Semua wakil selalu ingin naik jabatan. Wakil presiden ingin jadi presiden, wakil Bupati mau jadi bupati, wakil kepala sekolah pingin jadi kepala.sekolah.

Tapi ada wakil yang tak mau naik jabatannya. Maunya terus menjadi wakil selamanya. Itulah wakil rakyat, wakil yang nggak sudi jadi rakyat. 

Kenapa?. Karena jadi wakil lebih enak daripada menjadi rakyat.

Yang menceritakan kisah tentang wakil yang tak mau naik pangkat itu adalah Gus Dur.  Gus Dur juga pernah menyebut wakil rakyat sama dengan anak TK.

Memang ada banyak sentilan terhadap wakil rakyat terutama atas perilaku mereka yang kerap menunjukkan kemewahannya. Rumah mewah, mobil mewah, pakaian mewah dan gaya hidup mewah lainnya. Segala sesuatu yang menunjukkan hidup mereka super enak jika dibandingkan dengan rakyat banyak.

Mungkin saja tidak banyak wakil rakyat yang hidupnya bermewah-mewah. Lagi pula sebian dari mereka sudah kaya sejak sebelumnya. 

Dan tentu saja menjadi kaya adalah hak setiap orang. Membeli ini dan itu selama dengan uang sendiri serta mampu itu adalah pilihan.

Hanya perlu diingat bahwa wakil rakyat adalah pejabat publik yang terikat dengan moral dan etika publik. Oleh karenanya di hadapan publik mestinya berlaku dan tampil bijaksana.

Apa yang lebih bahaya jika tuntutan hidup mewah itu tidak ditopang oleh kemampuan sendiri hingga kemudian melakukan perilaku koruptif dengan menyalahgunakan kekuasaan dan wewenang untuk memperkaya diri sendiri.

Setelah masa reformasi banyak wakil rakyat tersangkut kasus korupsi.Dewan Perwakilan Rakyat bahkan termasuk salah satu institusi yang paling korup. Kasus gratifikasi kerap terjadi disana. 

Gratifikasi adalah salah satu modus korupsi yang banyak terjadi di negeri ini. Pejabat publik, pejabat negara dan aparaturnya kerap menerima atau bahkan meminta hadiah atas jasa atau penggunaan wewenangnya untuk meloloskan alokasi anggaran tertentu.

Bentuk grafitikasi tentu saja macam macam mulai dari segepok uang, barang, tiket perjalanan, diskon dan pelayanan-pelayanan lainnya.

Adalah sulit menolak hadiah karena memang kita kerap mengharap untuk mendapat hadiah. Meski hidup sudah berkecukupan yang namanya hadiah selalu menyenangkan.

Sebenarnya bukan hanya wakil rakyat yang suka dan senang dengan hadiah. Rakyat pun kebanyakan berlaku demikian. Setiap kali bertemu dengan pejabat publik atau pejabat negara, kebanyakan orang akan meminta hadiah dan bantuan.

Maka pejabat yang baik adalah mereka yang suka memberi. Dengan rajin memberi mereka kemungkinan besar bisa terpilih kembali. Terus menjadi wakil rakyat meski tanpa prestasi.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here