KESAH.IDRevolusi teknologi informasi dan komunikasi memang menyuburkan kegemaran orang untuk pamer. Media sosial adalah platform paling terkemuka bagi siapa saja untuk menunjukkan eksistensi dirinya lewat apa yang dimakan, dikunjungi, dikendarai atau dikenakan. Sayangnya keinginan pamer kadang tak terkendali, karena kelakuan busuk atau tak terpuji juga kerap dipamerkan di media sosial.

Setelah televisi di rumah bermigrasi dari analog ke digital, saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengakses layanan OTT yang diselenggarakan oleh Netflix, Disney Hotstar, Prime Video, Vidio dan lain-lain.

Asyik menonton berbagai serial film, membuat saya tak lagi sering membuka Youtube untuk menyaksikan konten-konten yang diunggah para youtuber ternama di Indonesia.

Sebelum asyik duduk manis di depan smart tv buatan pabrik ternama dari China, saya lebih sering menghabiskan waktu memandang layar hp yang juga merek dari China melahap konten di channel youtube Deddy Corbuzier, Ferry Irwandi, Indrawan Nugroho, Rheinald Khasali, Denny Sumargo, Indonesia Idol dan beberapa channel lain yang kontennya berisi aksi para komika.

Belum lama ini saya mampir ke channel Deddy Corbuzier, Closethedoors yang setting studionya sudah berubah. Dedi juga meluncurkan acara baru untuk mengganti Somasi. Tapi yang mengejutkan adalah konten dengan tampilan dirinya sendiri, dia ngomel-ngomel menanggapi sebuah peristiwa dari sudut pikirannya sendiri.

Nampaknya Dedi Corbuzier setelah mendapat anugerah pangkat Letnan Kolonel {tituler} dari Menteri Pertahanan mulai tergoda untuk tidak sekedar menjadi host saja, dia ingin jadi key opinion leader.

Video terakhir yang diunggahnya untuk menyuarakan opini dirinya sendiri berjudul “ANAK PENJAHAT, BAPAK PEJABAT!! LOE DENGER GUE NGOMONG!”

Konten dengan durasi kurang lebih 14 menit ini berisi omongan Deddy Corbuzier yang berapi-api mengutuk kelakuan Mario yang menghajar habisan-habisan David. Deddy menyebut aksi jagoan Mario sebagai tidak jantan, karena hanya berani melawan anak yang badannya lebih kecil dan usianya jauh lebih muda.

Deddy juga tak lupa mengata-ngatai Agnes, kekasih Mario sebagai psikopat karena santai saja merekam aksi bengis Mario dengan kamera smartphonenya.

Soal rekam adegan ini saya setuju kalau yang merekam memang minim empati. Saya sendiri tak sanggup menyaksikan seluruh rekaman ketika menemukan video aksi kekerasan Mario yang beredar di twitter.

Pada intinya konten monolog Deddy Corbuzier mau mengatakan jika Mario dan Agnes adalah dua anak muda yang menjadi cermin produk gagal pendidikan orang tuanya.

Deddy menyimpulkan hal itu dengan berkaca pada anaknya. Dia merasa berhasil mendidik anaknya sehingga walau punya dibelikan Rubicon, Azka anaknya teramat jarang memakainya. Dia lebih suka pergi kesana kemari diantar naik Avanza.

Azka juga punya jam berharga ratusan juta, tapi tak pernah dipakai karena disimpan sebagai investasi.

Dalam kaca mata Deddy, dia berhasil mendidik anaknya karena meski berpunya namun tak suka pamer, apalagi petentang-petenteng kesana kemari dengan modal kepunyaan ayahnya.

Sekilas Deddy benar, namun Deddy lupa bahwa tak ada anak-anak yang hanya dididik oleh orang tuanya. Anak-anak sesungguhnya dididik oleh masyarakat dan juga negara. Mereka dididik oleh guru di sekolah, oleh televisi, oleh media sosial dan seterusnya.

Jadi anak yang kelakuan salah-salah tak murni hanya karena orang tuanya. Bisa jadi pengaruh lingkungan pergaulannya yang lebih kuat untuk mengarahkan perilakunya.

Pada akhir video, Deddy Corbuzier juga menyentil Sri Mulyani. Menteri kabinet Jokowi yang hebat ini sepertinya ikut kebakaran rok gara-gara aksi Mario. Maka Sri Mulyani mengeluarkan anjuran agar para pejabat di lingkungan kementerian keuangan tidak pamer gaya hidup mewah. Menurutnya memamerkan kekayaan pada masyarakat bukanlah perilaku yang layak dilakukan oleh pejabat.

Deddy menganggap anjuran Sri Mulyani ini mengajarkan kemunafikan. Kaya raya tapi pura-pura tampil sederhana.

BACA JUGA : Soundscape, Proto Musikalitas Pedagang Keliling

Kelakuan tenggil, sok jagoan, nggak berempati, jengkelin orang sedunia bukan cuma privilege anak-anak orang kaya. Anak siapapun bahkan yang miskin papa juga bisa melakukan hal yang sama. Tapi di publik jika yang beraksi seperti Mario bukan anak siapa-siapa ya tidak menarik untuk dibicarakan.

Dalam kasus Mario dengan David, informasinya menjadi bernilai berita tinggi karena konfliknya ibarat David melawan Goliath. Konfliknya menjadi lebih menarik karena ada hubungan dengan seks {asmara}.

Isunya menjadi lebih dekat dengan masyarakat bukan saja pada soal kekerasan tapi juga kecenderungan yang disebut flexing atau pamer. Dibalik aksi kekerasan itu ada kecenderungan pamer, pamer harta, pamer kuasa, pamer kejantanan dan seterusnya.

Kabar semakin menjadi joss karena keterlibatan netizen dalam melakukan investigasi sehingga masuk dalam nilai berita yang berhubungan dengan keterkenalan. Mario ternyata anak pejabat tinggi di sebuah kementerian yang mentereng. Ketokohan bapaknya cukup untuk membuat informasi menjadi lebih menarik.

Karena disangkut-sangkutkan dengan bapaknya yang punya jabatan, akhirnya aksi kekerasan Mario pada David punya dampak yang membesar. Banyak pihak menjadi tersenggol dan terpaksa ikut berkomentar, sibuk klarifikasi dan mengambil langkah-langkah yang membuat berita makin melebar.

Informasinya kemudian menjadi berseri karena kelakuan Mario kemudian menghasilkan aksi-aksi ikutan yang tak ada hubungan langsung dengan kekerasan yang dilakukan olehnya.

Kekerasan yang teramat keterlaluan dan menyebabkan masyarakat menjadi iba membuat masyarakat berupaya memberi hukuman bukan hanya pada Mario dan Agnes beserta keluarganya bahkan hingga lingkungan kerja sang orang tuanya. Yang kena getahnya banyak.

Padahal kan tidak ada yang salah dengan kekayaan yang dipunyai oleh orang tua Mario. Kalaupun hartanya hampir tak masuk akal jika dibandingkan dengan gajinya, itu juga tak bisa dipakai sebagai senjata untuk menuduh bahwa kekayaannya dikumpulkan dengan cara yang tidak benar.

Toh bisa saja kekayaan itu berasal dari warisan, bisnis diluar pekerjaan utamanya dan lain-lain, maka pejabat yang kaya tidak serta merta bisa dituduh melakukan korupsi untuk menumpuk hartanya.

Di negeri kita kekayaan pejabat itu tak bisa dipertanyakan kalau tidak ditemukan masalah oleh penegak hukum. Lain ceritanya jika ada keharusan menurut UU yang mewajibkan kepada mereka untuk menjelaskan dari mana asal usul kekayaannya yang tidak masuk akal jika dibadingkan dengan gajinya. Istilahnya melakukan pembuktian terbalik.

Artinya semua pejabat publik yang kekayaannya tidak wajar dibandingkan dengan penghasilannya semua diminta untuk menerangkan dan membuktikan bahwa kekayaannya itu diperoleh dengan cara yang halal.

Teramat mudah bagi kita untuk menemukan pejabat publik entah di pemerintahan maupun politik yang kekayaannya mencolok, jauh lebih besar dari pendapatan yang berasal dari gaji dan tunjangan.

Apakah kekayaan itu selalu berasal dari kelakuan mereka nyolong uang negara?. Belum tentu.

Selama tidak ada mekanisme pembuktian terbalik, cara atau sumber yang membuat mereka kaya raya tidak akan terang benderang soal haram halalnya.

Andaipun caranya tidak benar, belum tentu hal itu bisa dianggap sebagai korupsi karena yang dicuri bukan uang yang sudah masuk ke kas negara. Mereka maling tapi tidak merugikan negara atau tak ada pihak lain yang merasa dirugikan.

BACA JUGA : Si Agnes Yang Bukan Monica

Sebagai warga tentu saja kita akan suka kalau para pejabat hidup sederhana, memanfaatkan harta dengan sewajarnya dan tidak membuat masyarakat kebanyakan menjadi sakit hati.

Tapi akan lebih menyenangkan jika siapapun mencari kekayaan dan menjadi berharta dengan cara-cara yang benar sehingga bisa dipercaya.

Pura-pura sederhana agar penampilannya di publik tidak mencolok mungkin baik tapi tetap akan menimbulkan jebakan batman. Suatu ketika pasti ada bocornya, seperti Presiden Jokowi yang selalu tampil sederhana dan tak memamerkan hartanya.

Namun netizen kepo berhasil menemukan kalau cucu-cucunya kerap memakai pakaian branded. Outif of the day sang cucu ketika menemani presiden di muka publik ternyata bernilai puluhan juta rupiah.

Ya nggak pamer sih, namun sekurangnya publik tahu bahwa ternyata keluarga presiden tidak benar-benar sederhana. Kesederhanaannya bisa dianggap sebagai pencitraan semata.

Urusan sederhana dan tidak sederhana memang tidak bisa di-gebyah uyah. Bisa jadi seseorang akan sederhana dalam urusan makanan, pakaian namun tidak dalam urusan rumah. Atau bisa jadi seseorang tak suka dengan mobil-mobil mewah dan piknik yang wah, tapi gemar mengkoleksi bintang peliharaan yang ongkosnya bisa bikin kita pingsan membayangkannya.

Memakai sesuatu yang mahal tidak otomatis bisa disebut pamer. Karena barangkali memang perlu, sebab kalau pakai baju murah kulitnya akan gatal-gatal karena bahannya mengandung material yang berbahaya.

Atau mobil mewah memang diperlukan sebab mobilnya nyaman dan aman untuk dikendarai. Jadi mereka yang sibuk nggak punya banyak waktu untuk istirahat menjadi penting punya mobil mewah karena waktu berkendara menjadi saat yang tepat untuk beristirahat.

Tapi ya sudahlah berpura-pura saja juga tak apa-apa sebab situasinya memang lagi genting.

Sebuah tangkapan layar yang dibagikan di group WA bisa dipakai sebagai pedoman buat para pejabat atau siapa saja yang kaya raya tapi anaknya suka flexing.

Isi briefing sang bapak kira-kira begini :

Nak jika kamu sayang papa maka pergi kuliah naik Grab atau Gojek aja, Maxim lebih baik.

Jangan pasang status WA dulu.

Segera hapus foto di IG waktu kamu naik Alphard atau Lambo Papa. Kalau perlu akunnya digembok atau matikan kolom komentar.

Hapus juga video di Tik Tok waktu liburan sebulan di Eropa.

Lakukan ya, jangan sampai papa di nonjob kan atau malah dipindah tugas gara-gara kamu dan adikmu suka pamer.

Note :

Oh iya, tetap berolah raga, body building juga bagus. Tapi kalau sudah berotot jangan gunakan keperkasaanmu untuk mukuli anak orang. Kalau untuk nakut-nakuti atau mengertak boleh aja, tapi jangan sampai ada body contact yang membuat anak orang sampai terkapar.

Tapi kalau kejadian tidak bisa dihindari, segera pasang wajah menyesal setengah mati waktu dilihat orang. Jangan malah selebrasi seperti pemain bola terbaik sedunia.

note : sumber gambar – DALL-E