KESAH.ID – Sepertinya Marc tak perlu membuktikan kedigdayaannya di balapan kandang. Menjelang balapan di Sirkuit Catalunya, Barcelona berulang kali Marc mengatakan Alex adiknya lebih cepat disini sehingga lebih layak menang. Dan terbukti Alex berhasil merebut pole position, Marc sendiri harus start dari posisi ke 3. Alex sering dianggap mengawal kakaknya, namun balapan di Barcelona, menunjukkan bahwa Marc Marquez lah yang mengawal adiknya agar berhasil meraih kemenangan.
Para pembalap Spanyol akan membalap di kandang, di Barcelona. Meverick Vinnales, Raul Fernandez, Johan Mir, Alex Rins, Fermin Aldeguer, Alex Marquez, Pedro Acosta, Jorge Martin dan Marc Marquez pasti ingin menang di kandang sendiri.
Persaingan antar pembalap Spanyol ini menjadi menarik, terlebih beberapa diantaranya menaiki motor yang kuat, yakni Ducati, Aprilia dan KTM.
Marc Marquez yang memenangkan 7 balapan berturut-turut dengan Ducati, mempunyai catatan kurang bagus di Catalunya, Marc baru menang dua kali yakni tahun 2014 dan 2016.
Marc sendiri malah menjagokan adiknya, Alex Marquez.
Namun data terbaru menunjukkan Pedro Acosta dan Brad Binder punya rekor bagus disini dalam soal kecepatan.
Marc tentu ingin menambah rekornya, namun dia menyadari kalau sirkuit ini bukan sirkuit favoritnya. DI Catalunya, Marc siap untuk kalah. Marc Marquez mengatakan kalau di Catalunya ini mungkin kemenangan berturut-turutnya akan terhenti. Dia bahkan berharap Alex Marquez dan Pecco Bagnaia punya week end yang baik di Catalunya.
Hanya saja itu memang kebiasaan Marc Marquez yang suka merendah, padahal menurut Alex Marquez itu merupakan strategi psikologis yang dimainkan oleh Marc Marquez. Karena Alex Marquez tahu persis kalau Marc sudah mempersiapkan diri dengan sangat serius, mempersiapkan diri untuk kuat di setiap sirkuit.
Soal kesulitan yang bakal dialami oleh Marc Marquez di sirkuit Catalunya, Marc mengatakan kalau sirkuit itu tidak jauh dari rumahnya, namun paling jarang dikunjungi olehnya. Marc Marquez lebih sering latihan di Jerez atau Valencia. Maka sirkuit Catalunya kemudian menjadi salah satu kelemahannya.
Marc juga merasakan sirkuit Catalunya semakin menyulitkan dirinya setelah cidera lengan pada tahun 2020.
Bisa jadi yang dikatakan oleh Marc Marquez benar, terbukti saat latihan pertama pada hari Jum’at, Marc sempat menorehkan cataan waktu tercepat yang bertahan cukup lama. Namun menjelang akhir, Pedro Acosta mampu menyodok ke atas. Marc berusaha memperbaiki catatannya, namun gagal. Bahkan Marc kemudian dilewati oleh Johan Zarco yang menaiki Honda.
Dalam sesi practise untuk menentukan pembalap yang langsung akan masuk kualifikasi kedua atau Q2 ternyata KTM berjaya karena berhasil memimpin. Brad Binder menjadi yang tercepat disusul oleh Pedro Acosta. Brad Binder bahkan mencatatkan rekor kecepatan lap yang sebelumnya dipegang oleh Alex Espargaro.
Alex Marquez memang kuat di Barcelona karena berhasil menduduki posisi ketiga, mengalahkan Marc Marquez yang ada di posisi keempat.
Marc Marquez tidak cukup baik seperti biasanya, namun Francesco Bagnaia lebih buruk lagi karena berada di deretan terbelakang bersama beberapa pembalap lainnya. Jarak waktu tempuh antara Pecco dan Brad Binder lebih dari satu detik.
Yamaha dan Honda mencatat waktu yang bagus dalam latihan bebas kedua. Johan Mir mencatatkan waktu terbaik dalam latihan bebas sepanjang musim ini. Alex Marquez konsisten menunjukkan kecepatannya, menyusul di tempat kedua dan disusul oleh Fabio Quartararo. Marc Marquez mengalami kesulitan dan hanya mencatatkan waktu terbaik ke delapan.
BACA JUGA : Bangsa{t} Besar
Di sesi kualifikasi Alex Marquez terbukti cepat seperti yang dikatakan oleh Marc Marquez. Alex berhasil merebut pole position. Ini menjadi kali pertama Alex Marquez menjadi yang terdepan dalam musim balap 2025, dan menjadi yang kedua setelah berlaga di kelas utama Moto GP.
Fabio Quartaro menunjukkan konsistensinya, dengan meraih posisi kedua dan disusul oleh Marc Marquez yang berhasil memperbaiki catatan waktunya di sesi kualifikasi.
Selain Yamaha, 10 pembalap pertama juga diisi oleh dua pembalap Honda, yakni Johan Zarco dan Luca Marini.
Sementara Ducati menempatkan 4 pembalap yakni Alex Marquez, Marc Marquez, Franco Morbideli dan Fabio Digianntonio.
Begitu lampu start menyala Alex langsung melesat, Marc berusaha menyusul namun kalah cepat. Alex melaju tak terbendung, sementara Marc, Quartararo dan Acosta berebut posisi. Ketiganya menunjukkan gaya balap yang agresif, hingga terjadi sentuhan. Marc dan Quartararo sempat bersentuhan, pun dengan Pedro Acosta.
Namun akhirnya Marc bisa mengatasi tekanan Fabio dan Pedro, sementara Alex nyaman memimpin di depan. Perlawanan Pedro Acosta pada Marc Marquez dan Fabio Quartararo mengendor hingga kemudian Pedro disalip oleh Fabio Digianntonio.
Lewat setengah balapan, Alex makin nyaman memimpin. Alex berhasil melebarkan jarak dengan Marc Marquez, lebih dari satu detik. Balapan berlangsung mulus, hingga kemudian Franco Morbideli dan Jorge Martin sama-sama crash. Tak lama kemudian Fermin Aldequer terpeleset dan motornya menarik motor Marco Bezzecchi.
Balapan menyisakan tiga putaran, Alex memimpin di depan dan Marc sulit untuk mengejar. Tapi ditikungan 10 Alex mengalami low side dan tak bisa meneruskan balapan. Marc memimpin di depan dengan jarak satu detik lebih di depan Fabio Quartararo.
Sepertinya Marc Marquez akan mengklaim kemenangannya di Misano, sesuatu yang sebenarnya tak diinginkannya karena berarti sang adik mengalamai celaka. Dan benar, Alex celaka hingga sulit bagi Alex untuk menghentikan Marc meraih gelar juara dunia ke 9 kalinya dengan cepat.
Dengan kemenangan ini berarti Marc Marquez meraih kemenangan sprint race 8 kali berturut-turut, sebuah rekor baru.
Dan buah manis diraih oleh Ducati, karena dengan kemenangan Marc Marquez, Ducati telah mengamankan kedudukannya sebagai pemenang konstruktor. Poin Ducati tak terkejar lagi.
Marc telah mempersembahkan satu gelar untuk Ducati, konstruktor terbaik ketika musim balap 2025 masih menyisakan beberapa balapan lagi.
Malang tak bisa ditolak, upaya Alex untuk menjauhi Marc Marquez yang biasanya cepat di akhir balapan berubah jadi petaka.
Meski bahagia namun Marc juga merasa sedih. Sedih karena klaim gelar juara dunia Moto GP 2025 datang lebih cepat akibat adiknya terjatuh.
Begitulah balapan, memimpin di depan tak selalu menjadi pemenang.
BACA JUGA : Marc Mandalika
Andai saja Alex Marquez tak terjatuh, podium pertama di sprint race akan diraih olehnya. Data menunjukkan Alex lebih cepat dari Marc.
Akankah Alex menebus kesialannya di sprint race?.
Mengawali start dengan baik, Alex dan Marc bersaing di depan. Marc mencoba memimpin di depan dan berhasil. Namun kemudian Alex kembali berhasil mengambil alih dan setelah itu Marc menempel ketat Alex dari belakangnya.
DI belakang ada Pedro Acosta dan Enea Bastianini.
Ducati-Ducati disusul oleh KTM-KTM.
Berada di belakang Alex Marquez, Marc seperti menjadi pengawal. Marc menghalang-halangi Pedro Acosta agar tak merangsek ke depan.
Menjadi satu-satunya pembalap yang memakai ban medium soft, kecepatan Pedro Acosta makin menurun sehingga berhasil dilewati oleh Enea Bastianini.
Jarak antara Alex dan Marc naik turun antara 0,2 hingga 0,4 detik.
Namun jarak dengan Enea Bastianini dengan Marc makin menjauh.
Biasa 4 atau 5 lap menjelang balapan berakhir Marc akan melakukan tekanan. Namun dalam balapan di Barcelona, justru jarak antara Alex dan Marc malah makin menjauh. Alex menjelang akhir balapan mampu membuat jarak satu detik lebih.
Akhirnya , Alex Marquez berhasil mengunci podium pertama, disusul oleh Marc Marquez dan kemudian Enea Bastianini.
Di home racing, Alex Marquez akhirnya bisa membuktikan menjadi salah satu pembalap terbaik yang menunggangi Ducati.
Untuk Marc Marquez, kemenangan Alex tidak merubah apa-apa. Marc juga tak perlu terburu-buru untuk segera mengunci gelar juara dunia Moto GP 2025. Sebab jelas gelar itu tak akan lepas darinya, meski dalam balapan yang tersisa Marc finish di belakang Alex, posisinya tidak akan tergoyahkan.
Patut dicurigai, Marc Marquez dengan margin poin yang besar justru hendak memberi kesempatan pada adiknya untuk mencetak kemenangan.
Dalam balapan di Barcelona, terlihat Marc nampaknya ingin memberikan kemenangan pada adiknya. Dia berkali-kali mengatakan adiknya lebih cepat di Barcelona.
Di Barcelona, Marc melakukan sandbagging, menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya. Dan tujuan Marc membalap di Barcelona adalah berada di belakang Alex, berada sedekat mungkin dengannya untuk mencegah pembalap lain membahayakan kemenangan adiknya.
Di sprint Alex memang sial, sehingga kemenangan diraih oleh Marc Marquez. Namun dalam balapan utama, Marc membuktikan omongannya kalau sang adik lebih pantas menjadi pemenang.
Kakak adik menjadi pemenang dan sama-sama berdiri di podium mungkin akan lebih sering kita lihat dalam paruh musim kedua Moto GP 2025 yang tinggal menyisakan 6 balapan.
note : sumber gambar – DETIK








