KESAH.IDMenjadi markas dari pembalap Itali, Sirkuit Mugelllo seperti tak akrab dengan marc Marquez. Bukan hanya lay out sirkuitnya melainkan juga sikap penontonnya paska perseteruan marc dengan Rossi. Tapi Marc tak peduli dengan menunggangi Ducati mungkin cerita Marc Marquez dengan Mugello bisa saja berbeda. Pengamat menyebut tantangan Marc di Mugello bukan soal ketrampilan balapnya melainkan motornya. Ducati yang selalu superior di Mugello akan memberi keuntungan besar untuk Marc Marquez.

Menghadapi seri balap Moto GP di Mugello, Francesco Bagnaia masih berada dalam tekanan tinggi namun sekaligus optimis pada peluangnya untuk menang. Semangat tinggi Bagnaia selain sebagai pembalap tuan rumah, Pecco juga merupakan juara bertahan di sirkuit ini selama tiga tahun berturut-turut.

Melewati awal musim seri Moto GP 2025 dengan naik turun, Bagnaia menyebut  Mugello sebagai titik krusial, “Kalau saya tidak kompetitif di sini, berarti memang ada masalah” ucapnya.

Dalam balapan di Aragon, Bagnaia kembali menemukan kepercayaan dirinya walau belum berhasil menjadi pemenang. Apa yang menjadi biang kesulitannya selama ini sepertinya bisa diatasi. Setelah mengganti cakram rem depan ke ukuran 355mm, Pecco menyebut dirinya mulai percaya pada motornya. Apa yang selama ini menjadi kekuataannya yakni pengereman yang ekstrim mulai bisa dipraktekkannya kembali.

Setelah balapan di Mugello, Francesco Bagnaia masih berada di posisi ketiga klasemen sementara MotoGP 2025 dengan total 140 poin. Ia tertinggal 93 poin dari Marc Marquez yang memimpin klasemen dengan 233 poin, dan juga di bawah Alex Marquez yang mengumpulkan 201 poin.

Meskipun belum berhasil memangkas jarak secara signifikan, performa Bagnaia tetap diperhitungkan—terutama karena ia dikenal sangat kuat di Mugello, dengan tiga kemenangan beruntun sebelumnya di sirkuit tersebut. Balapan ini menjadi momen penting untuk menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia.

Pecco pantas untuk percaya diri  sebab akan membalap di negeri sendiri, di sirkuitnya orang Itali. Francesco Bagnaia yang sejak membalap di kelas utama memakai motor Ducati ini mencatatkan kemenangan tiga kali berturut-turut di sirkuit ini.

Bagnaia adalah pemenang Moto GP Itali dalam tida tahun terakhir ini, Pecco pantas disebut sebagai King of Mugello dan berpotensi untuk memperpanjang rekornya.

Sebaliknya Marc Marquez punya catatan yang kurang meyakinkan di sirkuit ini. Di kandang para pembalap Itali ini, rekornya bak bumi dan langit dibanding Pecco. Marc baru menang 3 kali sepanjang karirnya di Moto GP. Kemenangan pertama diraih di kelas 125 cc, lalu kemenangan kedua diraih di kelas Moto 2 dan kemenangan ketiga di raih di kelas utama Moto GP pada tahun 2014, sebelas tahun yang lalu.

Walau telah meraih gelar juara dunia di kelas utama sebanyak 6 kali, Marc Marquez selalu kesulitan jika harus membalap di Mugello ini.

Selain minim kemenangan, Mugello juga meninggalkan memori horor bagi Marc Marquez. Pada tahun 2013 dalam sessi latihan, Marc mengalami kecelakaan hebat di sirkuit ini. Marc yang memacu motornya di track lurus gagal melakukan pengereman sehingga membuat motornya melebar, keluar lintasan tak terkendali.

Motor menuju dinding pembatas dan Marc melompat sebelum motor menabraknya. Dia terjatuh sangat keras di lintasan. Untung Marc tidak mengalami patah tulang, namun ada luka di bagian wajah dan dagunya.

Konon Sirkuit Mugello menyulitkan Marc Marquez karena bertipe clock wise, banyak tikungan ke kanan. Marc dikenal lemah membelok ke kanan.

Tapi benarkah demikian?.

Menurut pengamat, kelemahan Marc Marquez di Sirkuit Mugello bukan karena ketrampilannya berkendara melainkan karena motornya tidak cocok.

Menaiki Ducati yang selalu menang di Sirkuit Mugello dalam beberapa tahun terakhir ini, bisa jadi kisah Marc Marquez akan berbeda.

BACA JUGA : Jukir Liar

Dalam sessi latihan di Sirkuit Mugello, Marc Marquez tampil kurang meyakinkan. Marc tidak mencatatkan diri sebagai yang terdepan. Marco Bezzecchi dan Maverick Vinalles tampil lebih baik.

Sedangkan pada sessi kualifikasi, Francesco Bagnaia mampu menunjukkan catatan yang mengesankan. Bagnaia sepertinya akan mencatatkan pole position.

Namun pada saat flying lap, Marc ternyata mampu menorehkan waktu yang terbaik bahkan memecahkan rekor kecepatan. Pecco yang berusaha kembali untuk menjadi yang terdepan gagal memperbaiki catatan karena motornya oleng.

Dominasi Ducati kembali terlihat, barisan paling depan dihuni oleh Marc Marquez, Pecco Bagnaia dan Alex Marquez.

Berhasil merebut posisi start pertama, Marc Marquez mencatatkan rekor 100 kali menjadi pole sitter selama karirnya di balapan Moto GP pada semua kelas.

Dalam balapan sprint race, saat lampu start menyala terlihat Francesco Bagnaia melesat dengan sangat cepat. Pecco sepertinya akan segera membuat jarak.

Agak sial untuk Marc Marquez, karena beberapa detik sebelum lampu start menyala, Marc masih mengutak utik tombol di stang bagian kiri dengan tangan kanannya. Marc menemukan lauch control motornya mati.

Akibat sibuk dengan tombol, akselerasi Marc Marquez saat start menjadi kurang bagus. Marc melorot ke posisi ke 7.

Namun karena mempunyai kecepatan, Marc segera bisa memperbaiki posisinya untuk menguntit Alex Marquez dan Francesco Bagnaia.

Di awal balapan ketiga pembalap yang menaiki motor Ducati ini menyajikan persaingan yang ketat. Ketiganya berjajar di lintasan lurus, namun Alex kemudian berhasil menjadi yang terdepan dan disusul oleh Marc Marc Marquez. Sepertinya akan ada saling salip yang seru antara ketiga pembalap ini.

Alex dengan sangat meyakinkan berusaha meninggalkan Marc dan Pecco.

Namun hanya dalam 4 putaran, Marc kemudian berhasil memimpin di depan. Alex dilewati di track lurus yang panjangnya lebih dari 1 kilometer.

Begitu memimpin di depan, Marc tak tersentuh. Sedikit demi sedikit Marc memperlebar jarak dengan Alex Marquez.

Beberapa lap terakhir, Alex Marquez seperti punya simpanan kecepatan hingga makin mendekat dengan Marc Marquez, hanya saja perlawanannya tak bisa diperpanjang karena di lap terakhir Marc mampu memperlebar jarak menjadi satu detik lebih.

Pecco setelah dilewati oleh Alex Marquez dan Marc Marquez gagal memperoleh kecepatan. Bahkan dalam beberapa lap terakhir, Pecco ditekan oleh Maverick Vinalles.

Balapan akhirnya dimenangi oleh Marc Marquez, disusul oleh Alex Marquez dan Pecco Bagnaia. Alex Marquez kembali menjadi Mr P2 atau El Pistolas karena konsistensinya yang hampir selalu menjadi pemenang kedua dalam setiap balapan.

Dalam sessi sprint race di Sirkuit Mugello Itali, Marc berhasil menjadi ‘King of Mugello’ karena menaiki Ducati. Marc seperti menang mudah, bahkan kesannya seperti sengaja membiarkan Pecco dan Alex melesat ke depan lebih dahulu.

Tontonan Marc mengejar kedepan hingga lap ke 4 menjadi yang menarik di balapan Moto GP Mugello 2025 ini. Namun setelah itu balapan terasa membosankan. Marc seperti tak lagi ada lawan.

BACA JUGA : Pembunuh Massal

Menjadi markas Valentino Rossi dan pembalap Itali lainnya, Sirkuit Mugelo tidak terlalu ramah untuk Marc Marquez semenjak perseteruannya dengan Rossi. Marc Marquez kerap disoraki oleh penonton disini.

Bahkan ketika Marc sudah memakai motor Ducati dan Rossi tak lagi membalap, sikap penonton belum berubah. Tardozi sampai marah ketika melihat hal ini, meminta penonton diam, hingga menyampaikan kalau Marc Marquez sudah berwarna merah, mengendarai Ducati.

Menang di Mugello penting untuk Marc, namun untuk Francesco Bagnaia lebih penting lagi. Kemenangan di Mugello akan mengembalikan Pecco dalam jalur mahkota juara dunia.

Begitu lampu start menyala, Marc dan Pecco sama-sama melakukan start dengan sangat bagus. Pecco memimpin, dan kemudian dikejar oleh Marc. Perebutan posisi paling depan di lap pertama berlangsung seru, Marc dan Pecco saling salip, sempat bersentuhan, bahkan kemudian ban depan Pecco sempat kontak dengan ban belakang Marc.

Persaingan antara Marc dan Pecco hingga lap ke 6 memberi keuntungan pada Alex Marquez. Alex berhasil menyisip dan kemudian memimpin balapan, bahkan langsung membuat jarak.

Marc dan Pecco tetap kencang serta membalap dengan presisi, namun Alex memperoleh kecepatannya sehingga agak nyaman memimpin di depan.

Namun terlihat sekali di jalur lurus, Marc bisa mengambil keuntungan dan setelah membuntuti Alex selama beberapa putaran, akhirnya Marc berhasil mengambil alih pimpinan balapan di lap ke 9.

Setelah berhasil di depan, Marc berusaha membuat jarak, cukup lama hingga kemudian memimpin dengan margin 1 detik.

Pecco berupaya mengejar Alex Marquez, namun gagal untuk mendekat, hingga Fabio D’gianntonio yang justru mengejar Pecco.

Marc di depan kecepatannya naik turun, terkadang Alex bisa memangkas, namun ketika melewati track lurus Marc kembali membuat jarak.

Nampaknya Marc akan finish pertama, disusul oleh Alex dan kemudian Bagnaia. Namun ketika balapan menyisakan 3 lap, Fabio D’gianntonio seperti mendapat suntikan kecepatan dan berhasil melewati Pecco Bagnaia. Dalam beberapa belokan saja D’gianntonio melebarkan jarak dengan Pecco dan mengejar Alex.

Namun dengan lap yang tersisa nampaknya tak cukup bagi Fabio D’gianntonio untuk merebut podium kedua.

Marc akhirnya menyantuh garis finish dengan jarak satu detik lebih didepan Alex Marquez. Dan kemenangan di Mugello menjadi kemenangan ke 93 bagi Marc Marquez di semua kelas.

Sirkuit Mugello tetap menjadi milik Ducati. Empat Ducati berada paling depan, walau sang pemenang bukan pembalap dari Itali.

Dengan Ducati, Marc Marquez sepertinya akan kembali menjadi king of the king.

note : sumber gambar – DETIK