Wastra Indonesia adalah jenis-jenis kain tradisonal, warisan turun temurun dari leluhur yang sarat dengan makna budaya nusantara. Dimana masing-masing memiliki ciri khas yang dapat dibedakan dari simbol, warna, ukuran hingga material yang digunakan untuk menghasilkannya.
Sebagai negeri yang mempunyai kurang lebih 300 suku, setiap suku umumnya mempunyai lebih dari satu jenis lembar wastra yang memiliki nilai filosofis nan agung dan luhur yang harus tetap dijaga keberadaannya.
Bangga, hormat, mengenal dan memakai wastra Indonesia menjadikannya sebagai identitas bangsa harus terus dipromosikan agar kiblat berbusana tidak mengacu pada trend atau gaya yang datang dari luar negeri.
Adalah sebuah ironi dikala punya ribuan wastra yang merupakan bahan pakaian namun generasi muda atau masyarakatnya lebih suka bergaya ala Harajuku atau K Pop style.
Setiap jenis Wastra Indonesia memang dibuat untuk tujuan tertentu. Namun hal itu tidak boleh menghalangi untuk mengembangkannya menjadi pakaian yang digunakan sehari hari.
Memakai kain batik misalnya tidak harus dipadupadankan dengan kebaya, beskap, sanggul dan blangkon. Sehingga siapapun dan kapanpun kain batik bisa dipakai baik sebagai bahan utama pakaian maupun aksesories.
Dan terbukti saat ini batik sebagai salah satu wastra Indonesia telah berkembang menjadi bahan pakaian sehari-hari.
Kalimantan Timur yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Ibu Kota Negara yang baru mempunyai beragam jenis wastra.
Mengambil momentum peringatan HUT Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur mengelar Visit Kaltim Festival 2021 secara daring karena masih dalam situasi pandemi.
“Untuk memeriahkan perayaan HUT Provinsi Kaltim 2020, tema Wastra Indonesia menjadi yang pertama ditampilkan dalam rangkaian kegiatan Visit Kaltim Festival 2021,” ujar Sri Wahyuni, Kepala.Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur.
Lebih lanjut dalam kesempatan konperensi pers yang diselenggarakan secara daring pada 10 Januari 2021, Sri Wahyuni menjelaskan rangkaian kegiatan Visit Kaltim Festival 2021.
Menurutnya ada 3 tema yang disiapkan untuk rangkaian kegiatan Visit Kaltim Festival 2021 ini.
“Ada 3 tema yang dipersiapkan untuk diwujudkan dalam 3 seri pelaksanaan VKF secara virtual,” terang Sri Wahyuni.
Ketiga tema itu adalah pertama tentang kain etnik yang akan digelar dengan tajuk Borneo Fashion Bration; kedua tentang bentang alam karst Sangkulirang Mangkalihat yang akan digelar dengan tajuk Festival Sangkulirang; ketiga tentang Danau Kaskade Mahakam yang akan digelar dengan tajuk Festival Tiga Danau.
“Kain, karst dan danau-danau akan mewakili warisan budaya, perikehidupan dan kekayaan landskap Kalimantan Timur sumbangsih bagi terwujudnya identitas baru IKN untuk Nusantara,’ tandas Sri Wahyuni.
Tampil Kekinian Dengan Kain Daerah
Dalam gelaran Virtual VKF seri pertama, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur mengandeng Borneo Fashion Bration.
BFB dipilih sebagai mitra karena dunia fashion merupakan sub sektor ekonomi kreatif yang potensial dikembangkan di Kalimantan Timur.
Anas Maghfur, founder BFB yang menyertai Sri Wahyuni dalam konperensi pers melalui zoom menyambut baik ajakan kerjasama dari Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim tersebut.
Terkait dengan tema wastra Indonesia, Anas menyebutkan bahwa Kalimantan Timur berbagai jenis kain daerah.
‘Benua Etam ini mempunyai berbagai jenis kain seperti Sarung Samarinda, Ulap Doyo, Badong Toncep, Kriong, Sulam Tumpar, Batik Bontang, Batik Kutai Timur, Batik Samarinda.dan Batik Balikpapan,’ terangnya.
Lebih lanjut Anas menerangkan bahwa BFB adalah wadah untuk pelaku kreatif dalam industri fashion yang ditujukan untuk mengangkat potensi Kalimantan Timur agar karya dan produknya bisa berkembang dan diterima.oleh masyarakat luas.
Dalam gelaran Borneo Fashion Bration ini akan ditampilkan karya desainer bukan hanya dari Kalimantan Timur melainkan juga dari kota-kota lainnya di Indonesia.
“Akan ada kurang lebih 50 desainer dari Jakarta, Jambi, Lampung, Palembang. Responnya luar biasa meski pada.akhirnya ada beberapa yang kemudian terkendala secara teknis,’ ujar Anas.
Dan akhirnya Sri Wahyuni mengajak masyarakat Kalimantan Timur dan netizen di seluruh penjuru Indonesia untuk menyaksikan dan menyimak gelaran seri pertama Virtual VKF 2021.
” Mari kita ramaikan Virtual VKF 2021 dengan menyaksikan siaran langsungnya lewat akun media sosial kami,’ pungkas Sri Wahyuni sambil menyebut akun Facebook Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim yaitu Dinas Pariwisata (Paradise of The East) dan akun YouTube Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim yaitu Paradise of The East.
Sumber gambar : Facebook Dispar Kaltim – Dinas Pariwisata (Paradise of The East)








