Tidak setiap orang mempunyai kemampuan menilai sesuatu itu enak atau tidak enak. Bahkan ketika seseorang itu mendaku atau dikenal sebagai reviewer sekalipun.

Sebab soal rasa, tidak sedikit diantara kita yang hanya mengenal enak dan enak sekali. Jadi ketika ditanya enak atau tidak maka jawabannya hanya enak dan enak sekali. Mantap atau mantap betul.

Bicara soal selera pada rasa memang berbeda-beda.

Kopi untuk orang tertentu akan dirasa sebagai enak jika diracik oleh seorang barista. Tapi nyatanya tak sedikit yang wajahnya akan nyengir kala menyesap kopi olahan seorang barista. “Kopi apa ini, kok kayak teh saja?”

Orang lain akan menyebut kopi enak karena dibuat dari biji kopi dan alat seduh andalannya. Diluar hal yang menjadi andalannya akan dianggap sebagai tidak benar atau tidak enak.

Tapi jangan khawatir dan juga tak perlu merasa terteror andai sebagai pengemar kopi kita tak punya biji andalan, alat giling dan alat seduh yang rasanya mahal jika harus dibeli untuk keperluan ngopi di rumah.

Dengan pengetahuan dan pemahaman soal karakter kopi serta cara menyeduh yang baik, apa yang ada di dapur rumah kita tetap bisa menghasilkan segelas kopi yang pantas untuk dinikmati setiap hari.

Itu artinya kita tak perlu berpikir bahwa untuk menghasilkan kopi yang nikmat perlu alat pembuat kopi yang mahal. Yakinlah bahwa harga alat yang mahal tidak secara otomatis sama dengan hasil yang pasti nikmat.

Kopi yang nikmat lebih mungkin dihasilkan karena dibuat dari biji kopi yang segar dan berkualitas tinggi, air yang baik, gilingan yang tepat dan cara seduh yang benar. Dengan modal ini setiap orang bisa menghasilkan kopi yang nikmat.

Soal nikmat terkadang juga soal cocok dan tidak cocok. Kopi ada banyak macam dan karakternya. Yang paling dasar adalah species, ada arabika, robusta, liberika dan exelsa. Namun yang umum ditemukan di pasaran adalah arabika dan robusta.

Yang suka kopi dengan aroma dan rasa yang kaya umumnya akan memilih kopi arabika. Sementara yang demen dengan kopi yang kuat, pahit serta pekat akan memilih kopi robusta.

Meski demikian karakter, rasa dan aroma kopi juga akan dipengaruhi oleh proses roasting yang berbeda-beda. Kopi apapun kalau digoreng gosong dan kemudian diseduh dengan air mendidih yang baru diangkat dari kompor pasti akan menghasilkan kopi yang pahit dan pekat.

Untuk mempertahankan kenikmatan kopi, saat membuat usahakan jumlahnya terbatas, tidak menyeduh langsung sebanyak mungkin pakai panci atau dandang. Buatlah kopi per gelas sehingga takaran air dan bubuknya menjadi pas. Mungkin lebih repot tapi membuat dalam porsi kecil selalu akan lebih baik dibanding dengan porsi besar.

Lagi pula kalau membuat porsi kecil maka kemungkinan kopi akan habis daripada membuat banyak-banyak lalu tidak habis karena tidak sesuai dengan selera.

Dan hal terakhir yang mesti diperhatikan adalah penyimpanan kopi. Bubuk kopi yang berkualitas sekalipun jika disimpan dengan cara yang tidak benar maka akan kehilangan aroma dan rasanya. Hindarkan wadah kopi dari paparan matahari secara langsung, terpapar udara terlalu lama dan berada dalam tempat dimana banyak bau-bauan lain yang kemungkinan akan diserap oleh kopi sehingga merusak rasa.

BACA JUGA : Angkat dan Tuang Tinggi Tinggi Kopimu

Ditengah menjamurnya kedai kopi sehingga tak menyisakan ruas jalan tanpa keberadaan penjaja kopi maka persaingan segelas kopi untuk merebut hati penikmat tidak sekedar enak dan tidak enak, melainkan juga menarik dan tidak menarik.

Ketertarikan dan kesukaan pada kopi tertentu mulai dipancing dengan nama. Salah satu yang bersaing untuk mendapat perhatian dengan nama adalah Es Kopi Susu Gula Aren yang saat ini sedang ngetrend.

Pecinta es kopi susu yang mulai naik daun sejak tahun 2017 ini pasti kenal dengan nama Es Kopi Susu Tetangga dan Es Kopi Kenangan Mantan. Dan masih ada deret panjang nama lain karena setiap kedai akan memberi nama berbeda untuk minuman yang terdiri dari kopi, susu, gula aren dengan tambahan es batu itu.

Sejak dicicipi oleh Presiden Jokowi, kopi susu ini menjadi terkenal sehingga bermunculan banyak kedai yang kemudian mengurita kemana-mana. Es kopi susu bisa jadi terkenal karena udara atau iklim kita dalam sepuluh tahun terakhir ini cenderung semakin panas.

Maka selain rasanya yang lezat dan legit, es kopi susu juga cocok diminum di siang hari kala matahari terik. Menenggak segelas es kopi susu bukan hanya menyegarkan dan menghilangkan rasa haus melainkan sekaligus mengusir rasa kantuk.

Dan kehadiran kedai-kedai kopi yang disebut dengan kopi kekinian juga membuat kopi lebih ramah kantong ketimbang saat dimana kedai-kedai kopi yang ada adalah kedai kopi ternama dari negeri Amerika. Jadi es kopi susu kemudian menjadi pilihan yang tidak kalah gengsinya ketimbang yang disajikan di kedai dengan brand ternama sebelumnya.

Es kopi susu ala Indonesia ini tidak lagi kalah dengan capucino, macchiato atau coffee latte.

Tren es kopi susu ternyata masih bertahan hingga tahun 2021 ini, masih dan bahkan makin digemari.

Kenapa bisa bertahan?.

Kalau diamati lebih jauh es kopi susu bisa bertahan dari serbuan kuliner lainnya karena adanya kreasi dan inovasi terus menerus yang dilakukan oleh para peracik kopi dan kedai-kedai yang menjualnya.

Kreasi dan inovasi yang paling kentara adalah soal rasa. Es kopi susu kemudian dipadukan dengan bahan lain untuk menghadirkan varian-varian rasa baru, yang menghadirkan pengalaman baru bagi yang menikmatinya.

Es kopi susu dipadukan dengan air kelapa, soda dan aroma-aroma lainnya termasuk pandan sehingga menebarkan aroma wangi yang menenangkan hati.

Pun juga wadahnya, bukan hanya gelas melainkan juga kemasan atau botol yang mudah dibawa dengan berbagai ukuran mulai untuk diminum sendiri sampai memenuhi kebutuhan minum beramai-ramai.

BACA JUGA : Salted Coffee 

Di Kota Samarinda saat ini ada ratusan kedai kopi yang bersaing untuk merebut hati dan pilihan pembeli dengan menyajikan kopi yang enak dan pas untuk peminumnya.

Menu-menu yang disajikan pada umumnya sejenis dan sebetulnya juga tak terlalu sulit untuk membuatnya sendiri di rumah andai mau sedikit repot.

Bersaing dengan menu standard tentu sulit maka untuk bertahan tak ada pilihan selain melakukan diferensiasi dengan menawarkan produk yang bukan hanya unik tapi juga inovatif.

Tak mengherankan jika kedai-kedai yang mapan kemudian melengkapi diri dengan membangun tim riset dan pengembangan sendiri agar tidak menjadi pengekor.

Minat masyarakat terus dipelototi agar kemudian bisa menjadi dasar untuk mencari dan menemukan formula untuk melakukan terobosan.

Dulu di masa tumbuh kembangnya kedai kopi manual brewing, andai ada papan menu yang panjang maka itu menjadi penanda bahwa kedai tersebut banyak mempunyai persedian berbagai jenis biji kopi.

Kini, daftar menu panjang di kedai kopi kekinian menunjukkan banyaknya menu andalan, resep minuman kopi, non kopi dan kopi premium yang siap memanjakan lidah para penikmatnya.

Kopi di masa kini tidak lagi bermakna hitam dan pahit. Imaji tentang kopi dari para pecinta kopi lama telah mulai sirna.

Kedai kopi kekinian lewat sosial media sebagai platform utama pemasaran memang menyasar para peminum kopi baru. Mereka yang belum mematok bahwa kopi harus begitu atau begini.

Kertas kosong inilah yang kemudian akan diisi dengan berbagai menu kopi hasil kreasi dan inovasi dari masing-masing kedai atau brand.

Tak heran jika kemudian lokasi yang dianggap terbaik adalah yang dekat dengan kampus atau tempat pendidikan serta tempat niaga yang banyak didatangi kaum muda.

Media sosial memang ampuh untuk meningkatkan jangkauan. Sebab kopi kekinian memang lahir dengan DNA digital yang tentu saja akan pas dengan kebiasaan anak-anak muda yang merupakan pemakai paling aktif media sosial.

Nah, kembali ke kopi enak yang bisa dibuat sendiri di rumah, andai mau repot sedikit membuat es kopi susu sebenarnya tidak sulit.

Tentu saja es kopi susu akan nikmat andai kopi dasarnya adalah espresso. Namun melengkapi rumah dengan alat pembuat kopi espresso baik manual maupun mesin jelas berlebihan andai kita bukan penggila kopi.

Jadi ganti kopi espresso dengan racikan dua bungkus kopi nescafe classic, kopi yang biasanya tersedia di kamar-kamar hotel berbintang itu.

Seduh kopi instan tanpa ampas itu dengan air secukupnya.

Lalu cairkan gula arena tau gula batu dengan sedikit air dalam panci diatas kompor.

Setelah seduhan kopi dan gula cair siap, mulailah racik es kopi susu gula aren.

Tuang seduhan kopi dalam gelas, tambahkan susu secukupnya lalu tuangkan juruh atau sirup gula dan tambahkan es batu.

Dan segelas es kopi susu gula aren ala-ala kedai kopi kekinian siap untuk dinikmati.

Untuk yang mau mengulik lebih jauh, resep es kopi susu tadi bisa ditambahkan atau diperkaya dengan bahan-bahan lainnya. Namun perlu dipastikan bahwa penambahan bahan lainnya jangan sampai membuat perut melilit dan mencret-mencret di toilet.