Sepintar-pintarnya menyembunyikan bangkai, lama-lama baunya akan tercium pula. Nasehat dengan mengambil umpama dekomposisi material organik (jasad mahkluk hidup) dimaksudkan agar orang jangan menutupi kebohongan.
Bangkai, sampah, sisa makanan dan lain-lain yang berasal dari bahan organik (tumbuhan dan binatang) memang akan membusuk.
Busuk adalah rangkaian dari proses dekomposisi atau penguraian. Dalam.proses ini sebenarnya material.organik tadi ‘dimakan’ oleh mahkluk dekomposer sehingga habis atau terurai.
Mahkluk ini terdiri dari mahkluk-mahkluk bakteri, jamur, cacing tanah dan lain sebagainya.
Pada proses ini akan dihasilkan berbagai zat yang menimbulkan cairan, pelunakan dan juga bau. Gejala yang biasa kita sebut sebagai busuk.
Busuk dalam pemahaman dan sistem nilai manusia selalu dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Sesuatu yang harus dihindari, disingkirkan atau disembunyikan.
Padahal realitas keseharian kita ada busuk yang disengaja dan dikendalikan untuk berbagai kepentingan. Proses pembusukan untuk menghasilkan material tertentu yang lebih berguna, lebih enak, lebih awet dan lain sebagainya.
Di alam proses pembusukan ini biasa mengundang lalat. Hewan kecil bersayap yang mempunyai cara makan dengan menyedot cairan. Untuk mencerna sesuatu lalat akan lebih dulu menyemprotkan carian dari mulutnya. Ketika yang diludahi mulai mencair kemudian disedot olehnya.
Hewan Tak Bermanfaat
Dikenali sebagai hewan yang senang berada di sampah dan bangkai, lalat kemudian dianggap sebagai mahkluk jorok. Kehadirannya disekitar lingkungan tempat tinggal manusia sungguh tidak diingini.
Karena jorok lalat dianggap akan membawa keburukan. Jika hinggap diatas makanan akan membuat makanan kotor dan mengandung bibit penyakit.
Dengan bentuk kakinya yang berbulu-bulu, lalat memang bisa membawa berbagai kuman,virus, bakteri, jamur yang bisa menyebabkan penyakit baik yang menular atau tidak.
Atas semua anggapan buruk itu maka lalat menjadi salah satu binatang yang paling tidak diingini oleh manusia. Sama dengan nyamuk, lalat menjadi sasaran pembasmian. Kepunahannya tidak akan ditangisi.
Tapi apa yang terjadi jika di bumi tak ada lalat?. Dunia pasti akan kewalahan dengan segala sesuatu yang membusuk.
Ya lalat yang suka menyukai hal-hal busuk itu adalah mahkluk yang secara sukarela membantu percepatan proses dekomposisi. Proses penguraian material atau sampah organik.
Bersama bakteri dan cacing, lalat membantu mengurai limbah domestik yang kerap dibuang sembarangan. Tanpa bantuan mereka, lingkungan tempat tinggal manusia akan menjadi tempat penumpukan sampah dan limbah.
Jadi jangan sepelekan lalat atau menganggapnya sebagai mahkluk hina. Sebab dalam ekosistem tidak ada yang pantas untuk dihina atau dianggap remeh.
Sama dengan hal lainnya, selalu saja ada keburukan atau kekurangannya. Tapi dibalik itu pasti ada kelebihan atau kemanfaatannya.
Sayap lalat misalnya mengandung protein dan antibiotik yang bisa mendatangkan manfaat kesehatan.
Lalat juga bisa membantu manusia untuk mengenali mana bahan makanan yang berformalin atau tidak. Andai ada bahan makanan, daging atau ikan yang dihindari atau tidak dikerumuni lalat ditempat terbuka maka itu adalah pertanda bahwa bahan makanan itu berformalin.
Larva lalat atau dikenal.sebagai maggot bisa menjadi sumber pangan alternatif terutama untuk ternak peliharaan, seperti ikan di kolam.
Dalam tubuh lalat juga terdapat gen refilin yang bisa menghasilkan karet yang lebih elastis dan kuat. Gen inilah yang mampu membuat lalat mengerakkan sayapnya 1000 kali dalam.sedetik. Selain itu dalam dunia medis gen ini mampu membantu mengatasi penyakit yang diakibatkan oleh penyumbatan pada arteri dan vena.
Benar bahwa lalat memang patut diwaspadai dan diupayakan jangan sampai menyentuh makanan yang sudah siap disantap.
Kita juga perlu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal agar kalaupun ada lalat datang dia tak hinggap diatas ceceran tinja atau bangkai yang tergeletak diatas tanah.
Lalat bisa menjadi pembawa bibit penyakit ke dalam rumah apabila lingkungan sekitar kita kotor dan penuh buangan sampah serta limbah yang sembarangan.
Tak perlu kita manusia mendirikan brigade pembasmi atau pemusnah lalat. Satukan diri dalam laskar penjaga kebersihan,.bekerja sama dengan mahkluk pengurai untuk mendekomposisi sampah organik domestik hingga menjadi kompos atau bahan lainnya yang tetap punya nilai guna untuk manusia, bumi dan mahkluk lainnya.
Memunahkan mahkluk yang dianggap hina sekalipun pasti akan membuat ketidakseimbangan dalam ekosistem. Akan menganggu siklus dan rantai makanan alamiah.
Bisa jadi jika lalat punah maka kita juga akan kehilangan ikan di sungai, pohon tak akan berbuah dan lain sebagainya karena ikan akan kehilangan pasokan nutrien dan hewan penyerbuk akan kehilangan pakan.
Hidup bersih itu penting. Tapi tak harus dengan cara ‘membersihkan’ mahkluk-mahkluk ‘pembersih’.
Sumber gambar : womantalk.com








