Darimana datangnya cinta?.
Para pujangga atau ahli susastra sering mengambarkan cinta sebagai sesuatu yang datang dari mata kemudian turun ke hati.
Dari pena para pujangga inilah kita mengenal berbagai macam romantika cinta. Meski berjilid buku dan berlarik lagu bertema cinta, namun cinta sampai saat ini masih sering disebut sebagai misteri.
Apa itu cinta tak pernah dengan gamblang bisa diterangkan, ratusan bahkan ribuan definisi tentang cinta bisa tercipta setiap harinya. Semua orang bisa mengatakan apa itu cinta bahkan mereka yang tak pernah mengalami, merasakan cinta itu sendiri.
Dan uniknya satu kata yaitu cinta, ternyata makna atau artinya bisa saling bertentangan satu sama lain.
Namun secara biologis yang disebut dengan jatuh cinta sesungguhnya adalah masa percumbuan sebelum persetubuhan. Kondisi jatuh cinta terjadi pada saat laki-laki dan perempuan berusaha menarik perhatian lawan jenisnya hingga kemudian klop lalu terjadi persetubuhan untuk meneruskan keturunan.
Dalam konteks manusia aspek biologi ini kemudian tidak lagi menonjol dibanding dengan binatang pada umumnya. Manusia mempunyai nilai atau norma yang dikembangkan terkait dengan meneruskan keturunan. Berbeda dengan binatang, manusia meneruskan keturunan dalam sebuah institusi yang disebut dengan pernikahan.
Pun juga dengan fungsi hubungan seks atau kawin, dalam dunia manusia hubungan seks tidak lagi hanya bertujuan untuk meneruskan keturunan. Diakui atau tidak hubungan seks antara laki-laki dan perempuan, 99% bertujuan untuk kesenangan atau rekreasi.
Hubungan seks antara laki-laki dan perempuan dalam dunia manusia telah melampaui hukum alamiah.
Karena itu cinta kemudian menjadi tidak lagi sederhana untuk manusia. Dan dalam perkembangan selanjutnya manusia bahkan bisa mencintai sesama jenisnya dan hal-hal lain diluar manusia.
Almarhum Soejarwoto Soemarsono atau lebih dikenal dengan nama panggung Gombloh, yang dikenal sebagai penyanyi kocak menciptakan lagu berjudul Lelucon Pendek {Lepen}. Salah satu baris lirik lagunya berbunyi “Kalau cinta sudah melekat, tahi kucing rasa coklat,”.
Gombloh lewat lagu Lepen mengambarkan seorang bucin yang menganggap seseorang yang di-jatuh cinta-i menjadi segala-galanya. Tampil sebagai sosok yang luar biasa, sempurna dan istimewa sehingga patut diperjuangkan tanpa peduli apa kata orang dan resiko yang menghadang.
Bagiku sinar mentari tak seindah matamu
Untukku elusan angin tak semulus lenganmu
Tak peduli omongan temanku
Tak peduli resiko untukku
Aku naksir kamu kau jadi gadisku
Jatuh cinta memang akan membuat seseorang lebih menggunakan otak emosionalnya sehingga dengan mudah akan kehilangan logika.
BACA JUGA : Judi menjanjikan Kemenangan dan Kekayaan, Tapi Bohong
Uniknya manusia bukan hanya mencintai dan jatuh cinta pada sesama manusia. Dan salah satu yang niscaya dicintai oleh semua orang adalah uang.
Sejak pertama kali kemunculannya, uang bertumbuh menjadi barang {nilai} yang paling dipercayai oleh manusia. Alhasil semua kemudian berlomba-lomba untuk mencari, mengejar dan menumpuknya sebagai kekayaan.
Boleh saja orang berkilah bahwa uang bukan segala-gala, namun pada kenyataannya segala-galanya butuh uang.
Apapun pencapaian seseorang, pencapaian yang paling menyakinkan tetaplah soal uang. Seseorang bisa saja tidak sukses sebagai pelajar, mahasiswa, karena tidak pintar. Hingga kemudian tidak bisa merengkuh dan menduduki jabatan tinggi. Hanya saja meski tanpa gelar dan tanpa jabatan andai uangnya tidak berseri tetap akan ditahbiskan sebagai orang sukses.
Tidak sukses dalam bidang lainnya bisa dimaklumi selama seseorang sukses secara finansial.
Hanya saja untuk sukses secara finansial atau disebut kaya bahkan super kaya atau crazy richada deretan syarat yang harus dipenuhi. Mulai dari komitmen, kerja keras, bersyukur, tahan menderita, jujur, mau belajar, mempraktekkan ilmu, sabar, berani ambil resiko dan seterusnya. Deretan syarat yang tak mudah untuk dipenuhi.
Meski tahu bahwa menjadi kaya itu tidak mudah, namun ada yang tahu persis bahwa banyak orang yakin kalau kekayaan bisa diperoleh secara pasif dan pasti. Dan kemudian orang-orang dengan keyakinan seperti ini yang kemudian jadi sasaran modus penipuan yang mengelapkan mata karena ingin punya uang dengan segera.
Modus yang pertama dan tertua adalah penggandaan uang dengan kekuatan supranatural. Meski tidak logis dan diluar nalar, tetap saja banyak orang yang percaya karena manusia memang mempercayai hal-hal yang gaib dan ajaib.
Sampai mendekati jaman metaverse ini model penggandaan uang meski sangat kuno masih saja bisa memakan korban.
Dan ketika pendidikan semakin maju, masyarakat semakin pintar ternyata model tipu-tipu dengan iming-iming cepat mendapatkan kekayaan malah semakin berkembang. Beroperasi dengan memakai teknologi dan terma-terma ekonomi terkini, yang kemudian terkena bujuk rayu bukan hanya orang per orang, melainkan gerombolan.
Kenapa banyak orang bisa tertipu secara massal?. Sama seperti seseorang yang jatuh cinta, masyarakat dibuat untuk terpesona. Dengan internet bujuk rayu untuk membuat orang terperdaya menjadi lebih mudah. Tak perlu penjelasan berbusa-busa untuk membuat orang percaya, cukup beberapa video dan rangkaian foto yang menunjukkan sukses seseorang lewat langkah tertentu.
Kata-kata semacam “Kalau saya bisa anda juga pasti bisa,” sudah cukup untuk membuat seseorang percaya diri, apalagi memang caranya tidak sulit, tinggal klik atau pasang robot yang berjalan sendiri.
Pada dasarnya kita memang suka yang mudah-mudah dan indah, termasuk janji-janji manis. Meski kerap kali ditipu oleh para politisi yang ingkar janji, toh tetap saja kita masih selalu percaya begitu pemilu tiba.
Janji soal tak banjir lagi, tidak macet lagi, lapangan kerja berlimpah dan lain-lain yang terus berulang masih berhasil membuat kita berharap, apalagi soal janji kekayaan yang cepat dan pasti.
Fix dan passive income inilah janji kemapanan financial yang selalu bikin orang klepek-klepek. Terpancing dengan janji itu bakal membuat tahi kucing rasa cuan.
BACA JUGA : Ganti Untung, Kaya Sejenak Miskin Kemudian
Setiap tahun selalu ada kasus sekelompok orang merasa tertipu oleh ini itu. Mereka kehilangan banyak uang, kehilangan aset berharga dan bahkan terjerat hutang.
Yang disebut dengan investasi bodong setiap tahunnya memakan kerugian hingga ratusan trilyun rupiah, sebuah jumlah yang cukup membuat mereka yang dijadikan sosok untuk membujuk rayu sebut saja influencer, afiliator, master atau apapun tampil sebagai crazy rich.
Apakah benar bahwa orang-orang ini tertipu, tentu saja bisa diperdebatkan. Satu hal yang pasti mereka ini adalah korban, karena berani menitipkan uang namun abai pada resikonya.
Soal abai pada resiko bisa dilihat dari kenyataan bahwa para pelaku atau badan usaha yang digunakan untuk mengumpulkan uang masyarakat umumnya illegal, tidak terdaftar dan mendapat ijin dari pemerintah atau insitusi yang terkait dengan sektor usaha itu.
Resiko lain yang diabaikan adalah soal keberhasilan. Bahwa tidak semua investasi akan berhasil, selalu untung apalagi dalam waktu singkat.
Illegal dan selalu menjanjikan keuntungan apalagi dalam jumlah yang tinggi serta tetap sebenarnya sudah merupakan tanda bahwa hal itu tidak benar. Dan ini yang kerap diabaikan oleh masyarakat.
Tawaran semacam ini umumnya merupakan model bisnis permainan uang. Adapun skema yang digunakan adalah piramida, semacam MLM dan Ponzi.
Masyarakat menjadi tidak awas atau abai pada resiko karena pada awalnya yang disebut dengan pendapatan memang diberikan. Model bisnisnya sedang berkembang sehingga uang bisa diputar-putar.
Dalam model bisnis semacam ini pendapatan dari investor tidak berasal dari barang atau produk yang dijual melainkan dari investor lain yang menjadi downlinenya.
Skema investasinya sebenarnya bodong, karena uang dari investor tidak diinvestasikan pada produk atau jasa lain yang bisa menghasilkan keuntungan untuk dibagi.
Ketika investor sudah banyak, beban bagi hasil pendapatan semakin besar dan investor baru mulai berkurang maka skema investasi bodong ini akan tumbang.
Dalam berbagai kasus, ketika pelaku bisnis investasi bodong ini telah berhasil mencumpulkan cukup uang, mereka kemudian melarikan diri dengan membawa uang investor {scam}. Namun dalam kasus lainnya mereka mulai tidak memberi imbal pendapatan dengan berbagai alasan, sistemnya mulai tidak bisa diakses, kantornya mulai kosong, nomor telepon atau saluran komunikasi mulai sulit dihubungi dan lain sebagainya.
Tak sedikit dari pelaku yang kemudian membiarkan diri ditangkap oleh penegak hukum. Namun mereka tahu bahwa hukumannya tidak akan lama. Dan ketika bebas nanti mereka akan kembali membuat bisnis yang sama dengan bungkus yang berbeda.
Yang dinamakan dengan permainan uang, skema piramid dan Ponzi sangatlah adaptif. Meski wataknya sama namun tampilannya bisa terus diperbaharui sehingga membuat orang yang pernah terpesona sebelumnya dan kemudian merana bisa kembali jatuh cinta.
Jadi kalau mau menjadi kaya karena berinvestasi pahamilah bahwa tidak ada investasi yang tidak beresiko. Investasi itu ibarat judi atau paling tidak spekulasi, oleh karena itu perlu ketrampilan dan analisa untuk memitigasi resiko.
Cara investasi yang paling konservatif adalah memakai uang dingin, uang yang bukan merupakan tabungan atau persediaan untuk keperluan primer dan strategis, uang yang didapat bukan dengan cara menjual atau mengadaikan aset serta hutang.
Pilih badan usaha atau aplikasi yang telah teruji, bukan yang baru 1 sampai 3 tahun berdiri dan pastikan mempunyai legalitas serta ijin operasi, sehingga investasi dilindungi oleh hukum.
Dan jangan berinvestasi hanya pada satu bidang, meski kecil-kecil lakukan diversifikasi investasi, pada beberapa entitas di bidang atau jenis usaha yang berbeda.
Percayalah yang disebut dengan investasi yang mendatangkan kekayaan selalu merupakan investasi jangka panjang, sebagaimana kata pepatah “Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit”.








