kesah.id pada tanggal 19 Mei 2020 telah menerbitkan artikel dalam rubrik tepi air berjudul Akankah Kembali Banjir di Hari Lebaran?
Tulisan itu bukan ramalah melainkan sebuah kekhawatiran mengingat hujan yang terus turun paa minggu terakhir bulan puasa. Dan jika Samarinda turun hujan berturutan setiap harinya maka tanpa perlu diramalkan banjir akan segera terjadi.
Dan hari Jum’at, 22 Mei 2020 hujan turun sejak dini hari. Hujan terjadi bukan hanya di wilayah Kota Samarinda melainkan juga Kutai Kartanegara. Hujan dengan intensitas tinggi di bagian hulu DAS Karang Mumus yang meliputi wilayah Kecamatan Muara Badak, Tenggarong Seberang, Anggana dan Samarinda Utara itu membuat Waduk Benanga (Bendungan Lempake) dengan cepat meninggi.
Berkurangnya area rawa-rawa akibat konversi lahan yang makin cepat karena keberadaan Bandara APT Pranoto membuat air permukaan (runoff) dengan cepat sampai ke Waduk Benanga. Daya tampung waduk yang sudah menurun karena penyempitan dan pendangkalan membuat air langsung melimpas melewati beton pembuangan bendungan (spillway). Dari pantauan di beberapa halaman facebook Tinggi Muka Air (TMA) sudah melewati angka 90 (kuning).
Dalam waktu semalam (Sabtu, 23 Mei 2020) TMA sudah melewati angka 100 (merah). Begitu melewati angka 90 saja beberapa daerah di Sungai Karang Mumus bagian tengah yang berada di Kecamatan Samarinda Utara dan Sungai Pinang pasti akan mulai terendam, apalagi melewati angka 100. Selain genangan lebih dalam kemungkinan besar juga akan lebih luas.
Tingginya debit air yang mengalir melewati spillway membuat air Sungai Karang Mumus meluap sebelum mengalir jauh dari Bendungan Lempake. Muang Datu (Ilir) pada hari Sabtu, 23 Mei 2020 jalanannya sudah terendam. JIka Muang Datu saja terendam maka dipastikan daerah-daerah setelahnya akan terendam lebih dalam.
Biasanya akan butuh waktu 2-3 hari air dari hulu Sungai Karang Mumus akan sampai ke bagian tengah dan meluap mengenangi area di kanan kiri sungai. Namun kali ini hanya dalam waktu satu hari satu malam saja air sudah sampai. Sehingga hari Sabtu 23 Mei 2020 daerah seperti Lempake, Gunung Lingai, Bengkuring, Pemuda, Kesehatan,Sutomo, Belibis dan lain-lain mulai terendam. Ketinggian air bervariasi antara 1 meter hingga 30 cm.
Lebaran diatas air
Pemerintah Kota Samarinda setiap tahunnya selalu memprioritaskan program mengatasi banjir. Namun lagi-lagi sebagian warganya justru berlebaran diatas air.
Tahun lalu banjir mulai mengenangi rumah warga pada hari lebaran ke dua, namun tahun ini air mulai naik dua hari sebelum hari lebaran.
Banjir ini tentu saja membuat warga Kota Samarinda semakin bersedih karena lebaran kali ini juga berlangsung di tengah pelaksanaan penjarakan fisik dan sosial. Lebaran yang kelabu semakin menjadi kelam karena datangnya banjir.
Lebaran minimal dan virtual yang sudah direncanakan kemudian berantakan karena rumah terendam air demikian juga dengan jalanan.
Genangan air juga tidak segera pergi karena siklus pasang air Mahakam yang bukan hanya menahan aliran air ke Sungai Mahakam sebagai outlet banjir. Backwater dari Sungai Mahakam membuat genangan yang mulai surut di beberapa titik menjadi naik kembali.
Pasang air Sungai Mahakam yang mulai naik sekitar jam 20.00 tadi malam, membuat beberapa daerah di Kecamatan Samarinda Utara dan Sungai Pinang merayakan hari lebaran dengan genangan air melewati lutut.
Dengan tinggi air seperti itu maka anak-anak tak lagi bisa memakai baju dan celana baru apalagi sepatu atau sandal anyar. Kue-kue yang mestinya dijajar diatas meja juga mesti disingkirkan karena meja kemudian dipakai sebagai bantalan untuk menaikkan kursi berbusa agar tak terendam air.
Pada lebaran hari pertama tercatat ribuan rumah terendam dengan ketinggian air bervariasi. Jika dalam pertandingan sepakbola seorang pemain berhasil mencetak dwi goal atau brace akan dianggap prestasi. Namun kalau sebuah kota berhasil mencetak dua kali lebaran diatas air harus disebut apa?.
Masih ada waktu satu tahun bagi Samarinda untuk belajar lebih dalam mengelola air agar tak mencetak hattrick atau tiga kali lebaran di atas air.
kredit foto : facebook dhaifullahazaidan








