KESAH.ID – Car Free Day Solo telah berkembang menjadi salah satu event dan destinasi unggulan. CFD bukan hanya menjadi ajang olah raga, melainkan juga silaturahmi dan pengerak ekonomi terutama untuk sektor ekonomi kreatif dan UMKM. Maka pilihan Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim untuk menggelar Semarak Pesona Kaltim 2022 di CFD Solo adalah sebuah pilihan yang jeli dan tepat.
Kedatangan rombongan yang difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur di Solo untuk mengikuti rangkaian acara Semarak Pesona Kaltim 2022 bertepatan dengan puncak persiapan keluarga Presiden Joko Widodo menggelar pernikahan Kaesang Pangarep.
Sempat muncul kekhawatiran akan pembatasan di CFD Solo mengingat pada hari Minggu, 4 Desember 2022, Presiden Joko Widodo akan melaksanakan kumbokarman, atau rapat keluarga dan panitia untuk memastikan upacara pernikahan putra ketiganya berjalan lancar. Rapat itu diadakan di Ndalem Wuryaningratan, house of danarhadi yang berada di Jalan Slamet Riyadi yang merupakan lokasi utama CFD.
Tapi kekhawatiran itu sirna karena CFD tetap dilaksanakan sebagaimana biasanya. Dan Presiden Joko Widodo datang di Ndalem Wuryaningratan sekitar pukul 09.45, beberapa saat setelah CFD usai.
Sejak jam 05.00 pagi di halaman depan lobby Hotel Novotel Solo, penampil utama yakni Tenggarong Kutai Carnival dan Penari Hudoq melakukan persiapan, merangkai, memasang dan memakai kostumnya.
Sekitar jam 06.00, para peraga dari TKC mulai menyusuri Jalan Slamet Riyadi tempat CFD dilaksanakan disusul oleh barisan penari Hudoq dan para penampil lainnya.
Kostum yang dikenakan oleh TKC dan Hudoq segera menarik perhatian masyarakat yang mulai memadati lokasi CFD. Jalanan yang luas karena terdiri dari satu jalur utama dan dua jalur di kanan kiri jalan utama terasa mulai padat oleh pengunjung.
Karnaval tim Semarak Pesona Kaltim 2022 segera menarik perhatian, perjalanan rombongan agak tersendat karena banyak orang ingin berfoto bersama.
Menempuh jarak kurang lebih 300 meter dari hotel Novotel hingga Taman Sriwedari Solo, lenggak lenggok KTC dan Hudoq mampu mengejutkan masyarakat Solo dan sekitarnya sejak langkah pertama.
Di panggung halaman depan Taman Sriwedari Solo, Ahmad Herwansyah Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim bertindak sebagai tuan rumah pagelaran Semarak Pesona Kaltim 2022. Pagelaran ini dihadiri oleh Rusman Yaqub, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PPP dan dari Solo hadir Teguh Prakosa, Wakil Walikota Solo.
Gibran Rakabuming Raka, Walikota Solo tidak bisa hadir karena kesibukannya mempersiapkan pernikahan adik bungsunya.
Panggung Semarak Pesona Kaltim 2022 di CFD Solo merupakan muhibah kebudayaan yang bertujuan mempromosikan dan memperkenalkan ragam kebudayaan Kalimantan Timur yang terdiri dari budaya pesisir {melayu}, pedalaman dan keraton.
Penampilan dibuka oleh sajian Tari Jepen Bebaya, kesenian khas masyarakat Kutai yang mewakili kebudayaan pesisir.
Seni barongan tampil mewakili budaya pedalaman dalam bentuk Tari Hudoq. Topeng yang dipakai oleh penari Hudoq mereprentasikan citra tanaman dan hewan berbahaya. Penari memakai baju dari kulit kayu yang dihiasi rumbai-rumbai daun pisang.
Sedangkan budaya keraton diwakili oleh peragaan busana adat Keraton Kutai Kartanegara yakni baju Takwo dan Sakai.
Baju Takwo dahulu hanya dipakai dalam acara pernikahan, dikenakan oleh bangsawan atau penari saat mengikuti acara adat.
Sedangkan baju Sakai awalnya merupakan pakaian perempuan dalam rangkaian upacara pernikahan. Baju ini akan dikenakan oleh pengantin perempuan saat upacara bealis. Baju Sakai berupa kebaya dengan lengan panjang dengan bawahan Tapeh Badong dari kain batik celup khas Kutai.
Namun dalam perkembangannya, dibuatkan juga baju Sakai untuk laki-laki.
BACA JUGA : Geger di Pendhapa Ageng ‘Mr. Djojo Kusumo” ISI Surakarta
Melengkapi gelaran Semarak Pesona Kaltim 2022 diatas panggung juga ditampilkan budaya kontemporer Kalimantan Timur yakni peragaan busana batik Kaltim dan teatrikal puisi.
Khasanah kain tradisional Kaltim telah diperkaya oleh kehadiran berbagai corak batik khas yang mengangkat tema keragaman hayati dan kekayaan sumberdaya alam Kalimantan Timur.
Baju ready to wear hasil rancangan desainer Kaltim hadir dalam nuansa yang berbeda dengan batik-batik tradisional karena mempunyai warna dan corak yang lebih berani sehingga cocok untuk dipakai oleh anak-anak muda.
Jika malam sebelumnya telah ditampilkan lakon teater berjudul Geger di Pendhapa Ageng ISI Surakarta, diatas panggung depan Taman Sriwedari ditampilkan teaterikal puisi oleh Bhuyung Ardiansyah, seniman muda Samarinda yang menekuni jalur puisi.
Mewakili Gibran Rakabuming Raka, Teguh Prakosa Wakil Walikota Solo menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas pagelaran Semarak Pesona Kaltim 2022 di CFD Solo.
“Sebuah kehormatan bagi kami karena dipilih menjadi tempat untuk mempromosikan dan memperkenalkan budaya Kalimantan Timur,” ucap Teguh.
Menurutnya acara CFD Solo memang tepat dijadikan ajang untuk kegiatan muhibah kebudayaan karena dalam acara itu akan hadir masyarakat dari seluruh penjuru Solo Raya.
“Bukan hanya warga Surakarta yang hadir disini melainkan juga masyarakat dari Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali dan lainnya,” lanjutnya.
Melihat sendiri antusias warga atas persembahan dari Kalimantan Timur, Rusman Yaqub anggota komisi IV DPRD Provinsi Kaltim tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
“Selamat kepada Dinas Pariwisata Kaltim yang telah berhasil mengorganisir dan melaksanakan acara ini,” ungkap Rusman Yaqub.
Kedepannya, Rusman berharap Dinas Pariwisata Kaltim mampu melakukan promosi ke lebih banyak daerah, kalau perlu hingga luar negeri.
Sebagai wakil rakyat yang mempunyai hak penganggaran, Rusman Yaqub sadar bahwa anggaran untuk promosi budaya dan pariwisata memang kecil, belum sebanding dengan tujuan yang hendak dicapai.
Meski tak bisa menjanjikan namun Rusman berharap Dinas Pariwisata Kaltim terus menginventarisir aspek ekonomi kreatif dan pariwisata Kaltim yang tidak dipunyai oleh daerah lainnya.
“Kontennya dulu yang dipersiapkan, sehingga nanti kalau tersedia anggaran yang cukup maka akan bisa menampilkan produk dan daya tarik yang eksotik,” lanjutnya.
Meski menilai kegiatan Semarak Pesona Kaltim di panggung gerbang depan Taman Sriwedari menuai sukses, Rusman Yaqub tetap memberi catatan kecil atas pelaksanaannya.
“Alangkah baiknya jika dalam acara seperti ini disiapkan brosur, pamflet atau lainnya yang bisa diberikan kepada penonton, sehingga pulangnya mereka akan membawa informasi yang lebih tentang Kalimantan Timur,” ujar Rusman Yaqub.
Menutup gelaran panggung Semarak Pesona Kaltim 2022, Ahmad Herwansyah Kepala Dinas Provinsi Pariwisata Kaltim mengajak Rusman Yaqub anggota DPRD Kaltim dan Teguh Prakosa Wakil Walikota Solo ikut menari bersama penari Hudoq Kawit dari Lembaga Adat {Bahau Busang} Samarinda.
BACA JUGA : Belajar Dan Menimba Semangat Dari Kampung Batik Laweyan
Rangkaian muhibah Semarak Pesona Kaltim 2022 di Surakarta ditutup dengan Diskusi Kelompok Terarah dengan tema Pemajuan Subsektor Wastra Kalimantan Timur.
Kegiatan dilaksanakan di house of danarhadi tempat yang sama dengan acara rapat persiapan pernikahan Kaesang sehingga peserta tidak bisa masuk dari pintu depan karena diseterilkan oleh Pasmpampres dan petugas keamanan lainnya.
Mengambil tempat di pendopo belakang house of danarhadi selain Ahmad Herwansyah dan Rusman Yaqub yang dihadirkan sebagai pemantik adalah Siti Khotimah, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta.
Dalam paparannya Ahmad Herwansyah menyebutkan Kaltim telah mempunyai landasan untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, yakni Perda Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Kaltim dan Peta Jalan Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah Provinsi Kalimantan Timur.
Sektor wastra atau kain tradisional menjadi salah satu unggulannya.
Terkait dengan wastra, Ahmad Herwansyah menyatakan bahwa Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim berfokus pada pengembangan kreatifitas para pelaku usahanya.
“Salah satu fokusnya adalah agar pelaku mampu menggali khazanah lokal yang berbasis pada ekosistem 3 danau yakni Jempang, Melintang dan Semayang,” terang Ahmad Herwansyah.
Kekayaan ekosistem kawasan air di dataran rendah Kalimantan Timur berupa flora dan fauna serta kearifan lokal masyarakatnya diharapkan mampu menjadi inspirasi dan tercermin lewat karya atau produk wastra Kalimantan Timur. Dengan demikian akan menjadi kekhasan, daya tarik yang tidak dipunyai oleh daerah lainnya.
Lebih lanjut Ahmad Herwansyah menerangkan aksi nyata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kaltim lewat pemberian bantuan sarana dan prasarana bagi para pengrajin wastra.
“Dinas pariwisata juga membeli produk pengrajin wastra dan menjadikan sebagai pakaian untuk dikenakan dalam berbagai acara baik di daerah maupun luar daerah sebagai sarana promosi,” ujar Iwan, sapaan akrab Ahmad Herwansyah.
Sementara itu Rusman Yaqub, anggota komisi IV DPRD Provinsi Kaltim menyampaikan bahwa kekayaan sumberdaya alam Kalimantan Timur jika terus diekstraksi akan habis dan menimbulkan dampak lingkungan yang buruk untuk ekosistem Kalimantan Timur.
Dalam kerangka transformasi ekonomi dari ekstraksi ke ekonomi berkelanjutan, sektor industri kreatif dimana wastra merupakan salah satunya bisa menjadi basis yang kuat jika dipadukan dengan pariwista.
“Ekonomi kreatif dan pariwisata merupakan sektor unggulan untuk ekonomi berkelanjutan,” tegas Rusman Yaqub.
Perpaduan antara ekonomi kreatif dan pariwisata menurut Rusman Yaqub dapat diimplementasikan dalam bentuk eco cultural tourism.
Menyambut kehadiran pelaku ekraf dan wisata perdesaan dari Kalimantan Timur, Siti Khotimah yang hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta menyampaikan visi Walikota yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah wisatawan, lama tinggal dan kontribusi sektor parekraf pada PDRB.
Untuk itu Kota Surakarta memfokuskan pada pengembangan kawasan wisata dan destinasi unggulan, membangun kemitraan pariwisata dan mendorong tumbuhnya sanggar seni.
Untuk menggairahkan kehidupan seni, Kota Surakarta menyelenggarakan Solo Internasional Perfoming Arts yang dimulai sejak Solo dipimpin oleh Joko Widodo.
“Dengan pengalaman dan sumberdaya yang ada, Kota Surakarta siap bekerja sama untuk memajukan sektor wastra di Kalimantan Timur,” ujar Siti Khotimah.
Kota Surakarta banyak mempunyai pebisnis yang berhubungan dengan kain dan produk turunan lainnya.
“Kami bisa memfasilitasi kerjasama bussines to bussines antara pelaku bisnis wastra di Surakarta dan Kaltim sehingga tercipta rantai pasok yang saling menguntungkan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan ini hadir juga Irawati Kusumorasri, penari yang juga merupakan direktur Solo International Perfoming Arts.
Putri Solo yang kerap disapa Mbak Ira ini meyakini bahwa dialog kebudayaan akan lebih indah dan bermakna jika dilakukan lewat kesenian.
“SIPA yang merupakan acara tahunan siap bekerja sama untuk menampilkan kesenian daerah lain atau dengan pengalaman yang kami miliki bisa melakukan mentoring untuk mengembangkan event serupa di daerah lain,” ujar Mbak Ira.
Ekonomi kreatif dan pariwisata memang merupakan aksi kolaboratif. Hanya kerjasama yang baik antar berbagai pihak yang akan membuat ekraf dan pariwisata mencapai kemajuan. Semarak Pesona Kaltim 2022 menjadi kunci pembuka bagi dunia ekonomi kreatif dan pariwisata Kaltim untuk membangun kerjasama yang lebih luas.
Saling dukung, saling kunjung dan semua dapat untung.








