian Barcelona membentengi Messi dengan klausul sebesar 12 trilyun jika ada klub yang ingin membajaknya selama terikat dalam kontrak. Sebuah angka yang mungkin saja bisa dibayarkan oleh klub tertentu namun tak akan diluluskan karena melanggarkan asas fairplay.

Selama karirnya bersama dengan Barcelona, Messi selalu dibanding-bandingkan dengan Ronaldo. Meski ada banyak rekor yang menunjukkan Messi lebih dibanding dengan Ronaldo, namun Ronaldo selalu dianggap menang karena telah bermain dalam berbagai kompetisi.

Dibanding dengan Messi yang hanya jago bersama Barcelona, Ronaldo telah membuktikan kedigdayaannya di Liga Inggris, Spanyol dan Itali.

Tapi sudahlah tak usah dipikirkan soal perbandingan berdasarkan pujaan hati itu. Apapun yang dipuja pasti tetap yang terbaik. Sebab tak mudah untuk mereka yang kagum pada Ronaldo kemudian tergila-gila pada Messi, pun sebaliknya. Pindah pujaan itu sama beratnya dengan pindah agama.

Meninggalkan Barcelona, Messi akan tetap bermain bola. Entah dimana, namun yang pasti bukan di Spanyol lagi.

Messi akan punya kesempatan untuk membuktikan bahwa dia tak hanya hebat bersama Barcelona. Seperti yang telah ditunjukkannya bersama dengan Argentina tatkala akhirnya berhasil meraih piala Copa America.

Dari berbagai pemberitaan, kemungkinan besar Messi akan bermain untuk Paris Saint Germain, Perancis. Disana ada Neymar, sahabatnya. Ada juga kompatriotnya dari Argentina yakni Angel De Maria, Leandro Paredes dan Mauro Icardi.

PSG juga dilatih oleh orang Argentina yakni Mauricio Pochettino. Dia dan Messi pernah sama-sama memperkuat klub sepak bola Newells’s Old Boys. Klub Messi sewaktu masih remaja di Argentina.

Jika benar Messi akan bermain untuk PSG, maka akan ada sebuah kejutan lain karena Messi akan bermain dengan musuh bebuyutannya di liga Spanyol yakni Sergio Ramos Garcia, palang pintu paling keras di Real Madrid.

Di luar gedung konferensi pers, Fans Barcelona dan Messi berduyun-duyun menunggu sang maha bintang. Mereka memakai kaos FC Barcelona No. 10, itulah nomor kaos Messi. Sebagian besar dari mereka menangis.

Setelah ini mereka tak akan lagi bernyanyi Messi..Messi…Messi… selama 10 menit pertama pertandingan. Mereka harus merelakan Messi yang datang sebagai bocah dan pergi sebagai sejarah.

Tapi sekali lagi, Messi akan tetap bermain bola dan melahirkan kejutan.

Dimanapun Messi berada, dunia akan tetap berterimakasih atas semua kejutan, hiburan dan dedikasinya pada sepakbola.

note : sumber gambar – Bali Express

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here